mm

Teks Eksposisi: Pengertian, Contoh, Ciri, dan Struktur

Dalam artikel Zenius Blog yang sebelumnya sudah dibahas apa itu paragraf atau teks eksplanasi dalam materi bahasa Indonesia. Coba deh kita recall memori dulu apa sih itu teks eksplanasi? Teks eksplanasi intinya bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Biasanya merupakan pengembangan dari pertanyaan ‘mengapa’ atau ‘bagaimana’. Misalkan ada artikel yang ngebahas ‘Mengapa Jakarta Macet?’ atau ‘Bagaimana Membangun Gedung Pencakar Langit?’. Tidak harus secara tertulis ada kata ‘bagaimana’ atau ‘mengapa’. Intinya ada proses atau alasan suatu peristiwa atau fenomena bisa terjadi. 

Eksposisi yang Mengandung Informasi

Sekarang, kita masuk ke pembahasan apa itu paragraf atau teks eksposisi. Teks eksposisi adalah teks yang berisi sebuah informasi tentang sesuatu yang ada dan benar terjadi. Paragraf sejenis ini merupakan salah satu jenis karangan yang bersifat non fiksi. Hal ini karena paragraf eksposisi berisi fakta-fakta yang benar-benar ada dan dapat dibuktikan. Karena berisi informasi, teks ini biasanya menyajikan informasi berisi apa, kapan, di mana, atau siapa. Teks Eksposisi memiliki ciri, unsur, struktur, serta pola yang kita bahas semuanya secara lengkap atau utuh dalam artikel kali ini. 

Ingat, teks eksposisi menyajikan fakta dan informasi. Artinya, kalau kalian ingin membuat teks eksposisi, pastikan kalian membekali diri dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya bisa kalian baca dalam tulisan yang ada di bawah ini.

Negara Penganut Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang mencampurkan dua atau lebih sistem ekonomi. Pada umumnya, sistem ekonomi yang dicampurkan adalah sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando. Sistem ekonomi campuran membuat pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama-sama penting dalam menggerakan perekonomian. Sistem ekonomi ini digunakan untuk menutupi kekurangan sistem ekonomi satu dan yang lainnya. Kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi diakui pada sistem ekonomi ini meski intervensi pemerintah tetap diperlukan agar kegiatan ekonomi dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran Secara historis, negara-negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran adalah negara yang pada perang dunia ke II tidak berpihak ke blok barat (Amerika Serikat) maupun blok timur (Uni Soviet). Beberapa negara tersebut antara lain adalah:

Indonesia

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia disebut dengan sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi ini merupakan gabungan dari sistem ekonomi liberal dan komando dengan menjunjung tinggi asas-asas pada Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila ini juga sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 yang terkait dengan sistem ekonomi.

India

Pada awal kemerdekaannya, India menggunakan sistem ekonomi yang condong pada sosialis dengan mengacu pada kebijakan yang bersifat sosial-demokratis. Namun, hal ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan dan maraknya korupsi pada pemerintahan India. Hingga pada tahun 1991, India melakukan liberalisasi ekonomi dan menjadi sistem ekonomi campuran.

Filipina

Sistem ekonomi yang digunakan di Filipina adalah sistem ekonomi campuran. Pemerintah mengatur kegiatan ekonomi swasta dengan tujuan agar Filipina dapat berpindah dari perekonomian yang mengedepankan agrikultur menjadi perekonomian yang mengedepankan sektor manufaktur dan jasa.

Malaysia

Malaysia mencampurkan dua sistem ekonomi yang mereka sebut dengan sistem ekonomi sara diri dan sistem ekonomi komersial. Sistem ekonomi sara diri maksudnya adalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari melalui bercocok tanam, berkebun, dan perikanan. Jika ada kelebihan produksi baru akan dijual di pasar. Sedangkan sistem ekonomi komersial merujuk pada sistem ekonomi yang mengedepankan investasi asing dan penanaman modal.Selain negara-negara di atas, masih terdapat negara lainnya yang mengadopsi sistem ekonomi campuran seperti antara lain; Islandia, Swedia, Inggris, Perancis, dan lainnya. Pada negara yang menganut sistem ekonomi ini, akan ditemukan perusahaan swasta dan perusahaan milik negara yang keduanya bersama-sama menggerakan perekonomian.

Sudah selesai bacanya? Okay, apa saja sih yang bisa ditemukan dari tulisan di atas itu? Apakah ada informasi yang terkandung?  Apakah ada tendensi bahwa teks tersebut memihak terhadap satu kepentingan tertentu? 

Sebagaimana jenis-jenis teks lain, teks eksposisi juga mempunyai ciri-ciri khusus. Kita perlu dan sebaiknya memahami ciri-ciri tersebut supaya bisa dengan mudah mengidentifikasikan jenis teks apa yang sedang kita baca. Terlebih saat menghadapi ujian nantinya, baik ujian akhir semester atau UTBK. Waktu kita amatlah terbatas sehingga harus bisa menjawab soal yang ditanyakan secara cepat.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

  • Berisi informasi dan pengetahuan

Indonesia, Filipina, India, dan Malaysia adalah contoh-contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran. Kandungan informasi tersebut mencirikan bahwa teks yang telah kalian baca merupakan teks eksposisi.

  • Bentuk Penulisan yang Lugas, Padat, Singkat, dan Jelas

Untuk yang satu ini sepertinya butuh pemahaman yang lebih mendalam, guys. Lugas berarti hanya menyampaikan hal-hal yang diperlukan saja. Karenanya, tulisan di atas memiliki ciri teks eksposisi. Penulisannya dilakukan dengan singkat dan tidak keluar dari topik pembahasan.

  • Menggunakan Bahasa yang Baku

Bahasa yang digunakan oleh penulis bukanlah bahasa gaul. Kosa kata yang dipilih merupakan bahasa yang sifatnya santai dan bisa dipahami. 

  • Bersifat Objektif dan Tidak Memihak.

Buat kamu yang ingin menulis teks eksposisi, poin ini harus kamu camkan baik-baik. Kamu tidak bisa memasukkan opinimu yang bisa menggiring opini pembaca nantinya. Teks eksposisi hanya berisikan informasi saja. Hanya informasi, tanpa opini dan pendapat pribadi. 

Unsur-unsur Teks Eksposisi

Selain mempunyai ciri-ciri, teks eksposisi juga memiliki unsur-unsur dalam penulisannya. 

  • Gagasan atau ide

Gagasan biasanya berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan. Gagasan inilah yang mendasari penulis dalam menuliskan buah pemikirannya. Misalkan kamu punya ide untuk membahas seberapa besar kandungan garam yang ada di pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul. Gagasan ini membuatmu menulis. Masalahnya, gagasan tersebut harus didukung oleh data dan fakta. Fakta inilah yang menjadi unsur kedua. 

  • Fakta

Fakta biasanya berupa kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta tidak harus berupa angka. Kamu bisa mengutip perkataan ahli untuk memperkuat gagasan yang ingin kamu sampaikan. Namun, jangan lupa untuk memberikan catatan kaki atau daftar pustaka supaya kamu tidak terjerat plagiasi. 

Struktur Teks Eksposisi

Kita udah bahas ciri-ciri dan unsur teks eksposisi. Sekarang kita lanjut kepada struktur teks atau artikel eksposisi.

  • Thesis atau pendahuluan tentang gagasan utama

Sebagai awal tulisan, kamu bisa memulainya dengan apa sih yang sebenarnya ingin kamu sampaikan. Kalau melihat pada contoh di atas, tulisan diawali dengan pembahasan apa itu sistem ekonomi campuran. Anggap kamu sedang ingin membahas penangkapan koruptor. Kamu bisa memulainya dengan bahasan definisi koruptor itu siapa. Untuk memperkuat pembahasan, kamu bisa menambahkan definisi menurut UU Tipikor. 

  • Penjelasan atau pernyataan berupa argumentasi dari fakta yang ada

Di bagian ini kamu bisa mengisinya dengan membicarakan koruptor yang ingin kamu bahas. Misalkan dengan menceritakan siapa namanya, latar belakang pendidikan, hingga kasus apa yang membelitnya dan nilai kerugian negara. 

  • Penegasan ulang yang diperkuat dengan data dan fakta

Terakhir, kamu bisa menutup tulisanmu dengan mengulas kembali definisi koruptor dengan menyebutkan siapa koruptor tersebut dan apa yang membuatnya disebut koruptor. 

Pola Teks Eksposisi

Selanjutnya kita bahas pola-pola apa saja yang biasa dipakai oleh penulis dalam menulis teks eksposisi. 

  • Pola umum khusus (Deduktif)

Menulis menggunakan pola ini berarti kamu mengawali tulisanmu dengan ide-ide dasar terlebih dahulu. Misalkan dalam tulisan di atas diawali dengan penjelasan apa itu sistem ekonomi campuran. Baru kemudian dilanjutkan dengan negara-negara mana saja yang menggunakan sistem tersebut.  

  • Pola khusus umum (Induktif)

Pola ini diawali dengan penjabaran detail-detail baru kemudian diteruskan dengan hal-hal yang sifatnya umum. Misalkan kamu mengulas profil seorang petani sawit. Di awal tulisan kamu bisa membahas siapa nama petani tersebut, dulu sekolah di mana, hobinya apa, dan lain sebagainya. Setelahnya kamu melanjutkannya dengan membicarakan apa itu petani sawit dan kegiatannya. 

  • Pola ilustrasi

Ilustrasi yang ada dalam pola ini ditujukan untuk memudahkan pembaca dalam menangkap maksud dari penulis. Terutama kalau kamu membicarakan sesuatu yang cukup berat dan akan membingungkan pembaca jika tidak didukung oleh ilustrasi, misalnya ekspor ketela Indonesia tahun 2011-2017. 

  • Pola perbandingan

Komparasi atau perbandingan yang dimaksudkan di sini berarti tulisan yang kamu buat membutuhkan adanya suatu perbandingan supaya maksud dari tulisanmu bisa ditangkap. Contohnya adalah saat kamu ingin memperlihatkan keunggulan Indonesia. Jika tidak ada perbandingan, akan cukup sulit untuk membuktikan bahwa Indonesia benar-benar unggul dalam suatu hal dibandingkan dengan negara lain. 

Paragraf eksposisi dapat ditulis dalam beberapa bentuk seperti esai, tajuk rencana atau teks editorial, dan tanggapan kritis. Dikarenakan jenis teks ini harus berdasarkan data/fakta yang benar-benar ada, penggunaan referensi sumber tulisan sangatlah vital. Ingat, pastikan sumber yang kamu gunakan adalah benar sehingga kamu tidak turut menjadi tukang sebar hoax. 

Untuk belajar lebih dalam lagi soal teks eksposisi, kamu bisa lihat di konten Zenius, ya. 

Prolog materi paragraf eksposisi

Materi teks editorial

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini