Panduan Belajar UN SMA Matematika IPA 2018

Artikel ini menyediakan sumber dan tips belajar materi-materi yang perlu dikuasai untuk UN SMA Matematika IPA 2018 berdasarkan kisi-kisi resmi pemerintah.

Catatan: Artikel ini awalnya ditulis pada Februari 2017 dan telah disesuaikan dengan kisi-kisi UN Matematika IPA 2018 terbaru.

Halo, pembaca setia Zenius Blog. Ketemu lagi dengan gue, Ivan Alim. Apa kabarnya nih? Buat yang lagi duduk di kelas 12, pasti lagi super sibuk dan pusing ya dengan setumpuk tugas dan persiapan ujian dari sekolah. Nah, pada kesempatan ini, artikel Zenius Blog hadir untuk meringankan sedikit beban belajar lu. Di sini, gue akan berbagi tips belajar untuk Ujian Nasional SMA Matematika IPA 2018.

Ngomongin persiapan UN, sepertinya bakal masih ada yang bertanya seperti ini:

“UN Matematika IPA 2018 ini nanti menggunakan kurikulum apa ya?”

Gue akan langsung jawab saja pertanyaannya: Pada ujian nasional 2018 nanti, materi yang diujikan adalah materi yang merupakan irisan dari KTSP dan K13 dan K13 Revisi. Gue sudah periksa silabus atau kisi-kisi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan memang benar bahwa semua yang tertulis di kisi-kisi tersebut adalah irisan dari materi yang ada di tiga kurikulum. Jadi jangan khawatir pada materi yang tidak kalian pelajari di kurikulum kalian tapi ada di kurikulum lain, itu tidak akan muncul kok di Ujian Nasional. Materi yang akan keluar di ujian nasional adalah materi-materi yang sama-sama dipelajari di ketiga kurikulum tersebut. Untuk informasi lebih lengkap mengenai silabus UN 2018, kalian bisa lihat di sini.

Nah, ada satu hal menarik nih terkait UN SMA Matematika 2018 ini. Mulai tahun 2018, pemerintah memberlakukan suatu kebijakan baru, yaitu menampilkan beberapa soal isian singkat atau essay untuk UN SMA Matematika sebanyak 10% dari 40 soal atau sebanyak empat soal. Cara menjawab soal isian singkat tersebut adalah dengan cukup mengisi jawabannya saja. Contohnya, misalkan ada soal 1+2, maka kalian harus memberi jawaban berupa angka 3. Jadi tidak perlu menjabarkan cara penyelesaiannya. Untuk informasi lebih jauh, kalian bisa cek di sini.

Mungkin di antara kalian ada yang merasa cemas bahwa tingkat kesulitan pada soal isian singkat atau essay ini bakal lebih tinggi daripada tingkat kesulitan pada soal pilihan ganda atau multiple choice. Kalian tidak perlu khawatir karena pemerintah bilang bahwa

tingkat kesulitan pada soal Ujian Nasional isian singkat dan soal pilihan ganda adalah sama saja, tidak ada perbedaan.

Selain itu, jika kalian belajar dengan penguasaan konsep yang benar, mau bentuk soalnya dijungkirbalikkan seperti apapun seharusnya tidak masalah kan? 😉

 

 

Materi yang harus dipelajari untuk UN SMA Matematika IPA 2018?

Oke, supaya kita tahu topik-topik apa saja yang harus dipelajari untuk persiapan UN SMA Matematika IPA 2018, berarti kita harus tahu irisan antara KTSP, K13, dan K13 Revisi. Nah, di sini gue akan merangkum seluruh daftar materi yang merupakan irisan antara KTSP, K13, dan K13 Revisi. Buat yang udah bergabung di zenius.net, lu tinggal pelajari materi di bawah ini untuk memenuhi standar kisi-kisi dari pemerintah:

Jadi, itulah topik-topik yang harus dikuasai/dipelajari untuk persiapan UN Matematika IPA 2018 nanti. Setelah tahu materi apa yang mesti dipelajari, selanjutnya kita butuh mengetahui seberapa besar porsi belajar yang harus kita kerahkan untuk masing-masing topik. Kita perlu tahu kemunculan materi-materi tersebut di UN tahun-tahun sebelumnya.

 

Perbandingan Kisi-kisi UN 2018 dengan Soal UN Tahun-tahun Sebelumnya

Sebelum kita membandingkan silabus UN 2018 dengan soal-soal UN Matematika IPA tahun sebelumnya, gue mau menampilkan dulu kisi-kisi UN 2018 untuk Matematika IPA yang dikeluarkan oleh pemerintah:

Dari kisi-kisi di atas, kita setidaknya sudah mendapatkan gambaran tentang materi-materi yang akan diujikan di UN 2018. Dari sini, muncul pertanyaan baru:

“Apakah kisi-kisi UN 2018 ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan soal UN pada tahun-tahun sebelumnya?”

Mengapa ini penting untuk ditanyakan? Karena jika perbedaannya tidak terlalu banyak, maka kita tetap bisa menggunakan soal-soal UN tahun sebelumnya sebagai alat ukur kesiapan kita dalam menghadapi UN 2017. Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, mari kita coba klasifikasikan soal-soal UN tahun sebelumnya berdasarkan topik yang diujikan.

KELASTOPIKKISI UN 2018UN 2017UN 2016UN 2015UN 2014
Kelas 10Pangkat, Akar, dan Logaritmaada3 soal3 soal3 soal3 soal
Persamaan dan Fungsi Kuadratada4 soal2 soal2 soal2 soal
Sistem Persamaan Linearada1 soal1 soal2 soal2 soal
Pertidaksamaan-----
Logika--2 soal2 soal2 soal
Trigonometri Dasarada2 soal3 soal1 soal2 soal
Dimensi Tigaada4 soal2 soal2 soal2 soal
jumlah soal14 soal11 soal12 soal13 soal
Kelas 11Statistikaada2 soal2 soal2 soal2 soal
Peluangada3 soal3 soal3 soal3 soal
Trigonometri Lanjutada2 soal1 soal2 soal1 soal
Persamaan Lingkaranada2 soal1 soal1 soal1 soal
Sukubanyak--2 soal1 soal1 soal
Fungsiada2 soal2 soal1 soal1 soal
Limitada2 soal2 soal2 soal2 soal
Turunanada2 soal3 soal1 soal1 soal
jumlah soal15 soal16 soal13 soal12 soal
Kelas 12Integralada2 soal5 soal6 soal 6 soal
Program Linearada2 soal1 soal--
Matriksada2 soal2 soal1 soal1 soal
Vektor---3 soal3 soal
Transformasi Geometriada1 soal1 soal1 soal1 soal
Baris dan Deretada3 soal3 soal2 soal2 soal
Eksponen dan Logaritma lanjutanada1 soal1 soal2 soal2 soal
jumlah soal11 soal13 soal15 soal15 soal

Dari tabel di atas, terlihat bahwa kisi-kisi UN Matematika IPA tahun 2018 tidak jauh berbeda dengan soal UN Matematika IPA tahun-tahun sebelumnya, terutama jika dibandingkan dengan soal UN 2017 dan UN 2016. Namun, ada beberapa hal yang menarik untuk diketahui:

  • Untuk UN di tahun 2014 dan 2015, selalu ada soal yang menguji materi tentang Logika Matematika. Namun, di UN 2016 dan UN 2017, soal tentang logika matematika tidak diujikan.
  • Untuk UN tahun 2014 – 2017, tidak ada soal yang menguji topik Pertidaksamaan.
  • Untuk UN tahun 2014 – 2015, selalu ada soal tentang Vektor. Namun, di UN 2016 dan UN 2017, soal tentang vektor tidak diujikan.
  • Untuk UN tahun 2014 – 2016, ada soal tentang Sukubanyak. Sedangkan untuk UN tahun 2017, topik sukubanyak tidak diujikan.

Dari analisis di atas, kita bisa menarik kesimpulan sebagai berikut:

Soal UN tahun-tahun sebelumnya, terutama soal UN 2017 dan UN 2016, tetap bisa kalian gunakan untuk mengukur seberapa siap kalian menghadapi UN 2018.

Jika kalian punya waktu mepet untuk mempersiapkan diri buat UN, kalian bisa skip materi Logika Matematika, Pertidaksamaan, Vektor, dan Sukubanyak. Keempat topik ini kemungkinan tidak akan diujikan di UN 2017 nanti. Tapi, kalau kalian masih punya waktu lebih untuk belajar, tidak ada salahnya juga untuk memahami keempat materi ini sehingga kalian bisa belajar Matematika secara menyeluruh. Ini akan membantu kalian untuk menyicil persiapan belajar SBMPTN Matematika.

Oh iya, mulai tahun 2016 kemarin, kisi-kisi UN bukan cuma menampilkan topik-topik yang akan diujikan, tapi juga level kognitifnya. Ada 3 level kognitif yang terdapat di kisi-kisi, yaitu:

  1. Level Pengetahuan dan Pemahaman (paling mudah)
  2. Level Aplikasi
  3. Level Penalaran (paling susah)

Nah, materi mana aja nih yang punya tingkat kesulitan termudah dan materi apa aja yang punya tingkat kesulitan tertinggi? Seperti yang bisa kalian lihat sendiri di cuplikan kisi-kisi di atas, tidak ada satu pun topik/materi yang hanya menguji level kognitif pengetahuan dan pemahaman saja. Semua materi yang disebutkan di kisi-kisi masuk ke ketiga level kognitif. Oleh karena itu,

Daripada memusingkan soalnya bakal sesusah atau segampang apa, lebih baik persiapkan saja tiap topik sebaik mungkin.

 

Strategi Belajar untuk Persiapan UN SMA Matematika IPA 2018

Oke, sampai di sini kita sudah tahu materi apa saja yang perlu dipersiapkan buat UN SMA Matematika IPA 2018 nanti. Sekarang mari kita susun strategi belajar untuk menghadapi ujian tersebut.

1. Jangan hanya menghapal tipe soal, tanpa menguasai konsep dasarnya

Tipe soal UN dari tahun ke tahun tidak banyak berubah. Akibatnya, banyak bimbingan belajar yang membahas soal UN dengan menggunakan cara cepat karena tipe soalnya memang bisa dihapal. Mereka hapalkan saja metode penyelesaian soalnya, kemudian dapat jawabannya. Pembahasan soal di buku-buku juga sudah banyak yang memberikan trik-trik cepat seperti ini. Bahkan, guru-guru di sekolah pun banyak yang ikut-ikutan mengajarkan cara cepat.

Kalau lu ikut-ikutan belajar dengan menghapal cara cepat, mungkin nilai UN lu bisa bagus, tapi ada konsekuensi yang harus lu tanggung nantinya, yaitu:

  • Lu tidak paham prinsip dasarnya.
  • Lebih banyak stresnya karena banyak hal yang harus dihapal (berbagai tipe soal dihapalkan semuanya).
  • Belajarnya jadi tidak menarik.
  • Stres dan membosankan, lama-lama jadi benci terhadap matematika, padahal matematika itu bermanfaat sampai kapanpun.
  • Ketika mempersiapkan diri untuk belajar SBMPTN, lu harus mulai dari awal lagi karena belum paham konsep utamanya.

Nah, karena lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya, sebaiknya hal-hal di atas dihindari sebisa mungkin. Daripada menghapal tipe soal, mending kalian berusaha benar-benar mengerti setiap konsep dari topik-topik yang sedang dipelajari. Dengan begitu, apa yang kalian pelajari akan terus nempel dan terus kepake untuk SBMPTN, ujian masuk mandiri berbagai perguruan tinggi, hingga sampai kuliah.

2. Mulai dari pelajari konsep bab per bab

Bagaimana cara belajar yang benar untuk bisa memahami setiap konsep yang ada? Caranya adalah dengan mempelajari setiap bab yang ada secara bertahap, kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan latihan soal di setiap masing-masing bab. Jangan belum apa-apa langsung mengerjakan soal campuran. Supaya kalian mengerti mengapa latihan soal per bab itu penting, coba baca artikel Wisnu tentang deliberate practice.

Alasan lain mengapa mempelajari masing-masing bab itu penting adalah supaya kalian tidak perlu pusing memikirkan bab mana yang termasuk dalam kategori level kognitif mana di UN seperti yang terlihat di kisi-kisi. Mengapa bisa demikian? Pertama, karena kita sudah lihat analisis kisi-kisi di atas bahwa tidak ada satupun bab yang hanya menguji level kognitif pengetahuan dan pemahaman saja. Kedua, karena lu belajar tidak hanya untuk menghadapi UN, tapi juga untuk menghadapi SBMPTN. Dengan cara seperti ini, lu bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi UN dan SBMPTN sekaligus. Jadi, jangan sampai persiapan belajar untuk UN ini mengakibatkan persiapan belajar SBMPTN lu terbengkalai.

3. Uji kemampuan kalian dengan mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya

Untuk bisa mengetahui hasil belajar lu selama ini dan sejauh mana kesiapan lu dalam menghadapi UN nanti, caranya adalah dengan mencoba mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, coba kerjakan soal-soal UN enam tahun terakhir. Berapa banyak yang bisa lu jawab? Kemudian, topik-topik dari bab mana saja yang belum dikuasai? Khusus untuk topik-topik yang belum dikuasai dengan baik, coba diulangi lagi materinya sampai kalian paham betul.

Kalian bisa lihat daftar soal-soal UN Matematika IPA selama enam tahun terakhir:

Kalau mau latihan soal lebih banyak, lu bisa lihat selengkapnya di sini.

****

Kira-kira itulah yang bisa gue bagi mengenai panduan belajar untuk UN SMA Matematika IPA 2018 nanti. Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian yang berkaitan dengan hal ini. Intinya, UN 2018 mirip dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Jadi, lu tetap bisa mengandalkan latihan soal UN tahun-tahun sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kalian hingga saat ini. Ingatlah selalu untuk mulai dari belajar topik per bab terlebih dahulu sebelum mengerjakan latihan soal dan kuasailah konsep dasarnya agar persiapan belajar untuk UN ini tidak mengganggu persiapan belajar SBMPTN. Persiapkan diri sesegera mungkin. 

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Ivan tentang persiapan UN SMA Matematika IPA 2018, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.