Zenius Facebook Live: Tips dan Trik Belajar SBMPTN Sosiologi

Zenius Facebook Live: Tips dan Trik Belajar SBMPTN Sosiologi

Zenius Facebook Live adalah ajang di mana kamu dapat bertanya langsung ke tutor Zenius seputar topik yang sedang dibicarakan. Acara ini dikemas dalam format talk show dan diadakan secara Live melalui akun resmi Facebook Zenius Education. Artikel ZeniusBlog kali ini akan memberikan rangkuman dari Zenius Facebook Live: Tips Belajar SBMPTN Sosiologi. Diisi langsung oleh Pio (tutor pengisi konten Sosiologi di zenius.net) dan ditemani oleh Fanny (editor Zenius Blog). Jika kamu tertarik untuk melihat video lengkap saat Zenius Facebook Live: SBMPTN Sosiologi berlangsung, kamu bisa dilihat di sini.   

 

KESALAHAN UMUM SOSIOLOGI SBMPTN

Banyak banget para pejuang SBMPTN yang menyepelekan Sosiologi:

 lah belajarnya, belakangan aja.”

Hal ini membuat banyak yang telat dan hanya sedikit belajar Sosiologi, tapi kepedean. Pas SBMPTN, semua pertanyaan di Sosiologi diisi semua karena dipikirnya gampang. Eh tapi ternyata salah semua! Nah, hal ini udah menjadi fenomena dan kesalahan umum yang terus berulang tiap tahunnya di Sosiologi SBMPTN.

Kenapa sih banyak yang menyepelekan Sosiologi?

Karena banyak yang memandang Sosiologi hanyalah pelajaran hafalan yang bisa dirasa-rasa seperti PPKn, cari aja jawaban yang paling baik. Ini salah banget! Padahal sebenernya, Sosiologi adalah social science. Oleh karena itu, Sosiologi seharusnya diperlakukan sama seperti ilmu sains lainnya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dll. Sains memiliki ciri umum, yaitu memiliki definisi, batasan, tolak ukur, dan satuan yang jelas. Dengan kata lain, di ranah sains, terdapat tolak ukur yang jelas untuk membedakan du hal. Nah makanya, kalo lo masih merasa beberapa definisi di Sosiologi masih tumpang tindih dan mirip-mirip, berarti pemahaman lo masih keliru.

Contohnya, istilah di Sosiologi yang paling sering keliru adalah simpati dan empati. Kebanyakan berpikir, definisi simpati adalah peduli dengan orang lain. Sedangkan empati katanya adalah simpati yang mendalam. Nah, ini definisinya ga jelas. Ilustrasinya gini:

A: * lagi nangis habis diputusin pacar*

B: “Eh jangan sedih ya, masih banyak kok cowok yang lain.” *lalu memeluk*

C: “Eh jangan sedih ya, masih banyak kok cowok yang lain. Gue beliin es krim deh.”

Berdasarkan definisi yang disebutkan sebelumnya, untuk contoh kasus di atas, mana yang simpati dan mana yang empati?

Ada orang yang mungkin lebih suka es krim ketimbang pelukan, makanya ia akan berpikir si C berempati padanya. Di sisi lain, akan ada orang yang memilih pelukan daripada es krim, sehingga menganggap si B berempati padanya. Nah, di sini keliatan kalo definisi di atas akan menimbulkan judgement yang subjektif, ga jelas parameternya.

Jadi definisi simpati dan empati yang benar apa sih?

Simpati = peduli dengan orang lain

Empati = peduli dengan orang lain PLUS ikut merasakan emosi yang sama dengan orang itu

Coba kita ulangi lagi ilustrasinya:

A: *lagi nangis habis diputusin pacar*

B: *sambil marah* “Nanti gue pukulin deh cowoknya”

C: *sambil ikut nangis* “Nanti gue pukulin deh cowoknya”

Nah, dengan menggunakan definisi yang benar, di sini jelas! Si B itu menunjukkan simpati, karena dia marah bukan menangis, dia tidak merasakan emosi yang sama seperti si A. Lalu, si C lah yang menunjukkan empati karena dia ikut menangis, merasakan emosi yang sama dengan si A.

 

STRATEGI BELAJAR SOSIOLOGI SBMPTN

Ada 3 bab paling utama di Sosiologi yang harus lo PAHAMI dan MENGERTI (bukan hafal, bukan baca doang) buat SBMPTN:

  1. Interaksi Sosial

  2. Nilai

  3. Norma

Semua bab di Sosiologi pada akhirnya akan mengacu balik ke ketiga bab utama di atas. Contohnya, bab Pengendalian Sosial: bagaimana caranya anggota masyarakat mengikuti NORMA. Contoh lagi bab lain, Penyimpangan Sosial: perilaku yang berbeda dengan NORMA. Balik lagi kan?

Ketika belajar ketiga bab di atas, lo harus mengerti:

  • mengapa manusia melakukan Interaksi Sosial?
  • karena apa pula hasil Interaksi itu menciptakan Nilai?
  • kenapa harus ada Nilai di manusia?
  • kenapa kemudian menciptakan Norma?
  • dsb

Ketika lo udah mengerti jawaban dari pertanyaan2 tersebut, lo bisa belajar bab2 Sosiologi lain dengan cepat. Karena pada akhirnya akan balik lagi mengacu 3 bab utama.

Sebenernya ada 1 bab di Sosiologi yang tidak ada hubungannya dengan ketiga bab di atas, yaitu bab Penelitian Sosial. Pada dasarnya bab ini lebih banyak menjabarkan metode ilmiah. Berdasarkan statistik Frekuensi Kemunculan Topik SBMPTN Sosiologi 2011-2015 di bawah, ga ada satu pun soal Penelitian Sosial muncul.

Kalo pun soal Penelitian Sosial muncul di SBMPTN selanjutnya, diprediksikan palingan 1 soal doang. Ngapain coba menghabiskan waktu mempelajari bab Penelitian Sosial (yang buanyak banget) hanya untuk menjawab 1 soal di SBMPTN? Ga efisien. Tapi kalo lo menguasai 3 bab utama Sosiologi di atas, lo bisa jawab 14 soal. Kalo topik Penelitian Sosial ga muncul, lo bisa jawab 15 soal!

Semua materi pembelajaran ketiga bab di atas sudah lengkap tersedia di zenius.net.

Pio juga udah menjelaskan hubungan antara ketiga bab tersebut di sini.

 

STRATEGI MENJAWAB SOAL SOSIOLOGI SBMPTN

Sebagai perbandingan, menjawab soal pelajaran lain di SBMPTN relatif lebih rumit daripada Sosiologi. Di Matematika, lo harus menghitung-hitung dulu. Lama! Di Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, lo harus baca teks panjang dulu. Lama! Di Ekonomi, lo juga harus menghitung dulu. Lama! Di Sejarah, ada timeline waktu panjang yang harus dipahami. Ribet!

Di sisi lain, dengan memahami (hanya) 3 bab utama tadi, lo bisa menjawab semua soal Sosiologi SBMPTN dengan cepat. Sosiologi adalah lumbung nilai, di mana lo berkesempatan untuk menjawab semua soalnya dengan benar. Ga peduli soalnya dikecoh kayak apa, ga masalah karena lo udah paham konsep 3 bab utama.

Lo bisa jawab satu soal Sosiologi dalam 30 detik kalo udah paham konsepnya. Cepet kan?! Makanya sangat disayangkan kalo masih ada yang menyepelekan Sosiologi karena ini seperti membuang lumbung nilai di Soshum SBMPTN.

 

SESI TANYA JAWAB

Q1: Gimana menjawab soal Sebab-Akibat di Sosiologi SBMPTN karena suka bingung antara jawaban A (Berhubungan) atau B (Tidak Berhubungan)? 

Petunjuk Pengerjaan Soal Sebab-Akibat SBMPTN
Contoh soal tipe Sebab-Akibat SBMPTN Sosiologi 2012

Relatif lebih mudah untuk menjawab soal tipe ini kalo ada salah satu pernyataan yang salah. Kita bisa mengerucutkan kemungkinan pilihan jawaban yang benar. Masalahnya, yang bikin bingung adalah kalo kedua pernyataan benar, apakah berhubungan (jawaban A) atau tidak berhubungan (jawaban B)?

Di sini mesti ditegaskan bahwa kata “berhubungan” pada petunjuk soal itu mengecoh! Bukan berhubungan atau tidak, tapi SEBAB atau tidak. Jadi, petunjuk yang tepat: apakah pernyataan 2 (bawah) MENYEBABKAN pernyataan 1 (atas).

Q2: Gimana caranya mengatasi persepsi/definisi yang berbeda pada berbagai istilah Sosiologi?

Hal ini emang sangat disayangkan. Banyak terjadi kekeliruan atau miskonsepsi di berbagai istilah Sosiologi di Indonesia, bahkan di beberapa buku paket pelajaran Sosiologi sekolah. Definisi-definisi yang digunakan kadang tidak mengikuti definisi standar yang sudah disepakati dunia ilmiah internasional. Mengerjakan soal SBMPTN berbeda dengan soal UN. Di UN, lo hanya perlu mengikuti definisi di buku paket sekolah. Di sisi lain, untuk level SBMPTN, definisi yang dipakai sudah mengikuti standar internasional. Jadi, kalo lo pake buku paket sekolah untuk belajar Sosiologi SBMPTN, ya ga nyambung.

Jadi gimana cara belajarnya?

Proaktif cari definisi suatu istilah di Google dalam Bahasa Inggris. Konten Bahasa Inggris di internet jauh lebih lengkap dan mengikuti standar internasional. Contoh, istilah anarkis pada kalimat berikut:

“Aksi demo berujung anarkis.“

Istilah ini sering banget diartikan sebagai huru-hara, kerusuhan, pengrusakan, dan hal negatif sejenis. Padahal kalo kita telusuri definisi istilah ini dengan benar:

Definisi Anarchy diambil dari Merriam-Webster

Anarki berasal dari Bahasa Latin: a- artinya tidak, -narchy artinya pemimpin. Berarti anarki adalah tidak ada pemimpin. Dan bukan berarti kalo tidak ada pemimpin pasti jadi rusuh. Contohnya, masyarakat Inuit atau Eskimo di Kutub Utara telah puluhan ribu tahun hidup berdampingan tanpa ada tokoh pemimpin.

Oleh karena itu, kalimat di atas bisa kita perbaiki dengan menggunakan istilah yang benar:

“Aksi demo berujung anarkis vandalis.“

Q3: Apakah ada perbedaan tingkat kesulitan antara soal Sosiologi SBMPTN dengan SIMAK UI?

Sosiologi muncul di SIMAK UI baru pada tahun 2016 kemarin. Sebelum-sebelumnya, Sosiologi tidak pernah masuk SIMAK. Untuk tahun 2016, menurut Pio, lebih susah soal Sosiologi di SBMPTN daripada SIMAK UI. Jadi kalo lo udah sangat matang mempersiapkan Sosiologi untuk SBMPTN, sebenernya itu juga jadi persiapan yang bagus buat SIMAK UI.

Q4: Gimana cara menjawab soal Sosiologi SBMPTN yang menanyakan “Teori menurut ahli tertentu”?

Jangan terlalu fokus belajar untuk pertanyaan semacam ini. Karena pasti belajarnya dengan cara menghafal. Ini menguras waktu. Jadi mending fokus aja balik lagi memahami 3 bab utama Sosiologi yang udah disinggung sebelumnya.

Q5: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar Sosiologi dari awal?

Dibutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk benar-benar MEMAHAMI 3 bab utama Sosiologi. Asumsinya pada saat itu lo hanya fokus belajar Sosiologi dan proaktif mencari definisi dan contoh-contoh di internet dalam Bahasa Inggris. Hanya dalam satu bulan lo bisa menguasai 3 bab utama, lo udah bisa menjawab hampir seluruh soal Sosiologi di SBMPTN. Ketika lo udah menguasai ketiga bab itu, lo hanya butuh waktu 2 minggu untuk mempelajari bab-bab lain di Sosiologi.

Q6: Bisa ga sih mengerjakan soal Sosiologi dengan mengandalkan logika aja?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Sosiologi adalah sains, sama seperti Biologi, dll. Kalo cuma dijawab dengan logika doang tanpa knowledge, ya bakal ngaco. Lo kepedean nganggep soalnya gampang, padahal sebenernya jawaban lo salah. Ini sering banget terjadi. Makanya lo harus ngerti konsepnya dulu.

Q7: Gimana cara menjawab soal cerita di Sosiologi yang sering mengecoh?

Liat definisinya ada apa aja, bisa lo tandain. Trus yang ditanya apaan. Lo harus jawab sesuai pertanyaannya. Jangan jawab ga nyambung. Jangan terkecoh dengan narasi cerita. Analoginya:

Ketika ditanya, “Eh, lo punya jam ga?”. Jangan jawab “Jam 8”, tapi jawab “Ada” atau “Ga, gue ga punya jam.

Contoh soalnya begini:

“Wah, ada SMA. Pasti lembaga sekolah ni”.

Nah, itu contoh yang definisinya masih salah. Sosialisasi tu apa sih? Proses pengenalan norma. Agen Sosialisasi? Berarti yang ngenalin norma. Dalam soal ini, Sekolah menjadi Agen Sosialisasi dalam hal apa? Coba kita liat informasi apa aja sih di soal:

1. "Seorang anak desa dari lingkungan petani kecil berhasil menempuh pendidikan hingga SMA."
Ada Agen Sosialisasi gak? Enggak ada.

2. "Dengan kemajuan teknologi informasi, ia bisa mengakses internet."
Masih belum jelas.

3. "Teman sebanyak-banyaknya yang mengikuti jejaknya, sehingga lambat laun mengubah paradigma masyarakat."
Dari sini, keliatan yang jadi Agen Sosialisasi itu ya si anak desa yang menempuh SMA di kalimat pertama. Ia memperkenalkan norma bahwa anak petani kecil bisa lulus SMA.

4. Setelah liat informasi nomor 3, informasi nomor 2 bisa disimpulkan: ia jadi Agen Sosialisasi melalui internet.

Oke, jadi jawabannya yang mana? C. teman bermain dan media massa. Buat lengkapnya lo bisa liat video di zenius.net tentang Sosialisasi.

****

Buat kamu yang ga mau ketinggalan Zenius Facebook Live selanjutnya, jangan lupa untuk Like akun resmi Facebook Zenius Education. Kamu akan mendapatkan notifikasi langsung jika Zenius Facebook Live sedang berlangsung. Kamu bisa pantengin acaranya dari awal sampe habis, plus bisa kasih komen dan bertanya langsung ke tutor pengisi acara. 

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kamu bisa baca artikel ZeniusBlog lain tentang persiapan SBMPTN Sosiologi:

Buat yang udah geregetan pengen langsung belajar, bisa langsung bukan bahan belajar Sosiologi yang udah disiapin Pio di zenius.net:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Fanny adalah editor blog zenius. Fanny mengambil gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Komputer, Jurusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Follow Fanny at @frofalina

  • Fata

    Ka, di atas ada grafik persebaran soal sosiologi. Kalau untuk ekonomi, sejarah, dan geografi ada juga ga ya grafik kaya gitu? Gue liat yg saintek ada soalnya.

  • Rosyida Rahma Yahya

    Kak emg harus ya belajar sosiologi sampe sebulan buat ngdalemin materinya? Gue bljr bru smpe matdas dan belom nyentuh soshum sedikit pun, gimana dong?

    • Fanny Rofalina

      Halo Rosyida.

      Berdasarkan penjelasan Pio, menurut gue sih lumayan worth it ya kalo lo meluangkan waktu khusus buat belajar Sosiologi. Karena seperti yang Pio bilang, Sosiologi itu lumbung nilai. Dengan belajar sebulan, lo berpeluang untuk bisa menjawab 14-15 soal dengan benar. Peluang ini kurang bisa lo temukan di Ekonomi ataupun Sejarah.

      Karena sekarang masih ada waktu 3-4 bulan lagi menuju SBMPTN, gue rasa lo masih bisa nyelipin waktu buat belajar Sosiologi 🙂

  • Eksa Oktavian

    kapan nambah latihan soal sosiologi di sbmptn bang? kalo buat TO mandiri sosiologi kekurangan soal..

    • Fanny Rofalina

      Hai Eksa. Makasih ya masukannya. Kami akan mengusahakannya.

  • Alfinsa EP

    Benefits selain buat SBMPTN bisa buat sehari-hari juga nih.

  • Natrila Femi

    Iya sih bener banget aku dan temenku dulu nganggep belajar sosio belakangan aja ntar gampang. Tapi ternyata setelah ngerjain beberapa soal latihan, ada yang ga bisa karena ngawur jawabnya sok-sokan pake logika hahaha.

    • Fanny Rofalina

      Hai Natrila. Terima kasih ya. Semoga sukses ya SBMPTN nya 🙂

  • Aisyah Ayse Sofya

    Endingnya videonya apa banget dah 😀 😀 *salahfokus
    Btw, ini manfaat banget buat mengubah mindset gue tentang sosiologi, gue jdi tau cara belajar yang bener dan ga akan asal ngafal lagi. Thanks ya, Fan, Pio 🙂

  • Imad

    kak, video soal SBMPTN Sosiologinya kok dikit amat. XD