Gue Minat dengan Bahasa, Bagusnya Ambil Jurusan Kuliah Apa Ya?

Bingung dengan jurusan-jurusan bahasa? Gak tahu harus pilih jurusan bahasa mana yang sesuai? Artikel ini akan membahas tentang tiga jurusan bahasa yaitu Sastra, Pendidikan Bahasa, serta Linguistik

Halo, guys!

Jumpa lagi dengan gue, yuuji-sensei. Kali ini gue akan bahas tentang jurusan-jurusan yang masih bingungin beberapa siswa, khususnya siswa-siswi yang pengen berkecimpung di dunia bahasa. Kenapa gue ngomongin tentang jurusan-jurusan bahasa? Karena bisa dibilang gue sendiri adalah pecinta bahasa. Gue sendiri adalah lulusan D3 Linguistik dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Selama gue kuliah dulu (dan sekarang juga, sih), gue sering banget denger pertanyaan seperti:

  • "Lulusan sastra tuh nantinya kerja jadi apa sih? penulis puisi?"
  • "Kalo gue ambil jurusan bahasa, apa nantinya gue cuma bisa jadi guru aja?"
  • "Linguistik tuh apa sih? sejenis Jurnalistik?"
  • "Kalo gue ambil jurusan sastra X, nantinya gue bakal jago bahasa X, dong?"

Sejujurnya gue prihatin, nih, kalo pertanyaan-pertanyaan seperti ini terlontar. Prihatin karena berarti sebenarnya banyak banget yang masih nggak paham tentang jurusan-jurusan tersebut. Akhirnya, banyak calon mahasiswa yang salah kaprah mengenai jurusan-jurusan tersebut, akhirnya malah salah ambil jurusan. Karena sudah terlanjur masuk, perkuliahan dijalani dengan setengah hati dan terpaksa. Ketika lulus kuliah, arah karir nggak tahu mau dibawa ke mana. Akhirnya menggeluti bidang pekerjaan yang jauh berbeda dengan apa yang dipelajari pas kuliah. Hal ini berulang terus sampai akhirnya menjadi suatu fenomena tersendiri bagi mahasiswa jurusan berbau bahasa. Sialnya lagi, fenomena ini juga yang membuat sebagian orang underestimate jurusan-jurusan seputar bahasa.

Nah, supaya fenomena negatif ini gak memanjang, gue mau bahas nih beberapa jurusan di dunia bahasa, yaitu jurusan Sastra, Pendidikan Bahasa, dan LinguistikBy the way, gue gak akan membahas secara spesifik bahasa apa dalam jurusan-jurusan tersebut, misalnya membahas tentang Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dsb., gue akan membahas secara umum aja tentang perbedaan dan prospek dari masing-masing jurusan.

Sebelum gue bahas tentang jurusan-jurusannya, kita lihat dulu yuk, tipe-tipe calon mahasiswa yang biasanya mengambil jurusan-jursan ini. Tipe-tipe ini sering banget gue temukan di antara para siswa saat gue mengajar.

Tipe 1: "Gue pengen jadi guru bahasa"

Tipe yang paling umum gue temukan. Biasanya calon mahasiswa ini punya passion atau minat untuk mengajar.

Tipe 2: "Gue pengen jadi penulis novel/cerpen"

Tipe ini biasanya gue liat hobi banget nulis. Kalo disuruh bikin cerita biasanya semangat banget, dan akhirnya mendalami lebih lanjut di perguruan tinggi.

Tipe 3: "Gue pengen jadi penerjemah"

Tipe ini biasanya suka banget belajar bahasa asing. Calon mahasiswa ini juga cukup passionate  dalam menerjemahkan dari bahasa ibu ke bahasa lain, atau sebaliknya.

Tipe 4: "Gue pengen jago bahasa X"

Ini juga tipe yang sangat common, nih. Biasanya gue nemu mahasiswa yang sebenarnya sekadar pengen jago belajar suatu bahasa, tapi malah ambil pendidikan bahasa/sastra/linguistik, padahal kalo emang cuma pengen jago di suatu bahasa tertentu, bisa ditempuh TANPA harus ke perguruan tinggi, loh.

Kalo lo pengen jago bahasa Jepang karena lo suka baca manga atau nonton anime, lo gak mesti ngambil jurusan sastra Jepang, kursus aja sebenarnya udah cukup!

Bahkan, lo juga bisa belajar sendiri, kalo lo mau ngikutin tips-tips dari artikel gue sebelumnya: 4 Prinsip Utama dalam Belajar Bahasa Asing

Tipe 5: "Gue gak mau kuliah ribet, ambil yang paling gampang aja"

Nah, sayangnya, tipe ini juga banyak gue jumpai. Biasanya karena malas ambil jurusan yang terkesan ribet seperti Teknik, Fisika, Akuntansi, dll., malah ambil jurusan pendidikan bahasa/sastra/linguistik karena dipikirnya lebih mudah. Padahal, ya gak gitu juga lah. Tipe 5 ini juga termasuk mahasiswa yang memilih jurusan pendidikan bahasa/sastra/linguistik karena melihat tingkat persaingannya yang tidak terlalu tinggi. Jadi, cuma asal masuk yang penting kuliah aja, tapi nggak punya bayangan sama sekali tentang apa yang akan dipelajari pas kuliah nanti.

Kira-kira tipe-tipe calon mahasiswa seperti yang di atas lah yang gue temukan di jurusan-jurusan yang akan gue bahas. Kira-kira, ekspektasi lo apa aja untuk mendalami ilmu-ilmu tersebut? Terus kalo lo masuk di tipe calon mahasiswa 1, 2, atau 3, lo harus ambil jurusan yang mana? Yuk, coba kita lihat.

 

Persamaan dan Perbedaan Jurusan Sastra, Pendidikan Bahasa, dan Linguistik

Kalo lo bingung nantinya akan ngapain aja, coba kita cek persamaan dan perbedaan dari jurusan-jurusan ini. Kita coba lihat dulu persamaan-persamaan yang ada, ya.

1. Sama-sama mempelajari ilmu bahasa

Idealnya, ketiga jurusan ini sama-sama mempelajari segala sesuatu yang berhubungan tentang ilmu bahasa. Sejarah suatu bahasa, penggolongan bahasa, perubahan dan dinamika bahasa, dll. Bahkan, linguistik dasar juga akan dipelajari di pendidikan bahasa dan sastra.

2. Sama-sama mempelajari keahlian berbahasa

Keahlian dasar berbahasa seperti menulis, membaca, berbicara, mendengarkan, serta tata bahasa, semuanya dibahas di ketiga jurusan ini. Namun, tidak seperti kursus bahasa, lo bukan dilatih untuk mahir dalam aspek-aspek tersebut, melainkan lo akan mempelajari secara rinci tentang segala faktor yang ada di aspek-aspek tersebut.

Selain itu, di jurusan sastra dan pendidikan bahasa, lo akan memilih satu bahasa secara spesifik untuk dipelajari sepanjang perkuliahan, misalnya Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, dll. Sedangkan di Linguistik, lo gak diminta untuk pilih satu bahasa tertentu untuk dipelajari, walaupun nantinya lo akan mempelajari beberapa bahasa juga sebagai studi komparatif. Misalnya, nih, dulu waktu gue ambil jurusan Linguistik, karena gue belajarnya di Jepang, maka gue belajar linguistiknya pake bahasa Jepang. Linguistik sendiri cakupannya jauh lebih luas, sehingga bahasa yang lo gunakan untuk mempelajari ini adalah bahasa resmi dari negara tempat lo belajar, jadi kalo lo belajar linguistik di Indonesia, ya akan pake bahasa Indonesia.

Nah, sekarang coba kita liha perbedaan dari jurusan-jurusan ini:

1. Sastra

Di jurusan sastra, lo akan mempelajari tentang komponen-komponen inti dari suatu bahasa, dengan menitikberatkan pada unsur seni yang terdapat pada bahasa tersebut. Lulusan dari jurusan ini memiliki prospek untuk bekerja sebagai penerjemah, penulis, serta editor. Di jurusan ini juga, lo akan belajar secara detil tentang aspek estetis dari suatu bahasa, serta jenis-jenis karyanya. Selain itu, lo akan mempelajari tentang 3 jenis karya sastra yang umum, yaitu puisi, prosa, serta drama. Lo nantinya akan mempelajari struktur, komposisi, serta apresiasi dari jenis-jenis karya sastra tersebut. Jadi, kalo lo suka dengan puisi, prosa (seperti novel dan cerpen), serta drama, lo bakal cocok banget untuk mengambil jurusan ini.

Novel, salah satu bentuk prosa yang dipelajari di jurusan sastra

2. Pendidikan Bahasa

Di jurusan pendidikan bahasa, lo akan mempelajari tentang ilmu pendidikan dan cara mengajar/mendidik suatu bahasa. Komponen-komponen bahasa tetap dipelajari seperti di jurusan sastra, tapi lebih terfokus di ilmu pendidikannya. Lulusan dari jurusan ini memiliki prospek untuk bekerja sebagai guru atau dosen. Di jurususan ini, lo akan secara spesifik diarahkan untuk menjadi seorang pendidik. Di jurusan ini juga, pedagogi (ilmu pendidikan) bakal kenceng banget dikasih ke lo. Selain pedagogi, segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pendidikan seperti profesi keguruan, kode etik guru, konseling siswa juga akan lo dapatkan. Jadi, kalo lo minat untuk jadi guru, seneng ngajar, seneng berbagi ilmu, lo bakal cocok banget untuk ambil jurusan ini.

Guru bahasa, tipikal profesi lulusan jurusan pendidikan bahasa

3. Linguistik

Di jurusan ini, lo akan mempelajari tentang segala komponen pembentuk sebuah bahasa, dengan fokus kepada analisis serta kajian ilmiah dari bahasa tersebut. Kajian ilmiah seperti apa? Misalnya seperti bagaimana pola bentukan bahasa tersebut, rumpunnya, sistem penulisan, serta evolusinya. Lulusan dari jurusan ini memiliki prospek yang cukup luas cakupannya, nantinya lo bisa bekerja sebagai guru bahasa, penerjemah, leksikografer (pembuat dan pengedit kamus), spesialis terapi wicara, serta proofreader (pengecek kesalahan tulis). Nah, berhubung sepengalaman gue banyak banget calon mahasiswa (bahkan kebanyakan orang pada umumnya) yang gak paham tentang jurusan ini, gue akan jabarkan tentang bidang-bidang ilmu apa aja yang akan lo pelajarin kalo lo ambil jurusan ini. Berikut ini adalah contoh-contohnya:

Fonetik

Fonetik adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana bunyi dalam sebuah bahasa bisa terbentuk secara fisik. Misalnya, saat lo mengucapkan bunyi "m" dalam bahasa Indonesia, komponen mana aja di tubuh lo yang digunakan untuk memproduksi bunyi tersebut.

Fonologi

Fonologi, seperti Fonetik, juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentukan bunyi dalam bahasa, tetapi lebih memerhatikan ke aspek pembentukan arti dari bunyi yang diproduksi. Contohnya, kata "ikan" dan "ikal". Secara fonologis, kedua kata tersebut terbentuk saat bunyi akhir dari kedua kata tersebut diubah (/n/ dan /l/), sehingga makna dari kedua kata tersebut juga berubah.

IPA (International Phonetic Alphabet), dipelajari dalam Fonetik dan Fonologi

Morfologi

Morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kata, komponen kata, serta relasi antar komponen kata. Contohnya dalam bahasa Indonesia adalah penambahan imbuhan me- pada akar kata "tulis", menjadi "menulis". Imbuhan me- secara morfologis disebut juga sebagai morfem, yang berarti satuan terkecil bahasa yang dapat mengandung makna.

Sintaksis

Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip-prinsip serta aturan dalam membentuk struktur kalimat di suatu bahasa. Contohnya adalah penyusunan S (subyek) P (predikat) O (obyek) dalam bahasa Indonesia.

contoh struktur kalimat, dipelajari dalam Sintaksis

Semantik

Semantik adalah ilmu yang mempelajari tentang pemaknaan dalam suatu bahasa. Contohnya adalah pemaknaan dalam homonin, sinonim, antonim, dsb.

Pragmatika

Pragmatika adalah ilmu yang mempelajari tentang pemaknaan konteks di sebuah bahasa. Contohnya, coba bandingkan konteks pada kedua kalimat ini:

  • Orang baru itu gak sopan, deh.
  • Orang gue baru aja dateng, kok.

Pemaknaan konteks kata "orang" di kedua kalimat tersebut beda, kan? Itu yang dipelajari dalam pragmatika.

Stilistika

Stilistika (berasal dari kata dasar style) adalah ilmu yang mempelajari tentang gaya bahasa seseorang dalam suatu bahasa, baik berupa lisan maupun tulisan. Contohnya sebenarnya sangat umum, coba lo perhatiin gaya bahasa dari tiap-tiap guru di sekolah lo, pasti beda, kan? Itulah yang dikaji dalam stilistika.

Nah, itu beberapa contoh bidang ilmu yang secara spesifik dipelajari di linguistik. Sebenernya sih, di pendidikan bahasa dan sastra juga ada bahas dikit, tapi lebih detil lagi dipelajari di linguistik. Meski nampak mirip-mirip, sebenarnya ketiga jurusan ini sangat berbeda. Kalo lo liat dari tipe-tipe calon mahasiswa tadi, lalu lo bandingkan dengan deskripsi singkat dari masing-masing jurusan, udah kebayang belom, lo mau ambil jurusan yang mana?

 

Jadi, gue pilih jurusan yang mana, dong?

Karena tadi gue udah kasih bayangan tentang nantinya lo akan ngapain aja di masing-masing jurusan, udah kebayang, dong, kira-kira mau pilih yang mana?

  • Kalo lo pengen jadi guru, maka paling tepat adalah ambil jurusan pendidikan bahasa.
  • Kalo lo pengen jadi penulis atau editor, maka ambil jurusan sastra.
  • Terus yang jurusan linguistik gimana? Prospek kerjanya juga cukup banyak kok, tapi gue sangat sangat nyaranin untuk ambil jurusan ini kalo lo bener-bener pengen jadi ahli bahasa, mengingat terlalu luasnya aplikasi linguistik terhadap ilmu lainnya seperti Psikologi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi, dll.

Kalo gue dulu memang pengen banget jadi guru bahasa, makanya gue persiapkan D3 Linguistik dulu (untuk pendalaman pengetahuan bahasa), lalu gue ambil S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Tapi tentunya pilihan ini disesuaikan dengan berbagai pertimbangan kemampuan dan kondisi pribadi gue saat itu ya.

****

Sekian dulu tulisan gue kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk lo, dan semoga ini bisa memberi sedikit gambaran mengenai jurusan bidang bahasa mana yang lo pengen ambil nantinya. Buat lo yang kepalang salah ambil jurusan, gak usah khawatir, lo bisa cek tulisan kak Glenn:

4 Rumus Penting Dalam Memilih Jurusan Kuliah

Besides, bidang bahasa cukup fleksibel kok, kalo lo merasa salah jurusan, pengen jadi guru, tapi kepalang ambil jurusan sastra, gak masalah. Bisa-bisa aja, kok. Dulu sewaktu gue masih jadi kepala sekolah, gue juga sering terima calon guru yang lulusan sastra. Kalo lo ada pertanyaan lebih lanjut seputar jurusan-jurusan ini, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar, ya! See ya!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Di sekolah, gue lumayan suka bahasa inggris, dilanjutkan nilai bahasa inggris di rafor lumayan tinggi. Gue orangnya suka sama bahasa inggris, ya sering baca kamus gitu, ga hanya baca, namun sering menemukan kata sulit dan mencari artinya di kamus. Juga gue suka dan ingin mendalami budaya/kultur negara inggris, yaa sebab gue salah satu fans MU sih, hehe.

    Dari pernyataan gue diatas, apakah tepat gue milih jurusan sastra inggris nantinya kak? Dengan alasan diatas? Apa masih ada miskonsepsi dari pernyataan gue diatas? Gak berminat jadi guru sih, cuman gue mau belajar sastranya aja, baca novel juga suka. Mohon penjelasannya ya kak:)

    • yuujisensei

      Wah, masuk sastra pas tuh

  • Era Reina

    Kalo mau masuk sastra Inggris kira-kira persiapannya apa aja ya sejak SMA? Apa nilai bhs. Inggrisnya harus selalu bagus, atau ada pelajaran lain yg juga perlu ditingkatkan?

    • yuujisensei

      Nilai bagus gak menjamin. Yang paling utama adalah skill basic reading, speaking, listening, writing, dan grammar yang kuat.

  • Meili_수호

    Lalu bagaimana dengan gue kak yang thn ini ingin ambil jurusan bahasa berdasarkan hasil test IQ ?
    Dan.....
    Jurusan Linguistik di Universitas mana aja kak? Btw aku baru denger--"

    • yuujisensei

      Di Indonesia jurusan linguistik kebanyakan untuk s2 (sayangnya). Jadi s1nya coba ambil sastra dulu aja.

  • Vincent Leonhart Setiawan

    Kak mungkin agak nyeleweng nih ya. Gw orangnya suka banget ngomong make bahasa inggris, grammar gw klo pas ngomong bisa dibilang bagus lah. Nilai speaking gw juga selalu 90++ nah tapi saat gw test tertulis gw ga pernah dapet bagus kak. Karena pertama gurunya juga kurang jelas dan enak ngajarnya dan juga gw nyadar kalo gw ga pernah bagus kalo test grammar tertulis. Kira-kira biar gw bisa jago di test grammar tertulis gimana ya kak ??? Makasih.

  • martha

    Kalo mau jago suatu bahasa sih mending buka Duolingo aja buat ngedapetin pegangan di bahasanya (et c'est gratuit), trs mulai aplikasiin sama nambahin vocab lewat belajar budayanya sana pake lagu/film/vlog dll
    Tapi rada susah sih biasanya kalo cari sumber yg pake bahasa yg pingin kita pelajarin trs ada subs di bahasa yg kita ngerti :") Makanya gue berenti belajar bahasa Itali soalnya susah banget nyari genre lagu & film yg cocok sm gue, dan akhirnya beralih ke Prancis dan taraa nemu segudang lagu dan youtuber yg gue suka <3

    • yuujisensei

      Yes. Duolingo cukup berguna, terutama buat yang baru mau belajar.

    • Diah Ayu Pangukir

      Rekomendasiin dong penyanyi ,film dan yutuber prancis:)) hehe

  • Sali Hayakawa

    Sugoidesune... Yuuji-san.

    • yuujisensei

      ありがとう

  • Valencia

    Aku suka bahasa Jepang, suka kulturnya juga, dan sempat kepikiran mau ambil Sastra Jepang. Tapi, aku masih ragu aku beneran mau menguasai sastra Jepang atau sekadar mau jago bahasa Jepang aja, kak. Bedainnya gimana ya?
    Btw, bahas tentang beasiswa atau serba-serbi kuliah di Jepang dong, kak 😀

    • yuujisensei

      Halo Valencia.
      Kamu coba bayangkan dulu, nantinya mau memilih profesi apa. Kalo nanti profesinya mau berkaitan dengan bahasa, ambil sastra aja. Tapi kalo kurang minat dengan prospek lulusan sastra, maka cukup kursus bahasa Jepang aja.

  • Diah Ayu Pangukir

    Hi sensei! Makasih udah ngasih pencerahan :))
    Btw mau nanya nih, tahun ini niat ikut sbm dan mau ambil jurusan bahasa juga.
    Nah, saya kan suka bgt sama bahasa 'x', saya juga bnyk bljr bahasa itu dr skg . Udah lumayan lah basic nya.
    Cuma saya bingung, saya kan harus nyiapin jurusan lain juga nih buat sbm, saya niat ambil bahasa lagi , saya kepikiran buat ambil prancis, tp kata tmn saya bhs prancis susah bgt. Saya jadi takut juga dengernya.
    Mksd dr tulisan saya, ada tips ga gtu buat ambil jurusan bahasa di luar bahasa yg udh saya kuasai ?
    Terimakasih sblmnya :))

    • yuujisensei

      Halo Diah.
      Jangan langsung percaya kata orang, gak ada yang namanya "susah" dalam belajar ilmu apapun. Kalo kamu udah suka dengan b. Perancis, lanjutin aja.

      Untuk jurusan, sensei sangat sarankan kamu ambil jurusan yang kamu benar-benar minati banget ya.

      Tips selain yang sensei pernah tulis di artikel bahasa asing (linknya ada di dalam artikel di atas), coba kamu tambah belajar sendiri 1 bahasa yang serumpun dengan Perancis (Portugis, Spanyol, Italia) sebagai alat perbandingan.

      Selain itu, boleh juga kamu compare varian dari bahasa Perancis seperti Québécois. Dengan begitu, grasp kamu terhadap bahasa Perancis bisa lebih mantap.

  • Hani Hwang

    Kak aku kan hobi banget nonton variety show Korea, tapi subtitle nya English :3 nah karena keseringan/hampir tiap hari begitu, kemampuan bahasa Inggris ku berkembang, tapi aslinya aku emang suka belajar bahasa asing. Aku pengen jadi penerjemah. Tapi bimbang antara sastra Inggris atau sastra Korea :3 soalnya kalo minat aku lebih minat ke Korea. Saranin dong kak :"))

    • yuujisensei

      Kalau kamu lebih minat ke bahasa Korea, ambil Korea aja. Akses ke bahasa Inggris jauh lebih mudah, kok.

  • wahyuni hatta

    nanti kalau dftar SBMPTN tahun ini, in shaa allah aku milih sastra ing di salah satu univ tapi akreditasinya C, jadi aku pindah ke pnd inggris tapi masalhnya adalah aku tidk berminat jadi guru, jadi gimana dong kalau begitu? harus milih jurusan apa?

    • yuujisensei

      Kalau menurut sensei, akreditasi C bukan berarti jelek, loh. Kembali ke dosennya masing-masing sih. Ada tempat yang akreditasi C, tapi dosennya bagus, ada juga yang akreditasi A, tapi dosen-dosennya acuh tak acuh.

      Jadi kalau kamu lebih minat ke sastra, ya tetap ambil sastra aja.