Gimana pandangan kamu seputar topik sosial-ekonomi-politik?

Gimana pandangan kamu seputar topik sosial-ekonomi-politik?

Halo semua, kali ini gua mau ngajak lo semua ikutan quiz iseng tapi seru! Wah quiz-nya tentang apaan tuh? Tenang, nanti gua jelasin lengkap cara ikutan quiz-nya, tapi sebelum kita kerjain quiz-nya bareng-bareng, gua mau ceritain dikit tentang latar belakang dari quiz ini.

Kalo lo masih inget di pelajaran sosiologi, ada yang namanya istilah "nilai sosial". Pengertian sederhananya, nilai sosial itu adalah sesuatu yang dianggap berharga sebagai hasil dari konstruksi sosial dalam masyarakat. Contoh gimana? misalnya itu seperti sebuah ideologi negara, bisa juga gagasan politik tertentu, kebijakan ekonomi, konsep masyarakat yang ideal, atau prinsip hidup yang diyakini benar, dan semacamnya. Dalam hal ini, pernah ga sih lo penasaran gimana pandangan lo terhadap masalah-masalah sosial? Kalau misalnya kelak lo menjadi seorang penentu kebijakan, bagaimana pandangan ideologi lo terhadap hal-hal mendasar seperti sistem pemerintahan, ekonomi, politik, dll? Pernah ga sih lo mikir bahwa setiap pertimbangan sosial-ekonomi-politik itu dilematis banget dalam penerapannya?

Ok, terus apa hubungannya dengan ajakan quiz sebelumnya? Yak, lo bisa tebak sendiri: Gua mau ngajakin lo buat ngikutin sebuah quiz yang akan menggali bagaimana pandangan sosial lo, bagaimana pemikiran lo tentang kebijakan ekonomi yang ideal (menurut lo pribadi), bagaimana konsep masyarakat yang ideal dalam bayangan lo, dan bagaimana gagasan politik yang lo yakini benar. Gimana penasaran gimana bentuk quiznya? Oke deh gua jelasin gimana mekanisme quiz-nya:

Gimana bentuk quiz-nya?

Jadi quiznya terdiri dari 70 PERNYATAAN dalam bahasa inggris (inget ya, bukan pertanyaan tapi pernyataan), dimana masing-masing pernyataan tersebut harus lo respon dengan 5 pilihan ganda seperti ini:

  1. Strongly agree / Sangat setuju
  2. Agree / Setuju
  3. Neutral / Unsure / Netral / Tidak yakin
  4. Disagree / Tidak setuju
  5. Strongly disagree / Sangat tidak setuju

Masih belum kebayang? Nih gua kasih salah satu contoh pernyataannya :

Kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia, berarti kira-kira pernyataannya seperti ini: "orang kaya harus dipajakin gede untuk pemenuhan kebutuhan orang miskin". Nah, terus pilihan opininya ada 5, dari "sangat setuju" sampai "sangat tidak setuju". Lo tinggal pilih aja sesuai dengan opini pribadi lo. Kalo lo sangat setuju bahwa orang kaya harus kena pajak gede untuk pemenuhan kebutuhan orang miskin, berarti lo pilih "strongly agree", kalo lo sangat nggak setuju berarti lo pilih "strongly disagree". Simpel banget kan bentuk quiz-nya?

Walaupun bentuk quiz-nya simpel, tapi proses berpikir dalam menjawab quiz ini nggak simpel. Kenapa? Karena ada buanyak pernyataan-pernyatan yang membuka ruang evaluasi dalam pemikiran lo. Nggak jarang juga ada pernyataan yang jawabannya mengandung dilema tersendiri. Nih contohnya seperti ini:

kira-kira padanan kalimat dalam Bahasa Indonesia-nya seperti ini : "anggaran militer itu NGGAK PENTING, cuma buang-buang duit saja". Nah lho, terus gimana nih opini lo terhadap statement tersebut? Biasanya, nilai sosial masyarakat akan terbagi menjadi 2 perspektif, beserta masing-masing alasananya. Kalau diilustrasikan, kira-kira 2 pendapat ekstrimnya seperti ini:

  1. Perspektif ekstrim 1 : Sangat setujulah! Anggaran militer itu super NGGAK penting, cuma buang-buang duit aja! Sejauh ini toh ga ada ancaman militer eksternal yang berarti. Anggaran militer itu secukupnya saja, lebih baik dananya dialokasikan ke sektor yang lebih penting, seperti kesehatan, pendidikan, pembangunan, dll. Intinya anggaran militer itu nggak terlalu penting, cuma buang-buang duit aja.
  2. Perspektif ekstrim 2 : Sangat tidak setuju! Anggaran militer itu SANGAT penting untuk pertahanan negara. Gimana coba kalo ada  pemberontakan atau serangan mendadak dari negara lain. Stabilitas ekonomi dan politik yang udah baik, bisa runtuh dalam sekejap hanya karena kita tidak siap terhadap serangan militer negara lain. Sudah selayaknya kekuatan militer negara justru harus jadi faktor yang diutamakan, anggaran militer itu sangat penting!

Nah, kebayang kan sekarang gimana dilematisnya dalam menjawab pertanyaan ini? Sejujurnya gua sih berharap, walaupun quiz ini cuma iseng seru-seruan aja, tapi bisa jadi bahan untuk merenungkan perspektif pemikiran lo sendiri, sekaligus mempelajari berbagai macam topik terkait dengan nilai sosial yang diangkat dalam pernyataan-pertanyaan dalam quiz ini. Bahkan lebih seru lagi kalau lo bisa jadikan topik-topik pernyataan dalam quiz ini menjadi bahan diskusi dengan teman-teman lo untuk saling belajar perspektif baru.

Di sisi lain, gua juga sangat rekomendasikan lo untuk bener-bener persiapkan waktu khusus untuk fokus ngejawab 70 pernyataan quiz ini. Jadi gua ngga rekomen ikutin quiz ini pas lo lagi suntuk atau iseng nunggung antrian. Kenapa?

  1. Karena quiz ini lumayan panjang (70 pernyataan) dan perlu rada mikir juga untuk pilih PG-nya.
  2. Karena penggunaan kalimat Bahasa Inggris dalam kalimat pernyataan quiz ini lumayan menantang kemampuan Bahasa Inggris lo.

Oke walaupun kesannya banyak dan ribet, tapi percaya deh sama gua, lo akan dapet buanyaak banget manfaat kalo lo ngerjain quiz ini dengan serius. Selain lo bisa banyak belajar dengan menggali nilai-nilai sosial yang diangkat dalam setiap pernyataan quiz ini, lo juga bisa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris lo, terutama memperkaya vocabulary Bahasa Inggris lo dalam topik-topik sosial.

Terus terang aja nih, penggunaan kalimat Bahasa Inggris yang digunakan dalam quiz ini emang nggak mudah dipahami tapi juga sekaligus bisa jadi tantangan belajar yang bagus banget untuk meningkatkan skill Bahasa Inggris lo. Jadi, please jangan males untuk buka kamus atau google, kalo lo nemu kalimat yang lo nggak ngerti maksudnya apa.

Oke, buat yang udah nggak sabar pengen nyobain quiz-nya, langsung aja kerjain di link website berikut ini:

Link Website Quiz 8Values

Oke, udah beres ngerjain quiz-nya? Kalo udah, yuk kita bahas lebih mendalam perspektif apa saja yang bisa kita dapatkan dengan menjalani quiz ini. Nah, buat lo yang belum selesai ngerjain quiz-nya, coba selesaikan dulu. Jangan ngintip pembahasan di bawah ini yak!

Yuk kita bahas dimensi-dimensi nilai sosial dari quiz ini!

Oke, gimana hasil quiznya? Buat yang udah beres ngerjain, sharing dong hasilnya di section comment! Gua pribadi udah ngerjain, dan dapet hasilnya kayak gini:

Wah, menurut hasil quiz ini, ternyata keluar hasilnya bahwa gua punya perspektif "Social Liberalism". Wah kayak gimana tuh? Oke, untuk sementara kita tunda dulu ya untuk ngebahas hasil tes ini. Kalaupun mau dibahas enaknya kita obrolin di section comment aja, sekalian lo juga sharing hasil quiz lo gimana.

Jadi pada pembahasan artikel ini, justru gua mau kita sama-sama dalemin dimensi-dimensi nilai sosial dari quiz ini. Maksudnya dimensi nilai sosial itu gimana nih? Nah, kalo lo perhatikan hasil dari quiz ini terbagi menjadi 4 dimensi:

  1. Economic Axis
  2. Diplomatic Axis
  3. Civil Axis
  4. Societal Axis

dimana masing-masing dari keempat dimensi tersebut, memiliki 2 kutub ekstrim:

  • Economic : Equality vs Market
  • Diplomatic : Nation vs World
  • Civil : Liberty vs Authority
  • Societal : Tradition vs Progress

Nah, sekarang lo jadi lebih kebayang ya arah quiz tadi itu rancangannya cuma berdasarkan dimensi-dimensi seperti ini. Perlu gua tekankan juga sejak awal bahwa pada hakikatnya pembagian klasifikasi nilai-nilai sosial itu banyak banget versinya, dan pembagian 4 dimensi ini cuma salah satu bentuk versi untuk menyederhanakan perspektif manusia terhadap nilai sosial yang luas dan kompleks banget. Oke, sekarang yuk mari kita bahas satu per satu dimensi nilai-nilai sosial ini:

 

Economic Axis atau Pandangan Ekonomi

Secara garis besar menurut quiz ini, pandangan ekonomi itu terbagi menjadi 2 kutub ekstrim.

1 Kesetaraan Ekonomi (Equality)

Perspektif ekonomi yang pertama adalah mereka yang memperjuangkan kesetaraan ekonomi (equality). Dalam arti, sebisa mungkin sistem ekonomi yang berjalan itu bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan, kesetaraan sosial, dan juga mempersempit (atau bahkan meniadakan) jurang kesenjangan sosial antara "si kaya" dan "si miskin". Pandangan ekonomi yang memperjuangkan kesetaraan sosial seperti ini seringkali diberi label "sosialis" atau bahkan dalam konteks ekstrimnya, disebut juga "komunis". Sementara orang-orang yang berpandangan seperti ini, seringkali diberi label "orang kiri" atau left-wing politics.

Kalo lo perhatikan pertanyaan-pertanyaan dalam quiz tadi, orang-orang yang punya pandangan kesetaraan ekonomi ini biasanya setuju dengan gagasan yang menjunjung tinggi keadilan sosial, misalnya persamaan layanan kesehatan, pemungutan pajak yang lebih tinggi bagi orang kaya, upaya pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, pendidikan murah (atau gratis) bagi semua pelajar, dan semacamnya.

2 Kebebasan Pasar (Market)

Perspektif ekonomi yang kedua adalah mereka yang memilih kebebasan pasar dan ekonomi. Dalam arti, kondisi ekonomi yang ideal dapat terbentuk dari KEBEBASAN dalam berbisnis, berdagang, dan dalam persiangan usaha. Pandangan ekonomi yang menjunjung tinggi kebebasan pasar ini, seringkali diberi label "kapitalisme". Sementara orang-orang yang berpandangan bahwa kebebasan ekonomi adalah hal yang ideal, seringkali diberi label "kapitalis".

Menurut pandangan orang-orang yang menjunjung tinggi kebebasan pasar ini, dengan adanya persaingan usaha, kualitas dari produk dan jasa yang ditawarkan kepada pasar/konsumen menjadi lebih baik. Dengan adanya sistem perdagangan bebas, setiap orang punya hak yang sama untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan kapabilitas, usaha, dan kreativitas masing-masing. Jika para pengusaha diberi kebebasan dalam berbisnis, bebas dalam mendapatkan keuntungan, serta bebas bersaing; maka perputaran roda ekonomi juga semakin cepat dan sehat. Perputaran ekonomi yang cepat, akan membuat lapangan kerja menjadi luas, angka pengangguran ditekan, kesempatan untuk berkarya tidak dibatasi, serta banyak industri baru yang lahir dari kreativitas, dsb.

Nah, dari 2 kutub ekstrim pandangan ekonomi ini, satu hal yang perlu gua tegaskan adalah, pandangan ekonomi antara kanan dan kiri ini sifatnya TIDAK mutlak, melainkan seperti spektrum. Jadi bukan berarti bukan berarti pemikiran ekonomi cuma ada 2 doang ya. Setiap orang pastinya punya corak pandangan ekonomi yang beragam, termasuk gua pribadi. Misalnya, dalam satu sisi gua setuju bahwa pemerintah perlu mengambil peran untuk pemerataan kesejahteraan (cenderung kiri ya), tapi di sisi lain gua juga percaya bahwa kebebasan dalam persaingan juga diperlukan untuk menciptakan inovasi serta produk-produk yang berkualitas (cenderung kanan). Nah, lo sendiri pandangan ekonominya bagaimana? Yuk coba kita diskusikan dalam comment section!

 

Diplomatic Axis atau Pandangan Diplomasi Kenegaraan

Nah dalam dimensi diplomasi kenegaraan, kita juga bisa melihat 2 kutub ekstrim pandangan sosial seperti ini:

1 Nasionalisme (Nation)

Pertama adalah orang-orang yang lebih cenderung berpandangan nasionalis, atau mementingkan kepentingan negaranya terlebih dahulu. Biasanya orang-orang yang berpandangan nasionalis, memiliki corak pandangan seperti ini:

  • Saya bangga dengan negara saya.
  • Negara saya adalah (atau akan) menjadi negara terhebat dibandingkan negara-negara lainnya.
  • Segala bentuk kebijakan perdagangan antar negara yang kita sepakati, harus menguntungkan bagi kepentingan negara kita.
  • Militer negara kita harus kuat untuk mencegah serangan dari negara-negara asing.
  • Kita harus memperhatikan daerah perbatasan negara agar tidak dicaplok negara tetangga.
  • Kita perlu memperketat aturan imigrasi agar negara kita tidak dikuasai orang-orang asing.
  • Negara-negara lain tidak boleh meremehkan atau menghina negara saya.

Nah, kebayang ya perspektif nasionalis itu seperti apa. Lalu bagaimana nih perspektif yang satu lagi dalam dimensi diplomasi kenegaraan?

2 Globalisme (Globe)

Perspektif yang kedua adalah orang-orang yang lebih cenderung berpikiran global, dan tidak terlalu memandang batas identitas negara adalah hal yang penting. Dalam konteks ini, orang-orang dengan pandangan ini cenderung berpandangan bahwa batas-batas ego kenegaraan (negara saya lebih hebat dari negara lain) sudah usang. Maka sudah saatnya sekarang semua orang berpikiran untuk kepentingan seluruh manusia di dunia tanpa ada batasan identitas negara.

Biasanya orang-orang yang berpandangan global ini memiliki ciri perspektif sebagai berikut:

  • Anggaran militer itu nggak penting, buang-buang duit aja. Perang hanya membuat masalah lebih besar dan berkepanjangan.  Lebih baik duitnya dipakai untuk hal-hal lain yang lebih positif dan membangun, daripada menghancurkan (militer/perang).
  • Identitas ras dari kenegaraan itu tidak penting. Siapa bilang negara saya itu identik dengan (misalnya) orang kulit putih saja? Nggak kok, semua orang, baik orang kulit hitam, orang Tionghoa, orang India, orang Arab, dan siapapun boleh menjadi bagian dari warga negara saya.
  • Daerah saya terbuka dengan pendatang baru. Perbedaan dan keberagaman adalah kekuatan yang saling melengkapi dan mempersatukan!
  • Persatuan antar negara adalah hal yang positif. Misalnya Uni Eropa yang mempersatukan sebagian besar negara-negara di Eropa. Pemersatuan antar negara ini akan saling menguatkan dalam kemajuan negara, baik dalam bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dll.

Ada satu quotes yang menarik banget dari seorang komedian Doug Stanphoe yang menurut gua lumayan bisa mewakili perspektif mereka yang berpikira global sekaligus mengkritik perspektif nasionalisme. Begini quote-nya:

"Nasionalisme hanya mengajarkan kamu untuk membenci orang-orang yang bahkan tidak pernah kamu temui. Nasionalisme membuat kamu bangga akan prestasi dan pencapaian yang sebetulnya tidak pernah kamu raih." - Doug Stanhope

Nah, bisa lo bayangin ya bedanya perspektif nasionalisme dan globalisme. Lo pribadi cenderung berpandangan yang mana nih?

 

Civil Axis atau Pandangan Kemasyarakatan

Dalam pandangan nilai-nilai kemasyarakatan, quiz ini juga membagi 2 perspektif dalam dimensi ini, yaitu liberal dan authority, berikut adalah pembahasannya:

1 Kebebasan (Liberal)

Perspektif yang pertama adalah orang-orang berpandangan liberal atau mereka yang menjunjung tinggi penghargaan atas KEBEBASAN DAN HAK INDIVIDU. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan untuk dapat berperan aktif dalam menjamin serta memastikan kebebasan individu tetap dijunjung tinggi dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat. Pemerintah bertanggung jawab serta berkewajiban dalam melindungi kebebasan serta hak-hak individu dari masyarakatnya. Di sisi lain, masyarakat yang berpandangan liberal juga berharap negara itu TIDAK ikut campur apalagi mengatur hal-hal yang merupakan ranah pribadi warganya, seperti urusan keyakinan, agama, seksualitas, pernikahan, warisan, keluarga, dll.

Nah, prinsip utama dalam pandangan ini adalah KEBEBASAN. Jadi setiap orang dianggap berhak hidup sesuai dengan keinginannya sendiri, dalam batas-batas selama kebebasannya tidak melanggar kebebasan orang lain. Sebaliknya, setiap orang diharapkan untuk menghargai kebabasan orang lain dan tidak ikut campur "urusan dapur" orang lain. Bagi orang yang berpandangan liberal, kebebasan menjalani hidup (sebatas tidak melanggar kebebasan orang lain) adalah hak mutlak bagi setiap manusia.

2 Otoritas (Authority)

Perspektif yang kedua adalah mereka yang berpandangan bahwa masyarakat yang ideal itu bisa terbentuk dari figur otoritas (negara) yang mengatur, mengelola, dan mendisiplinkan masyarakatnya. Dalam hal ini, peran negara yang otoritatif dianggap PERLU untuk membentuk masyarakat yang ideal. Dari mulai kebijakan ekonomi, hukum, pers (media), cara warga memberi aspirasi/pendapat, sampai cara untuk mengekspresikan seni, dll... semua itu diatur oleh pemerintah.

Dengan pengaturan yang terpusat oleh pemerintah, otomatis kebebasan jadi dikorbankan. Tapi dengan mengorbankan sisi kebebasan ini, pembangunan akan lebih terarah, masyarakat lebih disiplin menjalankan kewajibannya, dan pemerintah juga dapat lebih leluasa membangun negaranya, tanpa harus "terganggu" dengan adanya kritik dan protes sana-sini dari pihak oposisi dan lawan politiknya.

Dalam takaran tertentu, lo bisa melihat negara Singapura sebagai representasi dari negara maju yang dipimpin oleh negara yang relatif "otoriter". Kalo lo pernah ke Singapura, pasti lo ngerasain segala hal sangat diatur oleh kebijakan pemerintah, dari mulai cara pemakaian fasilitas umum, ijin berkendara, ijin usaha, dll. Dengan kebijakan otoritatif seperti itu, negara Singapura bisa menjadi negara maju yang sangat rapi, teratur, dan sejahtera. Namun dalam takaran yang ekstrim, lo juga bisa melihat dari versi lain. Misalnya pemerintahan otoritas direpresentasikan oleh negara Uni Soviet di bawah pimpinan Stalin, dimana otoritas negara bisa disalahgunakan sampai pada titik pelanggaran HAM oleh pemerintah terhadap rakyatnya sendiri.

Nah, maka dari itu gua ingatkan sekali lagi, bahwa 2 pandangan dalam setiap dimensi ini TIDAK bersifat mutlak, melainkan spektrum. Jadi kalau ada teman lo yang hasil dari quiz-nya authority, bukan berarti dia kejam seperti Stalin atau disiplin seperti Lee Kuan Yew. Semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing, it's just a quiz anyway, don't take it seriously. 🙂

Societal Axis atau atau Pandangan Sosial

Terakhir adalah dimensi sosial, dimana dalam quiz ini terbagi menjadi 2 yaitu:

1 Konservatif (Tradition)

Perspektif yang pertama adalah mereka yang mengutamakan nilai-nilai tradisi & budaya yang sudah mengakar dalam sebuah komunitas/masyarakat/negara. Orang-orang yang memiliki pandangan ini juga seringkali disebut dengan orang tradisional atau konservatif. Dalam pengertian sederhana, orang-orang konservatif biasanya menolak segala hal apapun yang merubah tatanan nilai-nilai tradisi serta berupaya tetap melestarikan apa yang sudah berjalan.

Nilai "tradisi" yang dimaksud itu bisa jadi macem-macem bentuknya, misalnya budaya masyarakat, nilai-nilai agama tertentu, nasionalisme, acara adat, dan lain sebagainya. Dalam praktiknya, golongan konservatif hampir selalu bertentangan dengan mereka yang menyebut dirinya golongan progresif (nanti dijelaskan lebih lanjut pada nomor 2). Konflik antara 2 poros pemikiran ini selalu terjadi dari zaman ke zaman, contohnya seperti ini:

  • Ketika kelompok progresif mengusung ide untuk menghapus perbudakan, golongan konservatif ingin mempertahankan tradisi perbudakan.
  • Ketika kelompok progresif mengusung ide untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, kelompok konservatif menolak gagasan tersebut.
  • Ketika kelompok progresif mengusung ide kesetaraan gender (perempuan boleh sekolah dan boleh ikut pemilu), golongan konservatif ingin mempertahankan tradisi bahwa perempuan tidak boleh sekolah dan tidak boleh ikut pemilu.
  • Ketika kelompok progresif mengusung ide untuk menghapus tradisi pertunjukan gladiator manusia dengan hewan, kelompok konservatif ingin mempertahankan tradisi pertunjukan gladiator tersebut.

Kira-kira kebayang ya maksudnya konservatif itu apa. Bagi kaum konservatif, hal yang pokok adalah stabilitas status quo dan kelestarian dari tradisi. Tradisi dalam konteks ini, bisa jadi berbagai macam tergantung dari budaya, agama, atau hal-hal yang dianggap 'sakral' pada masyarakat tertentu.

2 Progresif (Progress)

Kedua adalah pandangan progresif. Dari namanya aja lo udah bisa nebak bahwa ini kebalikannya dengan konservatif. Contoh-contohnya juga bisa lo lihat pada pembahasan sebelumnya (perspektif tradisional). Sederhananya, orang-orang yang berpikiran progresif adalah mereka yang mencoba MENANTANG atau bahkan berupaya MENDOBRAK tatanan nilai sosial masyarakat yang dianut sebelumnya. Dalam konteks umum, orang yang berpikiran progresif biasanya identik dengan orang yang modern, kritis, mempertanyakan nilai-nilai tradisi, menuntut perubahan, siap untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan sosial, serta mendukung hal-hal yang mendorong perubahan (yang dianggap) positif, seperti perkembangan teknologi, sains, cara berpolitik, cara berbisnis, dll. Nah, lo pribadi cenderung berpandangan yang seperti apa nih? 🙂

****

Oke deh, demikianlah sedikit pembahasan gua terkait dengan quiz online ini. Perlu diingat bahwa quiz online ini jangan terlalu dianggap terlalu serius. Terus terang aja, sebetulnya para pembuat quiz ini juga memberikan disclaimer bahwa pembagian dimensi nilai sosial dalam quiz ini bukan didasari oleh pendekatan metode ilmiah yang serius. So, don't take it too serious, dibawa santai aja 🙂

Tapi terlepas bahwa ini cuma sekadar quiz iseng buat seru-seruan doang, gua pribadi berpendapat bahwa lo bisa belajar banyak banget dengan mengikuti quiz ini. Pertama, lo jadi bisa mengevaluasi dan merenungkan kembali perspektif lo dalam berbagai topik sosial yang dilematis. Kedua, lo juga jadi punya bisa melihat berbagai topik sosial dari sudut pandangan yang luas, nggak hanya dari sudut pandang lo aja, tapi juga dari sudut pandang orang lain yang pemikirannya berseberangan dengan pemikiran lo. Ketiga, lo jadi punya sarana yang bagus untuk menggali lebih jauh berbagai topik sosial, sekaligus bisa lo jadikan bahan diskusi yang seru sama temen-temen lo yang sama-sama mau belajar dan bertukar pandangan secara sehat.

Oke deh, sampai jumpa di artikel berikutnya!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Glenn terkait hasil quiz online, maupun berbagai topik yang diangkat dalam quiz ini, langsung aja tinggal comment di bawah ya. Untuk kamu belum ngerjain quiz-nya, bisa langsung kerjain di sini :

Quiz 8Values

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Glenn Ardi adalah VP of Marketing Zenius Education dan Editor Zenius Blog. Glenn mengambil gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Universitas Parahyangan Bandung.
 
Follow Twitter Glenn at @GlennArdi