Cara Menentukan Ide Pokok Dari Suatu Paragraf

Ada banyak cara untuk menyampaikan ide atau gagasan. Ada orang yang menyampaikan idenya melalui pidato, lukisan, dan ada juga yang lewat tulisan. Terkhusus tulisan, ada orang yang menyampaikan idenya di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif), serta awal dan akhir paragraf (campuran).

Dalam sebuah tulisan, apapun bentuknya, ada suatu gagasan atau ide pokok yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacanya. Karena bagaimanapun dari ide itulah tulisan terbentuk. Berangkat dari satu ide, penulis mulai merangkai kerangka, mencari data pendukung, hingga memilih diksi yang sekiranya paling tepat untuk menggambarkan apa yang ingin ia sampaikan. Begitu pentingnya ide sehingga tanpa ide, tulisan tidak akan diketahui bagaimana nasibnya. Entah idenya mau diletakkan di awal, akhir, awal dan akhir, maupun di semua bagian paragraf. Tanpa ide, apa yang mau ditulis?

Dari semua cara meletakkan ide pokok, mana yang lebih baik? Bukankah menyampaikan ide di awal tulisan berarti telah menyajikan inti pembahasan sehingga dapat membuat pembaca merasa dia telah mengetahui inti tulisan? Tetapi bukannya kalau menempatkan ide di akhir ada kemungkinan pembaca akan merasa bosan sehingga tidak membaca tulisan sampai selesai? Apakah dengan demikian paragraf campuran dapat menjadi solusi terbaik? 

Stop, janganlah berpikir sejauh itu dulu. Ambil pulpen dan kertasmu, laptopmu, atau arangmu. Mulailah menulis dan sampaikan gagasanmu. Karena bagaimanapun juga, ide yang bagus adalah ide yang disampaikan. Kali ini, Zenius Blog membahas apa itu paragraf deduktif, induktif, dan paragraf campuran beserta contohnya. 

Paragraf Deduktif

Sederhananya, paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokoknya disampaikan di awal tulisan. Karena disampaikan di awal, alur tulisannya pun menjadi khusus – umum. Maksudnya, hal-hal yang sifatnya inti disampaikan terlebih dahulu sebelum kemudian dimasukkan hal-hal yang sifatnya mendukung. Lebih jelasnya, coba simak contoh teks berikut. 

Ada berbagai macam sistem pemerintahan di dunia ini. Di antaranya adalah monarki, republik, hingga parlementer. Sistem pemerintahan monarki dipimpin oleh seorang raja atau ratu. Pergantian pemimpin biasanya terjadi saat raja atau ratu mangkat. Negara yang menganut sistem monarki contohnya adalah Arab Saudi. Negara yang menganut sistem pemerintahan republik dipimpin oleh seorang presiden. Pergantian pemimpinnya diatur oleh konstitusi. Contoh dari negara republik adalah Indonesia yang dipimpin presiden dan diadakan pemilihan umum setiap 5 tahun sekali untuk mengganti presiden. Sedangkan negara dengan sistem pemerintahan parlementer dipimpin oleh seorang Perdana Menteri tetapi juga bisa seorang presiden, tergantung konstitusi negara bersangkutan. Beberapa negara yang menganut sistem tersebut adalah India, Australia, dan Afrika Selatan. 

Kalimat yang aku beri perhatian lebih adalah inti dari tulisan tersebut. See, ide tersebut berada di awal tulisan yang berarti tulisan tersebut merupakan paragraf deduktif. 

Paragraf Induktif

Kalau deduktif menyajikan ide di awal atau pembukaan tulisan, sebaliknya dengan induktif. Paragraf induktif menampilkan ide pokoknya di akhir tulisan. Karena letak idenya ada di akhir, alurnya pun menjadi umum ke khusus. Tulisan diawali oleh hal-hal yang bersifat umum dan setelahnya baru masuk ke inti persoalan. Coba simak tulisan di bawah ini. 

Setelah terjadi gempa dahsyat beberapa bulan yang lalu, warga RW 07 Kelurahan Indonesia Berduka masih tinggal di tenda pengungsian. Hal ini membuat para warga mulai merasa resah karena warga di RW lain sudah mulai tinggal di perumahan yang disediakan oleh pemerintah. Terlebih lagi, kondisi tenda pengungsian sebenarnya tidak begitu layak huni. Sanitasinya buruk dan akses menuju air bersih sangatlah jauh di mana warga harus menempuh jarak 3 kilometer untuk sampai di mata air terdekat. Melihat keadaan yang demikian, pemerintah seharusnya tidak melupakan nasib warga RW 07 meski telah mencukupi hak-hak warga RW lain. 

Nah, dalam tulisan di atas idenya terletak di akhir tulisan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa tulisan tersebut bisa disebut sebagai paragraf induktif. 

Paragraf Campuran

Sebagaimana namanya, paragraf ini merupakan perpaduan antara induktif dan deduktif. Ide pokok ada di awal dan akhir tulisan. Alurnya pun menjadi khusus ke umum lalu ke khusus lagi. 

Korupsi adalah hal yang membahayakan bagi kesejahteraan masyarakat dan sudah selayaknya kita marah. Bagaimana tidak, coba hitung jumlah belanja Anda dalam sepekan terakhir. Anggaplah pengeluaran Anda berada pada angka 500 ribu rupiah. Uang sebesar itu ternyata tidak semuanya berubah menjadi barang atau jasa. Ada sekian persen dari uang tersebut yang berubah menjadi pajak seperti pajak penambahan nilai misalnya, anggaplah sebesar 20 ribu rupiah. Anda bukanlah satu-satunya rakyat Indonesia. Di luar sana ada jutaan rakyat lain yang juga berbelanja dengan nilai berbeda-beda. Dari belanja merekalah negara memperoleh salah satu sumber keuangannya. Nah, uang pajak tersebut ternyata disalahgunakan oleh seorang oknum untuk berlibur ke Jepang bersama keluarganya. Tindakan tersebut merupakan tindakan korupsi yang pastinya melanggar hukum. Dengan keadaan yang demikian, bukankah seharusnya Anda merasa marah kepada koruptor tersebut?

Paragraf Deskriptif 

Sedangkan kalau ide pokok yang ingin disampaikan ada di seluruh paragraf, paragraf itu berarti paragraf deskriptif

Penggunaan induktif, deduktif, maupun campuran sebenarnya tidaklah berbeda jauh selain letak ide pokoknya saja. Semua adalah selera dari penulis apakah dia cenderung ingin meletakkan ide di awal, akhir, atau malah di awal dan akhir. Tidak ada peraturan yang memaksa bahwa untuk menulis satu tulisan tertentu harus meletakkan ide di awal ataupun akhir. 

Kamu bebas mengekspresikan gagasanmu. Kembalikan kepada kebutuhanmu saja kalau masih bingung. Pada dasarnya, ide yang bagus adalah ide yang disampaikan. Jika tidak pernah disampaikan, bagaimana orang bisa tahu bahwa ide tersebut merupakan ide yang bagus? 

Kalau kamu tertarik untuk membuat tulisan dan masih bingung untuk menulis yang seperti apa, cobalah kunjungi halaman-halaman lain dari Zenius Blog berikut ini. 
Gagasan utama
Mencari gagasan utama
Teks Ceramah
Teks Argumentasi 
Teks Eksplanasi
Teks Deskripsi

 

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini