Zenius Facebook Live: Tips dan Trik Belajar UN dan SBMPTN Matematika untuk Siswa SMA IPS, Bahasa, dan SMK

Banyak banget siswa dari jurusan non-IPA yang meremehkan Matematika. Padahal nantinya mereka juga butuh Matematika, apalagi di dunia kerja. Artikel ini akan memberikan tips belajar matematika untuk anak SMA IPS, Bahasa, SMK, dsb.

Zenius Facebook Live adalah ajang di mana kamu dapat bertanya langsung ke tutor Zenius seputar topik yang sedang dibicarakan. Acara ini dikemas dalam format talk show dan diadakan secara Live melalui akun resmi Facebook Zenius Education. Artikel Zenius Blog kali ini akan memberikan rangkuman dari Zenius Facebook Live: Tips Belajar Matematika untuk anak non-IPA. 

  • Siswa Non-IPA yang dimaksud di sini, seperti siswa SMA jurusan IPS, Bahasa, SMK, dll. 
  • Persiapan Matematika yang dimaksud di sini, seperti persiapan belajar Matematika untuk Ujian Nasional atau tes masuk perguruan tinggi. 

Talkshow ini diisi langsung oleh “Joni” Jansen Alfredo (salah satu tutor pengisi konten Matematika di zenius.net). Jika kamu tertarik untuk melihat video lengkap saat Zenius Facebook Live: Matematika untuk Siswa Non-IPA berlangsung, kamu bisa dilihat di sini.   

 

Mengapa Perlu Ada Persiapan Matematika Khusus Anak Non-IPA?

Dari pengalaman gue mengajar, gue menemukan beberapa pandangan keliru seputar Matematika di kalangan anak-anak non-IPA, yaitu sebagi berikut:

  • Lumayan banyak siswa yang masuk jurusan non-IPA dengan tujuan untuk menghindari Matematika. Banyak yang berpikir, at least, di jurusan non-IPA, pelajaran matematikanya gak sesusah dan gak sebanyak pelajaran matematika di jurusan IPA.
  • Selain alasan itu, anak non-IPA juga sering merasa matematika gak terlalu dibutuhkan untuk menunjang kemampuan yang mau dicapai. Misal, siswa mau jadi fotografer, menurut mereka, matematika gak mendukung skill fotografi mereka.
  • Banyak siswa non-IPA yang belajar matematikanya dengan cara yang salah.

Pandangan dan kekeliruan tersebut terus berulang dan selalu menjadi fenomena tiap tahunnya bagi siswa-siswa yang gak mengambil jurusan IPA di SMA. Akibatnya, ketika mereka harus berhadapan dengan ujian matematika, mereka jadi kelimpungan sendiri. Sepertinya matematika udah jadi mimpi buruk tersendiri bagi sebagaian siswa, khususnya dari jurusan non-IPA. Parahnya lagi, ketika mereka akhirnya udah masuk ke dunia kerja, mereka baru sadar betapa kelirunya mereka selama ini tentang matematika. Ketika mereka sudah memasuki dunia profesional, mereka akhirnya baru ngeh kalau mereka juga butuh matematika.

Nah, daripada musuhan terus dengan matematika, mendingan coba temenan deh dari sekarang sebelum penyesalan itu datang. Gimana caranya?

 

Strategi Belajar Matematika untuk Siswa Non-IPA

1. Ubah Perspektif tentang Matematika

Banyak yang menganggap matematika gak guna di real life. Nah, perspektif ini jelas banget mesti diubah. Gue punya contoh nyata yang berhubungan dengan ini.

Jadi, sekitar beberapa tahun lalu, gue lagi mau ngopi di suatu coffee shop gitu sambil bawa tas yang ada logo zeniusnya. Di dekat meja gue, ada laki-laki yang berusia sekitar 20-an akhir atau 30-an awal nanya ke gue.

Dia: “Lo gunain Zenius?
Gue: “Iya, gue gunain Zenius dan gue emang kerja di Zenius Education.
Dia: “Ouh lo kerja di Zenius. Gue make produk lo. Gue belajar matematika dari Zenius.

Terus gue penasaran nanya dong buat apa lelaki pekerja ini belajar matematika dari Zenius. Ternyata, dia itu lagi pengen menjadi pengacara. Nah, senior-senior dan dosen-dosennya sangat menyarankan dia untuk belajar matematika lagi dari level yang sangat dasar. Dari situ dia cerita kalau matematika sangat dipakai oleh pengacara dalam membangun argumen ketika debat di pengadilan dan menyusun pernyataan di dokumen-dokumen hukum.

Ada contoh lain lagi nih. Ada seorang fotografer (temennya Fanny) yang selama ini hanya fokus buat meningkatkan skill fotografinya, seperti gimana cara ngambil gambar yang fokus, gimana cara mengatur lighting untuk sebuah foto, gimana cara ngambil angle yang oke, dsb. Terus, si fotografer itu sekarang mau serius menekuni usaha fotografinya dengan cara membangun studio fotografi. Nah, ketika si fotografer mau membangun studio itu, dia mulai berurusan dengan matematika. Dia mulai berurusan dengan Microsoft Excel beserta angkanya ketika dia harus melakukan pemesanan peralatan fotografi, menghitung depresiasi alat atau aset yang dia miliki, dan kegiatan lainnya. Belum lagi dia harus ketemu dengan angka-angka pemasukan dan pengeluaran di laporan keuangan. Hingga akhirnya, mau gak mau fotografer tersebut mulai belajar matematika kembali deh.

Nah, dari kedua contoh ini aja, keliatan jelas kalau matematika kepake ketika nanti kalo lo udah kerja.

Meskipun begitu, matematika juga kepake ketika lo jadi siswa seperti sekarang. Contohnya nih yah, saat lo jalan ke mall dan lo ketemu promo diskon. Kita ambil contoh kasus diskon yang ada di Facebook-nya Pakde Jokowi deh, seperti yang bisa lo lihat di menit 11:08 pada video di atas.

“Mampir ke Balikpapan Superblock beli sandal. Lumayan dapat diskon 50% dan tambahan diskon 20%. Harga asal Rp299 ribu, setelah diskon jadi Rpxxx ribu. Produk Indonesia bagus kualitasnya.”

Nah, ini salah satu penggunaan matematika di kehidupan sehari-hari. Sekarang gue tanya, “Berapa yang akhirnya dibayar Pakde Jokowi?” Coba lo pikirin dulu jawabannya sebelum lanjut baca.

Oke sekarang kita bahas. Jokowi menyebutkan awalnya dapat diskon 50%, terus dapat tambahan diskon 20%. Biar gampang hitungnya, kita anggap aja harganya Rp 300.000 ya. Artinya, pertama dipotong dulu 50%, baru dipotong 20%.

Potongan diskon pertama = Rp 300.000 – (50% * Rp 300.000) = Rp 300.000 – Rp 150.000 = Rp 150.000
Potongan diskon kedua = Rp 150.000 – (20% * Rp 150.000) = Rp 150.000 – Rp 30.000 = Rp 120.000

Jadi, total yang harus dibayar adalah sekitar Rp 120.000 atau tepatnya Rp 119.000.

Dari perhitungan diskon sederhana ini aja, masih banyak lho yang salah. Ada yang langsung mengurangi harganya dengan diskon 70% dan mengira cuma harus bayar Rp 70.000. Kecele deh nanti pas beli :p

Oke, gue tekankan lagi ya bahwa matematika itu sangat kepake dalam kehidupan lo sehari-hari. Jadi, sebaiknya lo ubah deh perspektif yang menganggap bahwa matematika itu gak guna.

2. Persiapan Mental yang Kuat

Ketika lo udah berhasil mengubah persepektif matematika, langkah selanjutnya adalah ngebangun mental. Gue ngerti banget kalau matematika udah jadi mimpi buruk bagi sebagian orang. Oleh karena itu, lo perlu bangun mental buat berani liat angka, berani baca grafik, ngutak-ngatik angka, ngerjain soalnya, dan sebagainya.

3. Persiapan Materi

Ketika lo udah mempersiapkan mental yang kuat, saatnya lo kembali berhadapan dengan angka dan logika. Gue biasanya membagi persiapan materi belajar matematika untuk siswa non-IPA menjadi dua tipe.

  1. Persiapan Materi yang Basic Banget, buat mereka yang pemahaman dasar matematikanya masih perlu diperbaiki
  2. Persiapan Materi di Atas Basic, buat mereka yang pemahaman dasar matematikanya udah lumayan

“Terus gue tuh sebaiknya pelajari persiapan yang pertama atau kedua?”

Nah, gue ada bikin kuis yang bisa menjawab pertanyaan itu. Kalo lo gak bisa jawab kuis ini, lo sebaiknya mulai dari persiapan materi yang pertama, which is yang basic banget. Tapi kalo lo udah bisa menjawab kuisnya dengan bener, lo bisa langsung pelajari materi yang kedua, yaitu materi yang udah gak terlalu basic lagi.

Lo coba dulu ya jawab. Biar ketauan lo belajar dari yang basic banget apa gak. Kuisnya begini:

Oke, gue angggap lo udah coba jawab. Sekarang kita bahas aja. Jawabannya adalah kotak pangkat p kali q. Kan setiap segitiga itu kotaknya ada sebanyak p. Katanya kan segitiganya ada q, maka satu segitiga yang kotaknya ada p itu dikali aja sama q. Jadi kotaknya ada sebanyak p kali q.

Ayo gimana, bener gak jawaban lo tadi?

1. Persiapan Materi Matematika yang Basic Banget

Buat lo yang gagal menjawab kuis tadi, berarti lo masih harus memperbaiki pemahaman dasar matematika lo.

Ini ada link materi matematika yang wajib banget lo pelajari untuk memperbaiki kemampuan dasar matematika:

Link di atas berisi materi aljabar dasar, konsep pembagian sederhana, konsep perbandingan, cara mengitung luas, dsb. Semuanya sudah diurutkan dari dari materi yang sederhana dulu sampai materi yang lebih kompleks. Untuk kedua link itu, gue estimasi bisa lo habisin dalam waktu 3-4 hari.

2. Persiapan Materi di Atas Basic Banget (agak lumayan)

Buat lo yang berhasil menjawab kuis tadi atau sudah khatam dengan materi basic di atas, lo bisa lanjut mempelajari materi di atas level tersebut.

  1. Cobain deh kerjain soal-soal dari 2-3 tahun terakhir
  2. Buat inget-inget lagi, coba kerjain 2 set soal di sini
  3. Campuran soal-soal matematika dasar

Lo bisa habisin dalam 2-3 hari lah.

3. Latihan Soal-soal UN dan SBMPTN

Kalo lo udah kelar belajar materi matematika dari dasar banget, baru deh lo bisa masuk ke latihan soal. Lo bisa coba kerjakan soal UN atau SBMPTN dari tahun-tahun sebelumnya. Pas lo coba kerjain, sebaiknya lo jangan langsung liat pembahasannya. Lo coba dulu kerjain soalnya, lo kasih timer kayak durasi UN atau SBMPTN, terus lo hitung skor jawaban lo, baru lo bisa liat pembahasannya sambil dievaluasi lo lemahnya di mana.

Di sini gue kasih info persebaran materi matematika di soal SBMPTN

4. Rutin Try Out

Strategi keempat atau yang terakhir adalah rutin mengadakan try out. Tujuan utama try out adalah biar lo dapat gambaran skor yang kira-kira lo dapat pas UN atau SBMPTN. Dengan adanya gambaran itu, lo bisa punya strategi dalam pemilihan jurusan, misalnya. Kalo skor try out lo udah lumayan tinggi, lo jadi punya keberanian buat milih jurusan dengan tingkat persaingan tinggi, Akuntansi Universitas Indonesia misalnya.

Baca juga: Penting gak sih TRY OUT dalam persiapan SBMPTN?

 

Sesi Tanya Jawab

Q1: Ujian Nasional memakai KTSP, Kurikulum 2013, atau Kurikulum 2013 Revisi?

Nah, materi matematika di Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2013 Revisi ini bisa dibilang hampir sama banget. Soal UN yang bakal keluar adalah dari materi yang beririsan antara Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 Revisi, dan KTSP. Artinya, soal yang keluar itu adalah materi yang sama-sama dipelajari di KTSP dan Kur 2013/Kur 2013 Revisi. Jadi, buat lo yang masih menggunakan KTSP, terus khawatir bakal keluar soal matriks ordo 3*3 (materi matriks itu cuma ada di Kur 2013/ Kur 2013 Revisi), lo gak usah takut, materi itu gak akan keluar karena materi tersebut bukan materi yang beririsan antar kurikulum.

Kuis: Seorang pengusaha sepatu mempunyai 5 orang karyawan. 5 orang karyawan tersebut bisa mengerjakan 5 sepatu dalam waktu 5 hari. Berapa waktu yang diperlukan oleh 100 karyawan untuk membuat 100 sepatu?

Coba gih jawab di kolom komentar!! Hehe.

Oke, kalo udah coba jawab, kita bahas yah. Kalo 5 karyawan bikin 5 sepatu dalam waktu 5 hari, boleh aja kita anggap 1 karyawan itu bikin 1 sepatu dalam waktu 5 hari. Kalo kita sewa 100 orang terus bikin satu-satu, berarti bikin 100 sepatu dalam waktu 5 hari. Jadi jawabannya adalah 5 hari.

Q2: Buat UN, pelajari kisi-kisi UN saja atau belajar Matematika dari materi yang kelas 10, 11, 12?

Kalo lo cuma punya waktu yang tinggal dikit, lo gak perlu belajar mulai dari materi yang kelas 10. Jadi, lo bisa masuk ke tahap pembahasan soal-soal UN sebelumnya.

Silakan cek: Pembahasan Soal Ujian Nasional SMA 2017

Q3: Bisa gak anak bahasa masuk jurusan Akuntansi?

Bisa banget, asal lo lulus tes (yaiyalah!!) Biasanya siswa dari jurusan Bahasa belajar materi matematika gak sebanyak anak IPS atau IPA. Tapi, program studi Akuntansi biasanya meminta skor matematika yang cukup tinggi karena skill matematika sangat diperlukan di jurusan Akuntansi. Terus, gimana caranya? Artinya, lo perlu belajar matematikanya lebih ekstra. Mesti khatam bab-bab di matematika yang sering keluar, seperti persamaan kuadrat, barisan dan deret, akar, pangkat, logaritma. Apalagi biasanya satu soal di SBMPTN itu, gak cuma menguji pemahaman satu bab aja, tapi juga menguji pemahaman beberapa bab. Misal, satu soal bisa nanyain konsep persamaan kuadrat yang diselingin dengan konsep logaritma.

Oiya, gue ada contoh anak IPS yang akhirnya kuliah di jurusan Teknik Metalurgi UI. Dia dari awal tancap gas belajar materi Matematika IPA, Fisika, dll. Dia belajar lebih ekstra dari temen-temen lainnya buat ngejar ketertinggalan materi IPA. Bahkan dia sampe sakit dan harus diopname atau dirawat di rumah sakit karena belajar ekstra itu. Tapi, in the end, dia lulus juga sih di Teknik Metalurgi UI.

Q4: Kalo SBMPTN, matematikanya gak jawab semuanya aman gak?

Tergantung lo mau masuk mana sih, kalo lo mau masuk Akuntansi atau Manajemen, lo butuh skor matematika yang lebih tinggi daripada jurusan di FISIP. Kalo lo gak jawab semua, bisa dibilang aman juga, misal lo jawab sebagian matematika dengan bener sekitar 65% ke atas, nah itu sih relatif aman buat masuk jurusan Manajemen.

Q5: Efektif gak belajar UN dari soal UN tahun-tahun sebelumnya?

Kalo waktu lo sempit, misalnya cuma punya waktu satu setengah bulan, belajar dari soal UN sebelumnya cukup efektif. Tapi, kalo lo punya waktu yang lebih lama, sangat disarankan belajarnya mulai dari matematika yang dasar sampai yang lebih kompleks. Karena ingat, setelah UN, lo mesti belajar lagi buat SBMPTN. Untuk bisa jebol di SBMPTN, lo butuh pemahaman konsep dasar yang kuat.

 

CATATAN EDITOR

Kalo ada yang pengen ngobrol sama bang Joni terkait persiapan belajar UN atau SBMPTN Matematika buat anak-anak non-IPA, silakan bertanya pada kolom komentar di bawah ini.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.