Kuliah Jurusan Geografi: IPA atau IPS?

Artikel ini membahas tentang seluk-beluk ilmu Geografi; apa saja kajiannya, ruang lingkup belajarnya, hingga peluang kariernya.

Halo teman-teman pembaca Zenius Blog! Sebelumnya gue mau perkenalkan diri dulu, nama gue Lina, sekarang gue baru aja bergabung dengan Zenius sebagai Tutor Geografi. Ngomongngomong soal Geografi, di sini ada yang tertarik ngga dengan ilmu Geografi? Atau mungkin ada yang berminat untuk kuliah di jurusan Geografi?

Sepanjang gue menggeluti bidang Geografi, gue sering banget dapet pertanyaan kaya gini:

Geografi bingungin deh, di SMA masuknya IPS tapi kok di kuliahan ada yang masuk ke rumpun IPA?

Geografi tuh yang belajar tentang batuan ya?

Lulusan geografi emang bisa kerja di mana aja sih?

Apa bedanya sih geografi sama Geologi? Sama ngga kaya Geodesi?

Nah, untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kita harus tahu dulu prinsip-prinsip dasar dari bidang ilmu Geografi. Geografi itu cakupannya luas banget, seluas jagat raya ini. Serius loh, ini beneran guys. Jadi, kita gak bisa langsung memberi label subyek IPA atau IPS begitu aja. Supaya lebih jelas, coba lo baca dulu penjelasan gue berikut ini:

 

PERSPEKTIF DASAR ILMU GEOGRAFI

Kalo denger kata Geografi, persepsi orang-orang emang beragam. Ada yang bilang, Geografi itu belajar tentang batuan; geografi itu berarti belajar bikin peta; geografi itu hapalin nama-nama sungai, gunung, negara, kota beserta luas dan jumlah penduduknya. Sebenernya pendapat itu ngga sepenuhnya salah, pernyataan tersebut juga terkait dengan ilmu Geografi. Tapi, itu belum cukup menunjukkan definisi Geografi yang sesungguhnya.

Di Indonesia, berdasarkan batasan geografi telah disepakati dalam seminar dan lokakarya Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1989, Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena di geosfer (muka bumi) dengan sudut pandang kelingkungan (ekologis) dan kewilayahan (regional) dalam konteks keruangan (spasial). Dalam sudut pandang tersebut, untuk mempelajari fenomena-fenomena yang ada di permukaan bumi ini lo harus memperhatikan gejala alam maupun sosial, dan keterkaitannya dengan lingkungan.

Sudut pandang dalam konteks keruangan atau spasial itu maksudnya gimana sih? Simple-nya gini, misalnya pembahasan tentang persamaan dan perbedaan kenapa di Jepang punya 4 musim sedangkan di Indonesia hanya ada 2 musim? Di sini lo bisa pahami lewat ilmu yang mempelajari cuaca dan iklim yaitu Klimatologi. Lalu, kenapa penduduk Indonesia punya berbagai macam bahasa dan kebiasaan? Hal ini bisa dipelajari dalam ilmu Demografi dan Geografi Budaya. Nah dua contoh tersebut kalo dilihat secara garis besar kayanya nunjukin dua elemen ilmu yang berbeda yaitu sains dan sosial ngga, sih? Namun, sebetulnya kedua elemen ilmu tersebut saling melengkapi dan menjadi satu kesatuan untuk mendapatkan hasil analisis yang komprehensif.

Oke, setelah kalian memahami gimana luasnya perspektif ilmu geografi, yuk sekarang kita simak satu per satu terkait pembagian bidang ilmu, peluang karier, dan keahlian yang bakal kalian dapet dari setiap peminatan yang ditekunin.

 

BIDANG ILMU GEOGRAFI

Seperti yang tadi udah dibahas, ilmu geografi itu emang mengaitkan elemen ilmu yang satu dengan yang lain dengan perspektif ruang atau spasial. Nah, tapi aspek jurusan geografi di berbagai kampus dibagi jadi tiga bagian konsentrasi, yaitu: Geografi Fisik, Geografi Manusia, dan Sistem Informasi Geografis. Pembagian ini bukan bersifat sebagai pemisah dari beberapa elemen ilmu loh, melainkan jadi spesifikasi untuk peminatan dan keahlian tiap mahasiswa. Untuk lebih jelasnya, gue akan jabarin bidang ilmu apa aja yang ditekuni pada setiap aspek jurusan geografi. Anyway, mungkin di setiap kampus bakal ada nama bidang ilmu yang beda-beda, tapi sekiranya uraian yang gue tulis ini semoga aja bisa ngewakilin penjabaran ilmu yang ada di Geografi.

 

GEOGRAFI FISIK

Aspek ini identik dengan sainsnya Geografi. Secara umum Geografi Fisik belajar tentang muka bumi dan proses pembentukannya yang disebut juga dengan Geomorfologi. Di sinilah salah satu bidang ilmu yang dikenal geo banget sama banyak orang, yaitu salah satunya belajar tentang “batu-batuan” terkait pembentukan bagian-bagian lempeng bumi.

Proses mengkaji batuan dalam tanah sebagai salah satu lingkup Geografi Fisik

Eits, tapi di aspek ini, tuh ngga cuma belajar tentang batu-batuannya aj, guys, karena ilmu Geografi berkaitan satu sama lain, di sini juga belajar proses Geomorfologi yang terjadi akibat dampak dari aktivitas manusia. Nah dari contoh yang pertama udah bisa diliat kan, gimana orang Geografi dituntut untuk menganalisis dengan sudut pandang keruangan dari segi fisik dan sosial. Jadi meskipun aspek fisik sebagai tema utamanya, aspek sosial akan menjadi sudut pandang yang akan melengkapi hasi analisisnya.

So, buat lo yang tertarik dengan aspek Geografi Fisik ini, lo nantinya akan bisa memilih peminatan dari beberapa jenis bidang ilmu, seperti:

1. Biogeografi dan Geografi Sumber Daya Alam

Di bidang ilmu ini, kajian Geografi rada nyerempetnyerempet ya sama biologi. Kalo denger kata “bio” pasti ada hubungannya sama makhluk hidup kan. Di sini lo bakal belajar tentang dinamika ekosistem sebagai produk dari proses biofisik dan proses sosial pada berbagai karakter dan skala ruang. Contohnya adalah memahami keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktunya. Jadi dari berbagai flora dan fauna bakal dipelajarin, tuh gimana kehidupannya, di wilayah yang seperti apa, dan faktor apa aja yang mempengaruhi kehidupan organisme tersebut.

2. Geografi Tanah

Yap, sesuai namanya jelas dong ya, di bidang ini lo belajar tentang tanah. Main kotor-kotoran? Iya dong, kalo lagi praktiknya ke lapangan emang kotor-kotor dikit sih, tapi main kotor-kotorannya menghasilkan analisis, cuy. Ini terkait dengan perbedaan jenis tanah sebagai hasil proses pelapukan batuan, mengamati ciri dan sifat tanah, dan memahami karakteristik kesuburan tanah. Dalam bidang ilmu ini lo akan tau apa aja klasifikasi tanah hingga jenis-jenisnya di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

3. Klimatologi

Dari namanya ngga asing lagi kan teman-teman? Setiap ada prakiraan cuaca atau ada kejadian seperti banjir, gempa bumi, maupun letusan gunung api pasti muncul di berita-berita kan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Nah, secara khusus memang bidang ilmu ini membahas konsep dinamika cuaca dan iklim, mulai dari fenomena spasial dinamika iklim, serta dampaknya terhadap kehidupan, baik sebagai sumberdaya mapun sebagai sumber bencana. Fenomena global warming misalnya, menjadi salah satu analisis yang akan dibahas di bidang ilmu ini.

4. Oseanografi

Selanjutnya kita santai dulu kaya di pantai. Beneran nih, kalo di bidang ilmu ini lo ngga bisa jauh dari jalan-jalan. Karena di sini ada kalanya lo akan diminta memahami dengan mengamati langsung karakteristik dan sifat fisika-kimia lautan serta kaitannya dengan pola iklim, persebaran biota laut, bentuk pesisir, dan aplikasinya di bidang kelautan. Contohnya adalah pembahasan gejala pasang surut; wilayah pantai dan pesisir; proses biokimia laut; sedimentasi; karang laut; fauna dan flora laut; lingkungan biologi laut; dan juga pencemaran laut.

5. Hidrogeografi dan Dinamika Biogeofisik DAS

Kalo di sini lo akan belajar mengenai bentang yang mengalir dari hulu ke hilir, yapp, sungai! Lo bakal mengenal lebih dalam terkait bentuk dan perubahan alur sungai; proses erosi dan pengendapan; perubahan aliran sungai akibat iklim, aktivitas manusia, maupun pergerakan lempeng bumi. Selain itu di bidang ilmu ini juga bakal ngebahas sistem Daerah Aliran Sungai dan sifat dinamis potensi sumber daya alam di sungai dalam memenuhi kebutuhan manusia.

6. Ekologi Lingkungan

Nah ini dia, bidang ilmu yang ngebahas secara menyeluruh terkait interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Di sini lo dituntut untuk memahami dan menerapkan prinsip ekologi atau kelingkungan dalam pengelolaan lingkungan sekitar. Lingkungan di sini berhubungan dengan habitat dari beragam organisme dalam suatu ekosistem. Jadi bidang ilmu ini bisa lo terapin buat pemeliharaan dan perbaikan mutu lingkungan hidup setiap organisme.

7. Kerentanan dan Adaptasi Bencana Alam

Seperti yang kalian tau, negara kita ini kan sering dilanda bencana alam. Nah di sini lah analisis spasial dalam geografi banyak dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Sesuai namanya, di bidang ilmu ini lo akan diajarkan konsep dan pemetaan variasi pola ruang bencana alam baik secara nasional maupun global untuk memahami wilayah mana aja yang memiliki risiko dan kerentanan bencana. Ngga cuma polanya aja, di sini akan dibahas tentang apa aja faktor-faktor pengendalinya, serta bagaimana cara mitigasi dan adaptasinya.

 

GEOGRAFI MANUSIA

Sekarang kita akan bahas bidang ilmu Geografi yang lebih ke arah IPS nih. Ngga bosenbosennya gue bilang, kalo ilmu geografi saling berkaitan satu sama lain. Jadi ini ngga serta merta cuma bahas terkait aspek sosialnya aja ya, guys, tapi juga meninjau faktor aspek alamnya. Nah, namanya kan “manusia” pasti belajarnya tentang manusia, ya. Emang betul, manusia di sini sebagai obyek analisis dari aspek sosial, baik dalam interaksinya dengan sesama, interaksinya dengan tempat, dan juga interaksi antar tempat.

Pada aspek ini lo bakal ditekankan dengan istilah human process. Maksudnya gimana tuh? Geografi ini kan belajar tentang bumi dan segala fenomena terkait “proses” pembentukannya, makanya di sini akan dibahas bagaimana peranan kita sebagai “manusia” baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya dalam membentuk variasi ruang di muka Bumi ini.  Selain itu juga di aspek geografi manusia akan banyak berdiskusi tentang bagaimana respon manusia terhadap kondisi lingkungan fisik pedesaan maupun perkotaan yang terwujud dalam berbagai aktivitas kehidupan, seperti permukiman, pertanian, perdagangan, industri, dan mobilitas penduduk.

Jadi buat lo yang lebih senang ngomongin “manusia”, maksudnya diskusi soal peranan manusia dalam pembentukan Bumi kita ini deh, lo bakal dihadapi dengan pilihan peminatan bidang ilmu yang berkaitan langsung dengan aspek sosial. Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa bidang ilmu yang mendalami aspek sosial atau Geografi Manusia.

1. Demografi dan Geografi Kebudayaan

Bahasan ini paling identik dengan aspek Geografi Manusia. Di bidang ilmu ini, lo bakal belajar menganalisis struktur penduduk (jumlah, persebaran, dan komposisi) karena selalu ada perubahan kondisi kependudukan kaya kelahiran, kematian, dan juga migrasi. Lanjutannya lo bakal belajar proses pertumbuhan, persebaran, serta mobilitas penduduk dalam aspek fisik maupun sosial yang tentunya dengan analisis perspektif keruangan. Selain itu lo juga mempelajari nilai dan dinamika budaya penduduk serta hubungan timbal baliknya terhadap pembentukan pola ruang aktivitas manusia. Contohnya kaya pola hidup, pemaknaan, pembauran, perubahan, dan pergeseran orientasi kehidupan akibat proses interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang tertentu.

2.  Ruang dan Sistem Perekonomian

Di Geografi, kita juga membutuhkan pemahaman terkait sistem perekonomian. Jadi bidang ilmu ini difokusin ke unsur-unsur ruang yang melandasi pembentukan sistem perekonomian serta ketergantungan antara keduanya. Contoh kasusnya nih soal dinamika aktivitas ekonomi pedesaan yang tentunya memiliki persamaan maupun perbedaan dengan dinamika aktivitas ekonomi di perkotaan, namun kedua ruang tersebut juga memiliki hubungan saling ketergantungan. Nah selain itu, lo juga akan dibekali kemampuan dalam hal penafsiran peta penggunaan tanah biar dapet gambaran soal lanskap sistem perekonomian suatu wilayah.

3. Dinamika Spasial Wilayah Urban

Kalo disebut dengan urban, berarti yang dibahas itu tentang perkotaan, nih. Pada intinya sih bidang ilmu ini belajar proses dan pola perkembangan wilayah urban. Materi yang bakal lo pelajari mencakup perubahan sosial budaya dan perkembangan ekonomi perkotaan, struktur dan sistem keruangan perkotaan, maupun gimana kedudukan suatu kota terhadap pengembangan wilayah tertentu. Nah, yang jadi perhatian utama di sini adalah faktor globalisasi dan modernisasi yang lama kelamaan makin dominan dalam isu perkembangan wilayah urban.

4. Geografi Sejarah

Bicara soal sejarah pasti kaitannya sama waktu kan. Di sini lo bakal ditekankan dengan pentingnya dimensi waktu supaya bisa paham proses pembentukan dan perubahan muka bumi. Pola kehidupan masa lampau beserta kejadian-kejadian penting yang terjadi di dalamnya akan dirangkai secara spasial dan temporal (waktu) biar paham gimana dampak kumulatifnya terhadap situasi sekarang dan kira-kira kecenderungan di masa yang akan datang. Perubahan interaksi antara aspek fisik dan sosial akibat perkembangan peradaban jangka waktu yang panjang bakal jadi salah satu topik pembahasan di bidang ilmu ini.

5. Geografi Kesehatan

Buat teman-teman yang concerned dengan isu-isu kesehatan juga bisa memilih bidang ilmu yang ini. Geografi kesehatan sering kali disebut dengan Geografi Medis. Di sini lo akan mengkaji proses dan pola spasial persebaran penyakit serta pelayanan kesehatan masyarakat sehubungan dengan karakteristik faktor fisik dan nonfisik suatu wilayah. Misalnya terjadi wabah penyakit A, yang bakal dikaji itu mulai dari dimana kejadiannya, apakah perkotaan atau pedesaan; apa penyebabnya, apakah faktor cuaca, iklim, atau mungkin interaksi makhluk hidup; bagaimana penularannya, dan cara penanggulangannya. Kalo lo pernah baca artikel Zenius Blog tentang John Snow, di sini letak penggunaan Geografi Kesehatan yang sangat berpengaruh terhadap banyak orang.

Peta yang dibuat John Snow untuk mendokumentasikan penyebaran wabah kolera di London pada tahun 1854. Namanya peta, pasti erat banget dengan ilmu Geografi

6. Geografi Transportasi

Transportasi itu seperti yang kita ketahui berarti soal perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Di sini lo bakal mengkaji dan menerapkan konsep pergerakan atau mobilitas barang, jasa, maupun manusia baik dari segi ekonomi maupun keruangan untuk kepentingan pembangunan wilayah. Dalam bidang ilmu ini tentunya bakal memakai konsep jarak, daerah asal-tujuan, sumber pergerakan, dan jenis bangkitannya. Selain itu, lo akan menganalisis gimana distribusi pergerakannya, ketersediaan dan pemilihan moda transportasi, serta sistem jaringan sebagai media perpindahan. Di sini juga membahas tentang dampak kemajuan teknologi, manajemen dan pengembangan transportasi terkait pembangunan wilayah.

7. Geografi Pertanian

Pertanian itu bukan sekedar bercocok tanam, guys. Dalam perspektif yang lebih luas, pertanian ini merupakan suatu kajian ilmiah terkait dengan sumber kehidupan manusia melalui penggunaan lahan untuk menghasilkan suatu bahan pangan. Dalam ilmu geografi pada kajian ini, lo akan memahami variasi keruangan aktivitas pertanian pada suatu wilayah, perubahannya, serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Bidang ilmu ini berhubungan dengan tempat budidaya tumbuhan pada tanah, bagaimana topografi dan iklim terkait kajian sebarannya, dan apa aja jenis-jenisnya.

8. Geografi Industri dan Geografi Pemasaran

Kedua bidang ilmu ini berkaitan dengan suatu usaha. Di sini lo akan dikenalin konsep-konsep industri dari faktor produksi, lokasi, dan juga ekonomi keruangannya. Lokasi sebaran industri dan pengaruhnya terhadap suatu wilayah juga akan diidentifikasi sehingga nantinya bakal dievaluasi gimana dampak dari keberadaan industri tersebut. Kalo industri itu masih dalam level produksi, geografi pemasaran lebih ke bagian pendistribusian yang dikaji berdasarkan prinsip-prinsip Geografi dan teori Ekonomi keruangan mikro dalam studi pemasaran. Nah, kaitannya itu dengan karakteristik aktivitas ekonomi, perilaku konsumen, serta potensi dan persaingan pasar pada suatu wilayah.

9. Geografi Pariwisata

Indonesia itu kaya akan sumber daya alam dan keragaman di setiap wilayahnya. Di bidang ilmu ini lo bisa mengeksplorasi potensi yang dimiliki oleh negara kita ini. Di sini lo bakal menganalisis fenomena dan sebaran sumberdaya alam maupun buatan yang mencirikan lokasi pariwisata untuk mengapresiasi potensi tersebut dalam perencanaan kepariwisataan, baik dalam perspektif spasial maupun ekologi. Tentunya, bidang ini juga kurang afdol kalo cuma dipelajarin di buku-buku aja, maka kajian ini akan lebih dipahami kalo langsung diamati di lapangan.

10. Pembangunan Wilayah

Kalo lo tertarik dengan perencanaan pembangunan, bidang ilmu inilah yang akan membahas mengenai konsep terkait pembangunan wilayah. Secara khusus, di sini lo akan ditekankan pada pembekalan pengetahuan mengenai esensi pembangunan wilayah berdasarkan perspektif keruangan, tentang gimana caranya mengidentifikasi isu dan permasalahan pembangunan sebagai evaluasi pembangunan wilayah, serta perumusan strategi perencanaan pembangunan wilayah.

Proses pengukuran ketinggian tanah dalam Geodesi sebagai salah satu kebutuhan dalam pembangunan wilayah. Alat yang dipegang om sebelah kiri itu namanya theodolite, by the way

 

Sistem Informasi Geografis (SIG) & Penginderaan Jauh (PJ)

Kalo tadi kita udah jabarin aspek IPA dan IPS-nya geografi, sekarang ini masuk ke teknik sekaligus IT nya geografi. Soalnya aspek ini didasarkan pada kerja komputer untuk memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisis data serta memberikan uraian. Aspek ini tidak terpatok dengan IPA maupun IPS, kenapa? Karena mau lo menekuni aspek fisik maupun sosial, dua-duanya bakal menggunakan aspek ini sebagai tools untuk menganalisis suatu kajian; mulai dari mengumpulkan, menyimpan, dan mengolah data spasial. Data spasial itu apa sih? Jadi itu merupakan data dengan orientasi geografis dan memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. Koordinat itu misalnya yang nunjukin titik letak kita dalam peta. Memang pada akhirnya analisis ini akan menghasilkan peta pada output-nya. Di sini lo akan memahami konsep dasar penyusunan basis data, model analisis keruangan secara sederhana, serta arahan evaluasi model berbasis teknologi SIG.

Geografic Information System, nama keren dari SIG

Selain itu, pada aspek PJ lo akan belajar tentang sistem perangkat yang digunakan untuk interpretasi citra satelit, mengerti dan memahami konsep dan teknik dasar interpretasi citra secara digital, serta membuat sintesa hasil interpretasi citra satelit. Citra satelit itu foto kenampakan bumi yang bisa lo liat contoh misalnya di Google Maps, kan ada pilihan “satelit” tuh, disitu lo akan lihat hasil olahan citra satelit yang menyerupai warna sesungguhnya. Hampir mirip sih dengan foto udara, cuma bedanya kalo foto udara difoto dari pesawat/helikopter/drone yang terbang di langit sedangkan citra satelit difoto dengan alat dari ruang angkasa. Makanya butuh diinterpretasi dan diolah dulu sebelum digunakan. Ibarat kalo hasil foto kamera analog kan ngga bisa langsung dilihat dulu tapi harus diolah dengan dicuci dan dicetak sebelumnya. Nah berikut ini gue bakal jabarin, bidang ilmu apa aja yang berkaitan dengan aspek SIG dan PJ.

1. Kartografi

Nah, ini bidang ilmu yang geografi banget. Setiap analisis Geografi dengan aspek manapun pasti memerlukan pengetahuan kartografi. Soalnya di bidang ini lah lo akan belajar cara membaca berbagai unsur dalam peta, menganalisis isi peta, serta melakukan interpretasi berbagai informasi geografi. Seperti yang gue sebutkan di atas, peta itu adalah bentuk proses analisis hingga hasil akhir dari setiap analisis geografi. Sebetulnya bidang ini belum termasuk ke aspek SIG maupun PJ secara langsung, tapi di bidang kartografi ini lo harus memahami terlebih dahulu kaidah, unsur, sumber, syarat pembuatan peta yang nantinya akan menggunakan tools pada bidang SIG dan PJ.

2. Survei dan Pemetaan

Kalo yang ini hampir serupa dengan bidang yang sebelumnya. Tapi karena disebut “survei”, berarti diawali dengan proses survei dan berujung menghasilkan keluaran “peta”. Mulainya dari perencanaan survei pemetaan, penentuan sumber data, teknik pengumpulan data, pengolahan data, ploting data, sampai dengan pemetaan data baik secara manual maupun digital. Pada bidang ini lo akan paham dengan jenis dan sumber data yang benar; cara melakukan survei; alat yang digunakan untuk survei, seperti yang udah ngga asing lagi kita dengar yaitu GPS atau (Global Positioning System) dan ada juga yang namanya theodolite (itu loh, alat yang mirip tripod kalo mungkin pernah lo liat dipake trotoar); hingga ke penyajian desain peta yang sesuai dengan kaidah.

                                                           

      GPS     

3. Manajemen Basis Data Spasial

Aspek SIG ini tentunya akan banyak menggunakan data digital, pasti lo butuh pengetahuan untuk mengatur basis data atau database agar memudahkan pada saat pengolahan dan analisisnya. Melalui bidang ini lo akan memahami konsep database non spasial dan spasial dan gimana sistem manajemen data spasial secara keseluruhan serta bentuk desain basis data spasial. Di sini lo akan sedikit belajar dengan bahas pemrograman yang fungsinya buat integrasi antara software database dengan software SIG dengan file/ekstensi penghubungnya. Lebih mudahnya gue akan jabarin beberapa contoh aplikasi yang udah kita pake sehari-sehari terkait bidang ilmu ini, yaitu: ojek online, sistem delivery service, dan juga jasa ekspedisi pengiriman barang. Untuk membangun beberapa sistem tersebut butuh adanya manajemen basis data spasial, karena kalo kita mau kirim barang atau pesen ojek online misalnya, aplikasi tersebut harus punya kemampuan untuk menentukan titik lokasi dengan hanya memasukkan data alamat atau tempat tujuan.

 

 

PROSPEK KERJA LULUSAN GEOGRAFI

Secara umum, lulusan Geografi itu terlibat dalam urusan riset karena kemampuan analisis dan mengolah data yang dimiliki oleh lulusan geografi. Selain itu lulusan Geografi juga banyak berperan menjadi analis di berbagai konsultan, contohnya pemetaan, lingkungan, infrastruktur, dan juga kebencanaan. Bagi lo yang berminat, menulis dan berbakat dalam menyusun kata-kata, anak geografi bisa berperan sebagai jurnalis sains yang berfokus langsung pada topik geografi. Kalo lo mendalami ilmu SIG, lulusan geografi juga banyak dibutuhkan menjadi Analis SIG untuk merencakan, mengolah, dan menganalis berbagai fenomena keruangan.

Buat yang tertarik untuk bergabung di kementerian dan badan pemerintahan, sebagai lulusan Geografi lo bisa kerja di beberapa contoh badan berikut:

  1. Badan Informasi Geospasial (BIG)
  2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD)
  3. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  4. Badan Pusat Statistik (BPS)
  5. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  6. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR)
  7. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Contoh badan pemerintahan di atas berkaitan dengan pemetaan, kebencanaan, pertanahan, tata ruang kota, kependudukan, infrastruktur, dan perikanan. Di badan ini seorang geograf dibutuhin dalam riset, analisis spasial, dan pemetaan terkait setiap objek kajian.

Selain itu, lulusan Geografi juga bisa kerja di beberapa bidang lain seperti analis lingkungan, kehutanan, ekonomi, transportasi, maupun pemasaran. Jadi teman-teman ngga perlu takut dan bingung soal nantinya bisa kerja dimana, karena ilmu geografi bisa diaplikasikan secara luas dan menyeluruh.

Terus Geografi tuh bedanya apa sih dengan geo-geo yang lain? Setelah ini bakal gue ulas apa aja perbedaannya.

 

APA BEDANYA GEOGRAFI DENGAN GEODESI, GEOLOGI, DAN GEOFISIKA?

Bagian ini gue tulis karena banyak banget orang yang nanya ke gue soal kesalahpahaman bidang ilmu geografi yang gue tekunin selama lima tahun terakhir ini. Secara keseluruhan bidang keilmuan ini membahas tentang bumi, karena geo = Bumi dalam Bahasa Yunani. Terus bedanya apa dong? Perbedaannya itu lebih ke lingkup kajiannya dan sistem analisisnya.

Gue mau mulai jelasin dari ilmu Geologi. Ruang lingkup kajiannya itu berada di dalam Bumi. Buat teman-teman yang masih terkecoh soal geo yang belajar batuan, ini lah bidang yang secara khusus membahas soal batuan, lempeng, dan morfologi dalam bumi. Nah, hasilnya berupa analisis terkait dinamika bumi dari waktu ke waktu seperti pergeseran lempeng, pembentukan batuan, hingga fenomena alam yang sering terjadi seperti gempa, tsunami, maupun letusan gunung api.

Pengukuran gelombang seismik, sebagai salah satu kegiatan dalam Geofisika

Kalo Geofisika itu belajar tentang bumi dengan prinsip kaidah fisika dan metode matematika. Lingkup bidangnya meliputi meteorologi, atmosfer, dan fisika ionosfer. Ilmu Geofisika akan menganalisis fenomena fisika yang terjadi di bumi dan lingkungannya sekarang dan masa lalu agar proyeksinya bisa dilihat di masa yang akan datang. Dengan kata lain, bisa dibilang kalo geofisika itu ranah kajiannya di atas bumi.

Lain halnya dengan geodesi. Ilmu ini belajar tentang gimana cara bikin peta, pemodelan dengan sistem proyeksi yang sesuai, hingga menghasilkan peta yang akurat baik dari segi lokasi / koordinatnya (geometrik) maupun tampilan visualnya (radiometrik). Tidak hanya pemetaan darat, geodesi juga memetakan bagian dasar laut atau bisa disebut juga dengan batimetri. Jadi lingkup kajian geodesi itu di permukaan bumi.

Nah kalo Geografi sendiri sebetulnya juga mempelajari ketiga ilmu geo lainnya secara umum. Tapi di Geografi, seperti yang sebelumnya udah gue sebutin, ngga cuma bahas soal sainsnya Bumi tapi juga aspek sosialnya. Ilmu Geografi itu lingkupnya sangat luas. Tentunya belajar pemetaan seperti Geodesi, sedikit belajar tentang struktur bumi, dan juga membahas tentang bagian atmosfer bumi. Namun kecenderungan ilmu Geografi, lingkup kajiannya adalah di permukaan bumi.

Nah, gitu deh, gambaran mengenai Geografi. Kesimpulannya, ilmu Geografi itu memang masuk ke dalam kategori IPA dan IPS, karena mencakup aspek dari keduanya. Jadi untuk teman-teman yang nanti mau masuk jurusan ini, gue berharap lo udah ngga bingung lagi, ya. Sesuai kata kak Rifad juga, Geografi itu bukan cuma belajar batuan aja, tapi aspeknya ada banyak banget. Makasih banget udah mau baca artikel gue ini. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel berikutnya!

See you!

Referensi:

http://www.zonasiswa.com/2014/05/pengertian-geografi-lengkap-pendapat.html
https://www.youthmanual.com/index.php/cari-jurusan/mipa/geografi
Silabus Departemen Geografi UI 2012
Sumber gambar Geografi Manusia: https://www.haashall.org/ap-human-geography-review-dates-and-times/
Sumber gambar GIS: http://www.esri.com/news/arcnews/summer09articles/gis-designing-our-future.html
Sumber gambar GPS http://www.mountmag.com/2017/09/26/memilih-gps-yang-tepat-untuk-mendaki-gunung/
Sumber gambar theodolite: https://www.123rf.com/photo_15319976_3d-total-station-theodolite-isolated-on-white.html
SUMBER: HTTP://WWW.ESRI.COM/NEWS/ARCNEWS/SUMMER09ARTICLES/GIS-DESIGNING-OUR-FUTURE.HTML

———————CATATAN EDITOR———————

Jika kamu ingin bertanya seputar jurusan Geografi ke kak Lina, silakan post pertanyaan kamu di kolom komentar, ya!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.