Seleksi Mandiri Menggunakan Nilai SBMPTN 2018

Salah satu mekanisme dalam seleksi mandiri masuk PTN adalah seleksi mandiri dengan menggunakan nilai SBMPTN. Nah apa sih maksudnya itu? Gimana prosedur seleksinya?

Buat kamu yang belum lolos di SBMPTN 2018 ini, masih ada satu jalur masuk PTN yaitu melalui seleksi mandiri. Seleksi mandiri adalah seleksi yang dilaksanakan oleh PTN di luar SNMPTN maupun SBMPTN. Hampir semua PTN melaksanakan seleksi mandiri untuk program S1-nya. Nah karena dilaksanakan oleh masing-masing PTN sendiri, maka mekanisme seleksi, dan tentu saja, aturan seleksinya juga tergantung masing-masing PTN.

Beberapa bentuk seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh PTN antara lain:

1. Tes

  • Ujian mandiri: seleksi melalui tes yang dilakukan oleh kampusnya sendiri (misalnya SIMAK UI, UTUL UGM, UTM IPB, dll.)
  • Ujian bersama: seleksi melalui tes secara bersama-sama oleh beberapa PTN (misalnya SMMPTN Barat yaitu seleksi mandiri bersama PTN-PTN yang berada di wilayah barat)

2. Tanpa tes

  • Seleksi raport: seleksi tanpa tes melalui nilai raport (misalnya PBUTM UGM)
  • Seleksi melalui nilai SBMPTN (misalnya seleksi mandiri Unair, ITS, UB, UPN Jakarta, UNS, dll.)

Dengan alokasi penerimaan jalur mandiri sekitar 30% kuota, maka peluang untuk diterima di jalur ini cukup terbuka.

Khusus untuk seleksi dengan tes atau seleksi raport, kurang lebih kamu sudah paham lah ya tentang sistem atau mekanisme pelaksanaannya.

Nah biasanya, masih banyak siswa yang belum paham tentang seleksi melalui nilai SBMPTN. Oleh karena itu dalam artikel ini aku akan mencoba membahas lebih detail seluk beluk seleksi mandiri PTN dengan menggunakan nilai SBMPTN.

Gambaran Umum

Mulai tahun 2017 kemarin, cukup banyak PTN yang mengubah jalur seleksinya dari tes tertulis menjadi tanpa tes memakai nilai SBMPTN. Hal ini mengacu pada Permenristekdikti Nomor 126 Tahun 2016 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri, Pasal 12 (dua belas)  ayat 2 (dua) yang menyatakan bahwa,

“Seleksi Mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat”.

Oke, jadi seleksi mandiri melalui nilai SBMPTN merupakan seleksi tanpa tes dengan melihat nilai SBMPTN 2018.

Jadi misalnya setelah kamu daftar, PTN penyelenggara seleksi mandiri akan meminta nilai SBMPTN-mu ke panitia SBMPTN. Lalu dari nilai yang didapat dari panitia SBMPTN, nilaimu akan diranking bersama anak-anak yang memilih di jurusan yang sama. Jika setelah diranking kamu masuk kuota diterima, maka kamu akan lolos. Jika tidak, maka ga lolos.

Proses seleksi ini berlangsung tanpa kamu tau nilai SBMPTN-mu. Jadi setelah daftar, kamu cenderung pasif, tinggal nunggu hasil seleksinya saja.

 

PTN Penyelenggara Seleksi Mandiri dengan Nilai SBMPTN

Meskipun telah diatur dalam Permenristekdikti, namun ga semua PTN menggunakan mekanisme seleksi dengan menggunakan nilai SBMPTN tersebut. Beberapa PTN masih menggunakan seleksi mandiri dengan ujian atau mekanisme lain seperti yang telah aku tulis di atas.

Beberapa PTN yang memakai nilai SBMPTN di seleksi mandirinya antara lain:

  • Mengikuti SBMPTN 2018
  • Tidak diterima di SBMPTN 2018
  • Mendaftar sesuai dengan kelompok jurusan di SBMPTN dulu. Apabila di SBMPTN 2018  kamu mendaftar saintek, maka di seleksi mandiri ini kamu cuma bisa daftar saintek, begitu pula sebaliknya.
  • Tidak harus memilih SBMPTN di PTN tersebut. Namun khusus untuk seleksi mandiri Unsoed dan Unhas, di SBMPTN 2018 kamu juga harus memilih PTN tersebut.

Keuntungan dan Kerugian Ujian Mandiri Memakai Nilai SBMPTN

Keuntungan

1. Di SBMPTN bisa set pilihan jurusan agak tinggi

Nah dengan banyaknya PTN yang menggunakan sistem di atas, keuntungannya, kamu bisa memilih jurusan dengan persaingan yang tinggi di SBMPTN. Selama ini banyak yang memilih pilihan kedua dan ketiga SBMPTN sebagai pilihan yang “aman”. Karena banyak yg khawatir ga bakal diterima seandainya nilainya jelek. Nah dengan banyaknya PTN yang memakai nilai SBMPTN di seleksi mandirinya, maka kamu bisa set pilihan yang tinggi, dengan asumsi apabila kamu ga lolos di target jurusan yg tinggi tersebut, nilaimu masih bisa digunakan buat daftar di beberapa PTN yg ujian mandirinya memakai nilai SBMPTN tersebut. Asalkan nilai SBMPTN-mu ga jeblok.

2. Bisa daftar di beberapa PTN sekaligus

Kamu bisa daftar di beberapa PTN sekaligus, tanpa disibukkan oleh tes. Tinggal daftar, dan nunggu pengumuman aja. Jadi usahakan kamu punya simpanan duit yang banyak apabila emang pengen daftar di beberapa PTN.

Kerugian

1. Tidak bisa memperbaiki nilai SBMPTN

SEANDAINYA nilai SBMPTN-mu terlanjur jeblok, entah karena nervous pas hari H atau ada kendala lain, maka akan susah juga diterima di seleksi ini. Oleh karena itu usahakan buat mendapatkan nilai setinggi mungkin di SBMPTNnya.

2. Tidak bisa mengetahui nilai

Ini salah satu hal yang menurutku cukup aneh dari mekanisme seleksi ini. Peserta ga mengetahui nilai SBMPTNnya, tapi dia mendaftarkannya untuk sebuah seleksi yang hasil rankingnya juga tidak dia ketahui pula. Jadi ketidaktransparanan yang berlapis-lapis.

 

Beberapa Tips Memaksimalkan Peluang di Sistem Seleksi Ini

1. Memperkirakan nilai SBMPTN

Karena nilai SBMPTN ga dipublish, alangkah baiknya kamu membuat perkiraan nilai SBMPTN-mu sesuai dengan kunci jawaban dari bimbel atau internet. Dari perkiraan tersebut, kamu jadi punya gambaran kasar, apakah nilai SBMPTN-mu itu jeblok atau enggak.

2. Daftar setelah pasti tidak diterima SBMPTN

Apabila kamu lihat di jadwal pendaftaran beberapa PTN di atas, terlihat bahwa pendaftaran seleksi mandiri tersebut sudah membuka pendaftaran sejak jauh-jauh hari sebelum pengumuman hasil SBMPTN. Apabila kamu mendaftar sebelum pengumuman dan ternyata diterima di SBMPTN, maka otomatis seleksi mandiri mu tidak akan diproses dan uang pendaftarannya hangus. Jadi untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa mendaftar setelah pengumuman SBMPTN tanggal 3 Juni 2018.

 

FAQ

Q: Kalo sbm kemaren ngga di universitas yg ada daftar di atas, apakah bisa daftar seleksi mandirinya?

A: Untuk Unsoed dan Unhas ga bisa, untuk PTN lainnya bisa

Q: Saya diterima di plihan 3 SBMPTN. Tapi saya tidak suka dengan pilihan 3. Bolehkah saya mengikuti UM nilai SBMPTN?

A: Tidak bisa. Kamu bisa mengikuti ujian mandiri dengan mekanisme ujian tertulis seperti UTUL UGM, UTM IPB, SMMPTN Barat, dll.

Q: kalo kita mau daftar bisa tau nilai sbmptn gak? Takutnya nilai sb malah gak bagus

A: Tidak bisa tau. Oleh karena itu aku saranin buat nyocokin jawabanmu dengan kunci jawaban SBMPTN yang beredar di internet

Q: kalo pas sbm ambil saintek terus ini mau ambil soshum bisa gak?

A: Tidak bisa. Kalau SBMPTN ambil IPC, bisa. Kamu bisa mengikuti ujian mandiri dengan mekanisme ujian tertulis seperti UTUL UGM, UTM IPB, SMMPTN Barat, dll. trus ambil soshum.

=============================================================

Demikian pembahasan tentang Seleksi Mandiri dengan Memakai Nilai SBMPTN. Kalau masih ada pertanyaan bisa kamu ajukan di komentar. Semoga bermanfaat ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.