Kompilasi Pemenang Lomba Blog: Belajar Berkelanjutan karena Zenius!

Efek belajar bareng Zenius ga sekadar dapat nilai tinggi atau masuk kampus impian. Itu cuma bonus. Simak cerita pengguna Zenius yang memiliki semangat #BelajarBerkelanjutan dan berkomitmen menjadi lifelong learner.

Hai guys. Masih ingat kan beberapa waktu lalu Zenius kembali menjalankan tradisi untuk menggalang cerita inspiratif dari pengguna zenius? Yes, lomba blog untuk mengisi waktu libur kenaikan kelas. Lomba blog kali ini diadakan dari 6-22 Juli 2018. Total ada 101 blog submissions yang sudah memenuhi persyaratan lomba dan fokus menceritakan semangat #BelajarBerkelanjutan mereka. Juri lomba blog kali ini adalah gue dan Yudhis (Yuuji-Sensei) selaku Editor Zenius Blog. Akhirnya terpilihlah 5 cerita #BelajarBerkelanjutan inspiratif yang berhak memenangkan sepasang buku keren dari Zenius.

Dalam menentukan tema lomba blog kali ini, kami mencari angle baru. Setuju dong kalo gue bilang Zenius udah punya segudang cerita lolos PTN. Harus bisa lebih dari itu. Kalo cerita transformasi? Bagus, tapi masih bisa lebih dari itu juga. Akhirnya dipilihlah tema #BelajarBerkelanjutan. Dengan tema ini, kami berharap menjaring cerita yang sebelumnya belum terdengar. Suara para alumni Zenius yang bercerita gimana nilai-nilai pendidikan yang Zenius ajarkan terus membantu mereka sampai dunia perkuliahan. Cerita pengguna Zenius yang mendapati keterbatasan atau kegagalan, tapi tetap semangat untuk belajar dan memperbaiki diri. Dan masih banyak lagi.

Melalui tema #BelajarBerkelanjutan, kami ingin menunjukkan bahwa efek belajar bareng Zenius itu ga sekadar dapat nilai tinggi dan masuk kampus impian. Itu cuma bonus. Efek belajar Zenius jauh lebih dalam dari keberhasilan akademis. Apapun hasil yang diraih, mau sukses ataupun gagal, banyak pengguna Zenius yang tidak menyesal. Karena bersama Zenius, you can be a better person.

Baiklah, daripada gue yang boasting sendiri, mendingan kita langsung simak aja kelima cerita pembelajar kehidupan yang inspiratif berikut ini.

*gue ambil fotonya dari socmed kalian ya*

 

Syifa Aulia

Instagram: @syifa.aulia.96

Zenius & Lifelong Learning Mindset

Saking merasakan efek Zenius ke kehidupannya, Syifa pun sedang menggarap skripsi tentang Zenius Education.

Sejak mengenal Zenius di penghujung SMA, cara pandang Syifa terhadap ilmu pengetahuan berubah total, khususnya mengenai jurusan. Sebelumnya, ia memilih jurusan dengan alasan “yang penting kuliah”. Sejak kenal Zenius, Syifa memilih jurusan karena terkesima dengan the beauty of knowledge yang ditawarkan suatu bidang ilmu. Di tahun terakhirnya sebagai mahasiswa Psikologi UNPAD, Syifa terus mengusung cara belajar berorientasi konsep yang ditanamkan Zenius. Karena sudah terbiasa belajar pake konsep, Syifa jadi bebas dari beban belajar hafalan yang menndangkalkan nalar. Fundamental skills yang didapat di Zenius Learning juga mempengaruhi Syifa dalam menentukan masa depan, dari yang tadinya pragmatis menjadi mencari sesuatu yang meaningful.

Untuk Syifa yang sedang mencari tujuan meaningful untuk masa depannya, Zenius membekalinya dengan sepasang buku Problem Solving 101 by Ken Watanabe dan Deviate: The Science of Seeing Differently – Beau Lotto. Semoga lancer ya skripsinya, Syifa ?

 

Muhammad Aidhil Firmansyah

Instagram: @aidhilf

Perjuangan Mantan Anak Band Buat Jadi Dokter

Kalo ada temen lo yang tiap hari bawa gitar ke sekolah, nah itu persis Aidhil banget. Aidhil menghabiskan masa SMA-nya sebagai anak band. Kalo ga nge-band, Aidhil malah sibuk pacaran atau main futsal. Pelajaran sekolah jaraang banget kesentuh. Kebayang dong rapor Aidhil kayak gimana? ?

Semuanya berubah saat negara api menyerang, of course saat Aidhil mulai mengenal SBMPTN di kelas 12. Momen ini sekaligus memperkenalkannya pada Zenius. Hasil pergumulan Aidhil dengan Zenius Learning memunculkan tekadnya untuk menjadi dokter. Perjuangan pun dimulai. Aidhil putus dengan pacarnya. Gitarnya pun dimuseumkan sementara. Aidhil berubah jadi kutu laptop, mantengin video zenius.net tiap hari. Aidhil yang dulunya masa bodo, jadi rajin ikut try out dan ia dokumentasikan dengan sangat lengkap.

Semuanya berbuah manis, Aidhil diterima di Universitas Sriwijaya – Pendidikan Dokter. Uniknya, walaupun telah berhasil menaklukan SBMPTN 2018, Aidhil malah lanjut jadi premium member di zenius.net selama setahun ke depan karena pengen belajar berbagai cabang ilmu Soshum. Cool..

Untuk cerita perjuangannya, Zenius memberi Aidhil sepasang buku Problem Solving 101 by Ken Watanabe dan Factfulness by Hans Rosling.

 

Ahmad Muzaki

Twitter: @_muzaki_

Manusia Imajiner

Semangat #BelajarBerkelanjutan itu tidak melulu tentang kehidupan akademis. Efek transformasi Zenius buat Jeki bisa dilihat dari gimana Jeki gemar menerapkan logika dan penalaran ilmiah ke kehidupan sehari-hari, mulai dari pengalamannya kecelakaan motor, hobinya di dunia sepakbola, serta pengalamannya scuba diving. Sekarang cara Jeki memandang dunia mirip dengan Tony Stark dari balik Iron Man suit-nya, yang dilengkapi matriks, analisis data, dan rekomendasi untuk mengambil keputusan dengan lebih baik. Ga sampai di situ, Jeki jadi punya koleksi buku yang ajib dan semangat belajar programming serta beberapa bahasa asing. Teruskan semangat belajarmu, Jek!

Zenius mengganjar cerita Jeki dengan sepasang buku Problem Solving 101 by Ken Watanabe dan Thinking in Bets by Annie Duke. 

 

Armando Ariakta Aloanis

Instagram: @armandoaloanis

Gua Jatuh Cinta Sama “Ilmu” Yang Gua Tekunin

Siapa bilang semangat #BelajarBerkelanjutan itu hanya dimiliki pelajar yang mengenyam pendidikan di universitas bergengsi? Semenjak belajar bareng Zenius, Arman mendapatkan “anugerah” yang bisa dirasakan para pengguna Zenius, yaitu jatuh cinta dengan ilmu pengetahuan. Ketika kita sudah cinta pada sebuah ilmu, semangat belajar pun meroket. Di sini Arman sadar, berbekal semangat tersebut, lo bisa belajar di mana aja, dari mana aja, bahkan di tempat yang terbatas sekalipun. Arman memilih untuk berkuliah di universitas negeri di daerahnya, yaitu Universitas Negeri Manado. Arman yang memasuki semester 3 di kuliah, ingin membuktikan bahwa ia juga bisa bersaing secara sehat dengan mahasiswa dari universitas ternama, melalui kreasi dan inovasi.

Zenius membekali semangat Arman dengan sepasang buku Problem Solving 101 by Ken Watanabe dan A Field Guide to Lies and Statistics by Daniel Levitin. Ditunggu karyanya dari tanah Sulawesi ya, Arman ?

 

Rani Mulyani

Facebook: Rani Mulyani

Zenius: A Wonderful Learning Journey

Satu lagi yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menggapai masa depan. Keterbatasan finansial dan penyakit yang dideritanya tidak membuat semangat #BelajarBerkelanjutan Rani padam. Dengan sokongan moral dari konten-konten Zenius, Rani jadi menikmati proses belajar, semangat ikut berbagai lomba, dan ikut organisasi untuk mengasah kemampuan komunikasi. Rani pun mantap ingin menggeluti ilmu Geologi untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah energi di Indonesia.

Untuk terus mengobarkan semangat Rani, Zenius menghadiahkan sepasang buku Problem Solving 101 by Ken Watanabe dan Before You Know It: The Unconscious Reasons We Do What We Do – John Bargh, PhD.

****

Masih ada 10 lagi cerita pengguna Zenius dengan semangat #BelajarBerkelanjutan yang sayang banget kalo dilewatkan.

  1. Efek belajar Zenius masih terus dirasakan Biila di dunia kuliah, mulai dari membantu Biila mengatur waktu kuliah, meningkatkan IP, serta aktif mengikuti banyak seminar dan konferensi nasional/internasional.

  2.  Zenius mengajarkan problem solving skills yang sangat kepake di kuliah Arsitektur yang dijalani Fefe. Seperti kata dosen-dosen Fefe, “Design is a solution to a problem”.

  3. Cerita Lila yang pedekate-in Matematika bareng Zenius. Dari yang tadinya merasa “dodol Matematika selamanya”, sekarang Lila sudah belajar Matematika dengan berkelanjutan.

  4. Cerita Aur yang mengatasi rasa malasnya untuk belajar dengan motivasi dan cara belajar yang tepat.

  5. Kegagalan tidak memadamkan semangat #BelajarBerkelanjutan Noorah untuk menjadi pribadi yang terus berkembang dan meraih cita-citanya.

  6. Cerita Alif yang tadinya merasa dirinya ga tau diri jadi tercerahkan sejak meng-khatamkan video-video di Zenius Learning. Ia pun menerima kegagalan dan semangat menjalani gap year bersama Zenius.

  7. Gara-gara Zenius, Tasya jadi langganan juara kelas dan lolos SNMPTN.

  8. Kegagalan dan Zenius mentransformasi Farah menjadi pejuang tangguh di gap year tahun ini.

  9. Cerita Feli yang melakukan revolusi diri gede-gedean setelah kenal Zenius.

  10. Zenius telah mengubah cara Risma memandang ilmu. Ilmu itu untuk dimengerti, bukan untuk dikompetisikan.

Kami sangat menghargai usaha kalian untuk menulis dengan begitu lengkap dan panjangnya. Gue ngerti kok ga semua dari kalian yang terbiasa menulis. Bahkan ada yang berusaha keras memberanikan diri bikin blog pertama kali karena mau ikutan lomba blog Zenius. Tapi terlepas menang atau tidak, semoga partisipasi lo di lomba blog kali ini bisa jadi sarana #BelajarBerkelanjutan lo untuk mengasah kemampuan menulis ya. ?

Gue mewakili tim Zenius berterima kasih banyak buat partisipasi kalian semua di lomba blog #BelajarBerkelanjutan karena Zenius. Komitmen kami untuk menumbuhkan motivasi belajar mandiri dan rasa penasaran terhadap ilmu pengetahuan rasanya semakin banyak diamini oleh pelajar Indonesia. Semoga kelak makin banyak lagi manusia Indonesia yang lebih matang serta bertanggung jawab secara pribadi, sosial, maupun profesional.

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada yang pengen ngobrol sama Fanny, komen atau bertanya ke kelima pemenang di atas, atau mau share juga semangat #BelajarBerkelanjutan kamu, tinggalin aja comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.