Lomba Blog: Zenius for the Love of Learning

Diskon Zenius

Ceritakan gimana Zenius menginspirasi the love of learning di dalam diri kamu. Cerita tergokil akan mendapatkan hadiah bundle buku biografi keren yang sudah dibubuhi pesan dan tanda tangan tutor Zenius.

Halo, guys! Gak kerasa ya udah masuk tahun ajaran baru lagi aja. Udah puas kan liburannya? Semoga puas juga saat ngeliat hasil belajarnya. Hehehe..

Oke, seperti biasa, udah jadi tradisi bagi Zenius untuk mengadakan lomba blog dalam rangka merayakan pergantian tahun ajaran dan menyambut tahun ajaran baru. So, sudah siap menulis lagi kan teman-teman? Tema lomba blog kali ini adalah #ZeniusForTheLoveOfLearning.

Pada lomba blog kali ini, kami ingin lo ceritain gimana pengalaman kalian belajar pakai Zenius sampai pada akhirnya lo gunain karena semata-mata lo cinta untuk belajar. Maksudnya gimana tuh? Sebagai gambaran aja, secara garis besar lo mungkin biasanya ngegunain Zenius untuk belajar materi-materi ujian, atau SBMPTN, atau untuk memperbaiki nilai UTS di UAS nantinya. Pas waktu pake Zenius, eh ternyata lo malah nagih nih nonton Zeniusnya, jadi penasaran sama materinya, cari referensi-referensi yang baru setelah nonton video pembahasan. Pada akhirnya, lo yang pada awalnya menggunakan motivasi eksternal (buat lulus ujian misalnya), akhirnya dapat motivasi internal buat belajar dari diri dalam diri sendiri, buat mupuk pengetahuan yang udah ada, buat lo belajar lebih jauh lagi, simply karena lo cinta untuk belajar. Sabi banget kan?

Kalo lo alumni Zenius tahun kemarin atau mungkin bertahun-tahun lalu, tetep boleh banget kok ikut lomba blog ini. Malah kami akan sangat senang denger lo cerita lo yang belajar #ZeniusForTheLoveOfLearning di dunia kuliah, bahkan mungkin di dunia kerja. 😉

Kira-kira udah cukup jelas ya temanya. Sekarang langsung aja masuk yuk ke mekanisme lomba dan, yang terpenting tentu saja, hadiah lombanya!

 

Konsep Kompetisi Blog Zenius

Sebagian besar dari lo sepertinya udah pada tahu kalo Zenius rutin ngadain kompetisi blog dari tahun 2014. Pada prinsipnya sih, konsep lomba kali ini mirip banget dengan lomba-lomba sebelumnya, cuma temanya sekarang “#ZeniusForTheLoveOfLearning”. Simpel aja sih, lo tinggal nulis terkait pengalaman lo pake Zenius tentang gimana yang pada awalnya lo gunain Zenius buat belajar, pada akhirnya lo jadi jatuh cinta sama proses belajar itu sendiri. Lo bisa nulis di blog pribadi lo, terserah mau itu di WordPress, Blogspot, atau mungkin website pribadi.

Zenius cuma ngasih 1 syarat untuk kompetisi ini, yaitu lo wajib menyisipkan hyperlink https://www.zenius.net/blog/22588/aplikasi-belajar-online-zenius di dalam artikel yang lo tulis. Hyperlink itu mengarah ke artikel Zenius Blog tentang Zenius App. Gampang banget kan syaratnya?

Kalo lo perhatikan, pada hampir semua artikel Zenius Blog, selalu ada kalimat yang berwarna biruKalo kalimat berwarna biru itu diklik, lo akan diarahkan pada website lain yang merupakan sumber referensi dari kalimat tersebut. Nah, itulah yang namanya hyperlink! Gimana caranya mencantumkan hyperlink-nya? Nih caranya dalam 4 tahap:

Okay, sekarang udah ngerti yah kira-kira maksudnya hyperlink itu apa? Udah kok syaratnya cuma satu itu doang. Simpel banget kan? Gak perlu ikut pendaftaran segala macem, apalagi harus bayar lagi ini-itu. Nah, berikut ini adalah beberapa informasi penting terkait lomba ini:

 

Informasi terkait Kompetisi Blog Zenius

1. Apa tema tulisan artikel lomba blog Zenius kali ini?

Temanya adalah “#ForTheLoveOfLearning”. Perlu ditekankan bahwa tema lomba ini bukan (tidak harus) menjadi judul artikel lo nantinya. Lo bebas berkreasi dalam bikin judul, misalnya “Metamorfosis karena Zenius” atau “Karena Zenius, Gue Jadi Ketagihan Belajar”. Pokoknya judulnya bebas, yang penting isi ceritanya masih terkait dan relevan dengan tema lomba kali ini, yaitu “#ZeniusForTheLoveOfLearning”.

 

2. Apa saja aspek-aspek penilaian dalam lomba blog kali ini?

Berikut adalah aspek-aspek yang akan dinilai dalam lomba blog ini:

  • Komprehensif : sejauh mana lo menceritakan transformasi diri lo sejak belajar bareng Zenius. Di sisi lain, lo juga bisa menceritakan bagaimana lo berhasil meraih tujuan akademis lo berkat bantuan Zenius.
  • Kreativitas : Sejauh mana lo bisa membuat tulisan lo menarik untuk dibaca. Coba kemas tulisannya sekreatif mungkin agar pembaca betah membaca sampai habis!

 

3. Gue gak biasa nulis di blog nih, tulisan yang bagus itu kayak gimana sih?

Nah, buat lo yang mungkin kurang pede sama kemampuan menulis lo atau penasaran biasanya penilaian pemenang dari Zenius itu berdasarkan hal apa saja, lo bisa cek kayak gimana kualitas artikel pemenang lomba-lomba sebelumnya di sini :

FYI: Bagi para peserta lomba yang pernah menjadi salah satu pemenang lomba blog Zenius sebelumnya, tidak akan dimenangkan kembali pada lomba blog ini.

 

4. Gimana caranya daftar jadi peserta lomba?

Pendaftaran peserta lomba akan digabung sekaligus dengan form penyerahan artikel dari blog pribadi lo masing-masing. Caranya, tinggal ngisi data diri kasih link ke artikel buatan lo di sini aja:

>> Kirim tulisan kamu ke form ini <<

 

5. Kapan batas akhir waktu penyerahan artikelnya?

Batas akhir submit artikel untuk kompetisi blog Zenius kali ini adalah JUMAT, 2 Agustus 2019 TEPAT PUKUL 24:00 MALAM. Satu orang peserta boleh ngirim lebih dari 1 artikel (sebanyak apapun boleh asal artikelnya beda-beda) tapi satu orang peserta hanya bisa menang satu kali doang. Sementara itu, pemenang akan diumukan pada tanggal 9 Agustus 2019.

 

6. Berapa banyak pemenang dan apa aja hadiah lombanya?

Zenius akan memilih 5 artikel pemenang. Masing-masing pemenang akan mendapatkan salah satu dari 5 bundle buku impor berisi pesan dan tanda tangan tutor-tutor Zenius serta merchandise Zenius. Untuk buku-buku yang menjadi hadiah, yang spesial kali ini adalah buku-buku biografi yang kami pilih buat lo bisa kepoin kehidupannya. Langsung aja ya, berikut ini kelima bundle hadiahnya:

Buku-bukunya tentang apa aja sih ini? Nah, berikut penjelasan singkat terkait buku-buku tersebut:

Mantappu Jiwa – Jerome Polin Sijabat

Nahh! Ini dia buku yang kemarin-kemarin cukup heboh di linimasa kalian, Belum juga nyampe 7 menit udah sold-out bukunya, padahal masih dalam tahap pre-order :)) Lo pastinya udah pada tahu kan siapa Jerome Polin? Doi adalah YouTuber dengan konten yang cerdas, ngebahas mulai dari pendidikan, jejepangan, sampai matematika. Hubungan matematika ama Jepang apaan dah? Nah gini, Jerome Polin awalnya ngebuat konten tentang kehidupan pribadinya di Jepang, soal studinya, pengalaman hidup dengan budaya di sana, dan sering banget bikin konten gimana sih cara belajar orang jepang sehingga orangnya pinter-pinter. Doi juga punya prestasi yang membanggakan, mulai dari juara III olimpiade matematika di tahun 2014, juara II di Regional Olimpiade Farmasi Nasional UNAIR, sampe juara I Olimpiade Nasional Industrial Enginering ITS 2016. Berkat dari prestasi-prestasi itu, akhirnya doi bisa deh keterima di matematika terapan Universitas Waseda. Saik ga tuh? Jadi kepo sama kehidupannya kan?  Dari sub-judulnya sih ditulis kalau buku ini adalah buku latihan soal. Eitss, isinya bukan latihan soal pada umumnya, karena kalau latihan soal kalian bisa langsung ke Zenius.net ehehehe. Karena Jerome nganggep masalah sehari-hari adalah suatu soal yang perlu dipecahkan, jadinya bukunya dinamain Buku Latihan Soal yang isinya perjalanan dia, mulai dari bisa keterima studi di Jepang sampai ceritanya merintis channel Youtube-nya. Pastinya kepo kan? Buku ini kami bagi agar muncul motivasi internal di diri lo, sehingga lo bisa cinta buat belajar, sampai seperti Jerome yang kita semua kenal.

The Diary of A Young Girl – Anne Frank

Kalo lo tertarik dengan sejarah terutama perang dunia II, harusnya nama ini udah ga asing buat lo. Annelies Marie Frank, atau biasa dikenal sebagai Anne Frank, adalah gadis Yahudi berumur 14 tahun yang bersembunyi dari kejaran Nazi di Perang Dunia II. Pada waktu itu, terjadi penangkapan besar-besaran orang-orang Yahudi dan kelompok lain yang dilakukan oleh Adolf Hitler untuk digenosida. Peristiwa itu dikenal sebagai Holocaust. Kejadian itu begitu traumatis, bayangin kalo misalnya lo gak bisa ke mana-mana, lo diincar satu negara adikuasa pas waktu itu, tidak bisa beraktivitas normal dan tidak bisa ngerasa aman. Hidup lo adalah sebuah pengejaran yang kalo lo ketangkep, lo bakal dijeblosin ke sel tahanan yang ada akhirnya lo digiring ke kamp konsentrasi, tempat di mana prajurit Nazi membunuh secara massal orang-orang yang dianggapnya “tidak bermutu”, seperti orang-orang Yahudi. Nah, Anne Frank, selama masa pengejarannya sebelum doi ditangkep, rajin untuk nulis diary yang nyeritain pengalaman dia bersembunyi dari kepungan Nazi. Suatu hari bukunya ditemuin dan dicetak. Sejak publikasinya di tahun 1947, buku ini udah jutaan kali dibaca oleh orang, membuat orang yang ngebacanya ngerasain kengerian perang zaman itu. Bagi lo yang emang kepo seperti apa kehidupan Anne Frank saat dia masih diburu, buku ini cocok banget buat lo, jadi usahain buat dapetin yak!

Lincoln – David Herbert Donald

Sampai dengan hari ini, Abraham Lincoln adalah sosok presiden yang paling berpengaruh di Amerika Serikat. Doi juga bisa dibilang presiden terbaik di Amerika Serikat berdasarkan survey APSA (American Political Science Association) di tahun 2015. Loh? Kenapa gak George Washington? Emang apa sih kelebihan presiden ini dibandingin yang lain? Nah, sosok Abraham Lincoln berpengaruh banget tuh karena mengakhiri perang sipil Amerika, menghentikan perang yang memakan waktu 4 tahun 3 minggu dan 600 ribu sampai 1 juta orang. Sebelum Amerika jadi negara adidaya yang bisa ngapa-ngapain seperti sekarang, dulu tuh Amerika terpecah-pecah. Nah, perang ini bisa dibilang triggernya lah. Negara Amerika terpecah jadi dua bagian, daerah utara yang dikuasai The Union, sama daerah selatan yang dikuasain oleh Confederates. Perang ini memakan banyak korban jiwa dan kerugian yang banyak, karena yang berantem juga warga Amerika sendiri ngelawan warga Amerika lainnya. Hasil dari kemenangan Lincoln berbuah manis, yaitu perbudakan di Amerika Serikat dihapuskan. Orang-orang kulit hitam dibebaskan dari cengkraman pemiliknya. Nah, di buku ini, diceritain secara lengkap tuh bagaimana sosok Lincoln berkembang, dari orang yang tidak berpengalaman dalam dunia perpolitikkan sampai bisa menjadi pemimpin moral pasukannya. Buku ini bagus banget bagi lo yang tertarik dengan sejarah, terutama Amerika Serikat, dan lo yang kedepannya pengen jadi pemimpin.

“Surely You’re Joking, Mr. Feynman!” – Ralph Leighton & Richard Feynman

Nah, kalo buku yang satu ini isinya perjalanan si Richard P. Feynman, pemenang hadiah Nobel Perdamaian di bidang Fisika. Kalau di Fisika, pasti lo udah kenal sama banyak orang yang berpengaruh, kek misalnya Albert Einstein, Isaac Newton, Nikola Tesla, Stephen Hawking, dan yang lainnya. Nah, yang satu ini sih bisa dibilang underrated lah ya. Pasalnya, si Feynman ini orangnya jenius sekaligus iseng. Jenius karena berkatnya lah muncul teori elektrodinamika kuantum, teori yang menjelaskan gimana caranya cahaya dan materi berinteraksi. Selain itu, kontribusi lainnya yang bagus buat kemanusiaan adalah diagram Feynman, diagram yang menjelaskan perhitungan sampai berlembar-lembar menjadi diagram yang sangat sederhana. Feynman juga orangnya iseng, karena pernah ketika dia bertugas membantu militer amerika dalam Manhattan Project, ia iseng untuk membuka gembok brankas yang isinya berkas-berkas penting pembuatan bom atom. Nah, di sini sebagian kisah hidupnya akan dibeberin. Menariknya, biasanya kan buku biografi nyeritain perjalanan kisah hidup seseorang, dari orok ampe mau menuju maut. Nah, kalau yang ini, lo bakal dibawa berkeliling dalam perjalanan Feyman yang menghibur abis. Mulai dari diskusinya bareng Einstein dan Bohr mengenai atom, perjalanannya ngebuka rahasia nuklir, sampai perjalanannya ke Brazil buat ngajarin mahasiswa di sana. Feynman ini beneran asik banget kisah hidupnya, tulisannya di sini bener-bener hidup dan begitu humoris. Pokoknya kamu gak bakal nyesel baca bukunya.

The Immortal Life of Henrietta Lacks – Rebecca Skloot

Bayangin satu sel kanker yang berkembang di lab, dimultiplikasi terus-terusan, didistribusiin ke berbagai tempat (dan dimultiplikasi lagi) yang pada akhirnya menjadi bahan bakar ilmu pengetahuan di bidang biologi, genetik, teknologi, sampai treatment medis, serta banyak temuan yang muncul yang ditulis di jurnal-jurnal ilmiah, ternyata berasal dari seorang petani tembakau di kawasan Amerika Serikat bagian selatan. Namanya kecilnya adalah Loretta Pleasant, namun namanya diganti oleh orang tuanya menjadi Henrietta Pleasant. Kecilnya doi dipanggil sebagai Henny. Menikah dengan David Lacks, namanya berubah menjadi Henrietta Lacks. Pada tahun 1951, Henrietta didiagnosis mempunyai kanker serviks. Dalam masa pengobatannya, selnya diambil tanpa sepengetahuan dirinya untuk ditest di lab oleh George Otto Gey. Di lab, George menemukan kalo selnya ternyata unik, yakni bisa mereproduksi dengan cepat dalam rentang waktu yang singkat dan bisa didiamkan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk observasi lebih lanjut. Singkat cerita, selnya berhasil dikembangbiakin dengan sangat banyak. Terus banyak saintis menginginkan sel Henrietta karena selnya cukup ideal untuk dilakukan eksperimen. Sel HeLa pada akhirnya menjadi sel manusia pertama yang bisa dikatakan “immortal” karena sampe sekarang pun selnya masih terus direkayasa. Berkat selnya, para saintis bisa ngebuat begitu banyak penemuan, seperti ngebuat vaksin polio, meneliti teknik fertilisasi in-vitro, kloning, sampai gene mapping. Namun, hidup Henrietta ternyata tidak begitu mulus. Buat teman-teman yang tertarik dengan perjalanan saintifik sekaligus perjalanan humanis, buku ini cocok banget buat teman-teman baca.

Socrates: A Man of Our Times – Paul Johnson

Kalo ditanya siapa pemikir atau filsuf yang paling berpengaruh, keknya hampir semua orang ngejawab Sokrates. Saking pentingnya, filsuf-filsuf yang hidup sebelum Sokrates disebutnya filsuf Pra-Sokratik. Salah satu muridnya itu Plato, yang kalau kata Alfred North Whitehead semua filsafat sebenarnya hanya catatan kaki Plato. Kebayang kan betapa berpengaruhnya Sokrates yang jadi gurunya Plato? Sokrates sehari-harinya ngabisin waktu untuk pergi ke pasar, bertanya ke setiap orang ke pasar terkait sesuatu hal, yang kemudian ia mempertanyakan hal tersebut kembali. Metodenya sampai sekarang dikenal dengan nama Socratic Method, salah satu metode berpikir yang sifatnya kooperatif, menggunakan banyak cara berpikir logis dan konsisten, yang pada akhirnya menemukan jawaban yang pasti. Teknik ini digunakan oleh seluruh bidang keilmuan dan juga diterapkan di banyak hal, misalnya ilmu pedagogi, psikoterapi, dan hal lainnya. Nah, di buku ini, lo diajak jalan-jalan ke zaman Yunani Kuno, masa di mana sains lagi berkembang dengan pesat banget di wilayah Mediterania. Kalian juga bakal ngerasain gimana dialog bersama Sokrates yang pikirannya kritis banget.

***

Okeh, mungkin barusan bisa jadi gambaran buku-buku keren yang jadi hadiah lomba blog kali ini, moga-moga bisa jadi penambah semangat lo buat belajar terus, bisa jadi numbuhin rasa cinta lo buat belajar, dan jadi penyemangat buat perjalanan lo kedepannya. Sengaja kami nulisnya dikit biar lo makin termotivasi. Makanya, ayo berpartisipasi dalam kompetisi ini, serahin tulisan lo ke kami, bikin tulisan sebagus dan sekreatif mungkin. Kalo lo masih ada pertanyaan, silakan aja komentar di bawah, ya. Selamat berpartisipasi, good luck!


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini