Panduan Belajar Menghadapi Tipe Soal Baru di UTBK 2019

Artikel ini membahas perbedaan komposisi soa dan waktu ujian UTBK 2019 dibandingkan SBMPTN 2018, tips menyikapinya, dan panduan belajar per tipe soal.

Hi, #ZeniusFellows! Ketemu lagi denganku. Semoga ga bosen dengan aku berbagai artikel panduan belajar dan persiapan ujian ya yang sering Zenius bagikan akhir-akhir ini ya. Di masa-masa ujian seperti ini, sebisa mungkin kamu memberikan fokus yang maksimal untuk belajar dan mengurangi distractions yang mungkin bisa menghambat proses belajarmu.

Buat yang akan ikut UTBK 2019, sudah pada daftar apa belum, nih?

Pendaftaran UTBK 2019 sudah mulai dibuka pada tanggal 1 Maret kemarin dan akan ditutup tanggal 01 April 2019. Buat yang belum daftar, aku saranin buat segera daftar ya, khususnya buat kamu yang pengen ikut dua kali UTBK. Soalnya, untuk yang akan ikut dua kali UTBK, kamu diharuskan untuk mendaftar di gelombang pertama (01 – 24 Maret 2019) dan gelombang kedua (25 Maret – 01 April 2019). Kalau misal hanya sempat daftar di gelombang kedua aja, maka kamu hanya dapat mengikuti 1 kali tes pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.

Nah, setelah menyelesaikan proses pendaftaran, selain mendapatkan kartu peserta, kamu akan mendapatkan file yang berisi rincian detail tentang komposisi soal UTBK serta contoh tipe soal yang akan diujikan dalam UTBK 2019Buat yang belum dapet, kamu bisa download juga file-nya di sini ya:

Setelah para pendaftar UTBK mendapatkan file tersebut, aku sebagai admin medsos Zenius diserbu banyak banget donk request untuk membahas gonjang-ganjing terkait dengan update komposisi soal tersebut dari para #ZeniusFellows. 

Menindaklanjuti hal tersebut, tim tutor Zenius sudah melakukan pertemuan khusus membahas hal tersebut, termasuk aku yang ikut nyempil di situ.

Di artikel ini aku akan mencoba menjelaskan perbedaan komposisi soal UTBK 2019 ini dengan SBMPTN tahun 2018 lalu serta membagikan hasil diskusi para tutor zenius terkait dengan soal serta tips dalam menghadapi UTBK 2019.

 

Perbedaan Soal SBMPTN 2018 dan UTBK 2019

Secara umum, ada beberapa perbedaan antara SBMPTN 2018 dan UTBK 2019 baik dari segi teknis pelaksanaan ujian, maupun soal ujiannya itu sendiri, di antaranya:

NO PERBEDAAN SBMPTN 2018 UTBK 2019
1 Komposisi Soal TKPA

  • TPA
  • Matematika Dasar
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris

TKD Saintek

  • Matematika IPA
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi

TKD Soshum

  • Ekonomi
  • Geografi
  • Sosiologi
  • Sejarah
TPS

  • Penalaran umum
  • Pemahaman bacaan dan menulis
  • Pengetahuan dan pemahaman umum
  • Pengetahuan kuantitatif

TKA Saintek

  • Matematika Saintek
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi

TKA Soshum

  • Matematika Soshum
  • Ekonomi
  • Geografi
  • Sosiologi
  • Sejarah
2 Jumlah soal TKPA: 90 soal

TKD Saintek: 60 soal

TKD Soshum: 60 soal

TPS: 80 soal

TKA Saintek: 80 soal

TKA Soshum: 100 soal

3 Waktu pengerjaan TKPA: 105 menit

TKD Saintek: 105 menit

TKD Soshum: 75 menit

TPS: total 120 menit

TKA Saintek: 90 menit

TKA Soshum: 90 menit

4 Alokasi waktu pengerjaan Per materi ujian Dibagi per komponen/mapel

1. Komposisi Soal

Sebenarnya ketika informasi terkait UTBK diumumkan bulan Januari kemarin, panitia sudah menginformasikan bahwa komposisi soalnya akan berubah menjadi TPS dan TKA Saintek/Soshum. Saat itu, TKA Saintek/Soshum sudah diinformasikan apa saja mapel yang akan diujikan. Mungkin hanya kemunculan Matematika Soshum yang cukup memberikan kehebohan. Namun, informasi apa saja yang diujikan di TPS benar-benar minim sehingga muncul berbagai isu terkait dengan apa saja yang diujikan. Ada yang bilang bahwa TPS itu pengganti TPA, ada yang bilang bahwa Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sudah dihapus, ada yang bilang bahwa soal TPS dalam Bahasa Inggris, dll.

Nah, dengan adanya file komposisi soal dari panitia ini, sudah diketahui dengan pasti nih komposisi soal TPS. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia sendiri tetap ada dalam bagian Pemahaman bacaan dan menulis serta Pengetahuan dan pemahaman umum yang merupakan bagian dari TPS.

2. Jumlah soal

Di SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, tiap mapel/komponen di TKPA atau TKD Saintek/Soshum mengujikan 15 soal. Namun, tahun 2019 ini, masing-masing mapel/komponen mengujikan 20 soal.

Secara keseluruhan, jumlah soal bertambah dari 150 soal untuk peserta kelompok ujian Saintek/Soshum di SBMPTN 2018 menjadi 160 soal untuk peserta kelompok ujian Saintek di UTBK 2019 dan 180 soal untuk peserta kelompok ujian Soshum di UTBK 2019.

3. Waktu pengerjaan

Waktu pengerjaan untuk TPS di UTBK 2019 secara total naik dibandingkan dengan TKPA di SBMPTN 2018. Sedangkan waktu pengerjaan untuk TKA di UTBK 2019 secara total lebih sedikit dibandingkan dengan TKD Saintek/Soshum di SBMPTN 2018.

4. Alokasi waktu pengerjaan

Sebelumnya alokasi waktu ujian dihitung per jenis ujian. Misalnya, di SBMPTN 2018 kemarin alokasi waktu untuk TKPA adalah 105 menit. Nah, selama waktu pengerjaan 105 menit tersebut kamu bebas mau ngerjain yang mana dulu. Misalnya mau ngerjain TPA dulu lalu Bahasa Indonesia, balik lagi ke TPA, trus loncat ke Matematika bisa aja.

Nah, di UTBK 2019 ini, waktu akan dihitung per mapel / komponen.

Ketika ujian, semua anak akan mengerjakan mapel / komponen yang sama dalam waktu yang telah ditentukan. Ketika waktu habis, maka soal akan pindah ke mapel / komponen lain, ga bisa balik lagi ke mapel sebelumnya. Kamu ga bisa ngerjain Biologi dulu dan Fisika belakangan. Ga bisa ngerjain Sosiologi dulu, trus Ekonomi belakangan. Karena tiap mapel sudah dijatah waktu dan urutannya.

Kalau pun mau ngerjain loncat-loncat, sebatas nomor-nomor dalam satu mapel aja. Jadi sekarang kamu ga bisa mengorbankan satu mapel untuk mapel lain.

***

Selain memberikan informasi terkait dengan komposisi serta teknis ujian, di file tersebut panitia juga memberikan beberapa contoh soal untuk memberikan gambaran berbagai TIPE SOAL yang diujikan dalam TPS maupun TKA Saintek/Sohum di UTBK ini. Panitia juga memberikan DISCLAIMER bahwa soal-soal yang digunakan sebagai contoh tersebut bukan soal sebenarnya dan bukan berasal dari kisi-kisi soal UTBK 2019.

Jadi, kalau mengasumsikan bahwa soal-soal UTBK nanti bakal mirip dengan contoh yang diberikan, mungkin saja meleset. Lagi pula, contoh-contoh yang diberikan sangat sedikit, terutama di mapel-mapel TKA hanya 2-3 nomor. Jadi mungkin ga merepresentasikan 20 soal yang akan diujikan nanti. Namun, ga ada salahnya kamu nyoba-nyoba ngerjain soal-soal tersebut. Coba aja kerjakan trus cek pembahasannya yang sudah disediakan oleh tutor-tutor Zenius.

 

Tips Menyikapi Perbedaan Komposisi Soal di UTBK 2019?

1. Jangan panik

Di medsos, aku melihat cukup banyak anak yang panik sejak informasi UTBK pertama kali dulu maupun setelah melihat file komposisi dan contoh soal UTBK ini. Secara umum anak-anak yang panik tersebut bisa digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu yang panik karena tipe soal yang menggunakan pendekatan HOTS dan yang panik karena waktu pengerjaan yang sangat terbatas dan dihitung per mapel.

Mari kita bahas satu per satu…

Kelompok Panik #1: Panik karena tipe soal yang menggunakan HOTS

Selama ini banyak yang beranggapab bahwa soal-soal HOTS pasti lebih susah. Padahal, soal HOTS bukan berarti soal yang sulit. Mau bentuknya soal HOTS atau LOTS, bukan perkara susah atau mudah, tapi lebih ke apa yang ditanyakan. Soal LOTS umumnya mengandalkan kemampuan hafalan dan pemahaman dasar. Sedangkan soal HOTS lebih banyak mengandalkan kemampuan berpikir kritis.

Ketika SMA dulu, aku pernah ikut seleksi olimpiade astronomi di sekolah. Waktu itu aku gagal lolos dari seleksi sekolah tersebut bahkan mendapatkan peringkat bawah banget, di bawah anak-anak kelas 10. Seiring berjalannya waktu, aku baru sadar bahwa soal-soal seleksi tingkat sekolah kebanyakan termasuk soal-soal LOTS yang mengujikan pengetahuan-pengetahuan spesifik astronomi dan fisika yang mana aku cukup lemah di situ. Meskipun gagal di seleksi tersebut, aku tetap diikutkan sekolah ke olimpiade kabupaten. Singkat cerita, aku berhasil lolos sampai ke olimpiade tingkat nasional yang soal-soalnya justru cenderung bertipe HOTS.

Jadi, bukan jaminan kalau soal LOTS itu pasti mudah dan HOTS itu pasti susah. Bukan jaminan kalau kamu lebih bisa ngerjain kalau soalnya LOTS.

Dari contoh soal yang diberikan panitia dalam file komposisi soal, memang ada beberapa soal sudah termasuk kategori HOTS, tapi ada beberapa soal yang mengujikan pengetahuan/hafalan atau LOTS. Namun, perlu aku ingatkan lagi bahwa contoh-contoh soal yang diberikan tersebut bukan soal sebenarnya dan bukan berasal dari kisi-kisi soal UTBK 2019. Jadi, sekali lagi, kalau mengasumsikan bahwa soal-soal UTBK nanti bakal mirip dengan contoh yang diberikan, mungkin saja meleset. 

Buat kamu yang masih bingung tentang HOTS bisa kamu baca di artikelnya Fanny berikut:

Kelompok Panik #2: Panik karena waktu pengerjaan yang sangat terbatas dan dihitung per mapel

UTBK merupakan ujian SELEKSI yang digunakan untuk menyaring siswa-siswi lolos di perguruan tinggi. Nah, soal-soal ujian seleksi itu kadang emang dibuat “ga wajar” dari segi tingkat kesulitan atau waktu pengerjaan.

Soal-soal SIMAK UI, misalnya, dibuat sangat susah satu atau dua level di atas soal SBMPTN. Bahkan, tutor zenius pun kadang perlu “bertapa” berhari-hari untuk membuat pembahasan SIMAK UI sendiri. Atau misalnya soal-soal USM PKN STAN dan UTBK ini yang soalnya banyak namun waktunya sangat mepet, sekitar 1 menit per soal. 

Namun, mau soalnya susah atau gampang dan waktu pengerjaan yang mepet banget atau longgar, toh kuota penerimaannya ya akan tetap, sekitar 18-19% aja.

Dan jangan lupa, di tahun ini kamu bisa ikut maksimal dua kali UTBK. Kalau kamu ikut dua kali, UTBK pertama bisa kamu anggap sebagai “tryout” untuk mencoba dan mempelajari sistem dan soal yang baru ini. Dengan demikian, ketika UTBK kedua, kamu sudah ada gambaran dan punya persiapan yang lebih matang.

2. Belajarnya masih kepakai

Kalau dari awal kamu sudah terbiasa belajar di zenius, apa yang kamu pelajari bakal selalu terpakai kok. Kenapa? Karena ya di Zenius selalu mengajarkan konsepMeskipun mungkin soal-soal tahun ini ada beberapa perbedaan style seperti di file contoh panitia, namun intinya kurang lebih sama. Soal-soal tersebut akan menguji pemahaman, aplikasi, serta analisis konsep. Jadi, kalau kamu udah terbiasa belajar dengan menguasai konsep, mau soalnya dijungkirbalikkan gimana pun juga, pasti kepake kok hasil belajarnya 🙂

3. Lanjut belajar

Konten apa pun yang disediakan oleh tim Zenius sudah mengajarkan konsep. Jadi, lanjutin aja apa yang sedang kamu pelajari di zenius.net. Tutor zenius juga sudah menulis artikel panduan belajar HOTS untuk masing-masing mapel. Coba baca panduan-panduan tersebut sesuai dengan kelompok ujian yang kamu pilih.

4. Latihan soal

Banyak anak yang menjelang ujian cuma review materi tanpa latihan soal. Padahal, kalau review materi aja, kamu masih belajar secara pasif.

Salah satu cara untuk belajar aktif adalah dengan latihan soal. Emangnya kenapa kok sebaiknya ga belajar pasif aja?

Belajar pasif ini mempunyai kelemahan karena kita akan cenderung terjebak pada illusions of competence. Setelah baca atau nonton, illusions of competence membuat kita merasa PD, terlalu percaya dengan kemampuan memori otak kita, padahal ketika coba di-recall dengan diminta ngerjain soal atau diminta jelasin ulang, eh ternyata ga semudah yang dikira.

Jadi sebaiknya kamu ga belajar secara pasif doank, tapi juga penting banget untuk belajar secara aktif. Kombinasikan aja keduanya.

Kamu bisa latihan soal per bab atau soal SBMPTN tahun-tahun sebelumnya yang sebagian sudah merupakan soal HOTS. Kamu bisa download semua soal tersebut dalam bentuk pdf GRATIS lewat link di bawah ini: 

Trus, dengan sistem sekarang yang waktunya dibatasi per mapel/komponen, kamu sebaiknya juga berlatih dengan dibatasi waktu. Rajin-rajin deh bikin “tryout mandiri” untuk mensimulasikan kondisi ujian yang sebenarnya nanti.

 

Panduan Belajar Menghadapi UTBK 2019

Nah, kalau kamu sudah menenangkan kepanikanmu dan mau lanjut belajar, sekarang kita bahas satu per satu tipe soal yang ada di file dari panitia.

Panduan Belajar UTBK – Tes Potensi Skolastik (TPS)

No Komponen Jumlah Soal Alokasi Waktu

(menit)

1. Penalaran umum 2 bacaan diikuti 14 soal dan 6 soal penalaran kuantitatif 35
2. Pemahaman bacaan dan menulis 3 bacaan diikuti oleh 20 soal 25
3. Pengetahuan dan pemahaman umum 3 bacaan Indonesia dengan 12 soal, dan 2 bacaan Bahasa Inggris dengan 8 soal 25
4. Pengetahuan kuantitatif 20 soal pengetahuan kuantitatif 35

Kelompok ujian TPS mulai diujikan pada tahun ini. Kabar baiknya, di TPS tahun ini, panitia mengeluarkan komposisi soal sebelum pelaksanaan UTBK. Jadi kamu bisa fokus belajar sesuai komposisi yang diujiakan di atas, bukan nebak-nebak berdasarkan komposisi/topik yang sering muncul.

Berikut ini penjelasan singkat komponen soal-soal TPS:

1. Penalaran umum

Soal penalaran umum TPS di UTBK 2019 terdiri dari:

  • 2 bacaan diikuti 14 soal
  • 6 soal penalaran kuantitatif

Contoh soal bacaan

Salah satu contoh soal yang ditanyakan

Kalau kamu perhatikan bacaan dan soal di atas, soal tersebut adalah soal logika proposisi yang dikemas dalam bentuk bacaan maupun tabel atau grafik. Logika proposisi itu isinya ada hubungan antara premis p dan q, negasi, hubungan jika-maka, hubungan semua-ada, dan menarik kesimpulan dari premis yang udah disediain di soal.

Jadi bahan materi yang kamu pelajari adalah materi logika proposisi, sebagai berikut:

Panitia ga memberikan contoh soal penalaran kuantitatif. Jika dilihat dari namanya sih, kemungkinan gabungan antara aritmatika dan logika. Contoh soal quantitative reasoning dari GRE ini mungkin bisa sedikit memberikan gambaran.

2. Pemahaman bacaan dan menulis

Sempat beredar kabar bahwa mapel Bahasa Indonesia sudah ga diujikan di UTBK 2019 ini. Nah, setelah ada contoh soal dari panitia, bisa dipastikan bahwa kamu mesti tetap belajar Bahasa Indonesia. Di contoh soal yang diberikan, soal yang ditanyakan di sini menguji pengetahuan kebahasaan seperti bacaan, tata kata, tata kalimat, dll.

Contoh bacaan:

Salah satu soal yang ditanyakan

3. Pengetahuan dan pemahaman umum

Terdiri dari:

  • 3 bacaan Bahasa Indonesia dengan 12 soal
  • 2 bacaan Bahasa Inggris dengan 8 soal

Contoh bacaan pengetahuan dan pemahaman umum bahasa Indonesia

Contoh soal yang ditanyakan

Selain mengujikan soal Bahasa Indonesia, terdapat juga soal bacaan Bahasa Inggris. Soal Bahasa Inggris dalam contoh dari panitia kebanyakan sama dengan soal-soal SBMPTN tahun sebelumnya. Contoh yang diberikan di file tersebut terdiri dari pertanyaan seputar main ideas, synonim, intention, serta background / motivasi dari penulis. Namun, bisa aja ada bab-bab lain yang ga ada di contoh soal, seperti hubungan antar paragraf, judul, mood, dll.

Berikut ini salah satu contoh soal bacaan Bahasa Inggris

Contoh soal yang ditanyakan

Beberapa link yang bisa kamu pelajari:

4. Pengetahuan Kuantitatif

Jika dilihat dari contoh soal yang diberikan, materi pengetahuan kuantitatif meliputi soal-soal aritmatika dasar.

Salah satu contoh soal:

Beberapa link yang bisa kamu pelajari:

 

Panduan Belajar UTBK – TKA Saintek dan TKA Soshum

Biasanya soal-soal TKD Saintek dan TKD Soshum terdiri dari tiga model atau tipe soal, yaitu:

  1. Soal pilihan ganda.
  2. Soal sebab-akibat: Kamu diminta menentukan apakah pernyataan satu dan pernyataan dua benar atau salah. keduanya memiliki hubungan sebab akibat.
  3. Soal benar-salah: Kamu akan dihadapkan dengan empat buah pernyataan. Dari empat pernyataan yang ada, kamu harus bisa mengetahui mana saja yang benar.

Nah, dari contoh soal TKA Saintek dan Soshum dari panitia bisa dilihat bahwa tidak ada soal sebab akibat dan soal benar salah seperti tahun sebelumnya. Semua soal modelnya pilihan ganda.

Dari soal-soal pilihan ganda yang tersedia, ada soal yang berdiri sendiri dan ada soal kasus untuk beberapa nomor, seperti soal Biologi di bawah ini:

Meskipun jumlah soalnya bertambah, tapi ada TIPE SOAL satu kasus terdiri dari beberapa nomor seperti di atas. Soal-soal seperti ini harusnya membutuhkan waktu lebih singkat pengerjaannya ketimbang soal-soal sebab akibat dan benar salah. Jadi, ketika mengurangi alokasi waktu ujian, panitia kemungkinan sudah memperkirakan waktu pengerjaan per soalnya.

Namun, kalau pemahaman materinya lemah, mau model soalnya diubah kayak gimana, kemungkinan bakal tetap kesulitan sih. Jadi penting juga buat kamu menguatkan pemahaman materinya juga.

Berikut ini panduan belajar untuk TKA Saintek dan TKA Soshum. Kalau sebelumnya kamu sudah pelajari semua materinya, kamu bisa skip langsung ke latihan atau pembahasan soalnya aja.

A. Panduan Belajar TKA Saintek

No Komponen Jumlah Soal Alokasi Waktu

(menit)

1. Matematika 20 22,5
2. Fisika 20 22,5
3. Kimia 20 22,5
4. Biologi 20 22,5

Panduan belajar

1. Matematika Saintek

2. Fisika

3. Kimia

4. Biologi

 

B. Panduan Belajar TKA Soshum

No Komponen Jumlah Soal Alokasi Waktu

(menit)

1. Matematika 20 18
2. Sejarah 20 18
3. Geografi 20 18
4. Sosiologi 20 18
5. Ekonomi 20 18

Panduan belajar

1. Matematika Soshum

Untuk Matematika Soshum, kamu bisa belajar di materi-materi matematika dasar.

2. Sejarah

3. Geografi

4. Sosiologi

5. Ekonomi

 

Tips Manajemen Waktu Mengerjakan Soal

Salah satu challenge di UTBK kali ini, selain tentang soal yang semakin HOTS, adalah manajemen waktu. TKA Saintek terdiri dari total 80 soal dengan total waktu pengerjaan 90 menit sedangkan TKA Soshum terdiri dari total 100 soal dengan total waktu pengerjaan 90 menit. Kurang lebih 1 soal untuk 1 menit lah. 

Gimana donk cara ngerjain soal-soal TKA yang cukup kompleks hanya dalam waktu kurang dari 1 menit?

Tahun 2008 lalu, saat aku ikutan USM STAN, soal yang diujikan sebanyak total 180 soal dalam waktu 150 menit atau kalau dirata-rata satu soal harus dikerjakan dalam waktu ga sampai 1 menit. Saat itu aku ga mengerjakan semua juga sih, tapi sekitar 175an soal.

Selain dari persiapan materinya itu sendiri, ada beberapa hal teknis yang bisa kamu lakukan agar kamu bisa maksimal mengerjakan soalnya.

Ya, meskipun ga sama tingkat kesulitan soal antara UTBK dan PKN STAN dulu, di sini aku akan mencoba berbagi tips gimana caranya mengerjakan soal dengan dipacu waktu yang ketat seperti itu.  

1. Kerjakan soal yang bisa dulu

Sebelum mulai mengerjakan, jika memungkinkan, skimming dulu semua pertanyaan. Cari soal yang bisa dikerjakan dengan mudah dan cepat terlebih dulu. Lalu kerjakan soal yang kamu anggap mudah atau bisa kerjakan tersebut.

Kalau ada pertanyaan cukup kompleks, butuh waktu pengerjaan yang cukup lama atau belum ada bayangan sama sekali caranya gimana, kamu bisa SKIP dan mengerjakan soal lain dulu.

2. Batasi waktu pengerjaan, jangan terlalu fokus di satu soal aja

Biasanya ada anak yang terlalu terfokus mengerjakan satu soal karena menurutnya dia bisa atau soalnya membuat dia penasaran.

Kalau memang kamu stuck, ga bisa, kesulitan, langsung aja move on ke soal selanjutnya. Kamu hanya punya waktu pengerjaan sekitar 1 soal per menit.

2. Fokus! Usakahan 1-2 kali baca soal langsung tau apa yang ditanyakan

Jika sekali baca soalnya kamu langsung tau apa yang dimaksud dan ditanyakan, tentu itu akan sangat menghemat waktu. Jadi usahakan fokus ketika membaca soalnya. Hati-hati dengan kata-kata negatif seperti kecuali, selain itu, except, dll.

4. Kuasai tips menghitung

Salah satu cara untuk menghemat waktu sekaligus energi ketika mengerjakan soal hitungan adalah menguasai tips-tips menghitung. Maksudnya tips menghitung ini bukan hafalan rumus-rumus cepat, namun mengubah bentuk, menyederhanakan atau memodifikasi proses penghitungan.

Aku sendiri sering merasa kalau aku ini lemot dalam itungan. Nah tips menghitung ini sangat membantuku dalam menyelesaikan perhitungan dengan lebih efektif dan efisien.

Contoh sederhanaya seperti ini:

27 x 4 = …?

= 4 x 27 → 27 bisa dipecah menjadi 25 + 2

= 4 x (25 + 2)

= 100 + 8 = 108

Misalnya lagi seperti ini

35 x 6 = …?

= 35 x 6 → 6 bisa diubah menjadi 2 x 3

= 35 x 2 x 3

= 70 x 3

= 210

Kalau kamu butuh latihan lebih banyak untuk membiasakan diri dengan teknik berhitung yang lebih ringkas ini, kamu bisa tonton video Basic Skills dari Sabda.

5. Baca soalnya dulu

Biasanya jika soalnya berbentuk bacaan panjang, aku lebih suka membaca soalnya dulu ketimbang bacaannya. Dari membaca soalnya, kita bisa tau apakah bacaannya bisa dibaca dengan skimming, loncat-loncat atau butuh pemahaman yang dalam.

Misalnya ada soal yang mempertanyakan kata di paragraf tertentu saja atau menanyakan ide pokok paragraf kedua saja, maka kamu bisa langsung loncat di paragraf yang dimaksud tanpa membaca paragraf lain.

Dengan begitu kamu bakal menghemat waktu dan energi.

****

Oke, mungkin sekian tulisan dariku. Sorry kalau ga bisa ngasih tips belajar yang lebih spesifik karena informasi yang ada juga sangat terbatas. Namun, aku harap tulisan ini bisa berguna bagi kamu semua dalam mempersiapkan UTBK 2019 lebih matang lagi. Jika ada tips yang menurutmu kurang cocok, ga masalah. Kamu yang paling tau dirimu sendiri. Silakan disesuaikan ya. Semangat dan sukses!

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada yang pengen nanya-nanya tentang komposisi soal terbaru di UTBK 2019 ke Ari, silakan post pertanyaannya pada kolom komentar di bawah ini, ya!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.