Indonesia kok utang melulu, kapan lunasnya?

Bagaimana kondisi utang negara Indonesia saat ini? Indonesia negara kaya tapi kok berutang? Semuanya akan dijelaskan di sini dengan gaya bahasa sehari-hari.

Lo pernah denger atau baca berita tentang utang negara Indonesia? Biasanya kalo ngomongin soal utang negara, banyak orang awam yang langsung berkesimpulan bahwa banyaknya utang negara adalah indikator kemerosotan ekonomi. Kalo lo perhatikan, tiap kali ada berita yang mengulas topik utang negara, belum apa-apa netizen udah berkomentar kira-kira seperti ini:

“Ini negara kok utangnya nggak lunas-lunas ya? Malah nambah utang melulu, malu-maluin banget deh!”

“Katanya Indonesia ini negeri yang kaya raya, tapi kok ngutang?”

"Makin ke sini kok utang Indonesia malah makin banyak, bukannya malah tambah dikit?"

"Apa perlu kita seluruh rakyat Indonesia ngumpulin koin, terus bayarin utang negara?"

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia ekonomi, gua merasa perlu untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Karena apa yang tersirat pada tipikal komentar-komentar netizen seperti di atas, adalah refleksi dari cara pikir pendek dan ketidaktahuan masyarakat awam tentang mekanisme ekonomi makro, khususnya dalam skala ekonomi negara.

Nah, pada kesempatan menulis kali ini, gua ingin mengupas topik utang negara Indonesia secara komprehensif dan cukup mendalam. Moga-moga apa yang gua tulis di sini bisa membuka perspektif baru dan menambah wawasan pembaca seputar dunia ekonomi makro.

Emang berapa sih utang negara kita?

Bicara soal utang, sebetulnya sejak negara kita lahir di tahun 1945, bisa dikatakan negara kita mewarisi utang dari pemerintahan kolonialis. Jadi secara teknis, dari sejak merdeka Indonesia udah punya utang, dan terus berlanjut dari pemerintahan Presiden Sukarno hingga ke pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini. Secara nominal, pada tahun 1960 utang negara Indonesia berada pada angkat Rp 21,25 triliun, hingga tahun 2016, utang negara kita berada pada angka Rp 3.400 triliun.

Wah, kalo dilihat dari segi nominal saja, utang Indonesia sejak 50 tahun terakhir nampaknya membengkak besar sekali ya...! Eit, tapi tunggu dulu. Dalam perspektif ekonomi, kita tidak bisa menilai baik/buruknya utang negara hanya dari sisi nominal saja, karena ada banyak faktor lain seperti inflasi, perubahan nilai kurs, dan juga rasio utang terhadap PDB. Kok bisa begitu? Sabar, nanti lebih detilnya akan gua jelaskan di bawah.

Secara garis besar kira-kira gambaran utang negara Indonesia dari masa ke masa bisa lo lihat pada infographic yang dibuat oleh Liputan6 di bawah ini:

Apa sih definisi dari utang negara?

Sebelum kita bicara lebih jauh, gua maumastiin dulu bahwa lo ngerti apa yang dimaksud dengan utang negara. Sederhananya sih, yang biasa dibilang utang negara itu mencakup di antaranya utang pemerintah dan utang swasta. Dari utang pemerintah dan utang swasta itu, ada utang yang ke pihak luar negeri, ada juga yang utang ke pihak dalam negeri. Maksudnya utang ke dalam negeri itu gimana? Ya memang bisa jadi pemerintah itu punya utang kepada masyarakat negara itu sendiri, misalnya ke elo atau gua. 🙂

Kalo utang pemerintah ya berarti pemerintah negara kita yang ngutang, kalo utang swasta ya berarti berbagai perusahaan swasta dalam negeri kita yang ngutang. Kalo utang ke pihak luar negeri itu biasanya utang ke negara lain atau organisasi internasional kayak World Bank, IMF, ADB, dan sebagainya. Sementara utang ke pihak dalam negeri ya biasanya pemerintah berhutang pada masyarakat dengan menerbitkan surat utang atau obligasi yang dijual sama pemerintah ke masyarakat umum atau ke perusahaan dalam negeri.

Nah, karena topiknya super luas, pada tulisan kali ini gua ingin fokus membahas utang pemerintah aja, baik yang ke pihak luar ataupun ke dalam negeri. Mungkin nanti lain kali gua akan bahas topik utang perusahaan swasta secara khusus di artikel lain.

Oke, balik lagi ke jumlah nominal utang negara kita tadi yang kesannya membengkak berkali-kali lipat. Kalo lo perhatikan juga, kenaikan utang kita secara nominal naik drastis sekali pada tahun 1997-1998 saat banyak negara Asia mengalami krisis ekonomi moneter yang sangat hebat. Salah satu dampak dari krisis itu untuk negara kita adalah penurunan nilai Rupiah terhadap US Dollar (USD), yang tadinya 1 USD seharga Rp. 2.600, sekarang kan 1 USD seharga Rp. 13.500. Malahan waktu tahun 1997-1998 itu 1 USD sempet loh nyampe ke angka Rp. 17.000. Makanya utang negara kita pada waktu 1998 dan beberapa tahun setelahnya juga keliatannya naiknya gila-gilaan. Bahkan sampai tahun 2016 sekarang ini pun, utang negara kita secara nominal bertambah terus. Wah berarti perekonomian Indonesia makin buruk aja dong? Buktinya, utang Indonesia terus menumpuk!

Jawaban singkat dari gue:

Nggak, perekonomian Indonesia nggak semakin buruk dibandingin sama tahun 1998, bahkan sebenernya malah membaik. Bahkan kalo mau bicara soal utang negara, sebenarnya utang Indonesia tahun 2016 secara riil itu lebih sedikit daripada 1998.

Lho kok gua bisa berkesimpulan begitu? Bukannya utang Indonesia 2016 secara nominal lebih gede dari tahun 1998? Nah, mari kita belajar mengenal apa yang dimaksud dengan rasio utang.

Apa itu Rasio Utang?

Bicara soal utang, masyarakat umum terbiasa melihat konteks utang dari sisi nominal saja. Hari ini kita hutang ke warung Rp 20.000, besok kita nambah utang lagi jadi Rp 30.000. Berarti utang kita terus bertumpuk dan makin banyak. Nah, dalam konteks ekonomi makro, khususnya dalam skala kenegaraan, kita tidak bisa melihat utang dari sisi nominal saja seperti utang ke warung.

Mungkin akan lebih mudah dipahami, jika gua menerangkan dengan perumpamaan Indonesia sebagai 2 sosok individu yang berutang ya, katakanlah ada 2 orang bernama Agus dan Budi. Si Agus punya pendapatan Rp 1 juta per bulan, dan ternyata dia punya utang sebesar Rp 12 juta yang harus dilunasi dalam 1 tahun. Artinya, jika dia mencicil utang 1 juta per bulan, dalam 1 tahun dia bisa melunasi utangnya tepat waktu kan? Sederhananya total pendapatan dia = total utang, atau utang Agus adalah 100% dari pendapatannya kan?

Sekarang di sisi lain, si Budi punya pendapatan Rp 5 juta per bulan, dimana dia memiliki utang sebesar Rp 20 juta yang harus dia lunasi selama 1 tahun. Secara nominal, utang Budi lebih besar ya daripada utang si Agus. Tapi jika dilihat dari perspektif "sejauh mana kemampuan Budi untuk mempertanggungjawabkan utangnya", kita bisa mengukur dari rasio jumlah utang yang harus dia bayar selama 1 tahun, dibandingkan dengan total pendapatan dia 1 tahun. Hasilnya, total pendapatan dia Rp 5 juta x 12 bulan = Rp 60 juta ; dibagi dengan total hutang Rp 20 juta, jadi rasio utangnya Budi adalah 33,3% dari pendapatan Budi.

Itulah yang disebut dengan rasio utang. Semakin kecil rasio utang, berarti semakin besar daya atau kapasitas dari subjek yang berutang, untuk bisa mempertanggungjawabkan atau melunasi utangnya. Nah, rasio utang inilah yang lebih akurat untuk mengukur utang pada skala kenegaraan. Lalu total pendapatan negara Indonesia ini ukurannya apa? Biasanya yang paling umum dipakai adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Oke, terus gimana dong rasio utang negara Indonesia, jika dibandingkan dengan pendapatannya (PDB)? Nah, kita bisa lihat persentasenya dari gambar sebelumnya. Nih gua tampilkan sekali lagi ya:

Angka dalam persen di gambar di atas ini nunjukkin rasio utang negara kita (pemerintah dan swasta) terhadap PDB kita pada tahun yang bersangkutan. Jadi kalo dibilang rasio utang pada zaman Presiden Soeharto 57,7% itu berarti utang negara kita sebesar 57,7% dari PDB kita di tahun 1998, dan nominalnya sebesar Rp. 551,4 triliun. Malahan di tahun 1999 utang negara kita sebesar 85,4% dari PDB kita di tahun itu dan nominalnya sebesar Rp. 958,8 triliun.

Dari sini kita bisa berkesimpulan, walaupun nominalnya utang negara kita tahun 2016 jauh lebih besar daripada utang kita pada tahun 1998, tapi rasio terhadap PDBnya jauh lebih kecil, yaitu 27,5%. Artinya utang negara kita itu "cuma" sebesar 27,5% dari total pendapatan negara di tahun tersebut. Lho kok bisa? Ya bisa dong, karena PDB kita di tahun 2016 jauh lebih besar dibandingkan PDB kita tahun 1998. Jadi sebenernya secara riil utang negara kita mengecil ya.

Kenapa sih utangnya nggak kita lunasin aja, malah nambah utang melulu?

Mungkin di antara lo ada yang bingung, utang negara kan "cuma" 27,5% dari pendapatan negara, kenapa ga dilunasin aja? Kok malah nambah utang lagi jadi terus bertumpuk? Nah, lagi-lagi kita perlu melepas pola pikir utang-piutang ini dari perspektif pendek seperti utang ke warung.

Bicara soal utang negara, kita harus melihat dari kepentingan dan perspektif negara, secara sederhana negara kita punya 2 pertimbangan terkait pengalokasikan uang untuk melunasi utang:

  • Kesanggupan negara untuk mempertanggungjawabkan utang di masa depan.
  • Pembangunan negara pada berbagai macam sektor.

Dari 2 pertimbangan itu, negara punya 2 skenario:

  1. Melunasi utang, tapi pembangunan negara pada berbagai sektor melambat
  2. Menambah utang sejauh itu bisa dipertanggungjawabkan, untuk kemudian dipakai untuk mempercepat pembangunan negara.

Singkatnya sih, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir memilih opsi nomor 2, yaitu menambah utang (dengan pertimbangan bahwa secara rasio utang tersebut bisa dipertanggungjawabkan), untuk kemudian utang tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan negara.

Mungkin ada di antara lo yang mikirnya : Ngapain sih kita sampe ngutang-ngutang segala sama negara lain buat bikin MRT? Kalo belum cukup uangnya ya nabung dulu aja kali. Kalo kita mau ganti smartphone baru, kalo duitnya belum ada ya kan kita nabung dulu ya. Nah, di sini lah perbedaan manajemen keuangan negara sama manajemen keuangan pribadi. Dalam perspektif kenegaraan, ngutang untuk percepatan ekonomi itu hal yang normal banget. 

Untuk perspektif individu, menunda membeli smartphone baru mungkin adalah hal yang sepele, tapi bagi perspektif kenegaraan? MENUNDA pembangunan MRT, bandara, jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik, jaringan internet... sama artinya dengan menunda kesejahteraan bagi masyarakat luas. Karena pembangunan sektor-sektor pembangunan negara, tidak sesederhana menunda membeli smartphone, tapi merupakan hal yang sangat krusial untuk memperkokoh berbagai sendi ekonomi negara dalam jangka panjang.

Di sisi lain, lo juga harus melihat bahwa percepatan pembangunan akan membuat penghasilan negara bertambah dan meningkatkan kemampuan negara untuk membayar utang yang jatuh tempo di masa depan. Contoh sederhananya, kita berutang pada Jepang untuk pembangunan proyek MRT di Jakarta. Jika proyek tersebut lancar dan mampu mempercepat perputaran ekonomi di Jakarta, di sisi lain ongkos MRT tersebut juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan baru untuk negara. Jadi sebetulnya, jika pengalokasian utang tersebut tepat sasaran pada sektor-sektor yang produktif, sebetulnya pembangunan tersebut bisa sekaligus menjadi sumber pendapatan baru untuk melunasi utang.

Emangnya Negara-negara lain juga berutang seperti Indonesia?

Mungkin masih ada yang penasaran dengan statement gua di atas, bahwa: dalam skala kenegaraan, ngutang itu adalah hal yang wajar dan normal banget.

Terus emangnya negara lain juga berutang? Iya, hampir semua negara di dunia ini punya utang kok! Bahkan negara-negara maju yang perekonomiannya paling kuat sekalipun punya utang. Katakanlah negara dengan perekonomian nomor 1 di dunia, yaitu Amerika Serikat, mereka punya utang. Negara kedua yang ekonominya maju itu Tiongkok, juga punya utang loh. Begitu juga negara-negara maju yang perekonomian negaranya sangat kuat seperti Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Singapura, Australia, dll juga punya utang loh. Bahkan bisa dikatakan rasio utang negara-negara tersebut lebih besar daripada rasio utang Indonesia terhadap PDB-nya. Berikut beberapa data yang bisa gua tampilkan:

Nah, lo bisa lihat ya perbandingan utang-utang negara di dunia, bisa dibilang rasio utang Indonesia masih sangat kecil dibandingkan negara-negara maju tersebut. Misalnya aja utang negara AS, yang terkenal sebagai perekonomian nomor satu di dunia ini, mereka tuh utangnya lebih dari 100% dari PDBnya di tahun 2016 lalu. Gila kan? Tapi kok ngga bangkrut sih? Inilah refleksi dari kekuatan ekonomi negara AS, karena perekonomian negaranya begitu kokoh dan proyeksi perkembangan ekonominya di masa depan juga bagus, jadi para pemberi utang juga jadinya percaya aja bahwa AS mampu untuk mempertanggungjawabkan utangnya pada saat jatuh tempo.

Kalo semua negara ngutang, terus yang ngasih utang siapa?

Jadi negara-negara ini pada ngutang ke siapa sih sebenernya? Nah mungkin gambar di bawah ini bisa bantu lo memahami masalah utang negara ini nih. Kita ambil contoh kasus Amerika Serikat ya, tadi kan kita udah lihat tuh utang AS lumayan gede. Nah sekarang kita lihat siapa saja sih pemberi utang negara AS:

Nah keliatan kan ya ada beberapa pihak yang punya piutang ke AS, misalnya aja China, Jepang, Belgia dan beberapa negara lainnya; terus ada berbagai lembaga investasi seperti Civil Service Retirement Fund (Dana Pensiun Pegawai Negeri Sipil), terus ada juga individual dan institusi AS.

Ini mungkin membingungkan awalnya. Tapi gini, untuk sebuah negara, ngutang bukanlah sebuah hal yang tabu, aneh, atau hal yang memalukan. Konteks ngutang dalam skala negara gini, meliputi juga piutang negara tersebut kepada negara lain. Dimana semua dinamika utang-piutang antar negara dan lembaga keuangan ini, diperhitungkan dengan cukup detil sampai pada masa jatuh temponya.

Negara mana sih yang paling banyak ngutangin Indonesia?

Utang Indonesia saat ini mayoritas dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang mana per Februari 2017 berada di angka 2,848.80T atau 79.4% dari total seluruh utang. Sisanya berupa pinjaman berada di angka 740.32T atau 20.6% dari total seluruh utang. Pinjaman luar negeri Indonesia terdiri dari pinjaman bilateral (pinjaman ke sebuah negara), pinjaman multilateral (misalnya pinjaman ke IMF, ADB) dan pinjaman bank komersial dan supplier.

Posisi utang pemerintah pusat Berdasarkan Kreditur dalam triliyun. Sumber: Profil Utang dan Penjaminan Pemerintah Pusat Bulan Maret 2017, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kemenkeu

Bisa lo lihat di data di atas, Jepang mendominasi utang bilateral Indonesia dengan nominal 201.80T atau 5.6% dari keseluruhan utang Indonesia. Negara-negara lain persentasenya berada di bawah 1%. Sedangkan utang multilateral didominasi dari Bank Dunia (World Bank) dan Asian Development Bank (ADB).

Mekanisme negara kalo mau nambah utang itu gimana sih?

Mungkin masih ada yang mikir kalo mekanisme negara nambah utang itu = negara begitu aja dikasih atau ditransfer duit oleh negara/institusi keuangan. Nggak begitu caranya. Jadi gini, kalau katakanlah negara AS mau nambah utangnya, mereka nggak begitu saja mintain duit ke negara lain. Pemerintah AS dan Bank Sentral AS atau biasa disebut Federal Reserve (The Fed), menerbitkan surat utang atau biasa disebut surat berharga (US Treasury Bill), contohnya obligasi. Nah, surat utang ini, dijual ke pihak lain, bisa ke individu, lembaga keuangan, atau bahkan negara lain. Setiap surat utang ini, ada semacam masa aktif dan juga bunga per tahunnya.

Jadi kalo misalnya gue beli surat utang negara AS, selain gua mendapatkan hak untuk menagih kembali piutang gue saat jatuh tempo, gua juga akan mendapatkan bunga per tahun. Selain itu, gua juga bahkan bisa memperjual-belikan surat utang ini kepada pihak lain sebelum jatuh tempo pelunasannya. Jadi sebenernya, penjualan surat utang oleh negara ini juga seringkali dilihat sebagai instrument investasi bagi masyarakat umum, perusahaan, bahkan bagi negara lain.

Jadi dalam perspektif tertentu, negara nambah utang itu ibarat dia mencetak uang baru aja. Cuma bentuknya bukan mencetak uang Rupiah secara fisik, tapi mencetak surat utang, yang dijual kepada pihak lain, lengkap dengan masa berlaku dan juga bunga per tahun. Kebayang ya maksudnya gimana. 🙂

Jadi sebenernya ngutang tuh hal yang positif apa negatif sih?

Jawaban gue: Tergantung, khususnya pada 2 hal berikut:

  1. Utangnya bisa dipertanggungjawabkan atau nggak. (baca: bisa dilunasi ketika jatuh tempo)
  2. Utangnya dipakai untuk hal yang bersifat produktif atau nggak.

Selama 2 hal itu terpenuhi, gua pribadi berpendapat bahwa utang dalam skala negara itu wajar-wajar saja, malah bagus kalo bisa mempercepat pengembangan ekonomi di masa depan. Hal yang jadi masalah adalah ketika negara kita ngutang, tapi terus nggak jelas penggunaannya untuk apa. Bisa jadi alokasinya pada sektor yang nggak produktif, atau malah dikorupsi oknum-oknum tertentu. Nah, kalo begitu, baru deh kita sebagai masyarakat berhak untuk protes tentang kebijakan utang negara.

Tapi kalo kita sebagai masyarakat protes karena kesannya negara nambah utang dan nominalnya terus bertambah, rasanya kurang tepat juga ya. Karena kita cuma asal protes tanpa memahami konsep rasio utang negara, dan juga penggunaan anggaran negara untuk perkembangan ekonomi makro.

Sampai kapan Indonesia harus terus berutang?

Nah, kalo pertanyaan ini terus terang gua ga bisa jawab secara pasti. Tapi kalo dari opini gua pribadi, jawabannya : ya sejauh mana utang itu diperlukan. Sekali lagi, jangan terjebak dengan perspektif seperti utang ke warung:

"Wah Indonesia utangnya banyak! Payah nih, berarti negara harus berusaha gimana caranya untuk bisa melunasi utang dan jadi negara bebas dari utang. Kan malu-maluin kalo Indonesia berutang terus."

Jangan mikirnya kayak begitu ya. Sekali lagi, dalam skala negara, utang adalah hal yang sangat wajar dan normal. Kita jangan terpaku pada objektif bahwa Indonesia harus segera melunasi utang. Hal yang justru harus dipikirkan adalah: pengelolaan dana kas negara (APBN & APBD) yang baik. Bagaimana caranya agar utang tersebut teralokasikan tepat sasaran pada sektor-sektor produktif, sehingga pembangunan negara berjalan dengan baik, negara punya sumber pendapatan baru, dan bisa melunasi utang pada saat jatuh tempo.

Bagi negara, utang itu menguntungkan (jika dilalokasikan dengan tepat), bagi pemberi utang juga menguntungkan (sebagai media investasi). Bagi kedua pihak jadi win-win solution kan? Jadi sampai kapan negara akan terus berutang? Ya sejauh mana hal itu diperlukan. 🙂

****

Nah, demikianlah sedikit pembahasan gua seputar topik utang negara Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini, bisa menambah wawasan lo dan juga membuka perspektif pemikiran baru, khususnya di bidang ekonomi kenegaraan. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

PS. Isi ringkasan dari artikel ini juga bisa lo tonton dalam format video, berikut adalah videonya:

Sumber:

https://www.asienhaus.de/public/archiv/WB-and_Indonesia_Walhi_paper.pdf
http://www.economicshelp.org/blog/5481/economics/why-does-the-government-borrow/
http://www.financeinanswers.com/how-do-countries-borrow-money/
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_external_debt
http://deden-arpega.blogspot.co.id/2013/10/hutang-negara-indonesia-dari-era.html
http://www.bi.go.id/en/iru/economic-data/external-debt/Default.aspx
http://www.tradingeconomics.com/indonesia/external-debt
http://www.thepositiveeconomist.com/why-do-governments-borrow-cant-they-balance-their-budget-like-everyone-else/

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau nanya-nanya sama Kak Meby tentang topik ekonomi makro secara umum atau ekonomi kenegaraan, langsung aja tinggal comment di bawah artikel ini.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Ivan Alim

    Gila, tulisannya mantap banget. Benar-benar merubah perspektif gue tentang utang dalam skala makroekonomi seperti utang negara. Keren.

    • Meby Damayanti

      makasih ivan 🙂

  • Ahmad Yusni Fauzi

    Apakah negara saudi arabia megadakan utang jga?
    Jd slama ini indonesia hanya akan berutang dan mmbayar bungà utang trsebut tnpa ada solusi untuk mlunasiny? Ato gmana nih. Jlasin dong kak?

    • ramadhan

      Coba bantu jawab setahu gue.
      Untuk pertanyaan no 1, elo bisa googling sendiri untuk tahu pastinya.
      Untuk pertanyaan no 2, jawabannya enggak selamanya seperti itu, jadi negara itu ngutang duit, itu duit nantinya buat di puterin dulu, buat "investasi" berupa pembangunan, biar nanti ekonominya gerak cepet, ntar kan kalo ekonominya cepet, otomatis negara untung, rasio utangnya lebih rendah dari sebelumnya.
      Duh, mending elo baca lagi deh artikel di atas, agak rancu penjelasan gue 🙂

      • Meby Damayanti

        nah bener banget nih.. jadi sebenernya negara-negara ngutang tuh bukan tanpa solusi kok, termasuk negara kita juga. atau mungkin lebih tepatnya strategi kali ya, bukan solusi. karena tujuan negara2 itu bukan lunasin utang kok, tapi mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi

    • Diorama

      Dibantu google...http://money.cnn.com/2016/10/19/investing/saudi-arabia-bond-17-5-billion/index.html

      Bantu translate, kira-kira penjelasan singkatnya adalah tahun 2016 adalah pertama kali Arab berhutang, selama ini tidak berhutang bukan karena tidak suka berhutang, tetapi karena tidak perlu berhutang, Kenapa? Karena Arab kaya minyak dan selama ini punya surplus atau dana berlebihan (opini: bisa dilihat dari kehidupan kerajaan yang super glamour)

      Tetapi sejak harga minyak turun drastis, untuk pertama kali nya Arab yang tadinya mempunyai surplus dana, sekarang menjadi defisit atau kekurangan dana. Maka lah untuk pertama kalinya negara Arab menjual bond atau yg tadi disebut obligasi untuk dijual dengan jangka waktu pembayaran 5, 10, 30 tahun. Bahkan sejak 2015, Arab defisit, mereka melakukan pemotongan gaji dan penarikan subsidi, tetapi masih tidak cukup untuk menutupi defisit.

      Lalu Arab yang selama ini hampir 3 per 4 pendapatan asal dari minyak, baru mulai berpikir untuk pembangunan sektor lainnya (agar di kemudian hari, pendapatan tidak lagi bergantung dari minyak). Sedangkan untuk pembangunan tersebut dibutuhkan uang, tetapi pada saat bersamaan Arab defisit, maka dari itu Arab harus berhutang.

      Bahkan baru lewat 6 bulan sejak hutang pertama, Arab sudah membuka hutang kedua kalinya http://money.cnn.com/2017/04/13/news/economy/saudi-arabia-islamic-bond/index.html

      Alasan Arab berhutang kira-kira apa yang sedang terjadi di Indonesia, untuk pembangunan.

  • Tohidin ciao

    Tulisannya ringan, tapi ngena banget. Belakangan ini banyak yang bikin tulisan "sok pinter" dengan bahasa dan teori yang tinggi susah difahami, cuma ingin menunjukan bahwa dia pinter, bodo amat dengan pembaca mau faham atau enggak. Yang ada masyarakat awam gak faham2. Toh yang namanya tulisan kan harusnya bikin orang faham

    Tapi berbeda dengan tulisan ini sederhana, mudah difahami tanpa mengesampingkan isinya. Meskipun tidak terlalu formal, tapi isinya ngena banget.

    Lanjutkan ??

    Lanjutkan!

    • Meby Damayanti

      siyaaappp 🙂

  • Willa Waliyadin

    baru ngerti gw...

    • Meby Damayanti

      apanya tuh? hehehe..

  • ramadhan

    Dan saya rasa akhir-akhir ini, negara mulai menggerakan UMKM untuk melakukan "taktik ekonomi" ala-ala negara. Tujuannya agar menggerakan perekonomian secara mikro (pemilik UMKM) dan makro.
    Atau memang kenyataannya peran terkecil dalam perekonomian kita memang menerapkan "taktik ekonomi" ini? Jadi bukan hanya bersklala negara saja?

    • Meby Damayanti

      iya sebenernya dari dulu banyak kok berbagai strategi pemerintah yang mendorong UMKM, sekarang juga masih banyak. Karena menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, struktur perekonomian kita emang lebih dari 98%nya adalah UMKM. Dan berbagai penelitian juga nunjukkin kalo pas krisis 97-98 itu, UMKM lah yang lebih bertahan dibanding perusahaan yang gede-gede yang akhirnya pada bangkrut. Jadi strategi pemerintah utk mendorong perekonomian emang skalanya macem-macem, dari yang gede sampe yang kecil.

  • ramadhan

    Terus, dengan konsep utang seperti ini, yang PALING diuntungkan siapa zen?
    Masih belom ngeh juga, kenapa negara kok utang ke bank sentral... (contoh AS ke the fed)

    • Meby Damayanti

      Yang paling diuntungkan? Tergantung penggunaannya sih.. Kalo dimanfaatin utk pembangunan, yang paling diuntungkan adalah masyarakat negara itu. Tapi kalo dikorupsi sih ya pastinya si para koruptor itulah

  • faishal idduddin

    Nice post !

    • Meby Damayanti

      Thank you, Faisal 😉

  • Muhammad Reza

    Keren banget gileeeeee zenius banget nih

    • Meby Damayanti

      Makasih Reza 😉

  • Arekcsueng Hutahaean

    Gila, Kak. Tulisannya kok bikin bangga gimana gitu ya, keren banget

    • Meby Damayanti

      Huehehehe.. Jadi bangga ya?

  • Ari Candra Arista

    Tambahan aja, buat yang pengen memantau utang pemerintah pusat, kemenkeu setiap bulan ngeluarin buku saku profil utang pemerintah pusat, disitu bakal dijabarin statistik utang pemerintah secara detail termasuk perbandingannya dengan negara lain. Bisa lo download di sini >> http://www.djppr.kemenkeu.go.id/page/load/23

    • Meby Damayanti

      Thanks Ari Candra 🙂

  • ClairyFairy

    keren banget.
    ah tapi yang males baca juga gak bakal dibaca ini wkwk

    • Meby Damayanti

      Hehehe.. Iya bener banget!

  • Haidar Zein

    Terus kalo Indonesia ga bisa bayar utang2nya (ekonomi Indonesia semakin buruk, pembangunan ga berjalan mulus karena banyak yg korupsi dll) sehingga negara2 yg "meminjamkan" utang udh ga percaya lg sama Indonesia apa yg akan terjadi? Apakah dengan cara mengembalikan kepercayaan mereka? How? Atau malah terpaksa menjual aset negara?

    • Meby Damayanti

      Nah itulah yang terjadi waktu krisis ekonomi dan moneter yang melanda beberapa negara di Asia taun 1997-1998, salah satunya Indonesia. Waktu itu akhirnya negara kita kan melakukan reformasi dari berbagai sisi, terutama struktur ekonomi dan pemerintahannya. Ada beberapa aset negara yang terpaksa dijual dalam bentuk privatisasi, alias dijual ke pihak swasta. Dan banyak lagi yang dilakukan pemerintah negara kita dlm upayanya keluar dr krisis itu. Nanti ya kalo ada kesempatan, gue ngedongeng tentang krisis itu 😉

      • SAF

        btw ditunggu lagi dongeng ekonomi nya kak,
        pengetahuan tentang ekonomi negara ini penting untuk gua (khususnya) di masa depan nti

    • Rizky F Hafili

      yang terjadi sama yunani juga kalo ga salah

  • Areum Maudy W

    Ada nggak negara lain yang ngutang ke indonesia?

    • Meby Damayanti

      Setau gua sih nih yaa sampe saat ini negara kita belum jadi pemberi piutang ke negara lain.. Tapi para negara pemberi utang pun juga punya utang lho.. Bingung nggak? Hehhee.. Itu hal yang lumrah kok di dunia ekonomi. Karena utang piutang negara itu sebenernya nggak cuma ada unsur ekonomi aja, tapi juga ada unsur politisnya. Di samping itu, mungkin juga pertimbangan negara pemberi piutang yang juga punya utang itu adalah karena mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari piutangnya (misalnya dgn bunga yang lebih tinggi) divandingin sama utangnya. Jadi selama menguntungjan ya kenapa nggak? Toh juga dipake buat kesejahteraan rakyatnya kok dalam bentuk pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negaranya yang bisa jadi lebih pesat. Make sense kan?

      • Eksa Oktavian

        oh gitu, gue kira negara(contoh jepang) itu blagu, dah rasio utangnya paling gede eh sok sokan ngutangin lagi.. haha

        • Loh nggak dong, justru dengan memberi piutang bisa menghasilkan keuntungan (jika sudah dikaji dan diperhitungkan dengan tepat) yg pada akhirnya bisa digunakan untuk membayar utang2 mereka. Itu salah satu contoh investasi dalam skala negara.

        • adith

          saya nambahin dikit, negara maju memberi utang itu karena mengejar pertumbuhan ekonomi mereka juga, Kalau sudah semaju jepang mau nambah apaan lagi coba? Jadi mereka harus tumbuh di luar jepang dengan investasi di luar negeri.

        • Diorama

          Kalau melihat negara berhutang tertinggi adalah Jepang, tetapi melihat hutang Indonesia tertinggi dari Jepang, berarti ada 2 kemungkinan:

          1. Jepang sok-sokan (LOL)
          2. Jepang punya piutang yang tinggi atau pemberi hutang tertinggi di negara-negara lainnya

          Kalau saya bilang sepertinya yang kedua..tinggal belajar analisa lihat negara-negara di dunia, negara apa pemberi hutang tertinggi..mungkin Jepang bisa jadi 3 atau 5 besar pemberi hutang tertinggi di negara-negara lain...hohohohoho

  • hirawb

    Yang gue tangkep dari tulisan ini tuh jadi intinya negara itu melihat selama utang itu masih dalam hitungan yang dapat dipertanggungjawabkan, ya aman aman aja gitu ya? seperti ga punya utang aja gitu ya?

    • Meby Damayanti

      Ngga kaya ngga punya utang juga siih.. Karena kan harus diperhitungkan bayar cicilannya n kapan jatuh temponya, dan yang pasti penggunaan/pengelolaan utangnya itulah yang penting 🙂

      • hirawb

        Jadi selama duit utang itu terpakai sesuai rencana, misalnya pembangunannya tepat, tidak dikorupsi, dll. utang itu pasti bisa kebayar saat jatuh tempo dan negara juga dapet profit?

        • Meby Damayanti

          Mungkin banget itu.. Yang kemudian profitnya bisa dipake buat peningkatan kesejahteraan masyarakat negaranya lagi

    • Diorama

      Itu namanya orang ngutang, tapi gak mau bayar, utang tetap utang, pembayaran tetap harus dilakukan, karena kalau tidak dilakukan pembayaran pada waktu yang ditentukan, artinya akan ada denda bunga (macam kita tidak bayar kartu kredit)

      Menurut ku, kita semua sebagai pribadi boleh berhutang tetapi tetap harus ingat, mampukah kita membayar? Seperti dijelaskan di artikel

      gaji 10 juta, pinjaman bank 2 juta vs. gaji 2 juta, pinjaman bank 1 juta...kira-kira diantara kedua ini, melakukan pembayaran cicilan tanpa perlu kencengin ikat pinggang?

  • Arie Dwi Sulthoni

    Baca baca baca, eh gak taunya udah habis.. Seru nih kak, jadi paham konsep utang negara..

    • Meby Damayanti

      Hehehe.. semoga bermanfaat yaa

  • Erald David

    Keren banget tulisannya. Makasih kak Meby. Jadi lebih ngeh dan punya "peluru" cadangan kalau ada yang koar-koar pemerintah sekarang gagal gara-gara utang tambah numpuk. Hehehe

    But, one question kak, apa bener SEMUA negara punya utang? Di Quora kalau gak salah pernah ada yang nanya gitu ._. Thanks

    • Meby Damayanti

      Hueheheh.. iya menurut gua sih pemerintah dianggep gagal atau sukses nggak bisa diukur dari utang negara doang.. kan tergantung pengelolaan utangnya n pembangunan ekonominya yang lebih penting ya?

      Kalo soal semua negara punya utang, enggak kok. ada beberapa negara yang nggak ada utang negara sama sekali. Kalo iseng, coba aja cek di webnya World Bank.

  • Imad

    surat utang = obligasi?

    • Meby Damayanti

      iya betul

  • Iodine Hanifan Firdaus

    Kenapa sih kita gak produksi uang secara besar-besaran ? Terus di bagi-bagi ke seluruh orang sehingga memiliki kesetaraan ekonomi ?

    • Ilma Aliya

      Bantu jawab nih setauku.

      Singkatnya, produksi uang besar-besaran itu bisa menyebabkan inflasi.
      Kalau uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak, daya beli masyarakat jadi meningkat, otomatis supply barang jadi sedikit dan harga-harga kebutuhan naik. Terjadi inflasi deh. Di sini uang udah berkurang nilainya karena jumlahnya terlalu banyak (kasarnya uang itu jadi barang murahan), dan nilai mata uang pun jadi turun.

      Jadi, produksi uang besar-besaran ini bukan solusi yang cukup bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun mengurangi utang negara.

      • Iodine Hanifan Firdaus

        Berarti sistem ekonomi sekarang mengharuskan adanya strata sosial dong ? . Kenapa ga kita ciptain aja sebuah sistem yang mengurangi perbedaan strata yang sangat mencolok tersebut ? Karena secara ga sadar kita mendefinisikan suatu nilai yang tinggi pada suatu kertas (red : duit ) ,nah lembaga yang buat duit ini kan yang kontrol ? Kenapa harus ada perbedaan ini loh ? Kenapa ga semua orang dengan bebas memiliki apa pun yang mereka mau ? Soal energi yang dihabiskan aja yang dibatasi , jadi yang dihitung berapa besar energi yang boleh dihabiskan sama satu orang perhari atau perbulannya . Bagaimana ya jika sistem tersebut benar-benar dijalankan ? Bagaimana sih resikonya ?

        • Meby Damayanti

          Makasih ya Ilma Aliya. Bener banget, nyetak uang banyak-banyak bakal menyebabkan inflasi tinggi, sehingga akhirnya nilao uang akan turun dan harga barang-barang akan naik.

          Kalo soal nyiptain sistem ekonomi tanpa uang, ini kan yang sebenernya terjadi jaman dulu, sebelum masyarakat kenal uang, kita pake sistem barter. Karena manusia ngga akan mamapu memproduksi/menciptakan barang dan jasa untuk menuhin kebutuhannya. Jadi sebenernya penggunaan sistem uang ini sangat membantu jalannya kehidupan perekonomian manusia.

          Mungkin artikel Glenn bisa ngasih sedikit pencerahan ttg konsep uang https://www.zenius.net/blog/9210/sejarah-latar-belakang-konsep-uang-barter

          • Gita Nurul Faradina

            nyetak uang banyak-banyak (nggak disebarin ke rakyat, ya walaupun akhirnya akan kmbali ke rakyat), cuma buat lunasin utang aja. Emng gak bisa? juga kan buat bikin infrastruktur2 negara juga bisa pake uang itu.., jadi uangnya nggak usah dikasihin ke rakyat, cuma buat beli buat keperluan pembangunan tersebut.. nggak bisa ya? jujur saya belum paham.

        • Arya Pratama Putra

          Mungkin sistem ekonomi yang tidak memiliki strata sosial dan setiap orang bebas melakukan apa yang diinginkan seperti yang kamu maksud itu adalah definisi dari sistem KOMUNISME.

          "Komunisme bisa dikatakan sebagai bentuk kondisi masyarakat yang tidak lagi membutuhkan figur pemimpin, tidak membutuhkan negara sebagai lembaga kewenangan vertikal. Dalam impian komunisme ala Marx, akan tercipta masyarakat yang setara, tidak ada lagi kelas sosial, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, tidak ada sektor swasta, tidak ada negara, tidak ada konsep uang, tidak ada pasar, tidak ada perdagangan. Semua orang akan mengerjakan apa yang mereka inginkan, serta saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.".

          Kamu tau sendiri kan kalo negara kita sekarang ini adalah negara yang anti-komunisme 😀

          Di blog Zenius sendiri pernah dijelaskan oleh Glenn tentang sistem2 politik dan ekonomi yang ada di dunia,
          https://www.zenius.net/blog/13453/apa-itu-demokrasi-liberal-kapitalis-komunis-sosialis-fasis-anarkis-konservatif

          • Iodine Hanifan Firdaus

            Ooo jadi gitu... Baru tau , dan keren juga sih sistemnya. Tapi kenapa ya kok melekat bgt komunisme sama hal negatif ? Apa cuma gara" pki dengan G30Spki nya atau ada hal lain yang menyebabkan pandangan negatif itu ?

          • Ada byk faktor yang menyebabkan stigma negatif terhadap padangan politik komunis. Khusus di Indonesia, pemicu utamanya adalah peristiwa G30S, kamu juga bisa baca catatan sejarahnya di sini >> https://www.zenius.net/blog/5405/catatan-sejarah-g30s-pki

            untuk di negara lain, ada juga beberapa alasan lain. Beberapa di antaranya adalah kekejaman rezim Stalin di Uni Soviet & Mao Zedong di Tiongkok pada saat menjalankan sistem komunis di negaranya.

          • alif ardiansyah

            paling keren sih sistem khalifah islam dulu sampe nggak ada orang miskin yang bisa buat disantunin, bener2 sejahtera

          • HELEN RICHARDS

            Hello Everyone, setelah menipu tabungan hidup suamiku dengan susah payah, aku terhuyung-huyung ke Layanan Pinjaman Nyata Rosemary Equal yang harus aku hubungi yang membuat setiap langkah jelas bagiku dan aku mendapat pinjamanku kurang dari 1 jam.
            Jika Anda mengalami kesulitan mendapatkan pinjaman pinjaman yang baik, Anda dapat menghubungi saya melalui Helenrichards0718@gmail.com dan dan saya akan memberitahu Anda bagaimana saya mendapatkan pinjaman saya dari ibu baik Ibu Rosemary yang telah membuat saya dan keluarga saya bahagia. Selamat kembali, saya memang wanita yang bahagia atau Anda dapat menghubungi Ibu Yang Baik Rosemary Via email: equaloan@gmail.com atau Anda dapat mengunjungi situs perusahaannya http://www.equaloans.com untuk informasi lebih lanjut tentang Bunda Rosemary yang baik.
            Tetap diberkati

        • Halo Iodine sistem ekonomi apapun yg masih memakai konsep uang pasti akan menimbulkan strata sosial. Namun sebetulnya jangan melihat ketimpangan sosial seperti yg di Indonesia. Sebetulnya di negara2 yg ekonominya maju dan pemerintahannya fokus mensejahterakan rakyat, perbedaan strata sosial tsb bisa menjadi sangat kecil. Contohnya di Singapura, Norwegia, Swedia, dan negara2 Eropa utara. Akan sangat sulit sekali kamu menemukan apa yang biasa kita kategorikan "orang miskin" di negara-negara tersebut.

          Katakanlah orang paling "miskin" di negara-negara tersebut, minimal mereka memiliki tempat tinggal, air bersih, listrik, makanan yang cukup, dan sarana transportasi yang memadai.

          Utk sistem yang menghapus sistem strata sosial, adalah sosialisme dan komunisme. Kamu bisa baca di sini >> https://www.zenius.net/blog/13453/apa-itu-demokrasi-liberal-kapitalis-komunis-sosialis-fasis-anarkis-konservatif

          • Iodine Hanifan Firdaus

            Kalo gitu sistem ekonomi di Indonesia gagal dong ? Kalo emang gagal apa sih faktor utamanya ?

          • gagal atau tidaknya ekonomi sebuah negara, bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. kalo selama 20 tahun terakhir sih, ekonomi Indonesia bisa gua bilang bertumbuh dengan sangat positif. Masih jauh dari kata "negara yg ekonominya gagal".

            Negara-negara yang bisa dikatakan "gagal" (failed states) itu Somalia, Sudan, Yemen, Suriah, Congo. dll.

            pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kamu baca di sini http://www.rba.gov.au/publications/bulletin/2011/dec/4.html

          • Iodine Hanifan Firdaus

            Oooooo... Berarti keren dong sistemnya pemerintah, kalo gitu gimana sih pengaruhnya ke rakyat ? Perasaan sama aja deh beli apa-apa tetep mahal ? Kemarin ada orang kantor *aku lagi pkl ni bang* ke italy lah perbandingan rasio harga hp Samsul kalo disana sama sini bahkan sampe 1:2 an lah. apa rasio ini tetap konstan atau berubah seiring dengan tumbuhnya sistem ekonomi negara kita ?

            *)
            Sebelumnyamaaf ni bang banyak nanya soalnya di SMK ga ada pelajaran sejarah atau ekonomi gitu , hehe

          • Imanta Azaki

            Adanya perbedaan harga barang antarlokasi ditentukan juga salah satunya oleh biaya lain-lain, seperti biaya logistik/pengiriman, tenaga penjualan, pajak, dan sejenisnya yang berlaku di suatu tempat.

        • Rizky F Hafili

          itu ide dari ideologi komunis sih

        • alif ardiansyah

          kan ada hubungan antara usaha dan hasil, nanti kalau mereka punya uang tanpa ada keahlian atau usaha yang di lakukan bisa di bayangkan apa yang terjadi di dunia broo, ada hubungan sebab akibat broo gabisa seenaknya orang yang punya uang besar tanpa keahlian atau pendidikan atau usaha. nanti bisa berantakan deh dunia, impactnya kalo sistem gitu orang jadi males kerja karena ngapain ah kerja orang duit udah di bagi2 haha

        • Alif Nur Patriya Sussardi

          Sistem yang mengharuskan ada strata sosial seperti itu namanya KAPITALISME, idenya adalah siapa yang rajin atau pintar dan berpartisipasi paling banyak di kegiatan ekonomi bakal mendapatkan keuntungan terbanyak. Keuntungannya, setiap orang akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik supaya bisa mendapatkan kehidupan yang paling baik juga. Pertanyaannya, sampai kapan sistem yang seperti ini akan stabil, karena akan ada kesenjangan sosial (bakal timbul kerusuhan kalau masyarakat nggak kuat ngelihat orang yang punya aset banyak hidup enak).

          Sistem ekonomi yang membuat semua sumber daya dibagikan secara merata kepada semua penduduk namanya SOSIALISME (bukan komunisme lho ya :)). Idenya adalah untuk memperkecil kesenjangan sosial didalam masyarakatnya, jadi gaji tukang parkir akan sedikit saja berbeda dengan gaji professor yang paling pintar sekalipun, tapi pajak si professor bakal lebih besar. Pabrik-pabrik/lini-lini bisnis dikuasai oleh semua warganya, keuntungannya juga dibagi rata sesuai kontribusinya ke perusahaan. Keuntungannya, negara akan stabil, nggak ada iri dengki dan buruk sangka, kerusuhan bisa diminimalisir. Pertanyaannya, kalau saya nggak kerja aja bisa dapat hidup yang layak dari komunitas, ngapain saya kerja toh?

          terus komunisme itu apa dong? Kasus ekstrim dari sosialisme, jadi perusahaan-perusahaan milik masyarakat bakal diambil alih oleh negara, semua yang masyarakat sentuh adalah negara punya, dari properti sampai pabrik, media massa ya milik negara. Tujuannya ya biar stabil dan merata semuanya. Pertanyaannya, sejauh mana masyarakat percaya apa yang diberikan oleh negara adalah sesuatu yang baik? Kalau semua milik negara, saya kerja sekeras apapun juga nggak bisa punya apa-apa dong? :))

          CMIIW

      • Meby Damayanti

        Hmmmmm... apa ya perbedaannya? Mungkin salah satunya adalah akses ke air bersih atau listrik di berbagai daerah sekarang ini lebih baik, seperti yang Glenn bilang. Kalo di Jakarta, salah satu contoh kalo pembangunan membuat hal-hal jadi lebih baik mungkin alat transportasi umum. Kaya commuter line atau transjakarta yang biayanya relatif murah, alat transportasinya pun kondisinya lebih bagus dibanding dulu. Iya ngga?

        Kalo masalah perbedaan harga di Indonesia sama di luar negeri, biasanya sih efek pajak/bea masuk. Karena produk-produk itu kan bukan buatan dalam negeri, jadi kena pajak deh. Tujuannya apa sih dikenain pajak? Salah satunya sih proteksi produk dalam negeri, supaya harga produk luar negeri jadi lebih mahal dibandingin produk dalam negeri, jadi masyarakat lebih memilih utk beli dalam negeri. Gitu cerita singkatnya 🙂

  • Urip Widodo

    Terimakasih atas sharing pengatahuannya ?

    • Meby Damayanti

      Sama-sama Urip Widodo 🙂

  • Gita Nurul Faradina

    Kalo negara hutang, kenapa nggak bikin uang yang banyak(setara dengan jumlah uang) aja terus dipake buat bayar hutang..

    juga kenapa harus ngutang, bikin uang yang banyak buat bikin infrastruktur sendiri

    • Meby Damayanti

      Nah ini sama nih kaya pertanyaan dari Iodine Hanifan Firdaus di atas. Coba dicek yaa 🙂

  • Eksa Oktavian

    jadi utang negara itu selayaknya saham negara ya kak meby?

    • Menurut saya kalo analoginya seperti saham itu kurang tepat. Kepemilikan saham itu bisa diartikan memiliki sebagian hak dari total asset emiten. Sementara ketika negara berutang, negara TIDAK berarti "menjual" saham negaranya kepada pihak lain.

      Misalnya jika utang Indonesia terhadap Jepang adalah 5% dari PDB, itu BUKAN berarti Jepang memiliki hak 5% atas Indonesia. Konsep Utang itu berbeda dengan konsep Saham.

    • Meby Damayanti

      iya.. perbedaannya sama seperti perbedaan pengertian antara saham perusahaan dan obligasi perusahaan. Seperti kata Glenn, kalo saham perusahaan itu pengertiannya adalah surat kepemilikan perusahaan tersebut. Jadi profit perusahaan akan dibagi ke lo sesuai persentase kepemilikan saham lo, yang dikenal juga dengan istilah dividen. Misalnya lo punya saham 5%, nanti lo dapet pembagian dividen sebesar 5% dari keuntungan perusahaan itu. Yang artinya lo memiliki sebagian dari perusahaan itu. Kalo surat utang/obligasi perusahaan, artinya perusahaan tersebut punya utang sama lo. Kalo lo punya obligasi perusahaan, si perusahaan harus bayar utangnya itu ke lo senilai obligasinya plus bunganya pas jatoh tempo.

      Nah obligasi pemerintah konsepnya kaya obligasi perusahaan gitu.

  • Dwiki Maulana

    apakah negara bisa bangkrut, dan jika utang sudah jatuh tempo tpi ga bisa bayar gimna?

    • Secara teknis sih bisa. Belakangan negara-negara yang hampir bangkrut karena terlilit utang adalah Yunani & Puerto Rico. Mungkin ada beberapa contoh lain lagi, nanti Kak Meby menambahkan.

    • Meby Damayanti

      Iya betul yang kata Glenn tuh. Itu juga yang terjadi sama negara kita waktu taun 1997-1998 lalu. Utang pada jatuh tempo, tapi kita nggak bisa bayar. Terus gimana? Ya waktu itu sih kita minta bantuan sama beberapa lembaga, seperti IMF. Akhirnya kita dikasih pinjaman lunak (soft loan), yaitu pinjaman yang bunganya ringan, tapi kita harus melakukan reformasi besar-besaran dari berbagai sisi supaya bisa bayar utang-utang kita itu. Biasanya sih ini berhasil. Dan hal seperti ini juga ya g sedang terjadi di Yunani, yang lagi mengalami krisis dan negaranya bisa dikatakan bangkrut.

  • Nur Muhammad ‘Ainul Yaqin

    Suka sama gaya tulisannya. Kapan ya bisa nulis artikel sebagus ini

    • Meby Damayanti

      Thank yoouuu... Bisa kok pasti!! Ayo dicoba 🙂

  • Putri Mawang

    Nah! Artikel ini bener-bener menjawab bagi orang-orang yang udah pesimis sama pemerintahan kita saat ini. Bukan bermaksud masuk ke "hal yang lain" ya, cuma masalah utang kita yang makin membengkak itu juga bukan bermaksud untuk dihamburin terus dinikmati sama oknum tertentu. ngutang tuh buat kesejahteraan umum kok. mungkin efeknya ga bakalan berasa sekarang. tapi nanti 🙂 sekali lagi, terima kasih artikelnya, kak!

    • Meby Damayanti

      Hehehe.. Makasih Putri. Senang kalo tulisan singkat ini bermanfaat 🙂

  • Putri Mawang

    btw zen, boleh nanya ya? kan dari artikel, informasi dan sumber-sumber lain pada bilang kalo Indonesia pertumbuhan ekonominya bagus (berkisar 5-6% an ya kalo ngga salah), tapi kenapa indeks gininya masih lumayan tinggi ya? soalnya pernah baca jurnal gitu yang meneliti indeks gini di salah satu provinsi di Indonesia yang kesimpulannya menunjukkan kesenjangan ekonomi di provinsi tersebut masih tergolong cukup tinggi. nah gimana tuh?._. artinya kan, pertumbuhan ekonomi kita lebih didominasi oleh perusahaan yang punya power sedangkan masih banyak orang-orang di Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan? butuh penjelasan nih zen. makasih sebelumnya, ya zen! keep inspiring!

    • Meby Damayanti

      Boleh dong. Memang negara kita ini termasuk negara yang pertumbuhannya cukup tinggi tapi indeks gininya juga tinggi, yang artinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin cukup jauh, alias timpang. Kalo kaya gini, artinya pembangunan ekonomi terpusat di suatu wilayah aja, bukan karena didominasi oleh perusahaan besar aja. Kalo di skala nasional mungkin yang keliatan banget adalah pembangunan terpusat di pulau jawa, dan beberapa daerah di Indonesia bagian barat, sedangkan di bagian timurnya masih kurang banget.

      Makanya berbagai kebijakan pemerintah banyak yang berusaha untuk mempersempit ketimpangan ini, misalnya aja dengan membangun infrastruktur di seluruh negeri, atau berbagai bantuan sosial dan subsidi yang tepat sasaran, atau akses listrik ke berbagai daerah pelosok supaya masyarakatnya bisa lebih produktif sehingga lebih makmur.

      • Alif Nur Patriya Sussardi

        Gini Ratio di Indonesia sekarang berkisar di 0.39, dengan rating medium. Artinya nggak tinggi-tinggi banget. Dan kalau dilihat dari data BPS terus turun dari tahun 2014.
        Dan kalau dilihat PDB tiap provinsinya bakal kelihatan spending pemerintah/swasta didaerah mana yang meningkat. Di pulau jawa PDBnya menurun, sementara di pelosok seperti Papua meningkat tajam. Artinya uang lari kearah yang benar.

        Yang perlu diingat adalah, dalam skala makro, pendapatan perusahaan yang menurut putri "punya power" itu juga pasti digunakan untuk spending, dan yang perlu diingat lagi adalah spending suatu subjek ekonomi merupakan pendapatan dari subjek yang lain.
        masyarakat miskin itu masyarakat yang kurang mampu terlibat di kegiatan ekonomi, oleh karena itu pemerintah bikin banyak kartu-kartu macam KIS, KIP dan KIx-KIx yang lain supaya masyarakat miskin bisa lebih terlibat dan mengentaskan diri mereka dari kemiskinan.
        Disisi lain korupsi juga makin diberantas, dengan naiknya Corruption Perception Index tiap tahun!

        Menurut saya arah pembangunan ekonomi Indonesia menuju ke arah yang baik. Mungkin malah "better than ever." 🙂

        sumber: https://tradingeconomics.com/indonesia/corruption-index
        PDRegionalB = https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1624
        Gini = https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1116

        • Meby Damayanti

          thank you @alifnurpatriyasussardi:disqus untuk sharing info n opininya ya 🙂

  • Andi Muhammad Risal

    Perspektif gw ttg utang negara tuh bner2 lngsung totally changed:):)

    Salut dah ama tutor zenius yg sllu ngasih artikel yg brmnfaat ????

    • Meby Damayanti

      Hehe.. Makasih Andi. Semoga bermanfaat yaa 🙂

  • Hakan Ahmad Fatahillah

    mengapa kalo negara bayar utang pasti pake bunga? apa manfaat bunga dalam perekonomian baik mikro maupun makro?

    • Meby Damayanti

      Iya dong.. Ibarat kita minjem uang ke bank kan bayarnya plus bunga toh? Karena dalam ekonomi, bunga itu konsepnya seperti harga untuk uang

    • Alif Nur Patriya Sussardi

      Nggak pasti juga, contohnya waktu resesi. Suku bunga di Bank Sentral bisa dibuat 0% alias nggak pakai bunga. Kasus seperti itu terjadi di Amerika tahun 2008 kemarin pas resesi. Tujuannya buat membuat orang-orang berminat untuk meminjam uang. Uang tentunya akan digunakan untuk konsumsi/produksi, yang nantinya berputar terus di masyarakat. Ekonomi jadi bergairah kembali.

      Namun pada saat perekonomian sudah bergairah, bunga diperlukan supaya pinjaman bisa terkendali. Kalau tidak ada bunga atau bunga terlalu kecil. Masyarakat akan banyak meminjam, pertumbuhan ekonomi jadi sangat tinggi, semua orang banyak bertransaksi, dagangan semua laris, Boom ekonomi dimana-mana, tapi kalau Bank Sentral tidak menaikkan suku bunga, nanti bisa bubble. Ada satu titik dimana masyarakat nggak mampu lagi beli barang karena akibat boom tadi semua barang harganya meningkat, kemudian akan ada depresi ekonomi, saat ada tanda-tanda depresi Bank sentral akan menurunkan kembali suku bunganya sehingga ekonomi bergairah kembali.

      CMIIW. 🙂

  • Ahmad Syehan

    Bagaimana kalo negara menolak membayar utang, seperti Yunani tahun 2015(CMIIW)?

    • Meby Damayanti

      Kalo sebuah negara nolak bayar utang, pasti akan mendapat tekanan sih dari pemberi piutangnya, bahkan bisa dibawa ke forum internasional seperti PBB, IMF, Bank Dunia, dsb, untuk diminta membayar utang. Kalo masih nolak juga, bisa diembargo, alias produk-produknya nggak diterima di pasar luar negeri dan nggak ada juga negara-negara yang mau ngirim produk-produknya ke negara itu.

    • Alif Nur Patriya Sussardi

      Hal pertama yang akan terjadi adalah Investor akan panik. Investor pasti bakalan mikir kalau duit mereka yang diinvestasiin ke Yunani nggak akan balik modal. Jadi sebelum hal seperti itu terjadi Investor akan ramai-ramai menarik modalnya dari Yunani. Produksi barang berhenti, transaksi ekonomi melambat dan lesu, juga tentunya penghasilan warganya berkurang.

      Investor perbankan juga menarik uang mereka dari Yunani, uang jadi langka. Masyarakat yang panik tabungannya bakalan menguap (karena likuiditas bank menurun/ kemampuan bank untuk ngembaliin duit simpenan menurun) akan ramai ramai narik tabungan dari bank (ini yang terjadi di Yunani).

      Sebelum ada embargo dari negara-negara lain, pasti negara tersebut dipaksa rakyatnya sendiri yang menderita, untuk membenahi kebijakannya. 🙂

      • Meby Damayanti

        Yup betul, emang butuh proses yang sangat panjang sampe sebuah negara bisa diembargo sama negara-negara lainnya

  • Siti Ninin

    Wah nice artikel kak, nambah wawasan banget, ditunggu next artikel yang menarik lagi ya kak ??

    • Meby Damayanti

      Terima kasih Siti 🙂 Semoga bermanfaat yaa

  • Eksa Oktavian

    [OOT]
    kalau negara dalam keadaan inflasi, apakah eksportir mengalami keuntungan -> ekspor akan meningkat?? butuh penjeasan, makasih..

    • jika terjadi inflasi, maka secara umum harga bahan baku produksi di negara tersebut akan naik. dengan begitu, cost of production dari pengusaha eksportir dalam negeri juga meningkat. otomatis, eksportir terpaksa menaikan harga barang ekspor ke luar negeri.

      soal untung atau ruginya eksportir, tergantung bagaimana market di negara lain merespond kenaikan harga tersebut. Jika produknya bersifat fundamental yang pasti laku, kemungkinan eksportir diuntungkan. kalo barang yang diekspor punya sentimen yang tinggi terhadap perubahan harga, ya kemungkinan eksportir dirugikan karena barang ga laku.

    • Meby Damayanti

      Iya dong. Karena kalo negara kita inflasi, artinya kan nilai uang kita (Rupiah) jadi lebih rendah tuh ya. Jadi harga barang kita bersaing dibanding produk-produk luar negeri lain yang berasal dari negara yang ngga inflasi. Misalnya gini, biaya produksi sebuah baju di Indonesia Rp 10.000,- Saat itu nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar sebesar Rp. 10.000,- Artinya kan orang bisa beli kaos seharga 1 USD aja. Nah terus negara kita mengalami inflasi 100%, sehingga nilai Rupiah menurun, sekarang jadi Rp. 20.000,- per 1 USD. Nah baju yang tadi itu jadi bisa dibeli dengan harga 0.5 USD kan? Nah jadinya eksportir diuntungkan kan tuh karena bajunya jadi lebih murah di pasar negara lain. Kebayang gak?

  • M. Pranandha

    Kalau negara gak bisa bayar utang pas jatuh temponya, itu gimana kak?

    • Meby Damayanti

      Nah ini pertanyaan yang sama seperti Dwiki Maulana. Coba dicek ya di atas 🙂

  • Fathan

    Mau tanya bedanya materi di matematika ipa sama dasar apa ya

  • Sri Murdiani

    Baru ngerti, ternyata keuangan negara itu jauh berbeda sama keuangan pribadi. Mantap kak... Amazing artikel 🙂

    • Meby Damayanti

      Iya beda banget kan ya

  • Agus Setiawan

    Nice post.. Dapat pencerahan saya, jadi konsep ngutang dalam bernegara ternyata gak bs disamain dgn ngutang di warung.. Hehehe

    • Meby Damayanti

      Hehe.. Thank you! Semoga bermanfaat yaa 🙂

  • SAF

    ini sangat menjawab pertanyaan yang ada di kepala selama ini
    kuncinya ada di rasio utang geningan mah...
    terimakasih ini mencerahkan

    • Meby Damayanti

      Iya betul. Lebih penting melihat rasio utangnya dibanding nominal utangnya 🙂

  • Tedi

    Artikelnya bagus banget .. (y)(y)

    • Meby Damayanti

      Thank you Tedi 🙂

  • benni primarkus

    kak bisa tolong bikin artikel yg berkaitan dengan ekonomi? yang lebih spesifik ke Bidang akuntansi kak hehe. soalnya saya mahasiswa jurusan akuntansi, senang baca artikel2 di blog zenius. siapa tau kakak mau bikin , makasih sebelumnya kak Meby damayanti ☺

    • Meby Damayanti

      Ditunggu yaa topik-topik berikutnya Benni 🙂

      • benni primarkus

        ayo dong kak hehe

  • Hououin Kyouma

    kak. ijin saya share yaa... kayaknya banyak temen saya yang harus dicerahkan. supaya gk seenaknya ngehina press dan menkeu. 😀

    • Meby Damayanti

      Silahkan 🙂

  • Faridatul Hidayah

    Kereeeenn ??

    • Meby Damayanti

      Terima kasih Faridatul 🙂

  • Fajar gilang

    Paling suka si sama artikel kaya gini.mencerahkan pemikiran yang salah tentang ekonomi

    • Meby Damayanti

      Thank you Fajar 🙂

  • Eksa Oktavian

    [OOT] lagi
    mana yang bener nih kak
    eko sbm kode konten 914(no14) vs 1603(no47)
    soal sama tp jawaban beda 😀

    • Meby Damayanti

      Waduh.. Makasih ya koreksinya Eksa. Yang betul yang kode konten 914 (no. 14). Segera kita perbaiki rekamannya..

      • Eksa Oktavian

        okey, kalau boleh usul agar setiap bab/konten diberi kolom komentar(sperti ini), biar gak bingung kalo mau nanya".. (y)

  • Hanas Bayu Pratama

    ka kalau jadi orang yang bisa diandalkan gimana ?

    • Meby Damayanti

      ha? maksudnya gimana nih?

  • Oktoni Pambudi

    Mantab artikelnya. Ternyata gitu to. Kalo masyarakat awam kaya aku pernah mikir kenapa ngga mbuat uang yg banyak aja dr pd utang. wkwk

    • Meby Damayanti

      Hehe.. Thank you, Oktoni. Semoga bermanfaat yaa 🙂

  • Dennisa Hasanah

    Keren artikelnya kak, bikin lagi ya kak artikel tentang investasi2 kayak sukuk ritel gitu kak. Thank you kak sudah berbagi 😀

    • Meby Damayanti

      Thank you, Dennisa. Ditunggu ya topik-topik lainnya

  • Rizky Darmawan

    Mantap jiwa, ngena bangeeeeett tulisanya. Merubah total prespektif gue tentang utang Indonesia. Nice hehe

    • Meby Damayanti

      Thank you, Rizky 🙂
      Mari sama-sama kita terus belajar yaa

  • Nandara FI

    Artikelnya keren, bener2 enlightening dengan bahasa yang ringan dan gampang dimengerti buat anak sma yang awam kayak aku.

    Oiya kak bahas tentang APBN dong. Kenapa dengan jumlah APBN yang dimiliki Indonesia, serapannya tidak mencapai 100% ya? Padahal banyak yang perlu dibangun dari berbagai sektor, tapi APBN malah nggak digunakan semuanya?

    • Meby Damayanti

      Ditunggu yaa Nandara.. 🙂

  • Alfina Salsabila

    such an interesting topic kak,,,nah kok aku jadi inget novel pulang nya tere liye ya ?

    • Meby Damayanti

      wah gue belum baca tuh novel.. hehhehe

  • Alfina Salsabila

    kak misal nih negara A berhutang ke negara B, eh setelah itu ada perseteruan diantara dua negara tersebut.negara B bisa nggak naikin bunga nya seenak mereka akibat perseteruan itu ?

    • Meby Damayanti

      hmmm... biasanya sih ngga bisa ya, karena utang negara biasanya udah ada jatuh tempo berikut perjanjian bunga nya juga di awal pinjaman

  • Nadya Ulyana

    Sangat tepat milih artikel ini sbgai bacaan sebelum tidur. Biasanya cuma surfing internet yg unfaedah banget wkwkwk. Nambah wawasan dan membuka pikiran banget!
    Juga! Menjawab rasa penasaran gue selama ini tentang utang negara Indonesia kita tercinta.... Sip! thank you, Ka! =D

    • Meby Damayanti

      Sama-sama, Nadya 🙂

  • Ade Wahyu Henri P

    nice post.
    makin banyak yg tercerahkan dengan definisi utang negara.
    ?

    • Meby Damayanti

      Makasih Ade 🙂

  • Zaydan Naufal

    Maaf kalau OOT. Kenapa ya kok ada produk lain yang menggunakan nama Zenius ya? Ironisnya, produk tersebut merupakan printer kartu. Sedangkan Zenius yang asli juga penjual voucher (ilustrasinya kartu gitu). Font yang dipakai juga mirip.

    Bukan bermaksud promosi ya, hanya memberitahu. Bukti bisa dicek di google. https://uploads.disquscdn.com/images/c2a3767c5d1855023158007e498444a385098e1ca7952b9a2a2458f59e6d2dcb.jpg

    • Meby Damayanti

      Waduh.. Makasih ya infonya Zaydan

  • Iskandar Dahlan

    Klo utangnya jatuh tempo dan gk bsa dibayar gmna? Apa yg trjadi kak?
    #anak IPA lg pensaran nh

    • Meby Damayanti

      Ini persis yang terjadi sama negara kita tahun 1997-1998 lalu sebagai salah satu penyebab krisis ekonomi dan moneter nih. Waktu itu sih yang dilakukan oleh Pemerintah kita adalah melakukan negosiasi dengan negara-negara pemberi pinjaman itu untuk merestrukturisasi utang negara kita. Jadi utang yang udah ada itu dibicarakan lagi untuk jatoh tempo dan juga bunganya

  • haikal taslim

    Bermanfaat banget....

    • Meby Damayanti

      Makasih Haikal.. Hehhehe 🙂

  • Rafli Yunus

    setelah membaca artikel diatas timbul sebuah pertanyaan kak
    negara paling tinggi mempunyai utang negara adalah jepang dengan 134 % tapi jepang sendiri memberikan utang lagi kepada negara-negara lain contohnya indonesia?
    lah itu bukannya jadi beban buat negara itu sendiri ?
    tolong jelaskan dong
    terima kasih

    • Meby Damayanti

      Hmmm... Ini emang hal yang umum banget buat negara. Banyak kok negara yang punya utang, tapi juga memberikan pinjaman ke negara lain. Kenapa begitu? Karena berbagai pertimbangan pastinya. Kalo ada negara yang kaya gitu, dia pasti ngerasa yakin bahwa pemberian utang ke negara lain itu bakal ngasih keuntungan walaupun di sisi lain dia masih harus pinjam dari negara lain. Jadi intinya dia yakin kalo pinjamannya itu akan dikelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi yang baik utk pembangunan dan pertumbuhan negaranya, jadi nantinya dia akan bisa bayar utang plus bunganya juga

      • Rafli Yunus

        terima kasih kak penjelasannya 😀

  • Mohammad Suryo Hanjono

    makasih kak bisa nambah wawasan tentang utang negara jos

    • Meby Damayanti

      Sama-sama Suryo 🙂

  • Fadhal Muhammad

    Makasih kak Meby atas pencerahannya :).

    • Meby Damayanti

      Sama-sama Fadhal 🙂

  • Akhmad Maulana

    Baru aja kemarin dijelasin ama dosen gue, nah kalo contoh kasusnya kayak yunani itu berarti dia ga bisa mengolah dana hutangnya dengan baik yaa?

    • Meby Damayanti

      Yup, sayangnya Yunani selama ini emang kurang mantap dalam pengelolaan keuangan negaranya. Makanya jadi kelilit utang gitu deh

  • Muhammad Farid Abdillah

    Terbaik dah, boleh share?

    • Meby Damayanti

      Silahkan 🙂

  • Syarif Hidayatullah

    Kalo mau dalemin ttg ekonomi makro kuliahnya jurusan apa?

    • Emir Surya R

      Biologi gan

    • Meby Damayanti

      Hhahahaha.. ya masa biologi?? :))
      Yang paling pas sih Ilmu Ekonomi di bawah Fakultas Ekonomi, Syarif

  • Pandu Tri Widiantoro

    gan jikalau hutangnya sudah jatuh tempo,tapi negara tidak "mempersiapkannya,apa yang akan terjadi?,apakah negara dijual,atau bagaimana trima ksih

    • Meby Damayanti

      Wah ini sama nih kayak pertanyaan Iskandar Dahlan di atas. Silahkan di cek yaa..

  • رزكي نوراليس احمد

    Mantap nih,... Tapi itu prosentase utang yang ke Jepang kok jauh bgt dari yang ke negara lain, atas dasar kepercayaan kah?

    • Meby Damayanti

      Yup, kebanyakan sih karena percaya bahwa Jepang akan bisa bayar utangnya ketika jatuh tempo. Selain pastinya alasan politik dan ekonomi

  • Dimas Agustahadi Azra

    Salut gw sama penulis. Gw aj yg doyannya tidur dikelas mulu, bisa jadi ngerti tentang perekonomian sebuah negara. Mantaf dah ??

    • Meby Damayanti

      Hhahahaha... tidur di kelas tapi kalo di rumah rajin baca-baca juga bisa banget ngerti banyak hal loh..

  • Putra Christianto Rambe Purba

    Beneran zenius sih ini authornya :3

    • Meby Damayanti

      Hhehehe.. Makasih Putra 🙂

  • Muhammad Tabrani

    Masih ada gak sih negara d dunia yg gak pny utang?

    • Meby Damayanti

      Ada kok.. Bisa di cek di google berbagai negara yang ngga punya utang sama negara lain. Salah satu contohnya ada tuh salah satu negara tetangga kita yang emang kaya raya, yaitu Brunei Darussalam

  • Mahfudfmc

    Klw memang utang negara adalah sesuatu yang positif kenapa masih bnyak pihak yg kontra bahkan nyinyir kepada pemerintah apa meraka tidak paham konsep seperti ini atw ada hal lain(politik) padahal para pengkritik itu rata2 orang pinter(sarjana bahkan profesor) atw karena berbeda haluan madzhab ekonomi sehingga melihatnya dengan sudut pandang yg berbeda.terima kasih

    • Meby Damayanti

      Yah masalah utang piutang ini emang nggak sesederhana itu. Emang ada pihak-pihak yang kontra karena pandangan sosial bahwa ngutang itu malu-maluin, atau mungkin juga berpikiran bahwa ngapain lah ngutang kalo emang belum sanggup ya jangan belanja dulu aja. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa ngutang ya nggak apa-apa selama pengelolaannya baik.

  • Widi Shintia

    Untung nyempetin baca artikel ini. Sebenernya beberapa udah tau dari mata kuliah yang gue pelajari di jurusan Hubungan Internasional, tapi ekonomi makro secara keseluruhan ttg utang pemerintah, baru bener2 paham. Thk u 🙂

    • Meby Damayanti

      Sama-sama Widi 🙂

  • Zaydan Naufal

    Kak Zen, kenapa PDB/kapita dan HDI Indonesia tertinggal dari Thailand dan Malaysia? Bagaimana cara mengatasinya?

    • Meby Damayanti

      Iya sayangnya untuk PDB per kapita dan HDI kita ini masih agak ketinggalan dibanding negara-negara tetangga kita ya? Untuk nyari solusinya, kita harus tau dulu penyebabnya. Dan yang mempengaruhi PDB per kapita dan HDI ini banyak banget. Pastinya negara kita bekerja keras untuk meningkatkan perekonomian kita, karena sebenernya PDB per kapita itu kan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat tuh, jadi yang perlu diperbaiki banyak banget. Salah satu contohnya adalah infrastruktur di negara kita yang masih agak ketinggalan sehingga menghambat kelancaran pengiriman barang-barang ataupun akses berbagai layanan dasar kayak listrik, air bersih, kesehatan dan pendidikan. Negara kita yang sangat luas dan berbentuk kepulauan ini emang jadi hal yang positif sekaligus juga negatif buat perekonomian negara kita sendiri. Kebayang nggak susahnya ngehubungin kota Sabang (di Sumatera Utara) dengan kota Merauke (di Papua) karena dipisahin sama jarak yang sekitar 5000-an kilometer dan juga lautan. Beda dengan kondisi geografis negara-negara tetangga kita yang ngga punya pulau-pulau sebanyak Indonesia. Di sisi lain memang kekayaan lautnya Indonesia ini juara banget deh.. Tapi pengelolaannya juga jadinya nggak gampang kan? Begitu juga halnya dengan HDI, karena kan HDI ini komponennya adalah lama harapan hidup seseorang (yang sangat tergantung kepada akses layanan jasa kesehatan, air bersih, makanan bergizi, dsb), tingkat pendidikan, dan standar hidup yang layak (yang diukur melalui tingkat pendapatan). Kira-kira begitulah penjelasan dari gue. Semoga membantu ya Zaydan 🙂

      • Zaydan Naufal

        Resource curse?

        • Meby Damayanti

          bisa jadi seperti itu. Karena resource pastinya kan penting banget ya buat jadi faktor input dalam proses produksi. Tapi kalau pengelolaan atau pemanfaatannya nggak optimal, jadinya bisa merugikan negara itu sendiri sebagai pemilik sumber daya. Misalnya aja negara yang kaya akan sumber-sumber daya, tapi karena nggak dikelola dan dimaanfaatkan dengan baik, akhirnya diambil alih sama perusahaan dari negara lain. Atau mungkin juga negara itu akhirnya mengekspor bahan mentah dan mengimpor barang setengah jadi atau bahkan barang jadi yang pastinya akan lebih mahal kan kalo udah melalui proses produksi kan? Akhirnya perekonomiannya jadi ngga berkembang atau bertumbuh secepat yang diharapkan sesuai dengan potensinya. Gitu kira-kira, Zaydan.

  • prima

    Mantap pencerahannya, suka sekali bacanya. Semoga setiap individu yg suka gonjang ganjing fitnah ataupun provokatif pesanan, semakin kecil ruang geraknya.
    Mencerdaskan orang lain adalah senjata paling ampuh utk menangkis serangan sblm jatuhnya korban akibat pembodohan.

    • Meby Damayanti

      Ammiiinnn.. Semoga artikel ini bermanfaat yaa

  • mocking_bird

    Keren tulisannya bro, jadi kita orang awam jelas. Thanx

    • Meby Damayanti

      Terima kasih 🙂

  • Tito Rizal

    Lalu gimana dg Rusia yg memiliki rasio hutang paling sedikit? Bagaimana hal tsb dapat terjadi?

    • Meby Damayanti

      Hmmm... kalo ini sih banyak banget faktornya. Kita bisa liat dari sisi sejarahnya, salah satunya ya.. Lo inget kan kalo Rusia ini dulunya merupakan negara komunis yang namanya Uni Sovyet. Terus kan mereka kalah perang tuh ya, pastinya perekonomiannya pasti berantakan. Tapi sejak tahun 2000an awal, perekonomian Rusia ini membaik dan perkembangannya cukup bagus dengan adanya pemasukan petrodollar yang cukup stabil. Jadi mereka mampu ngelunasin sebagian besar utang-utang warisan dari Uni Sovyet dulu sampe akhirnya per tahun 2016 rasio utang terhadap GDP negaranya kurang lebih 15%an. Tapi ini juga bisa terjadi karena didukung berbagai kebijakan publik yang diambil sama pihak pemerintah negara itu pastinya..

  • Arie Kusumah

    Apakah hal ini muncul dari bentuk ekonomi "perbankan"?

    Kalau secara sejarah kira2 kapan gaya bentuk perekonomian ini muncul?

    • Meby Damayanti

      Hmmmm.. sebenernya ini termasuk bentuk perekonomian bebas/terbuka sih tepatnya. Kalo ditanya sejak kapan munculnya, ini agak sulit untuk nentuin tahun pastinya kapan. Kalo secara teori sih mungkin munculnya ke dunia luas tuh sejak Adam Smith ngeluarin bukunya yang berjudul "The Wealth of Nations" di tahun 1776 kali ya? Tapi kalo ngeliat prakteknya, mungkin sejak Inggris ngebentuk sebuah institusi yang gunanya untuk memberikan pinjaman ke pihak pemerintah Inggris di abad XVII. Kemudian institusi ini berkembang jadi bank sentralnya Inggris, yang dikenal dengan Bank of England (BOE).

  • Michael Partii

    Kak Meby kata kkak kan kita tidak boleh melihat dari nominal utangnya melainkan dari rasio nya. Nah yg jadi pertanyaan saya brapa batas rasio utang yang baik bagi indonesia kak? Thanks kak

    • Meby Damayanti

      Wah ini pertanyaan yang susah dijawab karena nggak ada rumusnya. Soalnya gini, kalopun sebuah negara kaya raya, tapi dia nggak produktif, berarti kan perkembangan ekonominya bisa aja sangat kecil, atau bahkan negatif alias nggak berkembang sama sekali malah ngalamin penurunan. Tapi dia kaya, jadi utangnya gede pun mungkin rasionya akan kecil tuh kan ya? Padahal mungkin kemampuan bayarnya sangat sedikit. Atau ada negara yang mungkin GDPnya nggak terlalu besar, tapi dia sangat produktif. Mungkin aja rasio utang terhadap GDPnya jadi besar tapi sebenernya negara itu memiliki kemampuan bayar yang cukup tinggi. Jadi selain rasio utang,harus dilihat lagi juga kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi negara itu.

  • Agus Tirtayasa

    Mantap nih artikel, padat n jelas.

    • Meby Damayanti

      Terima kasih @agustirtayasa:disqus 🙂

  • Shyela Gouw

    kka aku blum sempat baca semua komentar, aku mau tanya sedikit kalau menjual surat hutang sebelum jatuh tempo itu seperti apa ya trims

    • Meby Damayanti

      Nah kalo ini ya jadi seperti mengalihkan kepemilikan utang aja sih intinya. Jadi misalnya lo punya utang sama gue, dan gue megang surat utang (obligasi) yang menyatakan lo ada utang sama gue sebesar, misalnya Rp. 1.000.000,- dan lo akan bayar pada tanggal 31 Desember 2017 (jatuh tempo) beserta bunganya sebesar 10% atau Rp. 100.000,-. Tapi ternyata di bulan Oktober gue butuh uang nih. Bisa aja obligasinya itu gue jual ke temen gue seharga Rp. 900.000,-. Jadi temen gue itu ngasih gue uang sebesar Rp. 900.000,- terus gue kasih dia obligasinya itu. Nah nanti tgl 31 Desember 2017, lo bayarnya ke temen gue itu, bukan ke gue. Karena obligasinya udah gue jual ke dia. Kira-kira ilustrasinya seperti itu @shyelagouw:disqus

  • Defi Zuni Arrahma

    Aku suka banget baca artikel-artikel zenius. Kak, banyakin tentang pengetahuan umum kayak gini yah! Ngubah pemikiran aku terutama tentang yang awam di pikiran masyarakat Indonesia. Mau tanya tentang inflasi, apa yang bikin kurs Indonesia bisa naik turun? Terus kenapa Amerika yang jadi panutan negara-negara dunia dalam perekonomian? Makasih yah kak ilmunya 😁🙏

    • Meby Damayanti

      Hhehehe.. lumayan ya nambah pengetahuan dan wawasan? Anw, untuk inflasi, mungkin lo bisa coba baca artikel di blog ini yang judulnya Kenapa Sih Harga Barang Naik Terus? (https://www.zenius.net/blog/13725/kenapa-harga-naik-inflasi-ekonomi). Kalo untuk kurs Indonesia naik turun, ini banyak banget penyebabnya. Salah satunya pastinya pasar valuta asing, karena kurs sebuah negara itu ditentukan oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran terhadap mata uang itu sendiri). Jadi misalnya banyak turis asing yang datang ke Indonesia, otomatis mereka kan harus menukarkan uang ya dari mata uang negaranya ke Rupiah. Nah ini kan berarti ada peningkatan permintaan terhadap Rupiah kan? Kalo ini banyak banget, bisa jadi nilai kurs Rupiah menguat, karena inget kan Hukum Permintaan bahwa ketika kuantitas permintaan naik, maka harga akan naik 🙂
      Kalo soal Amerika jadi panutan berbagai negara di dunia ini dalam hal perekonomian, mungkin maksud lo salah satu contohnya adalah US Dollar (USD) ya? Bahwa perdagangan internasional kebanyakan menggunakan mata uang USD gitu. Yup, karena sampai saat ini memang kebetulan masih AS nih yang duduk di peringkat pertama dalam hal perekonomian, dibandingin sama negara-negara di seluruh dunia. Maksudnya adalah sampai saat ini, AS memang negara yang perekonomiannya paling besar, dilihat dari nilai GDPnya. Tapi ada kok masa dimana negara yang jadi panutan dunia dalam hal ekonomi itu adalah Inggris, di sekitaran masa revolusi industri di abad XVI-XVII.

  • Arief Dwi Anggara

    Mantap ka Meby! Semoga dengan tulisan ini semakin banyak yang pintar menanggapi berita-berita yang ada. Disampaikan dalam bentuk motion grapic keren kayanya ka biar gampang dicerna 🙂

    • Meby Damayanti

      Siaappp, ditampung usulannya yaa.. Terima kasih banyak, @ariefdwianggara:disqus 🙂

  • Ghozy

    Hai, kak. terimakasih untuk artikel yang bagus ini. Semoga pada baca artikel ini biar ga nyinyir terus, cape ngelihatnya soalnya haha

    • Meby Damayanti

      Sama-sama @disqus_czhhmYiBHG:disqus . Semoga bisa nambah wawasan khalayak ramai yaa.. 🙂

  • Anida Lala

    selain indonesia sebagai negara berkembang punya utang yg cukup besar negara maju seperti amerika juga punya utang yg lebih besar . Pertanyaannya kalo negara maju seperti amerika aja punya utang , amerika itu ngutangnya ke siapa ? sedangkan negara negara maju lain juga punya utang cukup besar seperti negara jepang . Jika setiap negera di dunia punya utang mereka ngutang ke siapa ?

    • exodia

      udah dijawab di artikel diatas. coba dibaca lagi.

  • Melati Sasabila

    Oh my..
    Catetan blog lo bikin gua pengen belajar ekonomi meskipun gua anak ipa

    • Meby Damayanti

      Anak IPA boleh loh belajar ekonomi juga 🙂
      Sip, ditunggu yaa tulisan-tulisan ekonomi selanjutnya 🙂 🙂

  • Muhammad Haidar Dzaky

    Lalu saya ingin bertanya sedikit, Apa yang mempengaruhi percepatan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi ?

    • Meby Damayanti

      Wah ini banyak banget faktornya. Yang paling umum sih menghitung pertumbuhan ekonomi tuh kan melalui PDB berdasarkan pengeluaran, maksudnya adalah menghitung pendapatan nasional sebuah negara dilihat dari pengeluaran negara itu. Nah rumusnya kan Y = C + I + G + (X - M), dimana Y adalah pendapatan nasional, C adalah konsumsi, I adalah investasi, G adalah pengeluaran pemerintah, X adalah ekspor dan I adalah impor. Nah setiap komponen itulah yang pastinya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Tapi ya selain dari variabel-variabel itu, masih ada juga isu-isu sosial dan politik yang juga punya pengaruh ke pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Untuk lebih jelasnya, kita ada loh video yang ngebahas khusus tentang Pertumbuhan Ekonomi, bisa diliat di sini nih https://www.zenius.net/cg/1647/bab-01-pembangunan-dan-pertumbuhan-ekonomi

  • adith

    Bagus tulisannya, terimakasih

    • Meby Damayanti

      Semoga bermanfaat @disqus_Dhe7Kj8GDS:disqus 🙂

  • Diorama

    Dulu pas kuliah mbulet banget buat ngertiin ilmu makro-ekonomi dan mikro-ekonomi...artikelnya semoga membantu untuk para gagal fahamers...hehehehe

    • Meby Damayanti

      ammiiinnnn 🙂

  • FRANK QUEENS

    saya sentiasa gembira kerana saya bertemu dengan syarikat ini saya mendapat pinjaman saya (2 juta ringgit) yang saya gunakan untuk membeli tanah ladang saya, saya tinggal di Johannensburg, africa selatan, saya telah menghubungi banyak pemberi pinjaman pinjaman tetapi kebanyakan mereka tidak sesungguhnya kerana semua yang mereka lakukan adalah untuk mengumpul lebih banyak wang dari orang-orang dan tidak pernah memberi mereka pinjaman mereka tetapi syarikat ini menandakan berbeza, itu adalah kawan saya yang memperkenalkan saya kepada syarikat ini bahawa dia mendapat pinjaman dari syarikat dan saya telah melihat banyak kesaksian di internet bagaimana syarikat menggunakan untuk membantu orang di seluruh dunia tidak kira anda, maka saya menghubungi mereka untuk pinjaman saya dan mereka meminta kad id saya dan butir-butir saya supaya saya menyerahkan semua dokumen yang mereka bertanya kepada saya dan saya juga juga membayar yuran pemindahan kerana mereka berkata saya perlu membayar itu maka saya tidak mempunyai pilihan daripada membayar kerana saya tahu syarikat ini tidak boleh gagal saya, maka selepas setiap perkara saya mendapat pinjaman saya pada hari yang sama ... jadi saya mahu luangkan masa saya untuk bersaksi di seluruh dunia untuk pemberi pinjaman pinjaman yang baik ini QUART COMPANY HEART ER berada di AFRIKA SELATAN, mereka memberikan pinjaman dalam apa jua kemampuan dan saya percaya mereka boleh membantu anda juga seperti saya, jadi anda boleh bersaksi juga, dan saya juga berdoa tuhan itu akan terus memberkati mereka untuk kerja-kerja baik mereka, SYARIKAT EMAIL VIA frankqueens64@gmail.com atau whatsapp dia di +2349057770649

  • rebecca williams

    Kami adalah organisasi yang ditubuhkan untuk membantu orang yang memerlukan
    bantuan seperti bantuan kewangan. Jadi, jika anda melalui kewangan
    Masalahnya, jika anda mengalami kekacauan kewangan dan memerlukan dana
    memulakan perniagaan anda sendiri atau anda memerlukan pinjaman untuk membayar hutang atau bayar
    bil, mulakan perniagaan yang baik atau anda merasa sukar
    dapatkan modal pinjaman dari bank tempatan, hubungi kami hari ini melalui e-mel
    rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

    "Jadi, jangan biarkan peluang ini berlalu,
    Anda dinasihatkan untuk melengkapkan dan mengembalikan butiran di bawah ..

    Nama anda: ______________________
    Alamat Anda: ____________________
    Negara anda: ____________________
    Tugasan anda: __________________
    Amaun pinjaman yang diperlukan: ______________
    Tempoh pinjaman: ____________________
    Pendapatan bulanan: __________________
    Nombor telefon mudah alih: ________________
    Adakah anda memohon pinjaman terdahulu: ________________
    Sekiranya anda memohon pinjaman terlebih dahulu, di manakah anda dilayan dengan jujur? ...

    Bertindak cepat dan keluar dari tekanan kewangan, huru hara, dan cabaran
    hubungi FIRM PINJAMAN REBECCA WILLIAMS hari ini melalui e-mel:
    rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

  • Angel Joan

    Halo,

    Apakah Anda mencari pinjaman yang sangat asli? dengan tingkat bunga yang terjangkau? diproses dalam 4-6 hari kerja. Pernahkah Anda ditolak oleh Bank dan lembaga keuangan lainnya? Kabar baiknya ada disini !!! Capital Hills Finance Group menawarkan LOANS dengan suku bunga 3%. pinjaman untuk pengembangan bisnis dan keunggulan kompetitif / bisnis.

    Capital Hills Finance Group menawarkan jenis pinjaman berikut dan banyak lagi:

    * Pinjaman pribadi (Pinjaman Tanpa Jaminan)
    * Pinjaman Usaha (Pinjaman Tanpa Jaminan)
    Pinjaman Konsolidasi Utang
    * Kombinasi Pinjaman, Hard Money Loans
    * Perbaikan rumah
    * Kredit Mobil, pinjaman real estat dan pinjaman investasi.

    Kembali ke kami dan beri tahu kami jika Anda tertarik dengan tawaran kami sehingga kami dapat memberi Anda lebih banyak informasi.

    Kami berharap bisa segera mendengar kabar dari Anda.
    Salam Hormat
    Mr Jason Steven
    EMAIL: managingdirectorrclc@gmail.com
    +1 (914) 705-7954

  • Tiffa Lim

    agen poker indonesia mantap informasinya keren, ternyata begini kenapa indonesia punya banyak utang.

    • Meby Damayanti

      iya kira2 begitulah @tiffalim:disqus

  • Mrs Anita

    Halo nilai pelanggan yang terhormat,

    Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk membiayai bisnis Anda atau dengan tujuan apa? kami memiliki pinjaman pemegang pinjaman bersertifikat dan sah dan internasional Kami menawarkan pinjaman kepada perusahaan bisnis, perusahaan dan perorangan dengan tingkat bunga yang terjangkau sebesar 2%, Mungkin pinjaman jangka pendek atau jangka panjang atau bahkan jika Anda memiliki kredit buruk, Kami akan memproses pinjaman segera setelah kami menerima lamaran anda

    kami adalah lembaga keuangan independen. Kami telah membangun reputasi yang sangat baik selama bertahun-tahun dalam menyediakan berbagai jenis pinjaman kepada ribuan pelanggan kami. Kami menawarkan layanan pinjaman yang dijamin dari jumlah apapun kepada warga negara dan bukan warga negara kami menawarkan pinjaman pribadi yang mudah, pinjaman usaha komersial, pinjaman mobil, penyewaan / peralatan keuangan, pinjaman konsolidasi hutang, pinjaman rumah, untuk semua warga negara dan bukan warga negara dengan baik sejarah kredit bagus atau buruk Jika Anda tertarik dengan penawaran pinjaman di atas, Anda adalah saran untuk mengisi informasi di bawah ini dan kembali kepada kami untuk lebih jelasnya, Anda dapat menghubungi kami dengan ini.

    email: (serviceguaranteeloanfunds1997@hotmail.com)
    ATAU
    email: serviceguaranteeloanfunds1997@gmail.com

    Kami akan menanggapi Anda segera setelah kami menerima detail permohonan pinjaman Anda.

    Tujuan kami adalah untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan kami dan memberi mereka layanan yang aman PAKET KAMI TERMASUK: * Pinjaman Rumah * Pinjaman Otomatis * Pinjaman Hipotek * Pinjaman Bisnis * Pinjaman Internasional * Pinjaman Pribadi * Dan Banyak Lagi.

    Salam
    MRS Anita

  • Eva Molska

    Halo,
    Apakah Anda mencari pinjaman yang bagus dan terjangkau? Anda berada di tempat yang tepat, kami mampu memberi Anda pinjaman untuk berbagai tujuan seperti: konsolidasi hutang, pinjaman hipotek, pinjaman mobil atau pinjaman mahasiswa dengan tingkat bunga yang terjangkau sebesar 2%. Anda bisa menghubungi kami melalui e-mail via evamolska12@gmail.com

    • Meby Damayanti

      nggak dulu ya bu

      • Eva Molska

        Berbicara tentang hutang saya pikir semua pihak yang terlibat dalam hutang harus mendapatkan pinjaman dengan tingkat suku bunga 2% sama seperti yang ditawarkan perusahaan saya sekarang, ini adalah kesempatan hidup yang besar bagi seluruh Indonesia.
        Terima kasih

        Mrs Eva Molska

      • Eva Molska

        Silakan menghubungi saya di evamolska12@gmail.com, jika Anda tertarik untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan saya.
        Terima kasih

        MRS Eva Molska

  • Qohar

    Perbanyak lagi tulisan-tulisan yang bermanfaat seperti ini Zen. Bahasanya ringan tapi sangat dapat dipahami oleh orang awam. Sangat bermanfaat buat generasi muda agar kedepannya kalau kritik pemerintah tidak asal ngomong tapi emang ada dasar ilmiahnya. Buat Mba Meby, satu kata "kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnn".

    • Meby Damayanti

      Siap! 🙂
      Makasih yaa @qohar:disqus

  • FRANK QUEENS

    Saya fredrick oktorio dengan nama. Saya tinggal di Indonesia, saya mahu menggunakan medium ini untuk memberi tahu semua pencari pinjaman supaya berhati-hati kerana terdapat penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya mengalami masalah kewangan, dan kerana saya terdesak, saya telah ditipu oleh pemberi pinjaman dalam talian. Saya hampir kehilangan harapan sehingga seorang kawan saya merujuk saya kepada pemberi pinjaman yang sangat dipercayai yang dipanggil MR FRANK QUEENS DARI NIGERIA yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar $ 500,000 di bawah 6 jam tanpa sebarang tekanan. Jika anda memerlukan apa-apa jenis pinjaman, sila hubungi beliau sekarang melalui: frankqueens64@gmail.com atau whatsapp dia di +2349057770649 Saya menggunakan medium ini untuk memberi tahu semua pencari pinjaman kerana neraka yang saya lalui di tangan mereka peminjam penipuan. Dan saya tidak mahu walaupun musuh saya melewati neraka semacam itu yang saya lalui di tangan peminjam dalam talian yang palsu, saya juga ingin anda membantu saya lulus maklumat ini kepada orang lain yang juga memerlukan pinjaman sebaik sahaja anda juga telah menerima pinjaman anda dari frank ratu MR DARI Nigeria, saya berdoa agar Allah memberikannya umur yang panjang.

  • Henry Lee

    Saya setuju dengan tulisan diatas jika dipandang dengan konsep ekonomi saat ini aka riba,,
    tapi masalahnya dalam Islam hutang beranak riba haram dan akan kena batunya sendiri dunia akhirat dalam bentuk berbagai macam.. so saya pada akhirnya tetap tidak setuju..ngutang sih boleh..tp jangan utang yg haram,, jangankan utang haram,, utang yg halal saja sudah bikin pusing kepala,,
    Mungkin tanggapan saya sangat subjektif (apalagi sebagai seorang muslim).. dari segi keselamatan dunia akhirat yg mungkin bagi kebanyakan orang tidak penting..
    Good luck buat ngutangnya..walau rasio utang sekecil apapun,, yg namanya riba cusss.. wong kita disuruh buat meninggalkan sisa riba kok..
    Tenang kok g Indonesia doang yg ngelakuin ini.. negeri2 kaum muslimin lain juga melakukan..tp ya dampaknya uang haram kerasa dimana mana dengan berbagai cita rasa...so good luck

  • kkreditreserve.cashloan

    Alamat kantor perusahaan
    PricewaterhouseCoopers Pvt Ltd
    Prestige Palladium Bayan, lantai 8
    129-140, Jalan Greams
    Chennai, Tamil Nadu 600 006
    India.

    Penawaran pinjaman riil dan garansi 100% mengubah kehidupan finansial Anda

    Kami adalah perusahaan kredit global yang menyadari tingkat keuangan dan kemiskinan di asia, eropa dan afrika, banyak keluarga di asia menganggur, tunawisma dan tidak memiliki makanan untuk dimakan sehingga kami bersedia membantu orang yang membutuhkan pinjaman finansial, pribadi pinjaman, modal ventura di ($, RM, IDR dll,Rs) meskipun, banyak orang di dunia telah dibodohi oleh pemberi pinjaman palsu dan menipu hal ini dengan tulus kami menjaminkan pinjaman sebesar 100% dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 1.1% saja juga menawarkan kredit finansial untuk memulai bisnis dan pinjaman untuk melunasi hutang atau membayar tagihan, modal komersial yang bagus, untuk menunjukkan minat menghubungi kami hari ini melalui e-mail {kreditreserve.cashloan@gmail.com}
    Catatan: kami juga membantu Anda mendapatkan pekerjaan di kantor kosong dengan gaji yang baik setiap bulan baik yang terampil dan tidak terampil membuat Anda memiliki pekerjaan dengan gaji yang baik di manapun di dunia ini.

    kamu tulus
    Petugas publik
    BBM; DE429AED

  • dian ahmad

    Halo sesama orang Indonesia, saya ingin Anda membantu saya bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkan hidup saya melalui bantuan Mrs.Elizabeth Kean. Saya sangat sakit di rumah sakit dengan demam tipen, dan saya tidak dapat membayar tagihan rumah sakit karena saya tidak mempunyai Rumah Sakit, jadi saya mengambil pinjaman di internet dan mereka meminta saya membayar biaya, pajak, asuransi, dll. , dan setelah pembayaran saya tidak mendapatkan pinjaman saya, mereka membodohi saya dan menipu saya, ini terjadi pada saya di 6 kreditur pinjaman yang berbeda di internet, saya kemudian tahu bahwa mereka adalah penipu dan penipu. Kondisi saya menjadi sangat kritis dan saya berada di titik kematian sebelum perawat di rumah sakit memberi tahu saya di mana dia mengambil pinjaman dan ini nyata dan asli, dia mengenalkan saya pada Ibu Elizabeth Kean, di mana saya mengajukan pinjaman Rp500.000.000 dengan tingkat bunga 2% (2 persen), dan pinjaman tersebut disetujui tanpa agunan, saya hanya mendaftar dengan mereka karena mereka mengatakan syarat dan ketentuan perusahaan yang harus diminta oleh semua pelanggan sebelum memperoleh pinjaman, dan setelah pendaftaran saya, saya mendapatkan pinjaman 2 jam setelah mereka mengkonfirmasi pendaftaran saya Pinjaman tersebut dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa stres. Saya ingin memberitahu semua orang untuk membantu saya mengucapkan terima kasih kepada Nyonya Elizabeth Kean karena telah membantu saya dengan pinjaman yang menyelamatkan hidup saya. Silakan jika Anda mencari pinjaman di internet, Anda harus sangat berhati-hati, dan saya ingin memberi saran kepada Anda bahwa mereka adalah begitu banyak curang dan scammers di sini di internet. Saya akan saran Anda bahwa jika Anda membutuhkan pinjaman Anda sebaiknya menerapkan di mana saya menerapkannya yang asli dan nyata hanya dengan pendaftaran saja dan tanpa agunan. hubungi Ibu Elizabeth Kean sekarang jika Anda memerlukan pinjaman asli dan benar tanpa scammed atau curang, emailnya adalah elizabethkeenloan.co2828@gmail.com
    . dan Anda juga bisa menghubungi saya di dianahmad7000@gmail.com saya
    Tuhan memberkati kalian semua

  • Naomi Eduardo

    Halo,
    Saya adalah Nyonya Naomi Eduardo pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberi kesempatan hidup untuk mendapatkan pinjaman. Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk menghapus hutang Anda atau Anda memerlukan pinjaman modal untuk memperbaiki bisnis Anda? Apakah Anda ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Anda butuh pinjaman konsolidasi atau hipotek? Jangan melihat lebih jauh, karena kita berada di sini untuk semua masalah keuangan Anda. Kami
    meminjam dana kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan,
    yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan,
    untuk berinvestasi dalam bisnis dengan tarif 2%. Saya
    ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu masyarakat umum bahwa
    kami memberikan bantuan dan penerima bantuan yang andal dan bersedia
    menawarkan pinjaman kepada Anda.
    Email kami di: (naomieduardofirm@gmail.com)

  • Halo teman-teman!!! Nama saya Min. Saya ingin memberi kesaksian tentang kebaikan
    Pemberi Pinjaman yang menunjukkan cahaya itu kepada saya setelah telah scammed oleh 2 berbeda
    Pemberi pinjaman internasional internasional, mereka semua berjanji untuk memberi saya pinjaman sesudahnya
    membuat saya membayar banyak biaya yang tidak menghasilkan apapun dan tidak ada yang positif
    hasil. Saya kehilangan uang hasil kerja keras saya dan mendapat 6.000USD. Suatu hari
    Saat saya browsing melalui internet terasa frustrasi saat saya datang
    dalam kesaksian perempuan yang juga scammed dan akhirnya terhubung
    sebuah perusahaan pinjaman legit bernama Zhang Xin Loan Company Asia dan email (
    zhangxinloancompanyasians@gmail.com) di mana dia akhirnya mendapatkan pinjamannya, jadi saya memutuskan untuk menghubungi perusahaan pinjaman yang sama dan kemudian menceritakan kisah saya tentang bagaimana saya telah scammed oleh 2 kreditur berbeda yang tidak melakukan apapun kecuali saya lebih
    rasa sakit. Saya menjelaskan kepada perusahaan melalui surat dan semua yang mereka katakan tidak menangis
    lebih karena saya akan mendapatkan pinjaman saya di perusahaan mereka dan juga saya telah membuat
    pilihan yang tepat untuk menghubungi mereka Saya mengisi formulir permohonan pinjaman dan
    melanjutkan semua yang diminta dari saya dan saya terkejut, saya diberi a
    jumlah pinjaman sebesar $ 65,000.00 Dolar oleh Perusahaan hebat ini (zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dikelola oleh Nyonya steffi Hofmann God yang takut pada wanita dan di sini saya bahagia hari ini karena perusahaan ini telah memberi saya pinjaman jadi saya bersumpah kepada diri sendiri bahwa Saya akan terus bersaksi di internet tentang bagaimana saya mendapatkan pinjaman saya Apakah Anda memerlukan pinjaman segera? Baik dan cepat hubungi Perusahaan hebat ini
    sekarang untuk pinjaman anda melalui email 🙁 zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dia baik hati
    mendorong. Semoga berhasil.

    Email: zhangxinloancompanyasians@gmail.com
    Nama: Zhang Xin
    Nama Perusahaan: Zhang Xin Loan Company Asia
    Alamat: Zhuhai Gangdong Propinsi Cina.
    Negara: Cina

  • Gabriel Lumintang

    Kalo susah ngarti, coba main sim city

  • Cindy Reza

    Halo semua harap berhati-hati dalam mendapatkan pinjaman di sini, jadi banyak lender pinjaman di sini adalah semua scammers dan mereka hanya di sini untuk scam Anda dari uang Anda, saya mengajukan pinjaman dari sekitar 200 juta dan saya diminta untuk membayar beberapa biaya dan saya dibayar, mereka meminta lagi dan lagi, saya membayar hampir 9million masih saya tidak mendapatkan pinjaman, happend kepada saya sekitar 5 kali dari perusahaan pinjaman yang berbeda, saya yang saya akan memenuhi hak satu tapi saya tidak. Untuk Tuhan Kemuliaan saya bertemu seorang teman yang baru saja diterapkan pada pinjaman dan dia mendapat pinjaman tanpa stres, jadi dia memperkenalkan saya ke THE HARTFORD dari HARTFORD FINANCIAL SERVICE, saya diterapkan untuk 700 juta, saya pikir itu adalah lelucon dan penipuan, tapi aku punya pinjaman saya dalam waktu kurang dari 24 jam hanya dalam 2% tanpa agunan. saya sangat senang karena saya adalah menyelamatkan dari mendapatkan miskin. jadi saya saran semua orang di sini membutuhkan pinjaman untuk menghubungi HARTFORD dan saya meyakinkan Anda bahwa Anda akan mendapatkan pinjaman Anda. email nya (hartfordfinancialservice@gmail.com,
    hartfordfinance.wordpress.com)
    (bbm DD8B2E2D
    Anda tetap dapat menghubungi saya jika Anda membutuhkan info lebih lanjut dan bantuan di (cindyreza98@gmail.com)

  • Halo teman-teman!!! Nama saya adalah Min. Saya ingin bersaksi tentang yang baik
    Pinjaman Pemberi Pinjaman yang menunjukkan cahaya kepada saya setelah telah scammed oleh 2 berbeda
    Pemberi pinjaman internasional internasional, mereka semua berjanji untuk memberi saya pinjaman setelahnya
    membuat saya membayar banyak biaya yang tidak menghasilkan apa-apa dan tidak ada yang positif
    hasil. Saya kehilangan uang hasil kerja keras saya dan jumlahnya mencapai 6.000USD. Suatu hari
    seperti yang saya browsing melalui internet tampak frustrasi ketika saya datang
    di sebuah kesaksian wanita yang juga scammed dan akhirnya terhubung
    sebuah perusahaan pinjaman legit bernama Zhang Xin Loan Company Asia dan email (
    zhangxinloancompanyasians@gmail.com) di mana dia akhirnya mendapatkan pinjamannya, jadi saya memutuskan untuk menghubungi perusahaan pinjaman yang sama dan kemudian menceritakan kisah saya tentang bagaimana saya telah scammed oleh 2 kreditur berbeda yang tidak melakukan apapun kecuali untuk saya lebih
    rasa sakit. Saya menjelaskan kepada perusahaan melalui surat dan semua yang mereka katakan kepada saya adalah menangis tidak
    lebih karena saya akan mendapatkan pinjaman saya di perusahaan mereka dan juga saya telah membuat
    pilihan yang tepat untuk menghubungi mereka Saya mengisi formulir aplikasi pinjaman dan
    melanjutkan semua yang diminta dari saya dan keterkejutan saya, saya diberi a
    jumlah pinjaman sebesar $ 65,000.00 Dolar oleh Perusahaan hebat ini (zhangxinloancompanyasians@gmail.com} dikelola oleh Nyonya steffi Hofmann God yang takut akan wanita dan di sinilah saya hari ini bahagia karena perusahaan ini telah memberi saya pinjaman jadi saya bersumpah kepada diri saya bahwa saya akan terus bersaksi di internet tentang bagaimana saya mendapatkan pinjaman saya. Apakah Anda memerlukan pinjaman segera? Baik dan cepat hubungi Perusahaan hebat ini
    sekarang untuk pinjaman anda melalui email 🙁 zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dia baik hati
    membesarkan hati. Semoga berhasil.

    Halo teman-teman!!! Nama saya Min. Saya ingin bersaksi tentang yang baik
    Pemberi pinjaman menunjukkan cahaya kepada saya setelah mengalami scammed oleh 2 hal yang berbeda
    Pemberi pinjaman internasional secara internasional, mereka semua berjanji untuk memberi saya pinjaman sesudahnya
    membuat saya membayar banyak biaya yang tidak menghasilkan apapun dan tidak ada yang positif
    hasil. Saya kehilangan uang hasil kerja keras saya dan mendapat 6.000USD. Suatu hari
    Ketika saya browsing melalui internet itu membuat frustrasi ketika saya tiba
    dalam kesaksian wanita yang juga scammed dan akhirnya terhubung
    sebuah perusahaan pinjaman legit bernama Zhang Xin Loan Company Asia dan email (zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dimana dia akhirnya mendapatkan pinjamannya, maka saya memutuskan untuk menghubungi
    perusahaan pinjaman yang sama dan kemudian menceritakan kisah saya tentang bagaimana saya telah scammed oleh 2 kreditur

    beda siapa yang melakukan apa-apa selain aku lebih
    rasa sakit. Saya menjelaskan kepada perusahaan melalui surat dan semua yang mereka katakan tidak menangis
    lebih karena saya akan mendapatkan pinjaman saya di perusahaan mereka dan juga saya telah membuat
    pilihan yang tepat untuk menghubungi mereka Saya mengisi formulir permohonan pinjaman dan
    melanjutkan semua yang diminta dari saya dan saya terkejut, saya diberi a
    Jumlah pinjaman sebesar $ 65,000.00 Dolar oleh Perusahaan yang luar biasa ini (zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dikelola oleh

    Ibu min dan disini saya bahagia hari ini karena perusahaan ini sudah memberi Saya pinjaman jadi saya bersumpah pada diri sendiri bahwa saya akan terus bersaksi di internet tentang bagaimana saya

    mendapatkan pinjaman saya Apakah Anda memerlukan pinjaman segera? Bagus dan cepat hubungi Perusahaan hebat ini
    sekarang untuk pinjaman anda melalui email 🙁 zhangxinloancompanyasians@gmail.com) dia baik hati
    Dorong. Semoga berhasil.

    Email: zhangxinloancompanyasians@gmail.com
    Nama: Zhang Xin
    Nama Perusahaan: Zhang Xin Loan Company Asia
    Alamat: Zhuhai Gangdong Provinsi Cina.
    Negara: Cina

  • Steven vila

    Apakah Anda memerlukan pinjaman darurat untuk memulai bisnis di Indonesia dengan bunga rendah? hubungi (Jessicarojasloanfirm1998@hotmail.com) atau nomor whatsapp +2349079785567 Mereka adalah perusahaan pinjaman terpercaya yang dapat saya rekomendasikan kapan saja.

  • Mira Mia

    Kabar baik !!!!

    Nama saya Mira Mia, CEO sebuah toko pakaian di Malaysia, saya ingin menceritakan kisah saya kepada dunia dan bagaimana saya mendapatkan pinjaman dari Dangote Loan Company untuk memulai toko pakaian saya, beberapa bulan terakhir saya tidak mempunyai uang atau pekerjaan. membuat uang Untuk memulai sebuah toko pakaian, Jadi saya mulai mencari pinjaman dimana-mana tapi tak ada yang mau membantu bank

    Jadi saya putus asa dan mencari-cari secara online tapi saya tertipu karena biaya pendaftaran, biaya lisensi, biaya asuransi tapi tidak ada pinjaman yang diberikan kepada saya. Saya hampir menyerah tapi saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh seorang wanita tentang bagaimana dia mendapatkannya, jadi saya kenyang.

    Perusahaan pinjaman Dangote memberikan pinjaman 2% dan dapat menawarkan jumlah pinjaman yang Anda inginkan, Dangote Loan Company adalah satu-satunya perusahaan online, sehingga Anda dapat memiliki perubahan cerita.

    Hubungi Dangote Loan company Via emai Dangotegrouploandepartment@gmail.com
    dan saya di: miramia124@gmail.com

  • Mohammad Ismali

    kesaksian nyata dan kabar baik !!!

    Nama saya mohammad, saya baru saja menerima pinjaman saya dan telah dipindahkan ke rekening bank saya, beberapa hari yang lalu saya melamar ke Perusahaan Pinjaman Dangote melalui Lady Jane (Ladyjanealice@gmail.com), saya bertanya kepada Lady jane tentang persyaratan Dangote Loan Perusahaan dan wanita jane mengatakan kepada saya bahwa jika saya memiliki semua persyaratan bahwa pinjaman saya akan ditransfer kepada saya tanpa penundaan

    Dan percayalah sekarang karena pinjaman rp11milyar saya dengan tingkat bunga 2% untuk bisnis Tambang Batubara saya baru saja disetujui dan dipindahkan ke akun saya, ini adalah mimpi yang akan datang, saya berjanji kepada Lady jane bahwa saya akan mengatakan kepada dunia apakah ini benar? dan saya akan memberitahu dunia sekarang karena ini benar

    Anda tidak perlu membayar biaya pendaftaran, biaya lisensi, mematuhi Perusahaan Pinjaman Dangote dan Anda akan mendapatkan pinjaman Anda

    untuk lebih jelasnya hubungi saya via email: mahammadismali234@gmail.com
    dan hubungi Dangote Loan Company untuk pinjaman Anda sekarang melalui email Dangotegrouploandepartment@gmail.com

  • Mun Ajat

    Tulisannya sangat-sangat mudah dicerna..... Salut sama penulisnya.