Panduan & Tips Belajar USM STAN 2018

Tips dan Strategi untuk menghadapi ujian tertulis USM STAN. Lengkap dengan panduan belajar, bedah materi, sampai pembahasan soal-soal tahun lalu.

Setiap tahun, jumlah pendaftar PKN STAN selalu menjadi salah satu yang terbanyak di antara perguruan tinggi kedinasan atau bahkan perguruan tinggi umum. Berdasarkan data Panselnas MenPAN tahun 2017 lalu, jumlah pendaftar ke PKN STAN sejumlah 166.315 siswa dengan kuota 6.961 kursi. Artinya, cuma 4% pendaftar yang akan lolos! Dengan peminat dan persaingan sebanyak itu, kamu dituntut meraih nilai setinggi-tingginya biar lolos.

Nah, dalam artikel ini aku akan mencoba mengupas tipe-tipe soal dalam USM STAN serta sedikit tips agar mendapatkan nilai yang maksimal. Sebagai alumni STAN, aku juga akan berbagi pengalaman khususnya ujian tahap I nya.

Selain itu, di artikel ini juga aku berikan link-link video dan artikel TPA dan TBI untuk bahan belajar. Jadi aku saranin kamu bookmark artikel ini buat panduan belajar menuju USM STAN 2018 nanti.

 

Buat kamu yang belum baca tentang seluk beluk perkuliahan di PKN STAN bisa baca artikel berikut Seluk beluk perkuliahan di PKN STAN

usm-stan

 

SEKILAS TENTANG USM STAN 2018


Pada tahun 2018 ini, ada beberapa perubahan yang cukup signifikan pada USM STAN dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu:

  1. Ujian yang dulu menjadi ujian tahap pertama (TPA, TBI) serta SKD dilaksanakan sekali waktu. Jadi ujian tertulis USM STAN 2018 akan mengujikan TPA, TBI, serta SKD.
  2. Aturan nilai mati 1/3 jumlah soal benar diganti dengan ambang batas nilai
  3. Ujian dilaksanakan dengan sistem CAT (computer assisted test).
  4. Tes kesehatan dan kebugaran yang dulu buat semua jurusan, sekarang khusus buat yang mengambil jurusan bea cukai.

Jadi pada tahun ini, apabila kamu mengambil jurusan non bea cukai, maka kamu cuma menghadapi ujian tertulis aja yang dilaksanakan tanggal 27 Juni – 7 Juli 2018.

 

MATERI YANG DIUJIKAN DALAM UJIAN TERTULIS USM STAN 2018


Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini materi tes tertulis USM PKN STAN 2018 terdiri dari:

1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dengan 100 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit.

  • Tes Intelegensi Umum (TIU),
  • Tes Karakteristik Pribadi (TWK), dan
  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

2. Tes Potensi Akademik (TPA), dengan jumlah 45 soal.

3. Tes Bahasa Inggris (TBI), dengan perkiraan 30 soal.

 

Peseta dinyatakan lulus ujian tertulis USM STAN 2018 di atas apabila:

1.  Memenuhi ambang batas SKD.

Ambang batas SKD untuk masing-masing bagian yaitu

Tes SKDJumlah soalPenilaianNilai MaksNilai Ambang BatasJumlah Minimal Benar
Tes Intelegensi Umum (TIU)30Benar +5, Salah/kosong 01508016
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)35Benar +5, Salah/kosong 01757515
Tes Karakteristik Pribadi (TWK)35Tiap pilihan ganda, ada skala 5-4-3-2-1175143

Jadi kamu mesti memenuhi semua nilai minimal di masing-masing bagian SKD tersebut. Apabila satu tes aja kamu kurang, maka kamu akan otomatis gugur dan PASTI ga diterima di USM STAN.

2. Memenuhi ambang batas TPA dan TBI

TesPERKIRAAN Jumlah soalPenilaianNilai MaksNilai Ambang Batas
TPA45Benar +4, Salah -1, Kosong 018067
TBI30Benar +4, Salah -1, Kosong 012030

 

3. Berada di peringkat sesuai dengan kuota yang tersedia.

Pemeringkatan berdasarkan nilai TPA dan TBI. Jadi nilai SKD ga diperhitungkan dan baru diperhitungkan apabila nilai TPA dan TBI peserta sama. Oleh karena itu, usahakan dengan sangat nilai TPA dan TBI mu setinggi mungkin. Sedangkan nilai SKD, target utamanya adalah berada di atas ambang batas penilaian.

 

PANDUAN BELAJAR TPA USM STAN DAN TIU SKD


Karena TPA USM STAN dan TIU SKD materinya hampir sama, maka kamu bisa memperlajarinya sekali waktu. Berikut ini panduan belajarnya:

1. Panduan belajar kemampuan verbal

a. Sinonim, Antomin dan Kosa kata

Dalam mengerjakan sinonim, antonim, dan kosa kata, it’s OK kalo kamu banyak yang kesulitan dengan kosa-kata yang muncul karena memang tingkat kesulitan kosa-katanya tinggi. Tapi jangan sampe panik dan mati-matian menghafal kamus. Nah tapi gimana donk kalo banyak kosa kata yang ga ngerti?

Tips klisenya sih ya banyak-banyak baca dari sumber bacaan yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik, misalnya koran Kompas. Dengan banyak membaca, kamu akan ketemu banyak kosa-kata baru. Trus kalo ketemu kosa-kata baru, jangan didiemin aja, tapi coba buka KBBI.“Ya tapi kan tesnya udah mepet, gimana donk?”

Berikut ini beberapa tips untuk mengerjakan soal sinonim, antonim, dan kosa kata:

1) Biasakan memahami makna suku kata

Biasanya sebuah kata terdiri dari gabungan beberapa kata atau imbuan. Misalnya nih “nasionalisme”, terdiri dari kata “nasional” dan “isme”. Kalo kamu tau salah satu dari kata atau imbuhan tersebut, itu akan membantmu buat menebak arti katanya. Misalnya lagi “tele-phone“, tele artinya jarak jauh, phone artinya suara. Trus bisa juga, tele-portasi, tele-gram, tele-pati. Dari sebuah kata “tele” aja bisa membentuk beberapa kata baru.

(Soal USM STAN 2015)

Kata tersebut terdengar asing banget nih dan jarang banget digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kalo kamu jeli, ada kata yang sering banget dipake banget yaitu “didak” yang sering digabung menjadi “otodidak”. Nah kalau “otodidak” kamu pasti tau artinya kira-kira belajar sendiri, dalam hal ini “oto” artinya sendiri. Dari sini aja lo udah bisa menebak kalau jawabannya antara B dan D.

2) Gabungkan kata agar kamu dapet konteksnya

Kalo tips pertama, kita memecah katanya, kalo ini digabung dengan kata lain biar kita ngerti konteksnya. Kamu pasti sering denger sebuah frase, entah dimana, tapi kamu ga tahu benar-benar arti kata-katanya.

(Soal USM STAN 2015)

Frase yang sering banget melekat pada dengan “tandon” adalah “tandon air”. Tinggal dimasukkan pilihan jawaban di atas dengan menjadi …. air. Nah yang paling sesuai dengan pengertian “tandon air” yang selama ini kita pahami adalah barang tanggungan air / barang untuk menanggung air (E).

3) Kembalikan ke makna bahasa asalnya

Beberapa kata dalam Bahasa Indonesia diserap dari bahasa asing. Kadang kita lebih tau arti kata dalam Bahasa asingnya ketimbang arti kata setelah diserap menjadi bahasa Indonesia, terutama kata yang berasal dari bahasa inggris.

(Soal USM STAN 2015)

Well, kalo dilihat sekilas, kata “adisi” terlihat sangat jarang dan asing digunakan dalam Bahasa sehari-hari. Coba kira-kira, berasal dari kata apa sih “adisi” itu? Kalau kamu jeli, “adisi” berasal dari kata “addition” atau bisa juga “additional”. Lihat suku kata “add” yang artinya tambah. Jadi dengan cara ini kamu bisa menebak jawaban soal tersebut adalah C.

b. Analogi kata

Analogi kata adalah persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan. Dari dua atau lebih kata yang diberikan pada soal, kita diminta untuk mencari pasangan (bisa lebih) kata yang mempunyai hubungan yang sama dengan soal.

(USM STAN tahun 2011)

Jawaban yang tepat adalah (C) Cerita : Alur. Rona Menggambarkan wajah. Alur menggambarkan cerita.

Tips mengerjakan soal seperti ini sih sering-sering berlatih soal biar kemampuanmu mengetahui hubungan kata bisa lebih terasah. Kalo kamu udah ga ngerti salah satu kata dalam soal, misalnya dalam soal di atas kamu ga ngerti apa itu “rona”, mending di skip aja karena terlalu riskan buat menebak-nebak analoginya.

c. Bacaan

Dengan mepetnya waktu pengerjaan, aku dulu baca soalnya baru nyari jawaban di bacaan. Misal soalnya “ide pokok paragraf kedua” ya langsung aja baca paragraf keduanya, paragraf pertama abaikan aja. Dengan begitu kamu bakal menghemat waktu dan energi.

Kamu bisa tonton video penjelasan dari Pak Kosim tentang bacaan dan teks berikut:

Selain beberapa tips di atas, kamu juga bisa baca Tips Mengerjakan Soal TPA Verbal SBMPTN dari Panje berikut

Trus kamu juga bisa tonton video Sabda berikut

Setelah kamu cukup memahami materi TPA verbal di atas, kamu bisa mulai mengerjakan latihan soal TPA verbal USM STAN berikut. Disitu udah tersedia pembahasannya juga.

2. Panduan belajar kemampuan Aritmatika, Logika dan Pola Barisan

a. Aritmatika

Aritmatika mendapat porsi yang cukup banyak dalam TPA USM STAN. Dibanding TPA SBMPTN, tingkat kesulitannya sih menurutku masih sulit di STAN. Tapi secara umum, materi nya udah pernah kamu dapetin waktu SMP atau SMA.

Untuk belajarnya, kamu WAJIB tonton semua video basic math yang dijelasin Sabda di sini:

Sedikit tambahan tips dariku dalam mengerjakan soal aritmatika khususnya USM STAN:

1) Kamu ga harus ngitung secara presisi

Beberapa soal USM STAN memang sengaja dibuat rumit, namun untuk mengetahui jawabannya, sebenernya kamu ga mesti dapet jawaban secara presisi, karena kalo ngitung secara presisi, bakal butuh waktu yg lama. Sedangkan di ujian ini, kamu mesti berpacu dengan waktu.

Contoh (soal USM STAN 2015)

Nah sekilas, soal itu terlihat rumit banget dikerjakan, padahal sebenernya soal itu bisa dikerjakan dalam semenit, tapi ya gitu, jangan dihitung secara presisi pake pendekatan aja.

p \approx \frac{25}{100} + \frac{30}{60} + \frac{15}{75} + \frac{22}{88} \\ p \approx 0,25 + 0,5 + 0,2 + 0,25 \\ p \approx 1,2

Jadi kira-kira jawabannya nilai p itu sama dengan 1,2 atau yang mendekati adalah pilihan jawaban E, coba cek pake kalkulator

2) Hafalkan bentuk-bentuk pecahan / desimal

Ini ga hafalan rumus, tapi bentuk-bentuk pecahan/desimal aja. Beberapa bentuk pecahan yang sebaiknya kamu hafal di luar kepala soalnya nanti akan sangat berguna untuk meningkatkan kecepatan dalam mengerjakan soal.

Contoh:

Hasil dari 0,625 : 0,875 adalah…? (Soal USM STAN Tahun 2014)

Kalau kamu hafal bentuk pecahan di atas, soal ini sangat mudah dikerjakan. 0,625 = 5/8, sedangkan 0,875 = 7/8. Jadi hasilnya 5/7

3) Pada dasarnya, hampir semua soal aritmatika USM STAN bisa dikerjakan dalam waktu relatif singkat

Kalo lihat soal yang tampak njelimet di aritmatika STAN, kamu sebaiknya husnudzon kalo itu sebenernya soal mudah.

Contoh (soal USM STAN 2016)

Contohnya soal di atas, tampaknya sih rumit dan butuh waktu lama, tapi sebenernya soal tersebut bisa dengan cepat dikerjakan. Cek aja pilihan jawabannya, cantik semua angkanya.

  • Penyebut –> 1,23 (0,77 + 1,23) – 0,23 (0,77 + 1,23) = (1,23 – 0,23) (0,77 + 1,23) = 1.2 = 2
  • Pembilang –> 1,23 (1,23 + 1,77) – 0,23 (1,23 + 1,77) = (1,23 – 0,23) (1,23 + 1,77) = 1.3 = 3

Jadi jawabannya 2/3 (kalo kamu masih bingung, kamu bisa tonton video penjelasannya di sini)

b. Logika

Soal logika USM STAN terdiri dari soal logika proposisi dan logika analitik. Logika proposisi itu isinya ada hubungan antara premis p dan q, negasi, hubungan jika-maka, hubungan semua-ada, dan menarik kesimpulan dari premis yang udah disediain di soal. Banyak anak yang awalnya nyepelein soal ini. Padahal kalo kamu ga paham teorinya, kemungkinan rawan terjebak.

Sedangkan logika analitik, kamu dikasih suatu bacaan dan ada beberapa pertanyaan yang mengacu ke bacaan itu. Tapi sebelum kamu menjawab, kamu harus menganalisis dulu bacaannya.

Aku saranin banget kamu tonton semua video dan baca penjelasan tentang logika dari Sabda dan Wilona berikut:

Sedikit tips untuk menjawab dengan menarik kesimpulan di soal tipe logika proposisi:

  • Fokus ke premis yang sedang dibicarakan di soal
  • Jangan berasumsi atau mengambil kesimpulan di luar premis yang dibicarakan
  • Jangan mengaitkan premis dengan kehidupan nyata

Sedikit tips untuk menjawab soal logika analitik

  • Baca bacaan yang dikasih, dan ubah ke dalam bentuk tabel/simbol;
  • Pastiin tabel/simbol yang kamu bikin bener, jadi kamu gak perlu baca bacaannya berkali-kali; dan
  • Gunakan tabel/simbol yang kamu bikin untuk ngejawab soal berikutnya

c. Pola Barisan

Soal pola barisan USM STAN secara umum dibagi menjadi 3:

  • Pola angka
  • Pola huruf
  • Pola gambar

Kalo analogi kata di bagian verbal, kamu dituntut memahami hubungan dari kata, kalo pola barisan kamu dituntut menebak pola angka, huruf atau gambar yang ada di soal. Polanya itu kalo buat angka, bisa pola selisih, pola loncat/ selang-seling, pola kuadrat, pola tingkat dua, pola bilangan prima, dll.

Sama seperti analogi kata, di pola barisan ini aku saranin kamu banyak-banyak kerjain soal agar instingmu dalam mengetahui suatu pola bisa meningkat.

Setelah kamu cukup memahami materi TPA Logika dan Aritmatika di atas, kamu bisa mulai mengerjakan latihan soal TPA Logika dan Aritmatika USM STAN berikut. Disitu udah tersedia pembahasannya juga.

 

PANDUAN BELAJAR TBI USM STAN


Secara umum, tingkat kesulitan TBI USM STAN di atas UN dan SBMPTN. Dari pengalamanku ngadain TO USM STAN sampe puluhan kali, mayoritas anak yang mendapat nilai mati karena kurang di TBI ini.

Jenis soal TBI USM STAN

  1. Structure and written expression
  2. Error Recognition
  3. Reading Comprehension

Bagian Structure and written expression dan Error Recognition terdiri dari soal-soal grammar dan vocabulary yang biasanya setara atau mirip dengan soal-soal TOEFL. Jadi lumayan banyak materi di TBI yang ga diajarkan di SMA.

Nah untungnya Donna udah baik hati sekali bikin materi tambahan khusus TBI yang lengkap banget untuk USM STAN ini.

Kamu wajib banget tonton semua video materi di atas. Setelah belajar materi di atas, kamu bisa kerjakan soal dan pembahasan TBI berikut

Kalo hasil latihanmu masih mepet nilai mati, aku saranin sih pas tes nanti kerjakan semua soalnya aja. Meskipun kalo salah kemungkinan -1, tapi jauh lebih penting menghindari nilai mati dulu. Strategiku dulu juga gitu. Aku merasa lemah di TBI, jadinya semua soal TBI aku kerjain, sedangkan TPAnya usahain setinggi-tingginya nilainya.

Selain itu, karena soal-soalnya mirip TOEFL, kamu bisa juga belajar tambahan atau latihan dari buku-buku TOEFL.

 

PANDUAN BELAJAR TWK SKD


Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi

  1. Pancasila,
  2. Undang Undang Dasar 1945,
  3. Bhineka Tunggal Ika serta
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu mengenai sistem tata negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, kemampuan peserta dalam berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Untuk bahan belajarnya sih di zenius saat ini belum ada materi khusus SKD. Meskipun begitu, untuk materi sejarah perjuangan bangsa, kamu bisa belajar dari video sejarah SBMPTN zenius.

Beberapa materi dari sumber lain yang bisa kamu gunakan sebagai bahan belajar:

 

PANDUAN BELAJAR TKP SKD


Tes Karakteristik Pribadi dilakukan untuk mengetahui kepribadian peserta pada 11 (sebelas) karakteristik, yang terdiri dari

  1. integritas diri,
  2. semangat berprestasi,
  3. orientasi pada pelayanan,
  4. kemampuan beradaptasi,
  5. kemampuan mengendalikan diri,
  6. kemampuan bekerja mandiri dan tuntas,
  7. kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan,
  8. kemampuan bekerja sama dalam kelompok,
  9. kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain,
  10. orientasi kepada orang lain serta
  11. kreativitas dan inovasi.

Berikut ini contoh soal TKP:

Saya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan presentasi di kantor besok pagi.

  • A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik, namun saya tetap mempersiapkan dengan maksimal.
  • B. Meski begitu saya cemas kalau-kalau ternyata besok presentasi saya kurang lancar
  • C. Saya pasrah jika ada kendala
  • D. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar
  • E. Tapi Mungkin saja presentasi saya terganggu hal lain

Penilaian di TKP berdasarkan skala, ga ada jawaban benar-salah, tapi jawaban paling baik dan tidak baik. Jawaban yang paling baik nilainya 5 hingga jawaban yang paling tidak baik nilainya 1. Oleh karena itu, usahakan menjawab berdasarkan 11 karakteristik di atas.

***

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau nanya-nanya sama Ari tentang teknis pelaksanaan USM STAN dan tips belajarnya, langsung aja tinggal comment di bawah artikel ini.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.