Mengenal Produk Domestik Bruto: Definisi dan Manfaatnya Bagi Suatu Negara

Tulisan Zenius Blog kali ini membahas apa itu PDB serta manfaat dan kritik yang diterimanya. Negara memerlukan banyak pertimbangan dalam menentukan kebijakannya. PDB adalah salah satunya. 

Perkembangan ekonomi yang dialami suatu negara hendaknya diukur menggunakan suatu sistem tertentu. Dengan adanya pengukuran yang baik, negara tersebut dapat menggunakan data yang dihasilkan dari pengukuran sebagai pijakan dalam membuat kebijakan. Salah satu alat ukur paling populer dalam menggambarkan perkembangan ekonomi suatu negara adalah Produk Domestik Bruto (PDB) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Gross Domestic Product (GDP). 

PDB adalah jumlah dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu (umumnya setahun). Fungsinya adalah, sebagaimana disebut di awal, alat ukur bagi perkembangan ekonomi suatu negara. Adapun cara untuk menghitung PDB suatu negara adalah sebagai berikut: 

PDB=C+I+G+NX

PDB = Produk Domestik Bruto 

C = konsumsi rumah tangga nasional 

I = Investasi 

G = konsumsi negara 

NX = Ekspor – impor

Konsumsi (C) yang dimaksud pada formula di atas adalah konsumsi barang dan jasa yang terjadi dalam negara bersangkutan. Tingginya nilai konsumsi dapat mengindikasikan bahwa terdapat hasrat yang tinggi dalam masyarakat untuk membelanjakan uangnya. Sedangkan angka konsumsi yang rendah dapat berarti bahwa sedang terjadi keadaan yang tidak pasti sehingga menahan orang untuk mengkonsumsi barang atau jasa. 

Investasi (I) di sini bisa berupa investasi domestik atau pengeluaran modal. Dunia usaha mengeluarkan uangnya untuk meningkatkan bisnis seperti dengan berbelanja keperluan kantor, mesin pabrik, dan lain-lain. Dengan adanya peningkatan dalam bisnis tersebut, penyerapan tenaga kerja pun dapat terjadi. 

Belanja negara (G) dapat berupa pengadaan peralatan untuk menunjang kegiatan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga pembayaran gaji pegawai negeri sipil. Belanja yang dilakukan oleh negara ini juga merupakan komponen yang masuk dalam skor PDB. 

Perdagangan internasional juga turut serta dalam menyumbang nilai PDB. Skor NX diperoleh dari total nilai ekspor dikurangi nilai impor. GDP Indonesia sendiri menyentuh angka 1,042 Triliun USD pada tahun 2018. Pada tahun 2017, GDP Indonesia berada pada angka 1,015 triliun USD. 

Materi lengkap soal PDB bisa kalian pelajari di sini ya. 

https://www.zenius.net/c/5807/pendapatan-nasional-teori

Sejarah Singkat PDB

PDB dibentuk pertama kali sebagai respon terhadap depresi besar yang sempat menghantam perekonomian Amerika Serikat. Setelah melakukan berbagai penelitian, sebuah lembaga riset ekonomi Amerika Serikat akhirnya menemukan sebuah metode untuk mengukur perekonomian negara. Saat itu metode yang diusulkan adalah Produk Nasional Bruto (PNB) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Gross National Product (GNP). Namun setelah konferensi Bretton Woods pada 1944, diputuskan bahwa metode yang diusulkan sebagai alat ukur internasional adalah PDB. 

Uniknya, walau AS mengusulkan PDB sebagai alat ukur pertumbuhan ekonomi internasional, AS sendiri malah memakai PNB sebelum akhirnya diganti menjadi PDB pada tahun 1991. 

Manfaat PDB

Sebagai suatu alat ukur perekonomian, PDB memiliki beberapa manfaat. Manfaat-manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 

  • Mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dengan adanya PDB, negara dapat mengetahui sudah sejauh mana perekonomian dalam negerinya tumbuh. Negara pun dapat menganalisis dari data yang ada terkait faktor manakah yang dapat dimaksimalkan dan mana yang masih perlu ditingkatkan. 

  • Membandingkan kemajuan ekonomi antar negara.

Setiap negara memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri-sendiri. Masalahnya, tanpa ada alat ukur, kelebihan serta kekurangan menjadi sesuatu yang sulit dibuktikan. Melalui angka yang dihasilkan PDB negara-negara di dunia dapat menentukan siapa yang unggul siapa yang masih belum. Keluarannya adalah apa yang kita kini kenal sebagai G7 dan G20 yang terdiri dari negara-negara dengan perekonomian terkuat di dunia. 

  • Mengetahui struktur perekonomian suatu negara.

Ini juga penting karena negara bersangkutan dapat menjadikan keluaran PDB-nya sebagai bahan pengkajian terkait sektor-sektor mana saja yang harus ditingkatkan dan perlu perbaikan.  

  • Sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah. 

Tanpa adanya data yang bisa diandalkan, kebijakan yang dihasilkan suatu negara akan sulit untuk dipastikan apakah akan berhasil atau tidak. Ya memang sih tetap saja tidak ada yang pasti. Namun, dengan adanya data setidaknya pemerintah dapat memperoleh bantuan dalam merumuskan kebijakan. 

PDB seringkali diartikan sebagai indikator dari kesejahteraan suatu negara. Angka PDB yang tinggi diartikan dengan tingginya angka produksi. Tingginya angka produksi dihubungkan kepada daya beli masyarakat yang juga tinggi. Inilah mengapa ketika angka PDB naik, muncul anggapan bahwa negara tersebut juga semakin sejahtera. Akhirnya muncullah pertanyaan, benarkah demikian adanya? Benarkah peningkatan PDB juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan sebuah negara? 

Kritik Terhadap PDB

Sepanjang puluhan tahun digunakan, PDB tidak terlepas dari kritik. Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah beberapa contohnya. Apakah kenaikan PDB berbanding lurus dengan kenaikan kesejahteraan? Berikut adalah beberapa kritik atas PDB.

  • Tidak mengukur aktivitas perekonomian lain. 

Pengukuran PDB melibatkan investasi, belanja, hingga ekspor dan impor. Persoalannya, semua yang masuk dalam perhitungan hanyalah yang tercatat saja. Padahal ada aktivitas lain yang boleh jadi tidak tercatat. Coba kalian lihat di sekitar kalian para pedagang kaki lima. Apakah kalian yakin transaksi yang mereka lakukan sudah dicatat oleh negara dan dimasukkan ke dalam PDB? Padahal di Indonesia sendiri ada banyak sekali pedagang kecil-kecilan dan UMKM. Apakah transaksi mereka semua sudah tercatat?

  • Terbatas dalam satu wilayah saja.

Di tengah dunia yang semakin borderless, batas negara menjadi hal yang semakin tipis. Perusahaan-perusahaan pun melebarkan sayapnya ke berbagai negara. PDB tidak memandang apakah semua laba yang dihasilkan oleh perusahaan lari ke negara tempatnya berada ataukah kembali ke negara asalnya. Hal ini dapat mengakibatkan perbedaan yang sangat mencolok ketika angka PDB dikomparasikan dengan angka PNB.  

  • Tidak memperhitungkan nilai kesejahteraan. 

Inilah salah satu kritik yang menimpa PDB. Dalam PDB, semakin tinggi transaksi yang terjadi di dalam suatu negara, semakin meningkat pula angka PDB-nya. Pertanyaannya, apakah transaksi yang terjadi benar-benar membawa kesejahteraan bagi penduduk negara tersebut? Inilah pertanyaan yang membayangi kita semua. 

Terlepas dari adanya kritik terhadap PDB, PDB tetaplah alat ukur yang paling banyak digunakan oleh banyak negara. Hal ini terjadi salah satunya adalah karena belum ada metode lain yang bisa menghitung sekomprehensif PDB. Karena itulah PDB tetap digunakan oleh dunia internasional hingga hari ini. 

Jika kalian memiliki opini terkait kondisi ekonomi internasional, silakan berkomentar di kolom yang telah disediakan. Kita bisa berdiskusi terkait perekonomian bersama-sama. Okay? 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalau kamu ada keinginan untuk mendiskusikan seputar ekonomi Indonesia kita tercinta ini, langsung komentar saja ya. Aku akan dengan sangat senang hati membaca semua pertanyaan kalian. Sampai jumpa di kolom komentar, yaa. Ciao.


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini