Tips Menjawab Soal dengan Sistem Penilaian Baru di SBMPTN 2018

Artikel ini akan mengupas sistem penilaian baru di SBMPTN 2018, mekanisme penghitungannya, efek jawaban salah dan nembak saat ujian, dan tips menjawab soal dengan sistem penilaian yang baru.

Haloo. Apa kabar nih semuanya? Akhirnya kita bertemu lagi ya! Hehe :p

Nah, kali ini gue akan membahas sistem penilaian SBMPTN yang mengalami perubahan. Jangan panik dan jangan galau dulu ya! Gue mengerti, sesuatu yang tiba-tiba berubah pasti rasanya gak enak. Apalagi kalo perubahannya mepet dan mendadak, seperti dalam konteks SBMPTN yang udah mau mendekati hari H ini. Mungkin beberapa di antara kalian udah mateng  mempersiapkan strategi menjawab soal dengan sistem penilaian 4-0-(-1) seperti biasa, tapi sekarang jadi merasa down lagi karena sistemnya berubah. Gak papa kok, tenang, jangan jadi gak bersemangat dulu yaa. Gue siap membantu 😀

Pada artikel ini, gue akan ceritain tentang sistem penilaian baru di SBMPTN 2018 nanti, simulasi yang dilakukan tim Zenius menggunakan sistem baru ini, efeknya ke nilai akhir yang lo dapatkan nanti, dan pastinya dan paling penting adalah tips dalam ngejawab soal-soal di SBMPTN ini. Semoga artikel ini bisa membuat lo tetap atau malah bertambah semangatnya. Mudah-mudah juga, perubahan sistem yang ada ini gak mempengaruhi cara belajar lo yang udah lo lakuin dari kemarin. So, udah pada ready? Yuk, mulai!

 

SISTEM PENILAIAN TERBARU SBMPTN 2018

Mungkin ada yang sudah tau kalau sistem penilaian SBMPTN 2018 ini tidak lagi menggunakan sistem nilai 4-0-(-1), tapi menjadi 1-0-0. Gue akan mengulangi detail-nya sekali lagi di sini supaya lebih jelas.

Dari tahun-tahun sebelumnya sampai pada tahun 2017 kemarin, sistem penilaian SBMPTN yang kita semua tau adalah 4-0-(-1), maksudnya:

  • kita akan mendapat skor 4 untuk tiap soal yang kita jawab dengan BENAR,
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang TIDAK JAWAB atau KOSONG, dan
  • kita akan mendapat skor (-1) untuk tiap soal yang kita jawab SALAH.

Nah, tahun 2018 ini, sistem penilaiannya akan menjadi 1-0-0, maksudnya:

  • kita akan mendapat skor 1 untuk tiap soal yang kita jawab dengan BENAR,
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang TIDAK JAWAB atau KOSONG, dan
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang kita jawab SALAH.

Sampai di sini sudah mengerti kan ya perbedaannya? Okee. Kita lanjut ya.

Selain sistem scoring seperti tadi, metode penilaian di tahun 2018 ini juga katanya akan memperhatikan karakteristik tiap soalnya, khususnya di tingkat kesulitan untuk membedakan kemampuan peserta. Jadi, Panitia Pusat SBMPTN akan melakukan metode penilaian ini melalui 3 tahap:

Tahap I

Seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dan diberi skor 1-0-0 seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Tahap II

Tiap soal akan dianalisis karakteristiknya dengan pendekatan Teori Respons Butir (Item Response Theory). Salah satunya, akan dilihat tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain dengan melihat respons jawaban yang masuk dari semua peserta SBMPTN tahun 2018. Dengan perhitungan tertentu, akan terlihat soal mana yang masuk kategori susah, sedang, atau gampang.

Tahap III

Karakteristik soal yang diperoleh di Tahap II kemudian akan digunakan untuk menghitung skor tiap peserta. Jadi, akan ada pembobotan soal. Soal yang dianggap susah nantinya pasti akan mendapat bobot lebih tinggi dibanding soal yang dianggap mudah. Jadi, kalo ada peserta yang menjawab JUMLAH SOAL yang SAMA dengan BENAR, maka skornya BELUM TENTU SAMA, tergantung dari nomor soal mana yang mereka jawab.

Misalnya, nih:

Peserta A menjawab lima soal dengan BENAR, yaitu nomor 1, 2, 3, 5, 6. Sedangkan peserta B menjawab lima soal dengan BENAR di nomor 1, 2, 3, 7, 8. Nilai keduanya belum tentu sama, tergantung bobot soal di tiap nomor yang mereka kerjakan.

Kebayang?

Nah. Pertanyaan yang akan muncul biasanya begini:

"Jadi, saat tes, gimana kita tau, nomor soal yang sedang kita kerjakan itu termasuk nomor soal yang bobotnya susah atau enggak?"

Gue paham kalo lo pasti pengen ngumpulin skor sebanyak-banyaknya. Selain ngumpulin skor dari soal gampang, lo juga pasti pengen dan penasaran dong untuk mengerjakan soal yang termasuk kategori susah, supaya skor yang dikumpulin bisa lebih banyak lagi. Ya, gak?

Nah, lo perlu ingat penjelasan tahapan metode penilaian sebelumnya, yaitu di Tahap II (coba dilirik lagi ke atas). Singkatnya, saat mengerjakan soal, kita GAK BISA TAU mana nomor-nomor soal yang termasuk kategori susah, sedang, atau yang gampang karena penilaiannya akan bergantung pada jawaban yang masuk dari seluruh peserta SBMPTN 2018 saat itu. Jadi, setelah seluruh jawaban peserta SBMPTN masuk, baru bisa dianalisis karakteristiknya. Soal-soal nomor berapa saja yang paling banyak dijawab benar oleh peserta tahun 2018 itu. Semakin banyak yang menjawab dengan benar, berarti ada kemungkinan nomor soal tersebut termasuk kategori gampang. Begitu juga sebaliknya. Gampangnya sih, gitu walaupun sebenarnya perhitungan IRT jauh lebih kompleks dari ini.

"Terus, dengan perubahan ini, bisa diprediksi gak sih, kecenderungan peserta SBMPTN tahun 2018 ini dalam menjawab soal gimana?"

Hmm, tebakan cepat gue, kalo gak ada "dosa" (gak ada nilai minus), pasti semua orang pengen nembak. Ya gak? :p

“Mayanlah nembak aja siapa tau bener kan!”

Apalagi kalo udah mendekati bel.

“Yak, 10 menit lagi dikumpulkan ya.” |“Wah, wah, okeoke itung kancing dulu, Bro.” (ngomong sama diri sendiri).

Terus yaudah langsung aja deh, bat-bet-bat-bet ngitemin jawaban hasil ngitung kancing. Tebakan gue sih itu yang akan terjadi. Di bawah, gue akan kasih liat juga data yang mendukung tebakan gue ini. Keep readiing 🙂

 

SEKILAS TENTANG METODE PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY

Karena istilahnya panjang, gue singkat aja jadi IRT ya. Setelah gue baca sekilas tentang si Metode IRT ini, ternyata kepala gue cukup dibuat ngebul. :p Perhitungannya sangat kompleks, variabel yang diperhatikan untuk menentukan bobot tiap soal juga banyak sekali. Jadi, ternyata scoring 1-0-0 tadi tidak akan menjadi sesimpel itu perhitungannya.

Dalam melihat karakteristik suatu soal untuk ditentukan bobotnya, metode IRT ini memperhitungkan beberapa hal, yaitu:

  • daya beda tiap nomor soal
  • taraf kesusahan tiap nomor soal
  • faktor kebetulan dalam menjawab tiap nomor soal

Daya beda adalah kemampuan suatu soal untuk dapat membedakan antara siswa yang sudah menguasai materi yang ditanyakan dengan siswa yang belum menguasai materinya. Semacam melihat kualitas soalnya, bagus atau enggak.

Taraf kesusahan adalah peluang untuk menjawab suatu soal dengan benar. Kalo banyak peserta yang menjawab salah, berarti soal tersebut susah. Kalo banyak yang jawab benar, berarti gampang. Simpelnya begitu.

Faktor kebetulan dalam menjawab soal akan menghitung kemungkinan peserta yang menjawab soal tertentu dengan benar walaupun sebenarnya dia gak mengerti materinya itu gimana. Ya bisa dibilang, faktor kebetulan ini menghitung kemungkinan nembak di suatu soal.

Nah, jadi lumayan kompleks kan? Gue sendiri gak mengerti cara ngitung detilnya gimana untuk menghasilkan nilai persentase skor akhir SBMPTN lo besok ini. Satu hal yang pasti, gak cuma scoring 1-0-0, tapi masih banyak aspek yang mesti dikutak-katik dari hasil scoring itu.

Tapi hal ini gak perlu lo pikirin sedetil itu kok. Tenang. Gue cuma mau memberikan informasi aja supaya lo kebayang IRT itu ngapain sih. Jangan ikutan pusing ya, mending lanjut baca lagi 🙂

 

DATA PERBANDINGAN HASIL TRY OUT SBMPTN DENGAN SISTEM PENILAIAN LAMA DAN BARU

Nah, berikut ini ada data menarik yang diolah oleh Kak Nurul (Zenius Club Manager) atau yang lebih kita kenal dengan Kak Qom :p Jadi, Kak Qom melakukan online try out untuk murid-murid Zenius Club. Try out dilakukan untuk mata pelajaran TKPA dan Saintek sebanyak dua kali, masing-masing dengan sistem penilaian yang berbeda.

Try out pertama dilakukan dengan sistem scoring lama, 4-0-(-1). Try out kedua dilakukan dengan sistem scoring terbaru, yaitu 1-0-0 (tapi belum menggunakan perhitungan pembobotan). Data yang ditemukan begini:

Persentase Jawaban Kosong

Dari tabel di atas, perbedaan yang kita bisa lihat secara signifikan adalah PERSENTASE JAWABAN KOSONG. Untuk mata pelajaran TKPA, persentase jawaban kosong mengalami penurunan jika dilihat dari try out 1 ke try out 2, dari 38% menjadi 18%. Begitu juga persentase jawaban kosong di mata pelajaran Saintek, turun dari 65% jawaban yang kosong menjadi hanya 27% saja.

Sebenernya, ini baru data kecil-kecilan karena try out dengan metode scoring 1-0-0 ini baru dilakukan satu kali. Tapi, dari tabel di atas, tidak salah kalo kita menyimpulkan bahwa dengan perubahan sistem scoring menjadi 1-0-0, kemungkinan peserta try out untuk menjawab soal lebih banyak menjadi lebih besar, terlepas jawabannya benar atau salah. Yang pasti, jumlah soal yang dijawab menjadi lebih banyak. Dengan kata lain, sistem baru ini membuat peserta jadi lebih gak takut untuk nembak :p

Persentase Jawaban Salah

Oke balik lagi lihat tabel di atas. PERSENTASE JAWABAN SALAH untuk mata pelajaran TKPA malah menjadi naik. Di try out 1, yang tadinya 21% menjadi 36% di try out 2. Hal ini juga terjadi di mata pelajaran Saintek. Di try out 1, persentase jawaban salahnya 16%, di try out 2 menjadi 48%. Cukup tinggi sih ya, peningkatannya.

Jadi, apa yang bisa kita simpulkan dari tabel di atas? Dugaan simpelnya:

Dengan sistem scoring 1-0-0, peserta ujian akan lebih cenderung untuk nembak, tapi ternyata jawaban salahnya juga naik.

Hehe. Jadi, ya gak jaminan banyak nembak, banyak jawaban bener.

"Tapi Kak Wilo, gakpapa dong, sebenernya kalo NEMBAK, terus SALAH, kan skor-nya 0 gak (-1)?"

Iya gakpapa, kalo perhitungannya memang cuma 1-0-0. Tapi kan, ada hal yang kita gak tau tentang perhitungan pasti pembobotan dengan sistem IRT tadi. Bayangin aja misalnya nih, untuk soal nomor X, ternyata banyak peserta yang menjawab soal itu, tapi SALAH, bisa aja jadinya Si Soal X tadi dilihat sebagai soal yang masuk kategori susah. Jadi, untuk peserta yang menjawab dengan BENAR malah akan mendapat  bobot nilai lebih tinggi. Ya gak? Jadi, peserta-peserta yang nembaknya itung kancing dan salah, malah membuat Si Peserta yang menjawab soal X dengan benar, lebih untung.

Tapi gue ngerti kok, masalah nembak ini gak sesimpel boleh atau enggak. Realitanya gak sesederhana itu. Pas ujian, lo pasti akan ketemu situasi ketika lo akan tergoda untuk nembak. Misalnya, ternyata ada 20 soal yang gak bisa lo jawab. Lo pasti gemes lah membiarkan 20 soal itu kosong. Pasti ada rasa penasaran lo untuk menembak jawaban beberapa soal. Ya gak? Atau misalnya lagi, lo udah tau jawaban suatu soal itu apa, tapi lo masih ragu dengan pilihan jawabannya. Ini bakal jadi godaan banget kan buat nembak.

 

DAMPAK JAWABAN SALAH DAN NEMBAK DI SBMPTN 2018 DENGAN PERHITUNGAN ITEM RESPONSE THEORY

Nah, untuk lebih jelasnya, Wisnu OPS udah melakukan simulasi lanjutan. Tujuan simulasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak menembak pada soal yang dihitung dengan menggunakan IRT.

Simulasi yang dilakukan Wisnu menggunakan data try out beneran di ZeniusClub. Ada 50 soal di try out ini. Total ada 50 peserta, yaitu 49 peserta "asli" dari Zenius Club dan 1 peserta baru yang perilaku nembak-nya berubah-ubah (1 peserta sebagai eksperimen). Setelah dilakukan proses pembobotan IRT, ternyata ada 29 soal yang masuk kategori mudah dan ada 21 soal yang masuk kategori sulit. Berikut hasil simulasinya.

Oke, dari tabel di atas, lo bisa ambil 2 kesimpulan utama:

  1. Walaupun tidak ada minus di scoring 1-0-0, tapi sistem pembobotan soal di IRT membuat jawaban salah akan mengurangi nilai akhir lo dan pada akhirnya menurunkan peringkat lo.
  2. Nembak asal-asalan akan membuat nilai dan peringkat lo menurun.

Kalo lo penasaran dengan mekanisme simulasi di atas, lo bisa baca lebih detil setiap skenario yang ada di dokumen yang udah disiapkan Wisnu berikut ini:

>> Simulasi Try Out SBMPTN 2018 dengan Perhitungan Item Response Theory <<

 .

Disclaimer:

Wisnu menggunakan software Xcalibre 4.2 untuk simulasi ini. Berhubung doi masih pakai yang free version, maksimum peserta ujian yang bisa dimasukkin cuma 50. Jumlah soal yang bisa dimasukkin juga maksimum 50 soal. Idealnya, simulasi IRT sebaiknya dilakukan dengan data sekitar 400 peserta untuk memperoleh hasil yang benar-benar reliable. Jadi, ini hanya gambaran kasar, ya. Tapi, zenius berusaha memanfaatkan resource yang tersedia sekarang aja dulu untuk menjawab rasa penasaran menjelang SBMPTN 2018. Eksperimen dan data lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil simulasi di atas. Zenius emang rencananya mau meneliti lebih lanjut terkait hal ini. Tunggu aja hasilnya ya..

 

TIPS DALAM MENGERJAKAN SOAL SBMPTN 2018

Nah, gimana perasaannya setelah membaca penjelasan tentang sistem penilaian baru di atas? Bisa dimengerti atau malah tambah puyeng? :p

Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, atau at least jadi kebayang, gak terlalu meraba-raba lagi.

Sekarang masuk ke bagian yang paling lo tunggu-tunggu, yaitu tips menjawab soal di SBMPTN 2018 nanti.

1. Pahami Konsep

Kayaknya ini udah sering diingetin oleh Zenius ya bahwa belajar itu jangan sekadar menghafal. Ini berlaku di kondisi apapun. Belajar yang benar adalah dengan gak cuma ngafal, tapi dengan memahami konsep dasarnya sampai kalo lo ditanya, lo beneran mengerti dan bisa menjelaskan ulang. Dengan bener-bener memahami konsep dasar suatu teori atau materi, lo gak perlu panik mau metode penilaian tesnya gimanapun juga, lo pasti bisa jawab. Belajar hal lain secara umum yang bukan pelajaran sekolah dan yang gak ada tesnya, juga harus begini, yaa.

2. Kerjain dulu soal yang gampang

Untuk konteks SBMPTN besok ini, saran gue akan tetap sama dengan sebelumnya. Kerjain dulu soal-soal yang paling lo anggap gampang (yang paling bisa lo kerjain) dan soal yang lo yakin jawabannya BENAR. Nemu soal susah dikit atau kusut dikit, skip aja dulu. Jangan terlalu keasikan di satu soal doang. Inget, lo lagi ngerjain soal dalam suasana ujian, bukan kayak lagi belajar dan penasaran buat ngulik. Yang namanya ujian, waktunya terbatas. Lo harus bisa bagi waktu untuk setiap soalnya. Kalo lo udah kelar kerjain soal-soal yang gampang, nanti baru balik lagi ke soal susah kalo masih ada sisa waktu.

3. Boleh nembak, asal..

Gue GAK MELARANG LO untuk nembak. Tapi, alangkah baiknya, kalo paling tidak, nomor soal yang lo tembak punya kemungkinan benarnya lumayan besar. Misalnya, lo udah mengeliminasi 3 jawaban. Cuma ragu di antara 2. Lumayan kan, kemungkinannya jadi 50:50. Jadi, gak ngitung kancing banget. Kenapa? Karena jangan lupa, metode penilaian 1-0-0 ini juga disertai dengan perhitungan IRT yang kompleks pake bobot-bobotan.

Jadi, sebisa mungkiiin kalo nembak, jangan ngasal-ngasal amat. 🙂

Sekali lagi gue ulang, ya. Kalau nembaknya asal-asalan, sebaiknya jangan karena berpotensi mengurangi nilai. Tapi, kalo lo lumayan ngerti soalnya, hanya ragu-ragu di antara dua pilihan jawaban, gak papa ditembak.
Nembak 50:50 masih oke, nembak itung kancing, NO NO.

Lalu, lo harus perhatikan juga bahwa setiap tahunnya, ada aja soal SBMPTN yang super ambigu. Misalnya, pertanyaan soal gak jelas, terus jawaban di pilihannya ada 2. Atau biasanya di soal TKPA - TPA Pola Gambar, gambarnya gak kebaca, dll. Kalo lo ketemu soal yang super ambigu, saran gue sih sebaiknya di-skip aja. Dikosongin! Karena terlalu gambling. Kecuali, kalo misalnya lo udah lumayan yakin dengan jawabannya, ya silakan aja dipilih jawaban yang menurut lo bener. Nembak atau nge-skip kan sebenernya keputusan lo sendiri.

Dan pada akhirnya, kita harus inget kalo kita tetep harus fokus untuk menjawab soal dengan benar, BUKAN menjawab soal dengan sebanyak-banyaknya. Jadi, tetep kasih energi lo 100% dalam menjawab soal, ya!
Belajarlah dengan benar supaya kita bisa menjawab soal dengan benar juga.

Gue pasti akan doain lo semua!
Semoga artikel gue ini bisa mengurangi deg-deg-an lo dalam menghadapi SBMPTN besok.
GOOD LUCK!

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau nanya lebih lanjut ke Wilo atau Wisnu seputar penilaian baru di SBMPTN 2018 nanti, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.

  • Geraldo Manuhutu

    First

    • Muhammad Yassin

      kalah 2 minutes

  • Muhammad Yassin

    URANG AWAK

  • Rudi Afandi

    kakak, berarti nilai kita juga tergantung dari kemampuan musuh (peserta yg lain) kita?

    • Iya, bro. Soalnya, pas tahap dua itu pake data seluruh peserta SBMPTN untuk menganalisis soal sulit, sedang, gampang

    • Wilona A. Gatraputri

      iyaa betul 🙂

    • Ridho Rizqullah Victor

      ya, jadi jangan membahas soal sistem penilaian baru ke lawan yang belum tau (dan menganggap sistem penilaian baru boleh asal nembak) , anggap aja itu strategi

  • Muhammad Yassin

    hai kak wilona
    kok dikosongin super ambigu
    mana tau nembak bener kak?
    soalnya kalau kosong atau salah kan 0
    gak mines

    jadi efektifnya mana kak wilo?

    • Galuh Pradana

      lho jadi gini, kalo kamu nembak trus salah, poinnya bisa berkurang banyak
      jawaban kosong menurut data diatas lebih bagus ketimbang ada salah

      • Made

        Baca lagi dong, Zenius ga bilang jawaban salah mengurangi nilai, tapi meningkatkan bobot soal menjadi lebih tinggi sehingga soal bisa saja masuk ke dalam kategori sulit. Hal itu berakibat tingginya nilai soal bagi penjawab benar sehingga memengaruhi peringkat keseluruhan. Mengenai faktor kebetulan dalam menjawab soal, hal tersebut cuma kemungkinan doang, bahkan panitia membantah tentang hal tersebut. Saat ini kita hanya bisa berharap semoga pada naskah soalnya nanti dijelaskan sistem penilaiannya dengan serinci mungkin.

        • Diptags

          sistem penilaian kalau secara detil ga mungkin di naskah soal, karena itu hak dan rahasia mereka prosesnya, akan tetapi mungkin secara garis besar mungkin ada di naskah

          • Elsa Yolanda Sitanala

            btw , gue udh sering banget nelpon panitia sbmptn, dan mereka bilang "untuk sistem penilaiannya akan lebih jelas nanti saat tes terdapat aturanya setiap soal" itu sih yg gue dapet . kalo ga percaya coba aja telp panitia sbmptn

          • amalia zahra

            Nomernya yang mana ya? Pengin coba nelfon juga. Makasih

          • Elsa Yolanda Sitanala

            Liat di Halo sbmptn

    • Mandom Umaru

      wadoh, ente kayak gk paham sama artikel di atas

      • Ke-Ambiguan Logis

        gua ngakak,,, wkwkwkwkwk

  • Haduh pusing. Tetep semangat, brobro!

    • Wilona A. Gatraputri

      Jangan pusing mikirin itungan nilainya tapi ya. Pusing belajar ajaa. Semangat! 🙂

  • Fina Tri Agustin

    Wahhh akhirnya kegelisahan dan kebimbangan gue terjawab dengan artikel yang sangat lengkap ngejelasin bagaimana seharusnya kita menjaqab dengan sistem penilaian yg baru. Gue bingung banget karna banyak kabar burung beredar seperti ini:

    1. Sebaiknya isi aja karna kita gak perlu takut dpet minus
    2. Jangan asal nembak karna bakalan ada tahap analisis.

    Dan sekarang sudah terjawab :")
    Thank you Zeniusssss dan Kak Wilo !!! Bener-bener respon kegundahan user-nya banget sih gak ngerti lagi❤❤❤

    Semoga pejuang SBM dipermudahkan dalam mengisi soal, aamiin. Doain gue juga ya kak bisa masuk Sastra Indonesia di kampus Jogja idaman 😂😂

    • Ke-Ambiguan Logis

      Eh btw pernyataan 1 dan 2 lu kok saling bertentangannn

      • khairul umam

        Baca semuanya, dia bilang dua poin itulah keambiguannya, makanya bertentangan. Tapi sekarang udah kejawab sama artikel ini.

    • Wilona A. Gatraputri

      iya samasamaa. Yang penting sekarang tinggal belajarnya aja dikencengein lagi ya. AMIINN. Pasti didoain koo 😀

    • Rizky Anugrah Pratama

      Kak wilo, apakah Bobot nilai, ada juga di TKPA?

  • HY 🍉

    Thank you kakak atas penjelasaannya 🙂

    • Wilona A. Gatraputri

      samasamaa 🙂 semoga membantuu

  • Fatwah Inna

    Jangan panik! Maakasih kaak ❤

    • Wilona A. Gatraputri

      iyaaa. samasamaa

  • Mujahid Al Mutaz Billah

    Hmmm Xcalibre ya kak. Itu softwarenya sama kayak yang dipake GO di video YouTubenya dan udah dibantah sama panitia

    • Selvi Yuliansah Hassan

      Tapi intinya sama aja, jangan nebak.

    • Indra Cahya Ramdani

      Kapan panitia bantah ;v

    • Kartas

      Ada link berita panitia membantah atau sumber terkait?

    • Abu Dzar

      di Video paman apiq dijelasin lebih detail bantahan nya

      dia juga nampilin statement rektor ITS yg merupakan salah satu panitia SBMPTN, beliau bilang katanya soal salah sama sekali ga memengaruhi akhir yg memengaruhi cuma bobot soal yg dijawab betul itu aja. Mungkin sistem IRT yg dijelasin itu beda dengan sistem IRT yg dipake sbmptn, kan IRT itu banyak variablenya dan bisa diubah/diatur sesuka hati.

      • Afrizal D’artagnan

        yup, lagipula bapak Mohammad Natsir bilang katanya tujuan adanya IRT di sbmptn adalah supaya peserta menjawab semua soal dan tidak ada yang dikosongin.

        Lagipula jangan takut sama orang yang ngasal nilai asli mereka gak akan jauh beda ama nilai ngasal, gak akan ada orang yang skor sbmptn nilai aslinya betul 35% terus gara-gara ngasal naik jadi 55% terus masuk ITB gak akan ada yang kaya gitu. yang ada itu paling yg skor nya 53% trus gara2 ngasal jadi 55% dan masuk ITB. intinya orang itu emang udah pinter dan udah berusaha keras.

      • Diah

        gua baca artikel yg dikutip di video itu ada kalimat: “Metode penilaian pada SB­MPTN 2018 ini memperhitung­kan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta serta memperhitung­kan karakteristik setiap soal jawaban yang salah atau tidak dijawab,”lanjut Joni.
        http://surabaya.tribunnews.com/2018/04/21/beredar-edaran-bimbel-jawaban-salah-pengaruhi-nilai-akhir-sbmptn-panitia-sbmptn-bantah-hal-ini?page=3.

        Nah perhitungan karakteristik itu sampai sejauh mana, jumlah kesalahan peserta ini bakal mempengaruhi total nilai populasi sejauh mana? Kan kita juga tau kalau nilai kita tergantung pula sama peserta-peserta lainnya. Sayangnya ga dijelaskan sama sekali sistem penilaian IRT ini.

        Siaran pers berkali-kali cuma muter-muter bilang di tahap satu kalau ga ada minus, dan tahap dua ditentukan tingkat kesulitan berdasarkan seluruh jawaban populasi. Sedang ga dijelasin sama sekali signifikansinya. Atau paling enggak sosialisasi tentang IRT yang dia pake, apa bedanya sama yg umum dipake zenius atau GO.

        • Uzlifatil Hafiz

          sesat ni

  • Fauzi Arifin A.

    Semangatt semua

  • Yudha Faturakhman Hakim

    sama nie kayak Ganesha Operation yang di jelasin Bob foster penjelasannya membuat keraguan jadi hilang

    • Indra Cahya Ramdani

      Wkwwk ternyata terbukti yang salah siap ;v

  • Sintia Aulia

    Gue udah belajar semaksimal mungkin hasilnya nanti gue serahin ke Tuhan. Entah bagaimana pun sistem penilaiannya karena gue percaya sama takdir gue yg Tuhan takdirin buat gue :). Btw, makasih ka penjelasannya jadi nambah pengetahuan juga nih. Sukses selalu!!

  • Afif Akromi

    Kurang setuju sama kalau semisal kita nembak dan tembakan kita salah bakal nurunin skor akhir, misal soal no 1 ada dua kemungkinan kita nembak salah atau di biarin kosong.

    1. Kemungkinan pertama soal no 1 tadi kita biarin kosong, otomatis kalau ada peserta lain yg bisa ngejawab benar soal tersebut dihitung sulit juga dong.

    2. Kemungkinan kedua kita nembak tapi salah, berarti jika ada peserta yg bisa ngejawab bener soal tersebut dihitung sulit juga dong. Berarti dibiarin kosong sama nembak salah ya pengaruhnya sama. Kita biarin kosong memperbesar kemungkinan soal tersebut jadi sulit dan ketika nembak soalnya salah juga sama konsekuensinya.

    • Yudha Faturakhman Hakim

      kalau di penjelasan GO katanya kalau kosong itu lebih baik dari pada asal jawab CMIWW

    • Galuh Pradana

      enggak lah, IRT itu singkatnya dirangking, trus di filter mana soal sulit (paling banyak salah/kosong/sedikit di isi) itu dikasi nilai plus. ntar nilai lo di itung deh. klo semakin banyak lo salah lo bakal jeblok nilainya,

      lihat skenario yg dibuat zenius, itu udah keliatan banget yg nembak 21 soal cuma bener 4 nilainya beda sama yg kosongin soal sulit.

      intinya sih milih NILAI AMAN atau kagak. coba liat yg skenario 1, skornya 60 dan masi bisa bersaing sama yg ngasal 5

    • Marcella Wijaya

      Bisa aja tu yg nomer 1 ,,, tapi dipenjelasan perlakuannya cuman pake "kalo lo nembak" soalnya sesuai sama respondennya dimana PASTI bakal lebih bayak orang yang bakal nembak, presentasenya lbh banyak gitu buat peserta nembak

    • Oki Cahyono

      kalo menurut gue untuk sekelas sbmptn yang sifatnya seleksi harusnya sih berpengaruh semisal jawaban kita salah soalnya kalo nggak ngaruh malah pada nembak jawaban semua, terus apa bedanya sama UN

      • Mujahid Al Mutaz Billah

        SAT aja pake IRT kok

    • Lenny aldiana wati

      Iya bener tuh jadi gimana. Bingung >_<

    • Mandom Umaru

      asal nembak juga bahaya bre, sbmptn penuh misteri, bisa jadi 1-0-0 ini jebakan. yg lulus Sb tu gk sembarang org ye, org yg beruntung nembak persentase lulus nya 10%an
      Gk usah bingung dlu, bingung nya pas belajar aja. Wkkwkwkwkwwk

  • Novia Nabila Sabrina

    Hai, Kak!
    Jadi kemarin aku try out di bimbel dan ada dua sistem penilaian yaitu sistem minus dan sistem baru.
    Nah, waktu sistem minus (iya aku masih ngerjakan try out pake strategi minus) aku di peringkat atas, tapi waktu dinilai pake sistem baru peringkat aku merosot karena rata-rata yang lain kosongnya lebih sedikit.
    Sedangkan aku masih penganut sistem ngga tau kosongin, lihat hasil try out kemarin jadi ragu....apa enaknya nembak aja ya...
    Tapi selalu ada konflik batin sih tiap mau nyoba nembak itu rasanya kayak...aduh gak deh...tapi selalu dibilangin untuk mending nembak aja kalo udah 15 menit terakhir (nah ini yang bikin bimbang)
    Setelah baca artikel ini lebih yakin sih buat pake strategi seperti sistem minus dan gambling di soal-soal yang kemungkinan 50:50, cuma tiap kebayang hasil try out kemarin yang rata-rata pake sistem nembak atau kosongnya dikit nilainya malah naik jadi ragu.
    Cuma curhat aja sih tapi mungkin kalo mau diberi pencerahan dikit juga gapapa:((

    • Selvi Yuliansah Hassan

      Aku juga ada 2 penilaian to kemarin. Penilaian lama stabil pg nya tp penilaian baru lumayan naik, soalnya banyak yg kosong 😁

      • Novia Nabila Sabrina

        Hai, aku malah turun nih di penilaian baru:(
        Aku kosong lumayan banyak kan, cari aman, di penilaian lama oke banget, cuma di penilaian baru merosot jauh gitu dan rata-rata temen lain yang kosongnya dikit akhirnya naik, jadi bingung kan..

        • eva

          hehe cuma mau tanya ni, TO yang kamu lakuin itu penilaian nya sampai tahap analisis gak ya ? atau cuman sampai tahap penskoran 1-0-0 saja ? kalau penilaian cmn sampe tahap penskoran 1-0-0 , tanpa pakai analisis bobot soal keseluruhan itu jelas otomatis org yg dikit dikosongin( tp banyak ngawur) bakal dpt poin yg lebih tinggi.

  • Adrian Subianto

    Banyak temen gw yg seneng gara2 ga ada minus, tp kenapa gw kaya ga ikhlas yaa? Hmm? Semangat teruss kawan2!!

    • Nando Djawa

      Gw juga. Hati ini lebih suka penilaian lama walau ada minus kalau salah.

  • Fahmi Tauffik Muladi

    Apapun itu semoga dapat menjawab soal benar dengan banyak dan percaya diri. bismillah..

  • Galuh Pradana

    wah ini, sistem pemerintah ada ada aja, mana di umuminnya mepet bener lagi. ada plus minusnya sih
    plus nya :
    - sbmptn sangat kompetitif & fair
    - tukang ngegacha makin sulit

    negatifnya :
    - ngancurin bisnis bimbel nih wkwkkw bimbel uda berapa kali TO tuh pake sistem lama
    - ngancurin mental anak anak nih wkwkwk anak anak udah pede hasil TO nya bagus harus ganti strategi

  • Nova Restu Ardianto

    Oke pelajari sistem gambling 😍 heheh

  • NengbapakkamutukanggalonYa

    Gini men..Sekedar sharing..(baca: bukan sharingan saske).
    Biasanya masalah pilihan ganda 5 pilihan itu jawaban tuh ditulis sedemikian rupa .. sehingga ada satu jawaban yang benar, satu atau dua atau tiga jawaban yang sangat-sangat luar biasa salah, dan satu jawaban "bait" atau "pengalih perhatian", yang sengaja dimaksudkan untuk ngecoh elo nih... Kalo lo mempelajari materi dan konsep dengan cukup baik, lu bisa ngeliminate 3 jawaban yang salah dengan sangat mudah. Bahkan kalo elo hanya tahu materi (BIG picture)-nya aja. Makanya men.. masih ada waktu buat nguasain konsep kok. (H-15) <-- (deret aritmatika dengan beda -1).. Lah emang masih sempet ??

    Ngutip kata Prof. Pras Dianto nih:
    "Sempet kok, kalo belajarnya efisien 🙂 . Hayo tutup tab-tab lain di browser.."

    Salam senasib dan seperjuangan...
    18'

    • Patrik Putra

      Nice point masbro.... Mungkin ini yg mo ditekenin wisnu

    • Muhammad Faishal T

      mantabb

      • Rachmad Putra

        gue pernah baca kok si pras komen gitu,di zen blog juga

    • Fachrizal Utomo

      Whatever it takes dude. No matter how hard it is, or how bad it gets, as we've put hardwork, effort and tears in our eyes, we're going to make it! Salam senasib dan seperjuangan!

  • Stefanus Deo Alfian

    Kalo bisa jawab benar soal susah tapi soal gampang malah salah/kosong efeknya gimana kak?

  • chantika fk

    makasih kakak artikel nya💝

  • Kezia Loviana

    Intinya, kalau nembak asal2an itu bisa berakibat salah dan itu mempengaruhi skor akhir & peringkat kan?? Bagaimana kalau di kosongin? Sebesar dampak jika kita menjawab salah kah?

    • Diptags

      itu ga bisa dijawab dengan kata2 sebenarnya sih... coba baca aja dulu postnya, jangan langsung intinya, karena harus data sih yang berbicara menurutku

  • Naufal Arif Ismail

    Klo gk jawab sama sekali di salah satu mata pelajaran misalnya fisika gitu kena nilai mati gk?

    • Diptags

      sbmptn dan ujian PTN lainnya itu bertujuan menyeleksi dari kekomprehensifan peahaman secara keseluruhan setiap pelajaran, jadi setiap pelajaran sebaiknya diisi, jangan ada yg kosong sama sekali

      • fery lais

        Tapi pengalaman temen gua sendiri dia gk ngisi 2 mapel malhan dia masuk sbmptn.gimana dong?Menurut gua nilai mati itu gk ada karena temen gua sendiri udah ngebuktiin itu sendiri.

      • fery lais

        kalo ngomongin nilai mati yang udah jelas itu ya USM PKN STAN,bahkan tercantum di webnya

  • Arif Dharmawan

    Terima kasih banyak zenius 🙂

  • Muhammad Fawwaz

    Hatur nuhun Kak Wilo, Bang Wisnu, dan Tim Zenius. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari godaan nembak yang asal-asalan 🙂

  • Waris

    Mau nanyak kak, apa boleh ada mapel yang kosong atau gak dijawab sama sekali pas sbm nanti ? Minta penjelasanya kakak

  • Willa Waliyadin

    *Sigh*.... puas banget gw baca ini wkwkwk

  • Utomo Noor

    Nice Article Wilo!
    Tapi di sini gua pengen maparin opini gua karena sebenernya percobaan pake Xcalibre ini uda dicoba sama bimbel sebelah dan uda dibantah juga sama panitia SBMPTN. Dalam hal ini, menurut gua pihak zenius terlalu banyak pake asumsi, seperti:
    1. Cuma 1 orang yang perilaku nembaknya beda
    2. Cuma 50 orang peserta
    3. Gaada kategori soal sedang
    4. Penilaian panitia SBMPTN sesuai dengan penilaian Xcalibre
    Sedangkan, dalam pelaksanaannya bakal terjadi hal-hal yang unpredictable, sehingga percobaan di atas kemungkinan besar bakal bias. Terus, apa nilai dari peserta yang ngga jawab 5 soal dan jawab salah 5 soal bakal dapet hasil yang berbeda? sedangkan, nilai dari ngga jawab dan jawab salah sama-sama dapet nilai 0, juga gaada bukti kalo panitia SBMPTN bilang jawaban salah bakal mengurangi nilai akhir. Tolong dijawab biar gaada miskonsepsi juga diantara readers. Thank you!

    • Bagus juga pertanyaan elu. Gue numpang jejak pengen tahu juga jawabannya apa sembari gue cari tau sendiri.
      Ngomong-ngomong gue belom nonton video yang dari bimbel Ganesha, gue coba tonton dulu 🙂

    • Diptags

      dalam statistika, ada yang namanya "sampel", sampel itu bisa diambil dari beberap kemungkinan kecil yang setidaknya mewakili.
      misalnya quick count aja yg di pemilu pakai sampel, ga mungkin harus ambil 100% data dari seluruh indonesia untuk waktu yang cepat

      memang panitia ga bilang mengurangi poin, tapi ingat, ada yang namanya pembobotan 🙂 kalau kamu jawab, berarti datamu akan termasuk daftar yang diproses pembobotan untuk soal yg kamu jawab

      • Utomo Noor

        Ah ya, gua lupa jelasin. Dalam penentuan sampel, ada batas tertentu agar sample itu bisa merepresentasikan populasinya. Emang dalam hal ini, sample yang diambil uda >30 (batas minimal sampel buat normal distribusi), tapi perlu dihitung juga penentuan sampel yang tepat agar meminimalisir terjadinya error. Semakin kecil sampel yang diambil, maka error yang dihasilkan akan semakin besar. Jka dihitung secara statistik, sample sebesar 50 dari 800.000 (perkiraan jumlah peserta SBMPTN) masih jauh dari harapan buat mewakili populasi tersebut. Dengan significance level sebesar 10% aja, sample yang dibutuhkan harus sekitar 271.
        Sekadar mengklarifikasi, comment ini bukan untuk menjatuhkan artikel dari zen, tapi untuk meluruskan kembali agar tidak terjadi miskonsepsi:)

    • Hello, Utomo Noor. Gue bantu jawab yah.

      1. Satu orang yang perilaku nembaknya beda sebenernya ga masalah sih. Cuma memang bagusnya, simulasi ini dilakukan berkali-kali untuk setiap skenario. Tapi artikelnya ga selesai-selesai kalau simulasinya terlalu lama. 🙂
      2. Yes, memang cuma 50 peserta, dan udah dijelasin juga di disclaimer di atas.
      3. Sebenernya ada kategori sedang. Kalau lu buka PDFnya, definisi soal mudah itu adalah yang parameter b-nya kurang dari nol; artinya bisa -0.23, -1.83, -2.78, dan sebagainya. Untuk yang b>0, itu dianggap susah. Dalam setiap skenario, ceritanya Wilo bisa menjawab semua soal mudah dengan benar.
      4. Xcalibre cuma salah satu software yang bisa melakukan perhitungan dengan menggunakan Item Response Theory. Ada beberapa software lain, tapi itu kayaknya yang paling populer. Panitia SBMPTN juga bilang kok bahwa metode yang mereka pakai adalah dengan menggunakan Item Response Theory. Kalau pernyataan mereka benar, ya simulasi yang kita lakuin ini sudah sama dengan metode perhitungannya SBMPTN.

      Terus, apa nilai dari peserta yang ngga jawab 5 soal dan jawab salah 5 soal bakal dapet hasil yang berbeda? Ini terjawab di skenario 1, 2, dan 3 ya. Iya, hasilnya beda. Peringkatnya turun ketika jawab salah.

      • @wisnuops:disqus , Kenapa Parameter b nya bisa dibawah 0 ? menurut gw Parameternya akan selalu diatas 0 karena , Dimana yang jawab Soal Tersebut dapat nilai 1 , maka akan dikali dengan titik soal terhadap kategori mudah tidaknya . klo dapat 0 ya 0 nilainya .

        Menurut saya sih begitu, saya juga sudah baca baca IRT di web web lain, klo tebakan semu disama ratakan (gk dianggap) ,

        • Coba buka PDFnya deh, terus lihat yang basic. Parameter b itu dihitung dari jawaban peserta try out. Parameter ini nilainya dari -4 s.d. 4. Kalau anak-anak banyak yang ga bisa jawab soalnya, soalnya dianggap sulit, b-nya besar. Kalau anak-anak banyak yang bisa jawab, soalnya dianggap mudah, b-nya kecil.

    • Zenitha Bernoulli

      nitip sandal~

  • Hahaha sudah menerka-nerka arahnya ke situ sih. Rugi kalo nembak kemungkinan benarnya cuma 20% aja (bahasa gue: gak ada option yang ditebas).
    Gue ngelakuin ini sih tahun kemarin (walaupun tanpa perhitungan sedetil aerikel ini! Hahahaha, dan kira² presentase benarnya dari hasil nembak sekitar 60-70% an lah. Gue nembak kalo opsinya maksimal cuma tinggal 3 opsi (33% ya?).

    Yang gue masih bingung nih, di skenario 4 dan 5.
    Untuk jawaban yang dijawab salah itu masuk ke bobot soal yang mana ya?
    Soalnya heran, kok yang bobot soalnya gede, lalu bener, kok skornya lebih kecil dari yang bobot skornya kecil, lalu bener, dengan jumlah soal benar dan salah yang sama.
    Bukannya kebalik? 🤔

    Sama gue masih kurang ngeh nih tentang skenario 8 dan 9. Apa skenario 9 itu cuman bentuk dari skenario 8 yang di ulang kembali (re-run)?

    • Ada yang nge-spot juga perbedaan "aneh" di skenario 4 dan 5. Iya, gue juga awalnya ngerasa ini aneh. Tapi metode IRT ini lumayan canggih juga, di mana dia juga memeriksa daya tebak (faktor kebetulan). Jadi, kemungkinan besar penjelasannya begini: Berhubung di 29 soal lainnya Wilo cuma bisa jawab mudah, score dia kecil. Dari behaviornya Wilo di 4 soal yang dia jawab salah, Wilo diduga melakukan guessing. So, ketika dia bisa menembak soal bobot tinggi dengan benar, mungkin itu dianggap lucky guess. Jadi naikin scorenya ga signifikan. Sebaliknya, ketika menjawab yang score rendah, itu dianggap Wilo beneran mampu jawab soalnya, makanya dapet score lebih tinggi.

      Iya, skenario 9 itu cuma skenario 8 yang diulang.

      • Oh, baru tau dia punya logic seperti itu juga, thanks Nu.

        Sebenernya skenarionya bisa banyak banget ya, cuman kalo dibahas di artikel gini ga selese-selese. Hahahaha.

        Dijadiin skripsi boleh juga nih hehehe.

  • Anonymous Team

    Mau nanya , kalau salah itu nilai nya 0 dan gak di isi itu nilai nya 0 dan jumlah nilai tergantung tipe soal ..

    Nah kalau besarannya nilai sulit di tentukan dari perbandingan jumlah salah pada soal seluruh peserta , jadi klo kita misalnya gak ngisi soal bukannya sama aja salah ?

  • Lutfiyana Indriani Rahma

    mau tanya nih buat kebijakan baru di sbmptn tahun ini , tentang penilaian saat penerimaan jurusan yg kita ambil juga berpengaruh terhadap nilai soal mata pelajaran apa yg tinggi yg berkaitan dengan jurusan yg kita pilih misalkan jurusan yg d pilih itu Fisika jadi nilai saintek nya harus lebih tinggi dan tidak seperti biasanya nilai tinggi bisa di bantu dari nilai TPA nya aja , Dan gue mau nanya , Jurusan yg akan gue ambil di sbmptn ini adalah Komunikasi UI jadi nilai soshum atau TPA yang harus gue tingkatin ya ? Terimakasih 😊

    • Bantu jawab, kayaknya sih gak linear seperti itu. Soalnya gue kemarin keterima Teknik Elektro dan gue ngerjain mapel Fisikanya tuh cuma 3, 2 soal diantaranya pun salah 😂
      Jadi cuma banyak-banyakan skor aja.

      • patrick

        Wah kak kekny yg gituan udh gak berlaku lagi. Cba cek pernyataan rektor its kmren. Katanya sistem baru ini gunany utk mencgah siswa yg misalny milih prodi fisika tpi sbm fisikanya rendah, jdi nilai dia dibntu sama tkpa, lolos k prodi fisika itu.

        • Ada link nya bro? Soalnya kalo di petunjuk soal dan lembar edaran teknis SBMPTN nya gak ada gue sih santai-santai aja. Tapi ya emang sih baiknya diisi semua, jangan cuma sebagian doang, otak manusia itu perfect, sayang kalo ga dipake buat belajar hal yang belum ngerti hahahaha. (True story gue, gak mau pelajarin fisika pas SBMPTN, dan kesandung pas kuliah)

      • Muhammad Awang

        Wahh mantap gan. Btw teknik elektro dimana gan

    • Diptags

      murni tinggi tinggian skor, dan kemampuan menjawab setiap pelajaran mempengaruhi juga

  • Silvi Wanda

    Akhirnya keraguanku lenyap saat baca tulisan ini. Makasih banyak kaka👍

  • Bihanfr

    Sangat bermanfaat dan mencerahkan, thank you Zeniuss dan kak Wilo ❤️❤️

  • Sultan Milzam

    Kalo misalkan soal yg gabisanya setengahnya dari total jumlah soal dan semua yg gabisa itu kita emg blm paham konsepnya, apa kosongin aja ?

  • ebiii

    Mantap lah dari berbagai sumber yg ngejelasin tentang metode IRT gw paling paham dari zen doang asli hehe

  • Natasya

    Thankyou ka Wilooo

  • Dimas Jabbar Rosul

    yg masih gw pikirin itu..... sebenernya sistem yg baru ini tuh lebih bener-bener "fair" ga sih? soalnya kalo dia bilang jawaban gampang, sedang, dan susahnya di analisis dari jawaban semua peserta. well, kode soalnya kan beda-beda. lebih lagi, kode A sama kode B bisa jadi soal gampang dan susahnya beda...

  • Dela Rahma Yosifa

    haii kak.. Mau tanya, kalo jawaban kosong nnti apa juga mempengaruhi kategori soal?

  • Nisful Ardi

    Untuk yang masih bingung gini ya,
    gambar terakhir itu sebenernya sudah cukup menjelaskan kok kegelisahan yang sering kita alami mengenai isu "cara penilaian" sbmptn 2018 ini.

    Kan banyak tuh yang bilang kalau panitia HANYA AKAN MENGHITUNG JAWABAN BENAR saja
    Tapi berdasarkan gambar di atas, sangat jelas bahwa
    Yang ngisi 21 tapi benar hanya 4, punya point yang lebih kecil
    ketimbang yang isi cuma 2 tapi salah 2

    #CMIIW

  • Dilla

    “Sbmptn besok” ngeri gue bacanya hahahaha😂

  • Amira

    Makasih Kak artikelnya! Mau nanya nih, jadi misal soal matdas yang rencananya cuma mau isi 5 soal, dengan adanya penilaian baru ini sisa 10 soal nya mending dikosongin, atau malah ngasal ya? Soalnya untuk ngerjain semuanya suka ga cukup Kak waktunya. Jadi gimana Kak solusinya?

  • Diah

    Wih, thanks artikelnya, Wilo. Kemaren gue juga baca-baca tentang IRT malah pusing sendiri. Haha.

  • Elsa Yolanda Sitanala

    bismillah makasih zen!!

  • Arya Dwi

    Gw menyebutnya "sistem transfer poin"

  • Arya Dwi

    Jadi intinya salah ga ngurangin nilai kita kan? Tapi memberi poin kpd peserta yg jawab benar kan? Jadi peserta yg banyak salah akan semakin jauh rangkingnya dgn peserta yg jawab benar kan?

  • Maulinda Dewi Anggraeini

    Terima kasih ka wilooo^^ sangat membantu, aku memang dari awal curiga nya pasti penilaian akan semakin ketat saja, seperti ini contohnya. Yaa semoga semua diperlancarkan dan diberikan yg terbaik, aamiin🙏

  • patrick

    Mkasi saranny kakzz

  • MiliFox

    Ibaratnya maen bola bro, kalo bener itu jumlah menang, salah jumlah kalah, dan kosong jumlah seri, kalo di rangking misalkan jumlah benernya sama dan bobot benernya sama tapi yang satu salah beberapa yang satunya lagi gk ada salah cuma kosong (ibarat seri) peringkat yg lebih tinggi yg gak ada salahnya, ya ga bro :p

    Tapi kalo gua sih nebak kancing aja dah :v

    • Rahadian Rahmat

      haha iya klo bener nilai 3------kosong nilai 1-------salah nilai 0 mantepp

  • Mila

    Makasih kak wilo😍😍
    Ini artikel baru berapa jam aja lgsg banyakkk comment nya, udah pada nunggu sihh

  • Hilmy Adam Jieta Pradana

    wuih semangat 2018 kalian pasti bisa! 🙂

  • Faurel Gema

    Apapun penilaiannya, harus positive thinking, kita yg udah belajar ngapain takut, jalani saja, gua berharap banyak yg nembak, jd orang laen naekin nilai kita yg kita yakini betul wkwk thank you btw, jd makin smangat!😁

  • Lazar

    Swear penjelasannya dalam banget dan kgk bertele-tele kyk waktu mantan minta putus dulu :')

  • Thahara Zain

    Apa panitia sbmptn bakal pake aplikasi XCalibre 4.2 juga?

  • Muchammad Ali Ramadhan

    thanks Zenius

  • Abu Dzar

    Kalo nembak ga ngurangin skor, mending nembak dong ??
    okelah mungkin kalo kita nembak dan banyak salah bisa mempengaruhi nilai orang lain karena bobot soalnya jadi susah, tapi kalo kita ga nembak kan masih ada 700.000 orang lain yg bakal nembak intinya bobot soalnya bakal berubah juga.

    Kalo nilai orang lain jadi tinggi karena banyak yg nembak, seengganya kita bisa ngeboost skor kita juga karena kemunkinan bisa 5-10 soal yg bener dari nembak. Jadi kesimpulannya mendingan nembak kan ???

    Kalo misalnya dikasih -1 baru gw setuju jangan nembak, karena gw yakin bakalan dikit yg nembak. Tapi kalo kita sendiri yg ga nembak masih ada 700.000 orang yg nembak intinya bobot soal bakal nambah.

    • Afrizal D’artagnan

      iyasih gw lebih setuju ada -1, jadi orang yang nembak punya resiko yg tinggi.

    • Rahadian Rahmat

      haha iya gua tahun kmren ikut sbm alhasil satu kelas isinya banyak semua lebih dari 70% soal dan gua cuman isi 30% apakah mereka meminuskan diri dan apakah banyak peserta ini lebih semagat buat nembak klo pun kita nembak dan ngk nembak pengaruhnya sangat besar menggigat saingan kita banyakkk

  • pratiwi

    Mantap, makasih benget zen dan kak wilo

  • Request tentang unbk kemaren dong kak yang serasa sbmptn, :v

  • BIG MOM

    Pengen banget buat proposal ke panitia sbmptn sistem penilaian dimana tidak menjawab soal merupakan jawaban yang benar. Sistem ini digunakan untuk menyeleksi calon mahasiswa yang benar benar memahami konsep ,bagaimana calon mahasiswa bisa menentukan dimana soal yang tidak memiliki jawaban yang benar yang tercantum dalam opsi, mampu dalam mengambil keputusan yang cukup ekstrim dan membuat calon mahasiswa tidak menjawab secara asal asalan. Saya harap ada orang dari kemenristekdikti yang membaca tulisan saya dan semoga tulisan ini bermanfaat untuk pertimbangan dalam pembuatan soal tahun 2019 ataupun 2018(hehehehe)
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    bercandalah bray masak gua mau soalnya jadi kayak gini _(:з」∠)_

  • Uzlifatil Hafiz

    Terimakasi kak Wilo!

  • Uzlifatil Hafiz

    Ada yang ragu nih kak, nomor 4&5 apa gak kebalik ya kak?(pembobotan nilai ditabel) . Masa bobot nilai yang lebih kecil trus kita tembak lebih tinggi nilai nya dari pada tembak benar dibobot nilai yang besar?.. Apa emang benernya kaya gitu?. Tks.

    • ega tegar satria

      sepemikiran kita

    • patrick

      Udah dijawab d komentar terdahulu brooo,, scrol aj

      • Uzlifatil Hafiz

        gak ada bro,coba di taro link nya

  • Jeph Wijaya

    Jadi mending di kosongin apa nembak soalnya yang ujian bukan gua doang?

    • ridtowa

      Mending dikosongin saat kamu bener2 gak tahu jawabannya dan nembak saat kemungkinan benarnya 50:50.

  • Alfiansyah N M

    kata pihak zenius kan kalo nembak asal bisa ngurangin nilai, ini maksudnya ngurangin nilai karena kita menguntungkan orang yg bisa menjawab soal itu jadi nilainya lebih tinggi atau emang nilai kita yg minus?

  • Rahadian Rahmat

    kk apakah cakupan untuk menilai sulit ataupun mudah itu data seluruh peserta sbm atau data seluruh yang milih prodi yang sama, kita ngk tau semisaal kita ngosongin tuh jawaban dan banyak peserta nembak dan banyak yang salah otomatis masuk soal sulit walaupun kita ngk ikut ngosonggin, dan benerkah mau kita ngosongin atau isi pun kurang berpengaruh karena peserta yg ikut banyak

  • Rainheart Riz

    Jadi, saya masih bingung, intinya kalo kita jawab nembak dan terus SALAH, nilai kita berkurang karena itu akan menambah poin lawan yang bisa menjawab soal tsb dengan BENAR (yg mana soal nya jadi dikategorikan sulit) / memang dari sistem IRT nya sendiri yang jika kita jawab nembak dan terus SALAH terjadi pengurangan nilai dari sananya? Mohon dijawab yang mengerti. 🙂

  • Perry

    Intinya kalo jawab salah, berati bisa mengurangi skor akhir ya. Berarti sistemnya masih sedikit mirip dengan yang tahun lalu 😐

  • Mandom Umaru

    Jadi gini, kalo asal nembak kayak hitung kancing gitu juga sebenarnya agak riskan. Lebih prioritasin nembak sebanyak2 nya dibanding jawab yg pasti benar. Soalnya pas penilaian nanti pasti mudah ketahuan mana peserta yg asal nembak sama yg paham. Kadang bisa aja ada soal yg sengaja di buat ambigu alias emng gk ada jawabanya.
    Nah menurut gua bagusnya kalo nembak ya jwbnya harus 50:50 dan kalo soalnya susah dan mustahil kita tau jawaban pasti nya, lebih baik kosongin.

  • Erfrans MB Vgb

    Terimakasih Kak Wilo atas penjelasannya, jadi ada gambaran mau gimana nanti pas SBMPTN nya. Mau bagaimana pun juga metode penilaiannya, semoga kita semua diberi kemudahan ya guys dan ditempatkan di PTN dan jurusan impian. Yooo semangat kawan-kawan belajarnya tingga 2 minggu-an lagi nih hehe 😀

    • Wilona A. Gatraputri

      iyaa samasamaa. Yang penting banyakin jawab soal dengan bener aja yaa 🙂 Gudluck!

  • anis rizqia

    Thanks kak wilo & kak wisnu

    • Wilona A. Gatraputri

      samasamaa 🙂

  • Asnul

    Mau nanya , kalau salah itu nilai nya 0 dan gak di isi itu nilai nya 0 dan jumlah nilai tergantung tipe soal ..

    Nah kalau besarannya nilai sulit di tentukan dari perbandingan jumlah salah pada soal seluruh peserta , jadi klo kita misalnya gak ngisi soal bukannya sama aja salah ?

  • sandy arista

    Mau masukin pendapat, klo memang tdk ada minus setiap soal dijawab salah. Mending kita nembak dan isi semua..
    Misalnya si A memang mengerti konsep soalnya dan dia yakin benar.. sementara saya dan si B sama2 tidak mengerti sama sekali.. tapi si B berani nembak soal dan punya kemungkinan untuk benar dan kalau salah ya tdk ngaruh... Tpi saya malah kosongin, jdi saya kehilangan kesempatan untuk benar. Si A mmg tambah tinggi nilainya tpi itu wajar krna mmg dia mengerti soalnya.. tpi untuk kasus org yg kemampuannya sama, berarti nilainya bakal lebih tinggi yg nembak jawaban

  • azt

    jadi dengan kata lain tidak minus, tapi tebakan kita meningkatkan poin soal ( yg kita tebak dan salah) jadi besar, jdi yang jawab dengan benar dapat poin besar, jadi secara otomatis poin kita jadi relatif kecil daripada yg gak nebak" jawban, gitu yaa?

  • Dundi Setya pambudi

    KESIMPULAN SAYA,baca baik2ya ,NEMBAK NGASAL GPP,eh koh gpp kan malah memberikan peluang sama yg lain?,SHhht ,dengarkan saya ,JGN LIAT DARI COMMUNITY DI ZENIUS SAJA,yg ikut SBMPTN itu dari seluruh indonesia,misal kita ga jawab ngasal/nembak malah rugi,KENAPA?karena dari sekian banyak yg ikut sbmptn(indonesia) belum tentu semua berpikir dalem2 untuk sistem penilaian seperti ini, jadi dari seluruh peserta yg mengikuti sbmptn berapa persen kira2 yang jawab asal nembak dan melilih sistem cari aman?menurut saya walaupun lebih banyak yg cari aman,tapi presentasi orang yg milih asal nembak juga besar(saya simpulkan seperti ini karena saya meliat perilaku sosial disekitar kota saya dan melihat perilaku bangsa indonesia yang subhanalloh mantap *IYKWIM),Kesimpulan lanjutan kwkw jadi mending ada yg jawab nembak tetapi ya yg kira2 juga betul juga,dari sekian soal yg nembak semoga saja ada yg benar semoga aja yg benar soal yang banyak orang salahnya disitu wkwk,FREE BULLY!Salam seperjuangan!!yg tidak direstui sbmptn karena disuruh ikut pelatihan kerja!!

  • Dafa Fidini Asqav

    Maaf kak Wilo, setau saya jawaban kosong juga diperhitungkan dalam bobot nilai kategori sulit, mudah, atau sedang. Jadi jika di suatu soal banyak yang salah atau kosong maka kategorinya masuk soal sulit. Jadi tidak ada bedanya dia salah atau kosong.

    Selain itu, menurut kata pak mentri riset dan teknologi Mohammad Nasir, tujuan diterapkannya sistem penilaian baru di SBMPTN 2018 agar tidak ada jawaban yang dikosongkan.
    Source: https://www.youthmanual.com/post/dunia-sekolah/persiapan-kuliah/sistem-penilaian-baru-sbmptn-2018-menristekdikti-lebih-menguntungkan-peserta

  • Ke-Ambiguan Logis

    Kak pemilahan bobot soalnya itu berdasarkan se jurusan universitas-X atau se-Nasional??

  • Abdul25

    Mau nanya minnnn :
    1.ada nilai mati ga sih ?
    2. terus kalo mau nembak gitu di satu pelajaran, kira2 maksimal spy aman nembak brp soal ?
    Terimakasih

  • Andaris Fachmi

    Bedanya mengosongkan jawaban soal sama jawabannya salah apa? Kan sama-sama membuat soalnya jadi berbobot (kategori sulit )

  • Jeva Rompas

    Kalo nembak terus salah nggak minus tapi peringkat bisa turun?

  • amalia luthfi

    kak bedanya soal HOTS sama non HOTS itu gimana ya?

  • Intinya boleh nembak tapi jangan terlalu YOLO. Klw terlalu banyak asal2an akan memperbesar peluang saingan utk dapat kategori nilai soal sulit.

    Thanks kak wilo atas penjelasannya hehe.

  • Kartas

    Terima kasih kak, saya mau tanya
    1. Di simulasinyakan hanya ada satu orang yang menembak dari 50 peserta. Bagaimana jika banyak peserta atau setengah peserta menembak apa pengaruhnya ke ranking masih signifikan jika banyak menembak dan banyak salahnya (mendekati frekuensi harapan)?

    2.Saya baca sedikit di google, ada beberapa model dalam IRT, yaitu 1PL, 2PL, dan, 3PL. Model yang kakak jelaskan ini menggunakan yang 3PL kan? apa kemungkinannya pemerintah menggunakannya yang 3PL? karena saya lihat pengumumannya hanya disebutkan teori respon butir saja, tidak disebutkan menggunakan model apa.

    • Satrio Wistara

      @W@wilonaagatraputri:disqus @wis@wisnuops:disqus

  • Tri Riski Nur Khayuni

    Kak, trus kalau misalnya jawabannya kita kosongin, apa untungnya buat kita? Nilainya bakal sama kayak yang jawabannya salah ga? Jadi, kalau kita gatau jawabannya sama sekali mending dikosongin atau diisi aja(walaupun ternyata pas udah diisi jawabannya salah)?

  • Aulia Dayar

    gua bingung,
    1. emang setiap peserta soalnya sama ya?
    yang gua tahu sih dari soal un, soal berpaket typenya sama. tapi kan di setiap paket itu bobot nya gasama ada yg kebagian lebih susah dan gampang kalo matem sih gampang diliatnya, nah ini sbm kalo ketemu soal cerita atau soal sejarah yang paasti beda beda peristiwanya. gimana panitia bisa nentuin bobot soal yaa?
    kalo dilihat cuma dari bab, gimana kalo ada org kebagian emang peristiwa yang populer aka emang dikenal banyak org sedangkan temennya yg lain kebagian peristiwa yang abcd lah tidak dikenal, apa masih bisa dikatain setype?

    siapapun bantu jawab pikiran gua yg pendek ini

  • Anisa

    Terimakasih infonya ka😊

    • Wilona A. Gatraputri

      samasamaa 🙂

  • Nurhikmah Hamid

    Thanks kak..sangat membantu dalam menyusun strategi..sekarang waktunya memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar..Doain kak biar bisa masuk PTN tahun ini 🙂

    • Wilona A. Gatraputri

      iyaa amiin. Gudluck yaa!

  • Muhamad Choirul Niam

    wahh kalau dipikir-pikir ribet juga kak soal proses penilaiannya yang sangat kompleks. apakah hal ini merupakan salah satu upaya terbaru dari pemerintah buat ningkatin kualitas pendidikan di Indonesia???...

  • Firdha Alphionita

    Kak wilo ,berarti kalo mau bkin try out mandiri sendiri gk bsa ya kak dgn sistem penilaian sbmptn skrng?

  • Ian Brilliant Isnanta

    gapeduli pokoknya harus isi semua :v

  • Kak, itu channel yutub paman apiq upload video baru. Mana yang lebih meyakinkan?

  • amalia utami

    gimana dengan soal matematika, pasti sedikit yang jawab benar.
    Apakah soal matematika jadi keuntungan sendiri klu jawab banyak yg benar?

  • Dhanu Ratman Saputro

    artikel yg sangat bagus dan menarik. namun ijin berkomentar bahwa menurut teori IRT dijelaskan ada beberapa variabel diantaranya kategori soal, daya dembeda soal dan faktor tebakan. namun belum di jelaskan bagaimana hasil uji coba yg dilakukan terkait ketiga variabel tsb.

  • kyungiee

    tapi ka, aku udah tanya ke panitia sbmptnnya,dengan contoh pertanyaannya misal A jawab 1 3 5 7 benar, B jawab 1 3 5 7 dan 8 salah. aku tanya dari A dan B ada perbedaan skor akhir ga
    kata si panitia tidak ada, karena tidak diberlakukan sistem minus.
    makanya aku bingung ini beberapa bimbel dan zenius juga ikutan bilang kalo kita banyak nembak alhasil banyak ngasal bakal ngefek ke skor akhir kita. karena memang kalo minus itu gaada, semua orang bisa ngerjain sbm dengan sistem diisi semua kayak UN, tp emang itu ga memungkinkan berpeluang lebih gede nilainya. cuman kan bisa lebih tenang, kalo merasa isi banyak.

  • Ananda Sinaga

    Love youu kak wiloo..wkwk

    • Wilona A. Gatraputri

      🙂

  • Radb

    ada yang ingin saya tanyakan ka
    Kenapa di skenario nembak 5 soal, bener 1 bobot besar dan salah 4 (Scenario 4), nilainya bisa lebih rendah dibandingkan di skenario nembak 5 soal bener 1 bobot kecil dan salah 4
    Kan kalo dipikir sesuai teorinya mustinya yang nembak bobot besar nilainya lebih tinggi. Waduh bingung juga ya sistemnya, faktor luck lebih berpengaruh drpd di penilaian sebelumnya

    • Darma Vincent

      udah dijawab sama kak wisnu di komen sebelumnya

  • Satrio Wistara

    Thanks kak Wilo dan kaks Zen , akhirnya artikel yang di tunggu2 published juga 🙂

    • Wilona A. Gatraputri

      hehe samasamaa. Gudluck besok tesnya!

      • Satrio Wistara

        Wah jadi semangat campur haru dapet do'a dari kak Wilo hehe. btw thanks kak Wilo do'a-nya 🙂

  • Denia Uppa

    dari point yg kita dapet dengan penilaian kayak gitu, dijadiin passing grade nya gimana kak? kalo harus dapet 40an% harus dapet point berapa?

  • Atthariq Ibrah

    kalo saya dapet dari author "w*ngs*t" kalo dia bilang nembaknya pake target gitu, misalnya utk mapel sejarah kita ngetargetin 11 soal harus dijawab, nah jadi kita jawab aja max 11 soal (anggap 6 yakin, 2 fifty:fifty, 3 ngasal sama sekali).Nah kalo gitu gimana? lebih baik yang 3 ngasal itu di skip aja ato tetep dijawab?

  • Siddiq Darmawan

    Kalau gini kan jadi pecah fokusnya antara mau nembak apa enggak:(

  • Gert Tobing

    Menjawab soal betul banyak belum tentu nilainya tinggi dong?

    • Sadam 21x

      tergantung bobot soal2 yang kita jawab sii

    • Wilona A. Gatraputri

      iyaa sepertinya begitu memang kalo ada pembobotan soal 🙂

  • aulia

    Aku bingung nih ka.. dari panitia sbmptnnya sendiri bilng mending diisi smua. Karena tidak memengaruhi jwban salah. Tpi go dan zenius bilng memmengaruhi. Pgn kejelasannya sih.. soalnyakan ngisi sbm juga butuh strategi. Layaknya kita mau perang, harus tau dulu medan perang. Jadi gmana yah ka? 🙁

    • Wilona A. Gatraputri

      sebenenrnya memang kita gaktau pasti penilaian detailnya akan gimana. Tapi kalo saran dari gue, tetep sama seperti yang sudah ditulis di atas ya. Gue gak melarang untuk nembak, tapi yang gue sarankan nembak adalah yang peluang benernya 50:50. Kalo itung kancing, gue gak menyarankan 🙂

  • Hamid Maulana

    Kalo strateginya kek dulu semisal masang target berapa jawaban bener permapel dan itu udah diakumulasiin jadi target passing grade yang kita tuju masih cukup efektif gak sih Wil?

  • Farhan Agistya Mahendra

    Lebih menantang dong

  • Riyana

    Kak, wilo dan kak wisnu tera mau nanya, ada ga sih tips buat nembak soal yg tingkat kebenarannya besar. Misalnya gini. Kan ada kakak kelas tera bilang kalau soal2 yg di buat oleh pemerintah isiannya cenderung berulang. Contohnya jawaban dri soal 1-10 kita liat di sana jwban yg udh kita jwb yang pasti benar itu apa. Misalnya banyak jwban yg A. Berarti misalnya kita belum mengisi no 5 dan 8. Kita nembak aja A jawabannya. Bener ga kak seperti itu taktiknya?. Boleh kasih saran kak? 😊

    Tera Ariyana

    • Wilona A. Gatraputri

      hehe kalo tata cara nembak yang bener ku gaktau :p

  • Rise

    Kalau misal ada 20 anak menjawab betul sama banyak & no soal yg dijawab juga sama, yg salah jg sama banyak & no juga sama, berarti skor akan sama. Kalau ternyata hasil peringkat prodi menyisakan 10 kursi utk nilai skor dr 20 anak tsb, terus bgm utk menentukan 10 anak yg akan diambil dari 20 anak tsb ??

    • Wilona A. Gatraputri

      untuk detail yang seperti ini, kita gak bisa tau, yang menentukan tetap pihak sananya. 🙂 yang penting banyak jawab soal dengan benar aja yaa. Gudluck!

  • Bagus Miftahul

    Bismillah moga lulus ya allah

    • Wilona A. Gatraputri

      amiinn

  • ellanur baeti

    Kak, berarti disini juga ada pertandingan jawaban ya.. semakin banyak yg nganggep soal gampang maka bobotnya rendah.

    • Wilona A. Gatraputri

      Kasarnya begitu, tapi kita memang gaktau penilaian detailnya seperti apa. Jadi intinya sih, banyakin jawab soal dengan bener ajaa 🙂

  • Ikhsan Rahmadsyah

    zen... ini x caliber udah di bantah sama REKTOR ITS yang juga SEKRETARIS PANITIA SBMPTN 2018
    info lebih lanjut klik https://www.youtube.com/watch?v=n5Yfv7-g-2I

    • Wilona A. Gatraputri

      iya, video yang ini sudah ditonton. Sebenernya kita memang gaktau pasti penilaian detailnya seperti apa. Gue sih mengembalikkan lagi ke lo. Kalo saran dari gue, tetep seperti yang gue tulis di atas. Menurut gue gak usah terlalu dipikirin sistemnya gimana, yang penting banyakin jawaban benernya aja besok pas ngerjain tes yaa. 🙂 Gudluck!

  • Ke-Ambiguan Logis

    First jangan lu langsung percaya sama berita berita baru kek edaran panitia SBMPTN "Siapa tau nih yang cuman HOAX, toh lagian ini cuman berupa edaran surat (Burem lagi suratnya)".... Kalau seumpama memang bener tuhh info dari panitia SBMPTN, yah minimal lewat VIDEO ngomongnnya.
    Coba deh lu pikir,, kalau seumpama fix pakek sistem-Nya panitia kek gitu, menurut gua ngak adil lahh... gimana cobak kalau orang Pa hoki hokinya, dari 15 Soal dia nembak semua dan nembaknya pas semua soal2 sulit "ya ngak adil kan??".
    Kalau cuman alasan biar peserta SBMTN ngak ada yang ngosongin soal, menurt gua agak hayal nih "cobak deh lu pikir lagi.. logis gak??".
    Kalau gua mah lebih Fix sama "Teorinya Zenius", Soalnya cara ini logis banget gitu yak. "Soalnya gini : sekarang lu pikir, adil gak kalau seumpama nilai TPA sama SAINTEK tuh sama?? "menurut gua sih ngak adil."
    Gitu aja sih menurut gua.... "Kalau ada yang complain, monggo diskusikan 🙂 hajar""

    • Wilona A. Gatraputri

      Sebenernya juga gak usah terlalu dipikirin sistemnya gimana, yang penting belajarnya aja yang bener ya, dan jawab soalnya banyakin benernya. 🙂 Gudluck besok!

      • Ke-Ambiguan Logis

        iya kak, sebelumnya terimakasih...
        Mau nanyak nihh kak. Kemarin aku TO nih (Jumalah pesertanya 1171). peniliannya pakek sistem baru "IRT". lah pas TO nih, aku kan ngak bisa ngerjakan KIMIA sama sekali nih kak, lah aku tembak nih 15 soal ini pakek jawaban A semua, dan dapet nilai 8 (lumayan kan kak), sedangkan itu banyak temenku yang gak diisi dapet nya 0 (nol). Menurut kakak gimana... "Lebih baik nembak apa ngak diisi sama sekali kak??" https://uploads.disquscdn.com/images/3656c32afd658d7810c0054446721183df25543e597291dc42d695def6e72a6f.jpg

  • yovitasari Kurnia Malik

    FIX banget nih???

  • Ann L.

    AAAAA terimaksi kak wiloo, dari kemaren beritanya simpang siur bikin orang bete duluan 🙁 akhirnya ngerti jugaaa dan kembali bersemangat kwkwkw

    Bismillah SBM 2018! #tidaktakut8mei

    • Wilona A. Gatraputri

      samasamaaa. Gak usah terlalu dipikirin sistemnya ya, yang penting belajarnya aja yang bener dan jawab soalnya banyakin benernya. 🙂

  • Rasyid Nur Falah

    I don't really care about that. Seperti apapun penilaiannya yang penting kita menguasai konsep pelajaran tersebut and Zenius taught me about that ^^

    • Wilona A. Gatraputri

      iya, sebenernya juga gak usah terlalu dipikirin sistemnya, yang penting belajarnya aja yang bener dan jawab soalnya banyakin benernya. Beres 🙂

  • Capricorn Dragon

    bisa ngga yah terjadi misalnya kita jawab bener ga nembak tpi malah dikira nembak pas dicek hmm

  • Hamba Allah

    Jadi kemampuan yg bergantung pada lawan ya? hm.. merepotkan

  • Azaria Haykal Ahmad

    Bisa dijawab nggak ini.. Kalau emang jawab salah bisa meningkatkan bobot soal, jadi maksudnya irt itu cuma memakai benar dan salah, bukan benar dan salah/kosong ,kalau begitu misal ni ya , ada 1000 peserta, terus ada 1 soal itu cuma dikerjakan oleh 100 anak ,dan 90 anak tersebut benar (90 benar,10 salahsalah,900 kosong), padahal kalau tidak salah kalau 70%++ benar itu termasuk soal kategori mudah ,kalau menurut zenius begitu ,bukan kah soal tersebut termasuk soal mudah ?Karena yang mengerjakan betul 90% dan yang salah 10%

  • Itsna

    Aduuu bingung beud coba deh kak liat ini
    https://youtu.be/mrAt_zMdlaM

  • Gilbert

    Apakah kalau ikut ujian berbasis komputer (UTBK) masih diperiksa oleh panitia, atau langsung di proses oleh komputer dengan langsung keluar hasilnya?

    • Satrio Wistara

      Coment of the year hahaha

  • Rahma
  • yunas an

    Dann.. saya bingung kenapa ada skor 1-0-0??
    kalo akhirnya skor tergantung bobot soal??

  • mc.fin

    Gue tetap percaya... insting

  • AFN indo

    kak wilo jadi gmn baiknya ? boleh nembak kan asal nembaknya gk ngasal

  • Avriani Rizki Fauzi

    Waahhh... Artikelnya sangat membantu. Semoga bisa ngerjainnya 🙂
    Thx infonya 😇

  • Elsa Setiana

    Kak, kan kalo salah itu soal dianggap susah.

    Nah, kalo soal yg dikosongin itu masuk bobot soal yg mana? (susah, gampang, sedang)

  • Ibnu Aqil

    gini coy....sebenernya panitianya juga butuh jawaban yang diisi sama kalian,soalnya klo ada jawaban yang gak diisi sistem IRT agak susah untuk menganalisis mana soal yang mudah dan mana soal yang susah,soalnya sistem IRT ini hanya melihat berapa total peserta yang menjawab benar atau salah ya...klo di kosongin gimana cara nilainya berarti secara otomatis sistem tidak mempedulikan jawaban yang kosong...nah berarti sistem IRT ini memang memaksa kita untuk menjawab semua soal agar penilaian jauh lebih mudah,
    ====>sedangkan untuk jawaban yang kosong atau salah, sistem tidak menjadikannya poin itu artinya sistem akan memberi nilai 0 untuk setiap jawaban yang salah dan kosong.....getooo
    sedangkan untuk APLIKASI YANG DIPAKAI SAMA ZENIUS ITU SAMA AJA SAMA YANG DI PAKE SAMA GO....JADI YA PASTI KESIMPULAN ANTARA KEDUANYA YA SAMA SAJA^^
    =>satu lagi nih gw juga sama kayak lu semua pejuang SBMPTN2018 dan gw lagi bimbel juga di NF gw dah ikut TO 4 kali..................TO ke1.gw dapet SN nya 446,04(ini gara2 kgk gw isi semua)......TO ke2. SN gw 504,880(gw isi semuanya + banyak yang itung kancing).......TO ke3. SN gw 578,570 (gw isi semua + perkiraan)......TO ke4.(blom keluar hasilnya,tpi gw isi semua)
    ya itu sih eksperimen kecil2an gw aja soalnya klo di NF nekenin kita ntar klo pas SBMPTN 10 menit terakhir digunakan untuk mengisi semua jawaban..............
    @@@@@@@@@@@ intinya kembalikan semuanya ke ALLAH SWT^^

  • Romauli Ratnasari

    Kak wilona kalau gitu lebih baik diisi tapi nembak atau dikosongin?

  • Muhammad Hanif Rahmani

    Kak, saya udah simak dokumennya diatasi, dan saya bingung pas di skenario yang nembak 5 bener 1 salah 4. Kenapa yang bener pas di soal berbobot kecil score peringkatnya bisa lebih tinggi dari yang bener pas di bobot soal besar? Ini kontradiksi menurut saya

  • M Tegar S

    terimakasih infonya http://teziger.blogspot.com

  • Pejuang Unpad

    Peluang Jawaban bener 20% × jmlh soal

  • Faxy Shawty

    terus buat org yang murni salah (yang paham materi tp cuma ragu sama 2 pilihan tanpa nebak2) jadi dirugikan dongg 🙁
    sementara org yg nebak2 itungan kancing jadi diuntungkan karna jawaban dr tebakannya bisa aja benar 🙁
    hoki game so strong bruh 🙁

  • Muhd Humam Rhamadhani

    Permisi kak, sebenarnya salah dengan nembak sama salah dia bener2 serius ngerjain tpi juga tetap salah itu perbedaannya apa ya ? Saya cuma bingung teori ini dengan pemikiran saya seperti itu. Terima Kasih sebelumnya..... 😀

  • Haidar Zein

    Contoh : kalo banyak peserta ga ngejawab (kosong) soal no 1, itu bakal nambah bobot soal no 1 nya ga?

    Atau bobot soal itu hanya bertambah karena banyak peserta yg ngejawab salah aja?

  • Sherly Isuira

    Hallo kak wilona, misalnya kalau ada soal yg gampang tapi tidak bisa jawab dan soal susah tapi malah bisa jawab benar karena faktor asal tebak, apakah hal tersebut akan mempengaruhi pembobotan nilai kita ? Kan kalau dilogika soal gampang aja nggak bisa jawab kok soal yg susah malah bisa

  • daniswara

    Kak mau tanya, denger2 sistem sbmptn sekarang juga mempertimbangkan jurusan yang kita ambil, misal saya kalau mau ambil feb & fisipol paling nggak harus punya skor besar di ekonomi atau sosiologi. Katanya pembuatan sistem baru ini karna banyak mahasiswa yang lolos sbmptn tapi waktu udah masuk kuliah kurang menguasai matkulnya. Misal kalo dia masuk kedokteran karna skor fisika dia yang bagus, bukan dari biologinya. Mohon pencerahannya ya kak hehe

  • dandypradipa

    Misal, dari 10 orang siswa ada seorang siswa yang jawabannya benar, sedangkan 9 orang lainnya menjawab asal-asalan dan ternyata salah, maka maka poin seorang siswa yang menjawab benar tadi akan naik karena soal yang dia jawab masuk ke dalam kategori sulit. Kalau kita ubah 9 orang siswa tadi tidak menjawab/mengosongkan jawabannya, bukannya soalnya tetap dimasukkan ke dalam soal kategori sulit, ya kan terhitung dari 10 orang siswa yang dapat menjawab soal tersebut dan benar hanya 1 orang. Jadi terlepas dari menjawab asal-asalan ataupun tidak menjawab sama sekali tergantung pada dominasi siswa yang dapat menjawab benar. CMIIW*

  • Muhammad Arfhan

    Makasih kak atas informasi tambahannya, membantu banget lho buat ngejawab soal nanti.. 😀
    Pokoknya buat orang2 yang licik pasti seneng banget deh dengan sistem penilaian ini.. xD
    Licik maksudnya bukan licik negatif yah... 😀

  • Nani Rahmawati

    Kalo kita udh ngasal tp itu pertimbangannya 50:50 dan ttp salah gimana tuh ka?

  • Yusnita Imlatul Khasanah

    Jadi walaupun skor salah itu 0, tapi kalau jawaban kita salah bisa mengurangi nilai juga?

    • Ke-Ambiguan Logis

      Ngak juga. kan soal yang salah nilainnya 0. berapapun salahnya kalau di kali 0 hasilnya = 0..

  • andi

    wah berarti lumayan merugikan dong menurut ane sbmptn sekarang soalnya kalo dulu gk memandang soal mudah sulit nya soal poinnya +4 salah -1 kalo sekarang soal mudah sulit beda nilainnya. kalo nembak salah juga ngurangin peringkat. fix bakal ragu ragu jawab soal -_-

  • Sultan Milzam

    Mau tanya dong kak, gimana kalo misalkan ada dua org mereka jumlah salahnya sama tapi misalkan org pertama jawab a sedangkan org kedua jawab b. Apa hasil akhir mereka bakal tetep sama atau beda? apa iya kalo nebak trus salah sama kalo paham tapi ternyata salah itu keliatan sama sistem penilaiannya?

  • Yordianto

    selamat siang sebelum nya saya mau nanya.
    Jadi kalo siswa A B C, misal sama sama benar 10 di letak soal dan paket soal yang sama tapi beda jumalah salah dan kosong nya apakah ada perbedaan nilai di akhir ? Terimakasih

  • Yudhi yud

    Bagus atikelnya sedikit membantu..tpi agak bingung jga si dengan perubahan sistem penilaiannya

  • farah

    kalau nembaknya misal 5 nomor berturut turut a semua itu gmn kak? peluang benernya lebih banyak atau sama aja?

  • Muh Adam Amirulloh

    NtapppsssLahh Sarannya 😂😂😂, GoodLuck Para Pejuang SB, Sampai Ketemu Di Fakultas Masing2....wkwkwkwk

  • Aufa SM

    Sebelum baca artikel ini udah fix mau isi semua walaupun asal.. namun setelah baca, waktu sbmptn mlh bnyk yg gw kosongin.. nah tepat setelah selesai SBMPTN ada artikel lgi yg jelasin klo pak menteri suruh isi semua, jadi apakah artikel ini beneran tips atau emang nyesatin gw

  • Rafi Bayu Raditya

    Dan ternyata sekarang ada kabar.. "Untuk mengisi semua jawaban karena tidak ada minus" lalu yg bener itu mana? Karena waktu hari H tidak dijelaskan oleh panitia hanya tata tertib saja. Saya memakai trick ini 🙁

    • Atiqul Ilmi

      Sama 🙁

  • Diky Wahyudi

    Apa yang terjadi jika lupa mengisi kode soal di LJK SBMPTN? Apakah ada pemeriksaan ulang oleh paniatia? Atau adakah hal yang bisa saya lakukan?

  • daffa wibi

    hmm tapi ntar SBMTPN 2019 katanya mau dihilangkan ya nanti mau diganti dengan sistem test center kan

  • Arab Credit Group

    Assalamualaikum Wr Wb

    Kami di Arab Credit Group telah luar biasa ketika datang untuk membantu orang-orang dalam masalah keuangan dan mereka dengan utang yang tak terhitung jumlahnya untuk membayar, tugas kami adalah untuk membantu Anda dengan pinjaman untuk menyelesaikan semua masalah keuangan Anda, dan menjadi stabil keuangan lagi. platform pembayaran kami sederhana, kami memberikan pinjaman dengan suku bunga 1,60% terendah yang dapat Anda temukan, Arab Credit Group adalah Perusahaan Pinjaman yang dimiliki oleh Keluarga Arab kami telah memutuskan untuk membantu saudara dan saudari kami untuk menjadi kuat secara finansial seperti yang diperintahkan Allah. kami di sini untuk memberi Anda bantuan untuk sukses dalam hidup.

    Hubungi kami dengan.
    Perusahaan: Arab Credit Group
    Email: Arabcreditgroup@gmail.com

  • Marwah Leila

    Ka mau tanya, bobot penilaian soal mudah/sedang/sulit berdasarkan per kode soal (misal 623 doang) atau per seluruh kode soal? Soalnya kan 'soal' tiap kode beda beda. Makasih

  • Games Prodigy
  • Alfinsa Pratama

    Hai, Wilo.

    Beberapa waktu lalu, gue sempet dapet cerita dari beberapa peserta yang nggak lolos SBMPTN. Mereka kebingungan karena adanya informasi yang ambigu mengenai sistem penilaian yang baru ini. Di sini (https://nasional.sindonews.com/read/1299985/144/jangan-coba-coba-main-tembak-1524409346), Wakil Rektor Unpad bilang bahwa sebaiknya peserta SBMPTN nggak main tembak jawaban, persis seperti yang lo tulis di artikel ini. Tapi, Menristekdikti bilang sebaliknya (http://www.metrotvnews.com/embed/zNAww0vk), beliau menyarankan untuk nggak ngosongin jawaban.

    In short, peserta kudu gimana, Wil? Arigathanks.

  • evolto

    Ane jawab bener2 mikir bnyakan idi tkpa dan tkd soshum selebihnya asal tembak tp lulus ..
    Intinya : kerjain dulu soal yg bs dijawab dgn yakin benar (klo bs banyakin jawab benar di matdas karena masih bnyak pengawas yg gatau sistem IRT jd msh blg ke peserta klo sistem nilainya msh yg lama dan matdas adalah soal tersulit disbm) nah bru untuk soal yg ambigu tembak2 aja