Mengenal Tajuk Rencana dan Teks Editorial

Teks editorial atau juga dikenal dengan istilah tajuk rencana seringkali menjadi sumber bacaan yang menarik dan dinantikan. Mau tahu lebih dalam tentang apa itu teks editorial? Simak dahulu penjelasan di bawah ini :_)

Di dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis, terdapat kode etik yang harus mereka (para jurnalis) pegang teguh. Dalam pasal pertama kode etok jurnalistik, disebutkan “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.” Independen di sini berarti, dalam menjalankan tugasnya, wartawan Indonesia memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

Buat kamu-kamu yang masih beranggapan bahwa pers harus netral, sebaiknya kamu konsultasikan dulu deh pendapat kamu itu kepada wartawan yang kamu kenal. Misalkan ada om atau teman kakakmu yang bekerja sebagai wartawan. Mungkin kalau kamu lontarkan pertanyaan “Kenapa wartawan ada yang tidak netral?” jawaban mereka bisa jadi adalah “Karena wartawan tidak harus netral tetapi wartawan harus independen.” 

Kalau suatu ketika kalian merasa kok wartawan media A sepertinya tidak netral atau media B kok memihak tokoh tertentu, mereka memang enggak wajib netral gitu. Wartawan atau pers tetap sah-sah saja punya opininya sendiri-sendiri. Makanya kalau kalian sedang baca koran, ada kolom khusus yang namanya teks editorial atau juga disebut sebagai tajuk rencana. Pengertian dari tajuk rencana adalah ulasan pokok dan menyeluruh dari penulis terhadap isu yang sedang hangat di masyarakat. Tajuk rencana biasanya mewakili opini dari media yang menerbitkannya terhadap sesuatu yang sedang hangat di masyarakat. Karena sifatnya mewakili itulah mengapa tidak sembarangan wartawan bisa mengisi kolom tersebut. Biasanya tajuk rencana ditulis oleh pemimpin redaksi (pemred) atau orang tertentu yang ditunjuk oleh media tersebut. Ngomong-ngomong soal tajuk rencana, ada dua buku keren yang disusun dari kumpulan tajuk rencana yang sangat berkesan buat aku. Buku pertama adalah kumpulan tajuk rencana Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya yang diterbitkan dengan judul “Tajuk-tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya” yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia. Sedangkan buku kedua mungkin enggak asing di telinga kalian, judulnya “Catatan Pinggir” yang ada banyak sekali serinya yang merupakan kumpulan tajuk rencana tulisan Goenawan Mohamad dari Tempo.

Contoh Tajuk Rencana

Sebelum aku bahas struktur dan ciri dari tajuk rencana, aku akan melampirkan contoh tajuk rencana yang diterbitkan oleh Media Indonesia pada tanggal 30 November, linknya aku taruh di akhir tulisan ya. 

Prestasi dan Diplomasi dalam SEA Games Ke-30

Olahraga merupakan alat diplomasi efektif bagi suatu negara untuk menyampaikan pesan. Melalui olahraga, suatu negara dapat menunjukkan  kepada dunia seberapa tinggi tingkat pencapaian, kemajuan, dan peradabannya.

Gelaran SEA Games ke-30 yang akan berlangsung di Filipina bukanlah pengecualian dari model diplomasi olahraga semacam itu. Melalui multiajang olahraga yang dibuka hari ini dan berlangsung hingga 11 Desember mendatang, sebanyak 11 negara Asia Tenggara pun saling berdiplomasi untuk menunjukkan pencapaian masing-masing melalui berbagai cabang kompetisi.

Kita bersyukur kontingen ‘Merah Putih’ dapat terus mengambil bagian secara aktif dan berkesinambungan dalam multiajang dua tahunan tersebut. Kita pun bangga dengan kekuatan 841 atlet, yang 60%-nya atlet muda, kontingen ‘Merah Putih’ siap berlaga di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan di pesta olahraga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tersebut.

Kita berharap dan berdoa agar kontingen ‘Merah Putih’ meraih prestasi terbaik dalam multiajang tersebut. Ini penting kita tekankan, mengingat  momentum pelaksanaan multiajang tersebut bersamaan dengan awal dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Seperti kita ketahui, dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi menetapkan lima prioritas pencapaian. Salah satu dari kelima prioritas tersebut ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM ini tentu mencakup peningkatan di berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang olahraga.

Paralel dengan semangat peningkatan kualitas tersebut, saat melepas kontingen ‘Merah Putih’, Presiden pun berpesan agar prestasi kita pun meningkat pada ajang SEA Games ke-30 ini. Jika pada SEA Games sebelumnya Indonesia berada di rangking kelima, Presiden berharap pada SEA Games 2019 ini kita dapat mencapai  posisi dua besar.

Kita memahami betapa target dua besar tersebut bukanlah sasaran yang mudah dicapai. Apalagi, kita mengamati prestasi negara-negara tetangga  seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam di berbagai cabang olahraga juga sangat kompetitif.

Namun, dengan tekad dan semangat kuat para atlet dan ofisial, disertai dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, kita percaya target tersebut dapat diraih. Akan tetapi, kita juga mengingatkan agar pencapaian tersebut hendaknya tidak diraih dengan menghalalkan segala cara yang justru bertentangan dengan spirit olahraga. Artinya, menang dengan cara-cara curang jelas bukan pilihan kita.

Kemenangan dengan semangat seperti itu tidak akan menjadi pesan diplomasi yang baik. Cara itu juga tidak akan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Malah sebaliknya, kemenangan dengan cara curang atau tidak sportif hanya akan membuat citra Indonesia terpuruk.

Kemenangan semacam itu harus kita hindarkan karena merupakan diplomasi buruk bagi seluruh bangsa. Prestasi gemilang di dalam olahraga hanya dapat dicapai dengan cara-cara bermartabat, yang didasari spirit kejujuran, ketekunan, dan kerja keras dalam berkompetisi. Inilah yang kita harapkan akan diraih kontingen ‘Merah Putih’ pada SEA Games ke-30.

Struktur Tajuk Rencana 

Oke sekarang kita bahas struktur dari tajuk rencana. Ada 3 komponen yang membangun tajuk rencana. 

  • Pernyataan Pendapat 

Dari tajuk di atas, penulisnya menunjukkan pendapatnya melalui paragraf awal. Di sana disebutkan bahwa olahraga adalah salah satu instrumen dan Indonesia turut melakukannya dengan menjadi peserta SEA Games ke-30. 

  • Argumen 

Tentunya pendapat yang disampaikan bukanlah opini tanpa dasar. Karenanya selain pendapat, kita juga menemukan adanya argumen kuat yang juga disampaikan. Di situ dibahas bahwa mengikuti gelaran SEA Games ke-30 ternyata sejalan dengan visi pemerintah. Oleh karena itu, mengikuti SEA Games menjadi hal yang perlu. 

  • Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisi ulasan dari yang merupakan gabungan dari pendapat dan argumen. 

Ciri-ciri Tajuk Rencana

Berikutnya kita bahas ciri-ciri tajuk rencana. Ada beberapa ciri, berikut adalah ciri-cirinya. 

  • Tema yang Aktual 

Tajuk rencana pada dasarnya ditulis sebagai respon dari isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Oleh karena itulah semestinya tema yang dibahas adalah tema yang aktual. Namun semua tetap dikembalikan kepada keputusan redaksi media terkait tentunya. 

  • Sistematis

Selayaknya tulisan pada umumnya, tajuk rencana kiranya juga ditulis secara sistematis sehingga memudahkan pembaca dalam memahaminya. 

  • Kalimat yang Logis 

Poin ini menjadi poin yang tak kalah penting. Hendaknya argumen yang disampaikan oleh penulisnya bersifat logis sehingga dapat mendukung pendapatnya. 

Kaidah Kebahasaan Tajuk Rencana 

Ada kaidah-kaidah kebahasaan tertentu yang digunakan dalam menulis teks editorial. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut di bawah ini. 

  • Adverbia. 

Adverbia adalah keterengan. Dengan mencantumkan keterangan yang jelas, semestinya tulisan yang diterbitkan lebih mudah dipahami. Misalkan keterangan kapan kejadiannya terjadi, lokasi kejadian, dan keterangan lainnya yang dapat membantu menerangkan isu yang dibahas. 

  • Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Misalkan kata ‘contohnya dan bahkan’.

  • Verba material

Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada kegiatan fisik. Contohnya adalah menghendaki, memasang, dan lain sebagainya Struktur dari kalimat verba material adalah, Subjek + verba material + objek. Misalkan ‘Fulan mendaki gunung Fuji’.

Demikianlah penjelasan dari tajuk rencana. Aku harap penjelasan ini sudah cukup untuk membuatmu memahami secara mendetail apa itu tajuk rencana. Kalau ada yang masih ingin kamu ketahui, silakan tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar dan kamu juga bisa memperoleh penjelasan lainnya mengenai tajuk rencana melalui tautan yang aku lampirkan di bawah. 

Materi Tajuk Rencana

Penjelasan lengkap materi teks editorial dan tajuk rencana

Sumber contoh tajuk rencana 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1863-prestasi-dan-diplomasi-dalam-sea-games-ke-30


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini