Selamat Hari Guru Sedunia, Para Guru Sekalian

Zenius membahas hari guru dan menampilkan profil dari beberapa tutor Zenius sebagai bentuk apresiasi yang sederhana atas jerih payah yang telah mereka lakukan selama ini. Selamat hari guru sedunia, semuanya.

Hari guru sedunia dirayakan pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya. Perayaan ini untuk pertama kali diadakan pada tahun 1994. UNESCO lah yang menetapkan hari guru sedunia tersebut. Lembaga PBB yang salah satu fokus isunya adalah dunia pendidikan saat itu mengadakan konferensi yang dihadiri banyak negara-negara di dunia. Salah satu hasil dari konferensi tersebut adalah ditetapkannya hari guru sedunia. 

Guru adalah salah satu elemen penting dalam peradaban manusia. Peranannya boleh dibilang sangatlah krusial. Agaknya tidak berlebihan jika aku beranggapan bahwa guru berperan mengeluarkan kita dari kejahiliahan menuju cahaya. Mereka membuat kita mengetahui apa yang tidak kita ketahui sebelumnya. Mereka membantu kita dalam mempelajari perhitungan dan cara membaca. Keberadaan hari guru sedunia menjadi hal yang masuk akal karena mengapresiasi para guru adalah wajib hukumnya. Tidak bisa tidak. 

Selama menjalani masa sekolah, pastinya banyak sekali guru yang kita jumpai. Mulai dari SD hingga SMA. Aku sendiri tidak mampu mengingat semua nama guru yang pernah mengajariku di kelas. Namun, ada beberapa nama yang sangat berkesan bagiku. Kepada mereka doa senantiasa ku panjatkan mudah-mudahan mereka sehat selalu. Bagaimana dengan kalian? Share di kolom komentar yaa kesan-kesan kalian terhadap guru selama menjadi murid.

Sudah beberapa waktu ini aku bergabung dengan Zenius dan menjumpai banyak tutor yang keren-keren. Mereka begitu ahli dalam bidangnya masing-masing. Aku sering mendapatkan pengetahuan baru dari mereka. 

Nah, dalam rangka merayakan hari guru sedunia tahun ini, aku mau bahas beberapa tutor Zenius yang mengajari aku banyak hal di kantor. Hal ini adalah sebagai wujud apresiasi atas jerih payah mereka yang tak kenal lelah dalam membuat konten sehingga anak-anak se-Indonesia bisa terus belajar dengan seru dan asyik. Karena tidak mungkin rasanya kalau aku harus menulis setiap tutor yang ada di Zenius. Tanpa mengurangi rasa hormatku kepada mereka, aku hanya akan menampilkan beberapa nama di antara mereka. 

Azhar Fahd

Okay, yang pertama adalah Azhar Fahd, tutor biologi Zenius yang sudah menjadi guru sejak mengawali perkuliahan di ITB. Azhar ini jago banget kalau bahas biologi dan seluk-beluknya. Bagaimana tidak? Dia pernah memenangkan olimpiade sains nasional biologi. Prestasi yang benar-benar membuatku kagum kepadanya. 

Sejak kecil, orang tua Azhar selalu mengingatkan betapa pentingnya pendidikan. Bahkan oleh orang tuanya, Azhar diberi pesan bahwa “lebih baik tidak makan daripada tidak sekolah.” Sebuah pesan yang sangat menggambarkan betapa pentingnya pendidikan di mata orang tua Azhar yang berprofesi sebagai guru. 

Azhar menjalani pendidikan SMP di kelas akselerasi sebelum akhirnya memutuskan untuk merantau ke MAN Insan Cendikia Gorontalo untuk menempuh pendidikan menengah atas. Selama menjalani kehidupan SMA inilah Azhar mulai akrab dengan pelatihan olimpiade. Puncaknya adalah saat dia berhasil menjuarai olimpiade biologi. Dari sana, Azhar mendapati bahwa ada banyak kacamata yang dapat digunakan untuk mempelajari biologi. Biologi dapat dilihat dengan sudut pandang kimia, fisika, matematika, bahkan ekonomi. 

Azhar telah mengalami berbagai bentuk sistem pendidikan. Mulai dari kelas akselerasi, sekolah berasrama, sampai akhirnya berkuliah di Biologi ITB. Pengalamannya yang beragam tersebut membuatnya semakin kaya dan memiliki banyak referensi dalam mengajar. Sejak duduk di tahun pertama perkuliahan, Azhar telah mulai mengajar siswa dan guru untuk persiapan olimpiade. Awalnya Azhar hanya bertujuan untuk membiayai kuliahnya saja. Lambat laun Azhar semakin menikmati kegiatan mengajar dan berkesempatan untuk keliling Indonesia sembari memberikan pelatihan. 

Semakin banyak daerah yang dikunjunginya, semakin banyak pula perbedaan yang dilihat Azhar dalam dunia pendidikan Indonesia. Terutama dalam segi fasilitas penunjang pendidikan. Siswa-siswa yang mengenyam pendidikan di daerah tidak semuanya dapat merasakan fasilitas sebagus yang dinikmati siswa di kota-kota besar. Persoalan inilah yang turut menjadi semangat Azhar dalam memberikan materi di Zenius. Zenius menawarkan jangkauan pendidikan yang amat luas tanpa mengenal batas geografis suatu daerah. Selama ada internet, materi-materi di Zenius dapat dinikmati oleh para siswa dengan menggunakan komputer, laptop, atau bahkan ponselnya. 

Azhar berpesan kepada guru-guru di seluruh penjuru dunia untuk selalu menyampaikan ilmu pengetahuan secara bijak. Jangan pernah lelah dalam menyampaikan ilmu karena masa depan dunia berada di tangan siswa-siswi. Azhar juga berpesan supaya guru-guru tidak berhenti belajar karena pengetahuan selalu berkembang. Gunakan seluruh fasilitas yang ada dan jadilah contoh bagi siswa-siswi yang dididik.

Miss K

Selain Azhar, aku juga ingin menceritakan tutor Zenius yang lain. Namanya adalah Kristin Sari atau yang jauh lebih akrab disapa dengan nama Miss K. Miss K adalah tutor bahasa inggris Zenis yang punya segudang pengalaman keren. Sebelum jadi tutor di Zenius, Miss K sudah berpengalaman menjadi pendidik di berbagai instansi. Doi pernah jadi dosen bahasa inggris di Universitas Brawijaya (UB), Malang. Kalian pasti familiar dengan salah satu kampus favorit yang satu ini dong, ya. 

Setelah menjadi dosen di UB, Miss K sempat menjadi full time dan part time teacher di English First (EF). FYI aja EF adalah lembaga belajar bahasa inggris yang telah berdiri sejak tahun 1965 dan berkantor pusat di Swiss. Dari EF, Miss K kemudian menjadi ESL Teacher di Netherlands International School sebelum akhirnya menjadi tutor bahasa inggris di Zenius. 

Dalam mengajar, Miss K memiliki pendekatan yang sangat keren. Dia percaya bahwa setiap murid pasti bisa mempelajari sesuatu bahkan hal tersulit sekalipun. Setiap murid memiliki potensi, tetapi seringkali murid-murid ini tidak memahami bahwa mereka memiliki potensi. Miss K pun berpendapat bahwa di sinilah tugas guru untuk membantu para murid dalam memaksimalkan potensi yang mereka miliki. 

Secara personal, Miss K mempercayai konsep personalized education. Bahwasanya setiap murid memiliki hak untuk mendapatkan pengetahuan dengan cara mereka masing-masing. Ada murid yang lebih mudah memahami pelajaran dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. 

Hilman Luthfi

Berikutnya aku ingin memperkenalkan salah satu tutor Zenius paling keren. Namanya adalah Hilman Luthfi. Lulusan ilmu politik UI ini sekarang menempati posisi sebagai tutor sejarah Zenius. 

Awalnya, Hilman sama sekali tidak bercita-cita untuk jadi guru (tutor). Sebenarnya Hilman ingin bergelut di dunia perpolitikan tanah air, karenanya Hilman memutuskan untuk mengambil studi ilmu politik. Namun, saat masih SMA, Hilman mendapat banyak komentar bagus dari teman-temannya terkait kemampuannya dalam menyampaikan sesuatu. Hilman dinilai oleh teman-temannya memiliki keahlian dalam menyampaikan pesan. Berangkat dari sanalah akhirnya Hilman memutuskan untuk terjun ke dunia pendidikan. 

Rasa cinta Hilman dalam dunia pendidikan tumbuh mekar seiring berjalannya waktu. Semakin Hilman membuat materi dan mengajarkannya, semakin jatuh cinta pula Hilman dalam mengajar. Terlebih, dengan menjadi pendidik, Hilman merasa senang karena mendapatkan ladang untuk beramal. 

Memiliki keterampilan dalam menyampaikan materi tak lantas membuat Hilman tidak menemui kendala dalam mengajar. Sebagai orang dengan latar belakang non-pendidikan, awalnya Hilman mengalami kebingungan soal bagaimana caranya untuk menyampaikan materi dengan metode terbaik. Sembari terus belajar akhirnya Hilman pun semakin mantap dalam membagikan ilmunya. 

Untuk guru-guru di seluruh dunia, Hilman berpesan supaya menjadikan murid-murid layaknya manusia. Saat murid-murid tersebut telah menjadi manusia, berarti sang guru telah berhasil. Manusia yang dimaksud Hilman dalam hal ini adalah orang-orang yang bijak. Bijak di sini berarti pintar, punya hati, pandangan yang luas, dan membuat keputusan secara bijaksana. Karenanya, didiklah murid untuk menjadi manusia. 

Hilman sudah cukup lama bergabung menjadi tutor Zenius. Walau demikian, Hilman tidak melupakan cita-cita awalnya yang ingin menjadi politisi. 

Bang Yoki

Tutor keempat yang ingin aku perkenalkan adalah Bang Tri Hastoyo atau yang lebih dikenal oleh sidang pembaca sekalian sebagai Bang Yoki. 

Saat masih kecil, Bang Yoki bercita-cita untuk menjadi insinyur. Namun semuanya berubah saat Bang Yoki duduk di bangku kelas 3 SMA. Saat itu, dia diajar oleh seorang guru kimia yang sebenarnya berwawasan luas. Akan tetapi, penjelasan sang guru kurang dapat dipahami semua murid. Sejak itulah Bang Yoki memupuk keinginan untuk menjadi guru kimia di kemudian hari. Sebenarnya sudah sejak awal SMA Bang Yoki membagikan ilmunya, tetapi hanya sebatas dalam forum belajar kelompok saja. 

Di bangku kuliah, Bang Yoki mulai menapaki dunia pendidikan dengan mengajar di tempat bimbingan belajar dan memberikan les privat. Menjadi tutor bimbingan belajar membuatnya terus belajar untuk menemukan resep terbaik dalam menyampaikan materi. Pada akhirnya, petualangan Bang Yoki dalam mengajar membuatnya berlabuh ke Zenius sampai hari ini. 

Cara Bang Yoki dalam mengajar bisa dibilang sangatlah berbeda dengan guru kebanyakan. Dalam sesi mengajar selama 1,5 jam misalnya. Bang Yoki bisa menghabiskan seluruh sesi untuk menyampaikan konsep tanpa meminta murid-muridnya mengerjakan soal sama sekali. Menurutnya, dengan menguasai sedikit konsep saja, murid-murid sudah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekitar. Karenanya, Bang Yoki senantiasa menekankan pada penguasaan konsep, konsep, dan konsep. 

Bang Yoki berpesan kepada guru-guru di seluruh dunia supaya tidak menggunakan kemampuan mengerjakan soal sebagai patokan keberhasilan. Pemahaman atas konsep adalah yang paling utama yang harus dikuasai murid-murid. 

Demikianlah 4 tutor Zenius yang ingin aku perkenalkan dalam tulisan kali ini. Bertemu dengan mereka membantuku untuk terus belajar meski sudah cukup lama aku meninggalkan bangku sekolah. Bagiku, belajar tidak mengenal kata usai. Berada di antara mereka benar-benar membantuku untuk dapat terus belajar.

==========CATATAN EDITOR===========

Pastinya kamu-kamu semua punya banyak pengalaman sama guru-guru selama sekolah. Nah, coba deh kamu share di kolom komentar dan bagikan kisah seru kamu sama guru-guru kamu. Aku akan dengan sangat senang hati membaca semua kisah kalian. Jadi, langsung komentar aja, yaa. Ciao.  


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

Download Zenius App di sini