6 Langkah Strategis untuk masuk Universitas

Tips efektif terkait langkah-langkah masuk kuliah. Dari tips memilih jurusan, sampai cara meningkatkan peluang dalam seleksi SNMPTN dan SBMPTN.

Pada awal tahun, biasanya banyak siswa kelas 12 & alumni SMA/sederajat yang mulai berpikir untuk masuk kuliah. Bagi mereka yang udah ngebet banget untuk masuk kuliah, segala upaya akan dilakukan untuk mencapai tujuan tsb. Tapi dalam upaya mencapai tujuan ini, para calon mahasiswa ini seringkali dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang membingungkan, contohnya seperti:

  • Saya cocoknya berkuliah di jurusan apa?
  • Universitas yang bagus di Indonesia ada apa saja sih?
  • Ada apa aja sih jalur penerimaan masuk mahasiswa di Indonesia?
  • Sebaiknya cara masuk universitas A itu lewat jalur seleksi apa ya?
  • Bagaimana taktik menentukan urutan pemilihan jurusan ketika daftar SNMPTN/SBMPTN?
  • Apa saja indikator dalam menentukan urutan prodi dalam pendaftaran SNMPTN/SBMPTN?
  • Apakah passing grade itu adalah tolak ukur yang akurat untuk memprediksi persaingan calon mahasiswa?

... dan masih banyak pertanyaan lain yang biasanya membingungkan bagi para calon mahasiswa. Tidak jarang banyak peserta seleksi masuk universitas yang gagal, hanya karena kurang informasi. Oke intinya sih, semua pertanyaan di atas akan gua jawab dalam tulisan ini. Jadi bagi lo yang mau masuk kuliah, harap disimak baik-baik tulisan ini karena isinya penting banget.

Buat lo yang lebih memilih untuk membaca, daripada nonton video, lo bisa lanjutin baca artikel ini. Pada intinya isinya sama aja kok. Oke pada artikel ini, gua secara khusus akan membahas seluruh tahap-tahap atau langkah-langkah strategis untuk masuk universitas. Secara umum, gua membagi menjadi 6 langkah:

  1. Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni
  2. Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih
  3. Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut
  4. Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas
  5. Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati
  6. Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Dengan menerapkan 6 langkah yang gua bahas di sini, gua harap lo akan punya perencanaan dan strategi yang lebih matang untuk mengoptimalkan peluang lo untuk bisa masuk kuliah. Kita mulai dengan langkah pertama:

Taking decisions for the future man standing with three direction arrow choices, left, right or move forward

Langkah 1: Tentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni

Ini adalah langkah pertama yang penting banget. Sekali langkah awal udah salah, berantakan sudah langkah-langkah berikutnya. Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan calon mahasiswa dalam menentukan langkah pertamanya ini, berikut di antaranya:

  • Jangan belum apa-apa langsung menentukan jurusan apalagi universitas idaman. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, menentukan BIDANG ILMU yang ingin kamu tekuni dulu. Jika itu sudah mantap, baru kemudian kita lihat jurusan/universitas yang bisa mendukung ambisi lo untuk mendalami bidang ilmu tersebut.
  • Jangan menyamakan bidang ilmu dengan pelajaran di sekolah. Bidang ilmu itu luas banget, jauh lebih luas daripada 13 mata pelajaran yang kamu pelajari di sekolah. Contohnya bidang ilmu politik, bidang ilmu hukum, bidang ilmu agrikultur, bidang ilmu medis, bidang ilmu penerbangan, bidang pengolahan energi, dsb.
  • Jangan menyerahkan keputusan ini kepada orangtua atau guru kamu. Keputusan kamu menentukan bidang ilmu yang ingin kamu tekuni, akan jadi komitmen kamu seumur hidup. Bukan komitmen guru kamu, bukan komitmen orangtua kamu. Kamu yang akan menjalaninya, kamu yang menghadapi segala konsekuensinya. Mereka yang berkuliah di jurusan pilihan orang lain, sebagian besar bernasib salah jurusan dan akhirnya drop out kuliah karena merasa jenuh dan tertekan dalam belajar.
  • Jangan memilih bidang hanya berdasarkan alasan finansial prospek kerja. Karena jika alasan kamu hanya sekadar prospek kerja, tapi tidak dibarengi keinginan kuat untuk mendalami ilmunya. Biasanya ujung-ujungnya kuliahnya juga ga akan maksimal. Percuma juga kuliah di jurusan dengan prospek kerja bagus tapi kalau prestasi akademisnya juga amburadul.

Terus gimana dong cara menentukan bidang ilmu yang ingin ditekuni? Prinsipnya adalah:

"Pilih bidang yang membuat lo TERTANTANG. Pilih bidang yang bikin lo penasaran sampai lo rela buat ngulik itu siang-malem tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun. Pilih bidang yang tanpa disuruh pun lo curi-curi waktu buat belajar sendiri, atau tanpa sadar suka cari-cari info di internet atau lewat google.. Pilih jurusan yang memicu 'sense of wonder' dalam diri lo. Pilih jurusan yang bener-bener akan jadi muara ilmu pengetahuan yang ingin lo tekuni sampai akhir hayat lo..."

Coba deh lo explore bidang apa yang membuat lo merasa tertantang, apa bidang yang membuat lo penasaran, bidang yang memicu 'sense of wonder', serta membuat lo gemas ingin mendalami hal itu sampai jadi seorang expert dalam bidangnya. Apapun pilihanmu, coba renungkan dulu baik-baik. Apapun jurusan kuliah yang lo pilih, akan ada konsekuensinya masing-masing. Pastikan bahwa lo mengetahui konsekuensi seperti apa yang akan lo hadapi, dan lo memilih untuk siap menjalani konsekuensi itu karena memang lo berambisi untuk menekuni ilmu tersebut.

PS. Untuk kamu yang ingin membaca lebih detail tentang langkah pertama ini, kamu bisa baca pada tulisan "SERIOUS WARNING: Jangan Sampai Lo Salah Milih Jurusan!"

 

Langkah 2: Tentukan beberapa PROGRAM STUDI yang mendukung bidang ilmu yang kamu pilih

Banyak calon mahasiswa yang belum apa-apa sudah menentukan universitasnya dulu, baru setelah itu berpikir mau masuk jurusan apa di universitas tersebut. Tolong jangan dibalik langkah pertama dan langkah kedua. Setelah lo menentukan bidang ilmu yang ingin lo tekuni, baru langkah berikutnya adalah menentukan jurusan & universitas yang akan menjadi tempat lo dalam menekuni bidang tersebut.

Sampai di sini, akan jauh lebih mudah jika gua bahas dengan contoh. Katakanlah, bidang ilmu yang mau lo tekuni adalah bidang dunia medis. Artinya, lo punya beberapa alternatif jurusan yang relevan dengan dunia medis, misalnya :

  • Pendidikan Kedokteran
  • Pendidikan Farmasi
  • Ilmu Biokimia
  • Teknik Biomedis / Biomedical Engineering
illustrasi ragam profesi di bidang medis

Nah, itu adalah 4 contoh jurusan yang mendukung bidang dunia medis. Jadi dunia medis bukan hanya identik dengan menjadi dokter saja ya. Seorang programmer juga bisa berkontribusi dalam bidang dunia medis, misalnya dalam pembuatan sistem yang bisa menganalisis perkembangan penyakit tertentu secara digital. Intinya sih, terlepas dari apapun bidang ilmu yang ingin lo tekuni, katakanlah bidang hukum, politik, ekonomi, pendidikan, penerbangan, otomotif, atau apapun juga... coba lo cari tau tentang jurusan-jurusan kuliah yang kira-kira relevan dengan bidang tersebut.

 

Langkah 3: Cari tau PERGURUAN TINGGI yang menawarkan program studi tersebut

Setelah, lo menentukan jurusan-jurusan kuliah tersebut, baru kemudian lo coba cari tau universitas-universitas mana saja yang menawarkan jurusan tersebut. Biar lebih gampang dibayangkan, gua beri contoh dalam bidang medis seperti di atas:

  1. Fakultas Kedokteran - Universitas Indonesia
  2. Fakultas Kedokteran - Universitas Padjajaran
  3. Fakultas Kedokteran - Universitas Gadjah Mada
  4. Fakultas Kedokteran - Universitas Brawijaya
  5. Fakultas Kedokteran - Universitas Airlangga
  6. Teknik Biomedis - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  7. Fakultas Farmasi - Universitas Indonesia
  8. Fakultas Farmasi - Universitas Gadjah Mada
  9. Fakultas Farmasi - Universitas Padjajaran
  10. FMIPA Biokimia - Institut Pertanian Bogor

Nah, itu kira-kira contoh beberapa kandidat jurusan-universitas (selanjutnya kita sebut dengan istilah PRODI) yang relevan dengan dunia medis. Lo bisa terapkan juga cara yang sama sesuai dengan bidang ilmu yang lo minati. Beberapa tips dari gua untuk menentukan prodi yang sesuai dengan bidang lo:

  • Search di google "fakultas (misalnya: farmasi) terbaik di Indonesia", kemudian lo bisa lihat beberapa yang menarik buat lo.
  • Cari tau lebih mendalam dunia perkuliahan di universitas yang lo incar dengan melihat curhatan kakak-kakak angkatan lo di berbagai tulisan blog. Percaya deh, kalo lo serius ngulik, banyak banget curhatan kakak angkatan yang menceritakan lingkungan dunia kampus mereka.
  • Cari berita-berita tentang prodi yang lo minati. Berita yang lo dapatkan bisa jadi positif, atau negatif. Kalau misalnya beritanya seputar prestasi-prestasi para mahasiswanya menang lomba di kancah internasional, hasil penelitiannya membawa terobosan bagi dunia ilmu pengetahuan, dan prestasi-prestasi lainnya, itu bisa jadi pertanda baik buat lo. Tapi kalo beritanya seputar kasus bunuh diri mahasiswa karena stress kuliah, perkelahian antar mahasiswa (tawuran), kasus bullying yang dilakukan senior hingga mengakibatkan kematian, atau protes mahasiswa terhadap korupsi yang dilakukan dekan/rektor... Nah itu bisa jadi pertanda buruk bagi lo dan sekaligus bisa jadi bahan evaluasi untuk melirik alternatif lain.

Sampai di sini, gua harap lo kebayang ya maksud gua dalam menentukan beberapa kandidat prodi sebagai pilihan tempat lo berkuliah. Satu hal penting yang perlu gua tekankan di sini adalah, pastikan lo memilih beberapa alternatif prodi ini dengan pertimbangan yang matang. Jangan milih beberapa prodi secara 'asal pilih' doang supaya sekadar ada cadangan. Kenapa menurut gua hal ini penting? Karena dari pengalaman gua, sering banget ada siswa yang mengeluh

"Aduh gua cuma dapet pilihan 3 nih, rasanya kurang sreg deh sama jurusan ini. Apa ngulang tau depan aja kali ya?"

Nah, sebelum hal serupa di atas terjadi sama lo, gua ingetin dari sekarang. Pilihlah beberapa kandidat jurusan itu dengan pertimbangan yang matang, supaya ga ada alesan "cuma dapet pilihan ketiga" seperti di atas. Pastikan seluruh option lo itu emang udah lo evaluasi secara seksama, sehingga walaupun lo 'cuma' dapet pilihan ketiga, lo akan jalani kuliah itu dengan sepenuh hati.

 

Langkah 4: Tentukan JALUR SELEKSI yang akan ditempuh untuk masuk universitas

Oke, ada apa aja sih jalur seleksi untuk masuk universitas? Secara garis besar, jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia, terbagi menjadi 4 jalur utama, yaitu:

A. Jalur SNMPTN

SNMPTN atau dulu biasa disebut jalur undangan / PMDK adalah jalur seleksi masuk universitas negeri tanpa tes seleksi. Jalur ini terbuka khusus bagi calon mahasiswa yang masih duduk di bangku kelas 12. Jadi bagi yang sudah alumni SMA/SMK/MA/sederajat, sudah tidak lagi bisa mendaftarkan diri melalui jalur seleksi SNMPTN.

Secara garis besar, para calon peserta SNMPTN cukup melalui serangkaian proses pendaftaran, verifikasi PDSS, submit nilai rapor semester 1-5 & bukti dokumen prestasi-prestasi lainnya (jika ada). Setelah itu, calon peserta tinggal menunggu nasib apakah dirinya lolos seleksi SNMPTN pada awal bulan Mei.

Lalu bagaimana hasil seleksi SNMPTN dari tahun-tahun sebelumnya? Berdasarkan data dari tahun 2013, rata-rata dari 760ribu peserta yang mendaftar, hanya sekitar 127ribu peserta yang lolos atau sekitar 17%. Artinya, sekitar 83% atau 633ribu peserta gagal lolos SNMPTN...!! Data penerimaan SNMPTN pada tahun-tahun sebelumnya bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

snmptn

Ada satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam jalur SNMPTN. Setiap tahun, setiap angkatan, selalu terjadi satu skenario kesalahan sama yang dilakukan ratusan ribu calon mahasiswa... Apaan tuh? Kesalahan masal dimana RATUSAN RIBU siswa kelas 12 yang ga mempersiapkan tes masuk universitas, karena entah terlalu pede atau  terlalu berharap sehingga hanya mengandalkan jalur SNMPTN saja. Ketika hasil seleksi SNMPTN diumumkan, dan sebagian besar (83%) pesertanya gagal, mereka siap ga siap harus terima kenyataan bahwa jalur seleksi masuk yang melalui tes ujian (SBMPTN) akan dilangsungkan hanya dalam selisih waktu 2-3 minggu saja. Apakah sempat belajar persiapan SBMPTN sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu?

Satu pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kesalahan kakak-kakak angkatan kamu adalah: Jangan terlalu berharap dan mengandalkan jalur SNMPTN! Hal ini juga berlaku bagi kamu yang sekolah di SMA favorit dengan prestasi akademis yang baik. Sudah terlalu banyak cerita dari siswa yang terlalu pede karena sekolah di SMA favorit dengan modal nilai yang memuaskan, tapi gagal lolos seleksi SNMPTN.

Bagi kamu yang ingin informasi selengkapnya seputar jalur seleksi SNMPTN, seperti persyaratan, cara daftar, jadwal penting, sistem seleksi, daya tampung, indikator seleksi, persentase/peluang lolos, dsb. Kamu bisa cek laman Zenius Info SNMPTN

B. Jalur SBMPTN

SBMPTN (sebelum tahun 2013 namanya SNMPTN), adalah jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan sistem tes/ujian tertulis. Secara garis besar, terdapat 3 paket ujian SBMPTN, yaitu:

  1. TKPA (90 soal | 105 menit) = TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  2. TKD Saintek (60 soal | 105 menit) = Matematika Saintek, Fisika, Kimia, Biologi
  3. TKD Soshum (60 soal | 75 menit) = Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, Geografi

Ketiga paket ujian ini akan disesuaikan dengan pilihan prodi kamu. Jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Soshum, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Soshum. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Soshum adalah prodi yang bernuansa IPS, seperti Ilmu Hukum, Ekonomi, Politik, Psikologi, dll.

Sebaliknya jika pilihan prodi kamu mensyaratkan paket ujian Saintek, berarti kamu harus mengikuti ujian TKPA & TKD Saintek. Biasanya prodi yang mensyaratkan paket ujian Saintek adalah prodi yang bernuansa IPA, seperti Teknik, MIPA, Informatika, Kedokteran, dll.

Kemudian jika dalam pemilihan prodi (misalnya pilihan 1 kamu Kedokteran UI, pilihan kedua Hukum UGM) kamu ada yang mensyaratkan paket ujian Soshum & Saintek (IPC Campuran), berarti kamu akan mengikuti paket Ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Perlu diperhatikan juga bahwa apapun paket ujiannya, kamu wajib menjalani tes ujian TKPA. Supaya lebih kebayang, berikut adalah rundown hari H SBMPTN:

rundown H SBMPTN

Nah, mungkin di antara lo ada yang penasaran gimana sih tingkat persaingan SBMPTN dalam skala nasional? Berikut adalah rekap data 4 tahun terakhir sejak tahun 2013:

sbmptn

Bisa kamu lihat bahwa tingkat persaingan jalur SBMPTN juga tidak kalah ketat dengan jalur SNMPTN. Dari data sejak tahun 2013, rata-rata peserta SBMPTN sebanyak 667ribu peserta, dimana jumlah yang lolos hanya 116ribu peserta atau sekitar 17.5% saja. Informasi selengkapnya tentang aturan, syarat, cara pendaftaran, dll... bisa kamu baca di artikel aturan lengkap SBMPTN

C. Jalur Ujian Mandiri (UM)

adalah jalur seleksi masuk universitas melalui tes/ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing institusi/universitas bersangkutan. Masing-masing universitas, memiliki nama, jadwal, serta format soal yang berbeda. Berikut adalah nama beberapa ujian mandiri yang cukup dikenal:

  • Universitas Indonesia = Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI)
  • PKN STAN = Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN
  • Universitas Gadjah Mada = Seleksi Ujian Tulis (UTUL) UGM
  • Universitas Diponegoro = Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Undip
  • Institut Pertanian Bogor = Ujian Talenta Masuk (UTM) IPB

... dan masih banyak nama-nama Ujian Mandiri lainnya, tergantung dengan istilah yang diberikan universitas masing-masing. Oleh karena itu, gua harap lo bisa lebih pro-aktif dalam mengorek informasi seputar Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh kandidat-kandidat universitas yang lo inginkan. Khususnya seputar jadwal pendaftaran, tes, deadline bayar uang kuliah, dan pengumuman hasil tes.

PS. Di zenius.net kamu bisa mendapatkan pembahasan soal-soal Ujian Mandiri tahun-tahun lalu, beberapa di antaranya adalah:

D. Jalur Ujian Masuk Bersama (UMB PT)

Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB PT) merupakan Ujian Mandiri yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi secara pengertian mirip SBMPTN namun PTN yang mengikuti UMB PT lebih sedikit. Jika SBMPTN diikuti oleh sekitar 65 PTN, UMB PT diikuti oleh kurang lebih 15 PTN. Biasanya, UMB PT diselenggarakan pada akhir tahun ajaran, sekitar bulan Agustus. Jadi jalur tes ini bisa jadi jalur cadangan bagi kamu yang gagal di jalur seleksi yang lain. Materi Ujian terdiri dari:

  • Soal Penalaran Matermatika dan Bahasa terdiri dari: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  • Soal Penalaran Sains terdiri dari : Matematika Sains, Fisika, Kimia, Biologi
  • Soal Penalaran Ilmu Sosial terdiri dari : Ekonomi, Sejarah dan Geografi

Untuk keterangan lebih lanjut atau keterangan seleksi mandiri PTN lain, langsung aja tengok di website PTN masing-masing ya.

****

Oke itulah gambaran singkat dari keempat jalur penerimaan calon mahasiswa di Indonesia. Satu pesan penting yang gua harap lo ingat adalah: Jangan hanya mengandalkan 1-2 jalur seleksi masuk universitas, apalagi hanya mengandalkan jalur SNMPTN. Jumlah calon mahasiswa di Indonesia yang ingin berkuliah diprediksikan sekitar 800ribu - 1juta orang. Sementara jumlah bangku kuliah hanya sekitar 300ribu kursi. Artinya, ada persaingan ketat bagi para calon mahasiswa untuk bisa masuk bangku kuliah setiap tahunnya.

Saran singkat dari gue: Ikutilah jalur SNMPTN, tapi jangan terlalu diharapkan, anggap saja kalo lolos itu adalah BONUS hasil kerja keras lo dari kelas 10. Belajarlah untuk persiapan SBMPTN & UM dengan asumsi/anggapan bahwa lo ga akan diterima di jalur SNMPTN. Selain itu, jangan juga hanya mengandalkan jalur SBMPTN, pastikan juga lo mengikuti berbagai jalur seleksi mandiri (UM) di beberapa universitas. Karena secara umum, persaingan masuk jalur SBMPTN, relatif lebih ketat dibandingkan dengan persaingan masuk melalui jalur ujian mandiri. Gak jarang banyak murid zenius yang justru lebih berhasil di jalur Ujian Mandiri seperti SIMAK UI, UTUL UGM, USM, STAN, UM UNDIP, dll...

 

Langkah 5: Petakan TINGKAT PERSAINGAN dari alternatif prodi yang diminati

Oke setelah sebelumnya lo menentukan beberapa opsi kandidat prodi yang bisa jadi alternatif (langkah 2). Sekarang saatnya lo memetakan tingkat persaingan dari opsi-opsi yang sebelumnya lo tulis di atas. Eh tapi, cara menentukan tingkat persaingan berdasarkan apa nih? Beberapa di antara lo mungkin akan jawab berdasarkan passing grade, atau berdasarkan 'gengsi' dari universitas, atau bisa juga ada yang menjawab berdasarkan lokasi universitas yang paling dekat dengan rumah.

Singkatnya, langsung gua jawab aja ya: Indikator yang paling tepat dalam memetakan persaingan masuk untuk setiap prodi bukanlah dengan melihat passing grade, bukan juga dengan melihat gengsi atau akreditasi universitas, tapi berdasarkan RASIO PEMINAT BERBANDING DENGAN JUMLAH KURSI YANG TERSEDIA.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa passing grade ga bisa jadi indikator yang tepat. Singkatnya sih, passing grade itu berguna untuk mengevaluasi try out, tapi kurang akurat untuk memprediksi tingkat persaingan dalam prodi tertentu. Misalnya passing grade SBMPTN Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu tahun lalu di angka 53, tapi pada tahun ini bisa jadi angka itu bergeser karena peminatnya menurun atau jumlah kursi bertambah.

Nah, sekarang gimana nih caranya melihat rasio jumlah peminat dengan daya tampung. Sedikit banyak, memang lo yang harus mau pro-aktif sendiri untuk mencari tau dari kandidat-kandidat prodi yang lo minati. Untuk mengetahui info jumlah peminat & daya tampung, sebetulnya semua informasi itu dibuka secara umum kok di website resmi SBMPTN. Hanya saja untuk saat ini (Januari 2017), panitia belum mengupdate informasinya. Gua akan kasih 2 contoh pemetaan berdasarkan jumlah peminat tahun 2015 & daya tampung 2016.

simulasi-daya-tampung

Sebagaimana lo bisa lihat sendiri, rasio peminat/kuota didapat dari persentase kuota (tahun berjalan) dibandingkan dengan jumlah peminat tahun lalu. Artinya, semakin kecil persentase, maka tingkat persaingan pada prodi tersebut semakin ketat. Dari data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan masuk Farmasi UGM itu persaingannya sangat ketat, sementara untuk masuk FMIPA IPB relatif lebih longgar. Sementara untuk jurusan Ilmu Hukum UI relatif lebih ketat dibanding beberapa PTN lainnya. Sementara itu, Ilmu Hukum UB bisa dikatakan persaingan yang paling ringan dibandingkan alternatif prodi yang lain. Sampai di sini kira-kira jelas ya gimana memetakan tingkat persaingan untuk setiap prodi.

 

Langkah 6: Optimalkan Peluang Penerimaan di setiap jalur seleksi

Oke, kita sampai pada tahap terakhir. Pada tahap ini, gua asumsikan lo udah punya keputusan yang bulat terkait dengan :

  • Bidang ilmu yang ingin ditekuni (Langkah 1)
  • Beberapa alternatif prodi yang menjadi tujuan kuliah (Langkah 2 & 3)
  • Peta seberapa ketat persaingan dari masing-masing prodi yang menjadi target tujuan lo (Langkah 5)

Sekarang dengan modal 3 point di atas, pertanyaannya adalah :

Bagaimana strategi untuk plotting opsi-opsi prodi tsb agar kita dapat MEMAKSIMALKAN PELUANG PENERIMAAN pada seleksi SNMPTN, SBMPTN, dan UM?

SNMPTN

Pada prinsipnya kamu hanya memiliki 2 modal untuk menjadi bahan pertimbangan seleksi SNMPTN, 2 modal tersebut adalah adalah (1) nilai raport kamu semester 1-5 dan (2) indeks sekolah kamu masing-masing. Lebih detail mengenai tolak ukur 2 hal di atas tidak bisa diketahui secara pasti karena merupakan rahasia internal masing-masing PTN. Satu-satunya cara untuk memprediksikan adalah dengan melihat tren dari sejarah penerimaan SNMPTN di sekolah kamu pada beberapa angkatan di atas kamu.

Jika kamu melihat tren bahwa sekolah kamu langganan bisa masuk PTN A untuk prodi (misalnya) teknik Kimia. Maka, peluang kamu untuk bisa masuk prodi tsb pada PTN A relatif lebih besar daripada kamu daftar ke PTN lain, dimana sekolah asal kamu tidak pernah punya track record penerimaan sebelumnya.

Tips lain yang bisa gua share adalah, jika kamu tidak terlalu pede dengan nilai rapor atau index sekolah kamu, sebaiknya JANGAN mengisi pilihan 1 dengan prodi yang tingkat persaingannya tinggi, sementara pilihan 2 & 3 lo isi dengan prodi yang persaingannya relatif mudah. Kenapa jangan? karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim Zenius, jumlah peserta yang diterima pada pilihan 2 & 3 relatif sangat sedikit dibandingkan penerimaan pada pilihan 1. Jadi praktisnya, jika kamu langsung menaruh PTN yang tingkat persaingannya relatif mudah LANGSUNG pada pilihan 1, kemungkinan kamu diterima akan lebih tinggi.

prioritas jurusan

Namun demikian, pada dasarnya seleksi SNMPTN ini memang jangan terlalu diharapkan, anggap saja jika diterima adalah BONUS. Apalagi jika kamu adalah siswa/siswi SMK atau MA, gua bahkan menyarankan lo tidak perlu terlalu memusingkan SNMPTN sama sekali. Karena berdasarkan survei beberapa tahun terakhir, jumlah penerimaan SNMPTN dari mereka yang sekolah asalnya SMK atau MA, tidak lebih dari 1% saja. Artinya 99% yang diterima berasal dari SMA. Lebih lanjut mengenai strategi memperbesar peluang penerimaan SNMPTN, bisa kamu baca artikel Gimana caranya memaksimalkan peluang di SNMPTN

SBMPTN

Oke, gua langsung aja ke tips menentukan jurusan pada seleksi SBMPTN, ada 2 tips utama yang sangat gua sarankan:

Tips 1: Prioritaskan universitas yang tidak memiliki opsi Ujian Mandiri

Perlu lo perhatikan juga, bahwa ada beberapa PTN yang tidak membuka jalur ujian mandiri, misalnya ITB, UNPAD, dll. Nah, jika dalam beberapa alternatif pilihan prodi lo adalah universitas yang tidak membuka jalur mandiri, berarti pastikan prodi tsb lo ambil di jalur SBMPTN!

Jangan sampai jadwal tes ujian mandirinya bentrok jadwalnya satu sama lain! Dalam konteks di atas, kemungkinan yang biasanya selalu bentrok jadwal tes ujiannya adalah UTUL UGM dan SIMAK UI. Jadi pada akhirnya lo harus memilih salah satu untuk diikuti Ujian Mandirinya, sementara 1 lagi masuk jadi pilihan di SBMPTN.

Tips 2: Prodi yang persaingannya ketat, sebaiknya ambil di Ujian Mandiri

Nah, terus gimana dong cara paling efektif untuk menentukan mana pilihan 1,2,3? Rumusnya adalah : Prodi yang tingkat persaingannya ketat, lebih baik dikejar di Ujian Mandiri, daripada di SBMPTN. Kenapa begitu? Karena berdasarkan pengalaman gua, tingkat persaingan di Ujian Mandiri relatif tidak seketat jalur SBMPTN.

Ujian Mandiri

Setelah kamu selesai plotting pilihan jurusan untuk SBMPTN, berarti sisanya kamu bisa mengikuti Ujian Mandiri: SIMAK UI, UM Undip, SPMB Mandiri Unsoed. Beberapa saran gua untuk mengikuti Ujian Mandiri:

  1. Jangan males ikut Ujian Mandiri! Banyak banget murid zenius tahun-tahun lalu yang akhirnya malah mendapat hasil yang lebih memuaskan di ujian mandiri daripada SNMPTN dan SBMPTN. So, jangan males untuk ikut ujian mandiri. Jika kamu ada waktu, ada kesempatan, jangan disia-siakan, peluang kamu masuk universitas ga akan dateng setiap hari, atau setiap minggu.
  2. Bikin timeline jadwal rundown beberapa ujian mandiri di kalender kamu, supaya kamu ga kelewat deadline penting. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah:
    • Jadwal buka pendaftaran
    • Deadline penutupan pendaftaran
    • Jadwal (+lokasi) tes ujian
    • Jadwal pengumuman hasil tes
    • Deadline batas akhir pembayaran uang kuliah

Pastikan kamu memiliki informasi yang akurat terhadap 5 point di atas untuk masing-masing proses seleksi mandiri yang kamu ikuti. Dengan memiliki jadwal rundown yang jelas serta perencanaan yang matang, tingkat peluang/kemungkinan kamu diterima masuk universitas akan jauh lebih besar daripada mereka yang maju bertanding tanpa melakukan perencanaan yang matang.

Sekian tips dan langkah-langkah strategis untuk masuk universitas dari gue. Semoga bermanfaat & membuat perencanaan lo lebih matang, khususnya untuk mengoptimalkan peluang lo untuk masuk kuliah tahun ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau nanya lebih lanjut ke Glenn seputar rencana masuk kuliah, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya. Bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Seleksi Masuk Universitas, zenius sangat merekomendasikan untuk membaca beberapa artikel berikut:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Fathul Wahab

    Teknik Biomedis - Institut Teknologi Sepuluh Nopember mohon diralat Bang hehe...

    • oh iya typo, thanks koreksinya

      • Aldam Fajar Ahmad

        Bang gmana ya cranya agar blajar gx krasa jdi beban?pdahal gua udah nglakuin tips yang bang glen tulis diblog...tlong bang klo blajar hnya untuk ngjar ptn rasanya kok kaya ada pksaan sdikit ya bang...

      • Aldam Fajar Ahmad

        Bang video zenius yang tips belajar biologi audionya kk gak kdengeran ya?kn syang bang pdhal videonya 5 menit lebih...tlong segera diperbaiki bang,biar ane jdi gmpqng klo blajar biologi

  • Riska Triayani

    Kak gimana kalo sekolah negeri tapi belum ada alumni/sekolah baru, dan baru angkatan pertama yang ikut snmptn, indeks sekolahnya di ptn yg dituju gimana ya? Terus peluang untuk lolosnya kira2 gimana?

    • terus terang jika sekolah baru yg blm ada track record, peluang di SNMPTN itu ga bisa ditebak dan bisa dikatakan peluangnya kecil. Jadi balik lagi ke saran gue, daftar mah daftar saja, tapi jangan diharapkan. Fokus pada penerimaan jalur ujian, seperti SBMPTN & Ujian Mandiri.

      • Riska Triayani

        Siapp, makasih sarannya kak

  • Rista Nuna

    kak kalo mau andalin jalur mandiri selain sbmptn tp ada masalah finansial gimana? ujian mandiri itu biasanya biayanya mahal kan?

    • Memang ada sebagian univ yang memberlakukan biaya jalur seleksi mandiri lebih mahal daripada jalur lain seperti SNMPTN & SBMPTN. Tapi perlu dicatat juga bahwa TIDAK SEMUA universitas seperti itu. Ada banyak PTN yang memberlakukan perlakuan biaya kuliah yang sama bagi yang diterima di semua jalur penerimaan, misalnya UTMI IPB, UNNES, dll. Jadi sebaiknya lo coba rajin2 cari tahu di web univ masing2 yak.

      • Rahmat

        Alhamdulillah IPB memberlakukan perlakuan biaya kuliah yang sama bagi yang diterima di semua jalur penerimaan ?

  • Adi Prasetyo

    Ka. Gw masih blum ngerti tips no1. Kalo bwt tertantang banget ga kayaknya.

    Misal gw nyetir mobil dari diem ke jalan ko gw perhatiin bdan gw malah ketarik kebelakang trus gw mikir kenapa yak padahal kan mobil ditarik ban yang diberi energi sama mesin mungkin kan seharusnya org yg didalamnya ikut gerak juga sama kayak mobil. Tapi ko ketarik gtu(gw belum temuin jawabannya kenapa karena gw mikirin-nya kadang2).

    Abis itu gw simpulin. Ah udahlah mipa fisika aja. Itu gimana ka?

    • Aldam Fajar Ahmad

      Ya kurang tepat brow...lo milih jrusan kuliah ya yng mmbuat lo bnar_2 trtantang,slalu penasaran,sering buka web/youtube yng brkaitan dgn yg lo suka atau bahkan jadi hobi(misal:srring buat eksperimen fisika/kimia)..saran gua sih eksplorasi bakat lo yg mmbuat lo pnasaran dan tnpa ada pksaan untuk nglakuinnya..

      • Adi Prasetyo

        yah berarti rasa penasaran w masih cetek :c

        gw dulu kalo nntn youtube tentang eksperimen ato bersangkutan kebanyakan fisika sih, bener ga ada paksaan tapi gw nontonnya random malahan, kadang topiknya fisika, kadang kimia, kadang musik.

        kalo explore passion, gw berencana ngambil gap year ato nganggur ato ngalumni karena passion gw yang belum ketemu, bisa sih gw explore passion gw misal ikut drumcorps di jakarta cuman karena gw yang udh kelas 12 dan harus fokus sbmptn terputus lah ambisi gw masuk drumcorps, gw harus explore passion gw di luar itu.

        Makanya gw explore passion gw lewat fisika, ya mungkin menurut gw cetek karena suka ngulik konsep glb-glbb-gerak jatuh bebas terus2 an, jadwal minggu ini mekanika mungkin gw ngulik2 konsep gaya kek barusan. Gua udah mau mulai ke kimia bab awal lagi buat cari maunya si kimia ini apa, ko susah amat. Sama matematika yang biasanya hafal rumus gw mau liat dari konsepnya dia mau apa.

    • utk tips no1 sebetulnya gua udah pernah nulis artikel yg khusus membahas topik ini. coba kamu baca di sini deh:
      https://www.zenius.net/blog/3984/memilih-jurusan-kuliah-pendaftaran-sbmptn
      https://www.zenius.net/blog/13642/untuk-apa-belajar

      btw utk menjawab rasa penasaran lo tentang daya tarik badan ke belakang waktu maju gerak ke depan, sebetulnya udah pernah dibahas di sini >> https://www.zenius.net/c/3657/momentum-impuls-dan-tumbukan-teori

      • Adi Prasetyo

        ka, bener ga kalo gw nulisnya 'bidang ilmu fisika' ato masih luas lagi lebih dari sekedar 'bidang ilmu fisika'?

        nah gw bingungnya itu sih ka.

        btw, gw pen nyari jawabannya sebisa gw malah dikasih bocoran ;-;
        tapi ka, kadang gw kalo ngulik2 gitu gw buat hipotesa2 yang menurut gw kuat tapi kalo dikasih tau ke temen2 kek hipotesa lemah, karena mereka lebih pinter dari gua jadi malu *shy
        gapapa kan ka kayak gitu?

        • bedakan "bidang ilmu" dengan mata pelajaran di sekolah. bidang ilmu yg ada di dunia ini itu sangat bervariasi, tidak terbatas pada 12 mata pelajaran yang kamu pelajari di sekolah. Misalnya ilmu politik, programming, psikologi, dll itu kan ga diajarkan di masa sekolah, padahal itu bidang ilmu tersendiri.

          kalo dalam sebuah proses kamu ngulik udah ngerasa bahwa hipotesa kamu itu kuat, berarti artinya kamu belum paham apa itu definisi dari hipotesa. hipotesa itu ga ada yg kuat atau lemah. yg ada itu adalah hipotesa yang sudah teruji atau yang belum teruji.

  • Gary Marco Wirojo

    Bang Glenn, bisa tolong buatkan artikel tentang bonus demografi yg akan diterima Indonesia pada 2020-2030?

    • nanti gua coba pinjem mesin waktu ke Doraemon dulu ya 😛

      joke aside, maksudnya dengan demografi yang diterima Indonesia itu apa ya?

      • Gary Marco Wirojo

        wkwk kukira bang Glen uda tahu, Bonus Demografi tuh intinya usia produktif (usia kerja)akan membludak sedangkan usia non produktif jumlahnya sedikit (saya pernah baca presentasenya kurang lebih 70% dan 30%). Kan pasti lapangan pekerjaan semakin sedikit.dan persaingan semakin bla bla bla. Tolong bang diteliti wkwk. Makasih.

  • Miss Intan

    Halo kak Glenn! Saya ingin bertanyaa nih kak mengenai perspektif kakak. Untuk bisa tembus FKUI melalui jalur sbmptn dgn menerapkan prinsip deliberate practice hanya dalam 3 bulan menurut kakak bagaimana? Selain itu juga saya ingin minta tips dan trik dari kakak supaya disiplin dalam penerapan deliberate practice selama 3 bulan itu yaaa kak! Hehe.

    Thanks in advance, kak glen

  • Trian Verson Tumanan

    halo bang glenn. gua nih udah kuliah di jurusan yang awal2nya emang udah gua pertimbangkan dgn matang. jadi menurut gua, gua ga salah jurusan, tapi pas gua ngejalanin kuliah tsb gua merasa ga bisa menekuninya. jurusan gua kan biologi, nah gua tuh takut megang hewan2 kayak kodok, serangga2 dan lain2. nah jadi menurut gua kayaknya gua itu ga bisa hidup di situ. tapi gua dari awal udah niat banget pengen jadi ahli mikrobiologi karena gua mau pelajarin ttg genetik gitu bang. nah kalo gitu gimana bang?
    dan juga karena gua berpikir seperti itu, akhirnya gua mau pindah ke jurusan matematika karena gua juga pengen dalamin dunia matematik bang (karena udah dipikirin mateng2 setelah kejadian di atas). mohon dijawab ya bang. makasih.

    • Halo Trian, sebetulnya pengalaman kamu bisa jadi masukan juga buat yg lain. Ketika kamu bicara "udah gua pertimbangkan dgn matang" tapi ternyata waktu menjalani kuliah, kamu kaget karena takut megang hewan, itu artinya ada hal yg kamu lewatkan dalam proses mempertimbangkan tersebut.

      Maksudnya, yg dimaksud dgn mempertimbangkan itu kamu menelusuri segala konsekuensi sewaktu menjalani kuliah, termasuk proses dimana kamu diharuskan utk memegang hewan sewaktu menjalani kuliah.

      Utk kasus kamu saat ini, ada 2 cara yg bisa kamu lakukan:
      1. overcome your fear. sebetulnya ketakutan akan hewan tertentu itu gangguan psikologis yg bisa diatasi jika kamu niat menjalani terapi. cuma dalam hal ini kamu ga bisa setengah2. di sisi lain km juga harus pertimbangkan sesering apa kamu dituntut utk memegang hewan saat menjalani kuliah. kalo ga akan terlalu sering2 amat, ya kamu ga perlu sampai terapi.

      2. utk jadi ahli mikrobiologi memang butuh kemampuan matematika dan pemahaman biologi yg mendalam, ga ada salahnya juga kalo kamu mau ambil matematika. nanti utk skripsinya kamu bs ambil topik mikrobiologi.

      ada artikel yg menarik buat kamu baca, coba baca ini deh https://www.zenius.net/blog/5689/matematika-dna-biologi-identitas-manusia

      • Trian Verson Tumanan

        overcome fear kayaknya butuh proses biar gua bisa bertahan bang. dari jawaban lu gua nyadar bahwa ada banyak orang yang hanya melihat prospek kerja dari jurusan yang ia tekuni daripada konsekuensi2 yang akan dia dapat ketika menekuni jurusan tsb. sama kaya gua, gua hanya pengen jadi ahli mikrobiologi atau genetik tanpa melihat bisakah gua nyaman menekuninya.

      • Trian Verson Tumanan

        jadi untuk menentukan gua mau pindah atau tetap itu dari diri gua ya bang?

        • AlTof Yuri

          bener bgt brooo, renungkan lah 😀

        • Khusna Azizah

          tanyakan pada rumput yang bergoyang juga nggak papa. yang penting lo nemu jawabanmu. XD.

  • Dini

    halo bang glenn mau nanya nih gue kan alumni nah gue tuh awalnya tertarik bgt buat ambil mkp ugm (adm.negara) karna gue org nya suka kenal sama org baru jelasnya sih suka interaksi sama masyarakat dan gue org nya kepo entah kadang tukang gojek,grab,taksi gtgt gue tanyaiin ini itu penghasilan mereka dll, mnrt lo gue pas gak milih adm.negara....kadang gue kalo liat berita suka greget sama pemerintahan yg gak ngejalanin hak rakyat dgn seharusnya.....disisi lain gue juga suka jualan walaupun kecil2lan bang, tp karna thn lalu bener2 gagal total di snm,sbm,mandiri gue jd mikir lg buat milih mkp ugm dan mau prioritasin nya manajem unsoed. Menurut bang glenn gimana? 😀 thankyou bang

    • halo Dini, di sini saya ga mau mewakili kamu utk memutuskan tujuan hidup kamu. apapun yg kamu pilih, harus kamu pikirkan dan putuskan sendiri. sebagai info saja:

      adm negara itu belajar ttg ketata-negaraan & peran struktur wewenang dari presiden, DPR, sampai kelurahan.

      manajemen itu belajar mengelola suatu kegiatan dari tahap perencanaan, implementasi, sampai evaluasi. konteksnya luas banget, dari mulai bisnis sampai non-profit. sebetulnya kalo mau berdagang lebih cocok jurusan SBM atau administrasi bisnis, bukan manajemen.

  • Steven Atomals

    bang aku sangat tertantang masuk itb karena dri dulu gua suka teknik informatika tpi pas w cari di google ternyata ITS memiliki rating yg lebih tinggi :v

  • David

    Halo bang, mau nanya nih, kan beberapa tahun kebelakang lagi heboh2nya pandangan pikir kayak gini
    "Udahlah fokus sbmptn aja, sekolah tinggal dulu aja. yg nentuin u masuk kuliah dimana kan sbmptn/um"
    dan selama 2,5 tahun saya di SMA sih sangat setuju sama cara pikir itu, saya bnr2 ngedevelop skill saya di matpel yang diujikan si sbmptn/um, dan yg lainya saya tinggal(waktu sisanya dipakai utk nyiapin persiapan olimpiade sm lomba2 sains lainya).

    tapi belakangan ini ternyata un jadi muncul ppkn,sejarah dan ada lagi yang namanya usbn yang bener2 jadi syarat kelulusan.

    menurut abang nih, mending lanjut persiapan sbmptn atau fokus ke ujian un usbn gt karna saya bnr2 lepas ppkn sama sejarah dr kelas 2 pertengahan?

    -ada beberapa kondisi yang bikin saya lebih bingung tuh:

    1)saya ngejar FTI ITB yang katanya punya pg 65%, hasil TO saya masih rata2 di 54% tapi itu pun pernah jatoh ke 39an%

    2)saya sekolah di salah satu sma negeri yang cukup favorit dan berkengsi di ibu kota provinsi, jadi bingung sih apa sekolah bisa gak ngelulusin murid banyak, tapi disisi lain kalo diliat dari peraturanya mah seandainya nilainya kurang ya gaakan lulus ._.v

    bantu saranya dong bang hhehehe, se-netral mungkin kalo bisa bang. soalnya kalo nanya ke bk/guru sekolah ya dijamin pasti pro ke un/usbn karna itu nguntungin sekolah(utk indeks sekolah gt2), kalo nanya ke temen2 yang sama2 pejuang sbmptn pasti dibilang "udah lah fokus sbmptn aja dong jelas ngapain fokus un segala macem mah buat sekolah bukan buat lu, mau gagal masuk *beep*"

    • halo David, memang jangan sampai kamu ga belajar sama sekali. Tapi sebetulnya utk belajar USBN & UN itu ga perlu makan waktu banyak kok. Kamu tinggal lihat saja kisi2 yg dikeluarkan oleh pemerintah, lalu belajar dari kisi2 tersebut. Nanti soal2 yg ditanyakan juga pasti topiknya sesuai dgn kisi2.

      terus terang yg paling tau kesiapan kamu ya diri kamu sendiri, cobain aja kamu belajar dari kisi2 pemerintah lalu kerjain soal2 tahun lalu. kalo dari hasil TO nilainya sudah bagus, kamu bisa kembali fokus utk SBMPTN & UM.

  • Rosyida Rahma Yahya

    Bang artikel yg judulnya Materi yg sering muncul di sbmptn, di tulis ulang dong

    • oke, nanti gua jadwalkan utk update dgn data terbaru yg 2016

  • Nur Alfi

    Selamat siang ka, saya pernah gagal sbmptn 2016, saya berencana untuk ikut lagi di tahun 2017. Saya sekarang kuliah di universitas swasta, namun saya juga termasuk tipe "salah naik angkot" karena memang bukan minat saya untuk belajar pada jurusan kuliah tersebut. setelah banyak pertimbangan yang salah satunya adalah kurikulum mata kuliah, perkiraan lulus, daya saing sewaktu sbmptn, dan keuangan keluarga sekarang saya berencana untuk mengikuti passion saya di bidang Desain Interior ITB, Planologi UGM, dan Teknik Perkapalan ITS. Nah apa langkah saya sudah tepat? Kira kira ada saran untuk saya? Terima kasih

    • sebetulnya yg bisa menilai passion kamu sudah tepat itu diri kamu sendiri, saya di sini cuma mengarahkan supaya kamu pastikan utk menelusuri setiap konsekuensi dari pilihan kamu. langkah berikutnya adalah belajar utk SBMPTN & Ujian Mandiri secara serius. Try Out sesering mungkin & terus evaluasi kesiapan kamu dalam menghadapi ujian2 tsb.

  • donnysahureka

    Halo bang Glenn. Tolong dong kupas tuntas jurusan teknik sipil. Makasih.

  • Oxlade

    Bang, mau tanya.
    Sebenarnya kita lebih baik pilih jurusan karena memang tau ilmunya dan sudah sedikit dipelajari dari orang yg kita kenal (seperti kakak),

    atau pilih jurusan karena tantangan untuk mencari hal2 baru (berbeda dengan yg lain) tapi merasa termotivasi? Meskipun saya belum tau seperti apa ilmu yg bakal dipelajari ke depannya.

    • pilih yg membuat kamu merasa tertantang & termotivasi ya, karena kamu akan menjalani itu bertahun2, minimal 4 tahun, maksimal sampai akhirnya hayat.

      utk prioritas, biasanya masing2 prodi itu ada jatah utk anak kelas 12 & alumni. biasanya jatah kursi utk kelas 12 sedikit lebih banyak daripada alumni

      • Oxlade

        OK bang Glenn. Thanks Fyi

      • Alfinsa EP

        Eh yang bener Glenn ada prioritas begitu? Nggak murni tinggi-tinggian nilai dong?

      • Magicwithme

        2 baris terakhir boleh tau sumber infonya gak bang glenn? makasih

      • AlTof Yuri

        jiahhh baru tau gua bang, yakali bang :"((

  • hudi wahyudi

    kak glenn, bener gak siih kalau setiap universitas itu memiliki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tertentu sehingga, nanti setelah lulus kuliah peluang kerjanya yaa di perusahaan itu, misalnya itb kerja sama dengan chevron, undip dgn pertamina, itu bener gak sihh kak glenn, sama apakah univ itu mempengaruhi peluang kerja?? makasiih

    • iya, ada yang seperti itu. tapi hubungan kerjasama itu sangat dinamis, bisa jadi sewaktu kamu lulus, hubungan kerjasamanya sudah lain. Jadi hubungan kerjasama itu tidak perlu dipikirkan. Biasanya kalo kamu udah bisa lulus dari universitas top nasional dengan prestasi yang baik, mau kerja dimana saja itu bisa saja, ga akan ada batasan.

      • hudi wahyudi

        kak, yang mempengaruhi peluang kerja itu IPK kah? makasiih

        • ada beberapa perusahaan yg memang menerapkan standar minimal IPK, tapi ada juga perusahaan yg tidak terlalu memperhatikan IPSK, asal kamu aktif dlm kegiatan organisasi scr positif selama kuliah. Ada juga yg lebih melihat hasil nilai tes masuk perusahaan. Biar aman ya IPK jangan jelek2 amat, tapi tetap harus aktif dlm berbagai kegiatan.

          • hudi wahyudi

            ok, thx banget kak glennn

  • ………….

    kak saya mau bertanya, saya mendengar rumor kalau kita milih jurusan kedokteran di semua pilihan sbm dengan 3 universitas beda, maka jika tidak lulus di pil pertama, universitas pilihan kedua apalagi ketiga tidak akan mau menerima juga, apa itu benar? mohon dibalas kak, saya alumni tahun 2016 namun gagal di tahun lalu, saya mau benar2 memaksimalkan kesempatan

    • Magicwithme

      iye..kmaren juga "katanya" klo print kartu peserta gak portrait full 1 kertas langsung didiskualifikasi dr sbmptn
      ada lagi kmaren "isunya" nilai klas 12 lbh diutamain daripada alumni tahun lalu
      "rumornya" klo naro itb di pil 2 di sbm gabakal keterima krn gamau diduain
      and the list goes on and on and on....

  • Diyella Agri

    Mau nanya nih .. kalau misal SBMPTN aku pilih kedokteran UNSOED terus gak keterima , terus aku pingin ikutan UM UNSOED kedokteran lagi bisa gak ??

    • bisa kok. pastikan kamu tau jadwal pembukaan pendaftaran UM-nya ya

  • Athifah Rosyidah

    Bang Glenn kan sekarang SIMAK UI udah gak dibuka untuk S1 Reguler, aku jadi bingung mau milih UI atau UGM di pilihan ke-2 (pil. 1 & 3 fix). Itu kalau masuk lewat jalur UTUL apakah biaya kuliahnya sama seperti yang masuk lewat SBMPTN/SNMPTN? Aku udah searching2 tapi nggak dapet jawaban yang pasti.

    Oh iya ini ada informasi skor SBMPTN 2016 ITS https://www.facebook.com/InstitutTeknologiSepuluhNopember/photos/a.212705638769278.58803.106710366035473/1380869848619512/?type=3&theater

    • gua kurang update soal info biaya kuliah karena tiap tahun kebijakan berubah & jumlah univ ada byk sekali. coba kamu tanya temen atau kakak kelas yg masuk UGM & UI deh. atau kalo mau lebih jelasnya tinggal tanya aja divisi humas UI & UGM, mereka pasti mau bantu jawab kok.

  • Efrad Galio

    Ka glenn gua pnya masalah nih, kan gua udah belajar pelajaran kimia, fisika, biologi dsbg, tapi pas mau latihan soal tipe itung itungan(kecuali soal teori) gua males banget ngerjainnya, padahal kalau dikerjain, ya... gua bisa jawab(mungkin). Pada akhirnya kalau mau Try Out gua kadang gak teliti, males ngitung, dan lambat banget ngerjainnya(kecuali soal teori). Oleh karena gua lambat bgt ngerjainnya, gua jadi gak pede, gugup, dan selalu terpaku waktu. Sebenarnya yg gw pengen sih, cmn bljar doang, gw mls banget ngejawab soal, ya tapi.. untuk msk itb atau its ya.. sbmptn atau um. Jadi, pertanyaan gw, gimana nih cara mengatasi gejala kemalesan gua untuk jawab soal ?

    • jadikan ketakutan kamu & juga ambisi kamu utk melawan rasa malas. kalo kamu masih kalah dgn rasa malas, berarti ambisi kamu kurang besar utk meraih sesuatu dlm hidup kamu. ubah dulu perspektif kamu utk belajar, bikin diri kamu punya tujuan belajar dulu. kalo tujuan kamu jelas, rasa malas itu akan bisa dikalahkan.

  • kenzilan

    Bang kalau gitu jurusan yang persaingannya tidak begitu ketat apa dong ? Terima kasih

    • nah, ada ribuan opsinya di sana, kamu harus pro-aktif cari tau sendiri sesuai dengan minat studi kamu ya. nanti di website resmi sbmptn & snmptn juga dibeberkan semua kok.

  • Al.

    bang glen gw bingung gmn caranya bisa ngejar dlm waktu 16 minggu sbmptn trs gw blm ada persiapan apa2 buat sbm nnti sdgkn gw alumni thn 2016 haa dr kmrn mau bljr bingung bgt mulai nya dr mana sdgkn kl dr sekarang ngikutin cara nya bang glen masih bisa ke kejar ga bang?plis help:( sedih sih knp baru skrg gw nemu artikel yg 'cara efektif bljr sbmptn'..dijawab ya bang glen maaf sblmnya oot soalnya kmrn gadibls:(

  • DhinarMayang

    kak,mau tanya..
    denger-denger nih, Ujian mandiri sekarang make nilai SBMPTN. jadi rangkingnya Ujian Mandiri diambil dari sisa SBMPTN, apa bener ya?
    trus kalau misal saya SBMPTN memilih univ yang gk ada Ujian Mandirinya, lalu (misal) gk diterima, saya harus gimana? apa saya ada kesempatan untuk ujian mandiri? karena kabarnya Ujian mandiri memakai nilai SBMPTN..
    terima kasih 🙂

    • nggak. ujian mandiri tidak ada hubungannya dengan penilaian ujian sbmptn.

  • NOV RY

    Kak. Agak oot sih, Aku alumni tapi pengen cuti sempet bingung kalo cuti alasan fokus sbmptn itu bakal diterima gak yah ?

  • eshaal rizky fadila

    Jadi gimana cara kita nentuin pilihan 123 saat sbmptn tanpa melihat PG ? Soalnya kan PG itu ga pasti, terus masing2 univ dengan prodi yg sama punya PG yang selisih cuma 2 sampai 4 persen . Mohon bantuannya bang

    • lha itu kan justru yg sudah dibahas pada artikel di atas.

  • NOV RY

    Kak, mohon banget dibales yah aku agak hopeless juga kali ini. Persiapan udah matang banget sejak Oktober lalu, sekarang tinggal review pelajaran aja. Anyway aku Alumni 2016 yang gagal sbmptn 2016 mau ulang sbmptn 2017. Kak kalo cuti kuliah untuk sbmptn kira-kira bisa gak yah? Soalnya aku pernah denger cuti kuliah selain alasan ekonomi itu gak boleh. Tapi pernah gak sih kak ketemu anak Zenius yang cuti alasannya fokus sbmptn? Tolong banget dibales yah kak ?

    • setau gw sih banyak kok murid zenius yg cuti kuliah karena mau fokus sbmptn. utk alasan cutinya sih ya rasanya ga pernah ditanyain detil. kalopun ditanya, kamu bisa jawab ada urusan mendesak yg harus diselesaikan.

  • Cici Fitriani

    Ka glen mau tanya deh,jalur mandiri itu berlanjut setelah lita SBMPTN atau kalau misalkan kita nggak lolos SBMPTN,terus kita ikutan jalur mandiri ?

    • tergantung ujian mandiri yg mana, ada beberapa yg buka pendaftaran setelah tes sbmptn, ada juga yg sudah buka sebelum tes sbmptn, ada sebagian yg baru buka setelah pengumuman tes sbmptn. jadi baik2nya kamu udah menerawang dari sekarang mau ikut ujian mandiri apa saja. sekaligus kamu juga cari tau kapan jadwal pendaftaran & tes ujiannya

      • Cici Fitriani

        Terima Kasih banyak ka glen infonya

  • Eko Rostianto

    kak, bagusnya nglembur materi sbmptn dulu sampai selesai un baru evaluasi atau per bab dulu sampai lancar?

  • Bang glen mau tanya, kan ini bentar lagi SBMPTN
    lebih baik belajar materi per bab dan dasar dasarnya atau langsung ngerjain soal soal?
    soalnya saya orangnya nggak gampang mudeng tapi takut waktunya nggak cukup buat belajar SBMPTN kalau mulai dari per bab

  • Hardian Z

    bang glen tolong buat artikel tentang tips menghadapi soal TKD kayak Tes PKN STAN, atau tambah soal - soal TKD .

  • Alznuruli

    Halo ka glen saya mau bertanya nih . Kadang kalo temen ngomongin jurusan tuh aku suka labil . Malah jadi ikut ikutan bingung mau ambil apa padahal udah ada si jurusan yang aku minati. Passion aku si ka .. Aku suka gambar aku juga suka nulis, aku juga suka bedah bedah ntah itu ngulik organ hewan atau semacem nya aku juga suka sama yang berbau turun ke lingkungan alam alam. Menurut kakak jurusan yang cocok apa ya? Terima kasih

  • Haidar Zein

    Bang apa jadinya kalo milih SNMPTN 3 Universitas? apakah langsung di blacklist atau salah satu pilihan Universitasnya aja yg di coret?

  • Fadhila Erianda

    Kak aku mau tanya nih, mohon maaf kalo diluar tema artikel. aku milih jurusan kesehatan masyarakat di 2 universitas. univ 1 jurusan kesmas akreditasinya A dengan keketatan 3% sementara univ 2 dengan jurusan kesmas akreditasinya B dengan keketatan 2% lalu gimana mengurutkan jurusannya kak? mana yang lebih baik antara mengurutkan keketatan atau akreditasi? tahun lalu aku gagal dan mungkin faktornya karna salah mengurutkan jurusan, aku gak mau terulang lagi. mohon bimbingannya kak. hatur nuhun 🙂

  • Elsyafira firdausa

    Kak mau tanya, kalo ikut ujian mandiri apa masih tetap harus melihat passing grade?
    Dan peluang masuk ujian mandiri lebih besar ya?

  • stella lubis

    Apakah pengaruh uang pangkal untuk kelulusan mandiri? Lalu apakah supaya kita bisa lulus test seleksi ujian mandiri ( tanpa nilai sbmptn ) nilai kita harus diatas passing grade sesuai prodi yang kita pilih? misal saya ingin mengambil jurusan X di univ Y,,, saya cari cari passing grade nya di internet dan di bimbel passing grade nya 50,2% apakah berarti supaya saya lulus seleksi mandiri , passing grade ujian seleksi mandiri yg saya kerjakan minimal 50,2%,,, apalagi saya membuat uang pangkalnya pas-pasan (minimal) terimakasih

  • eja ano

    Bang, numpang share buat anak2 saya ya ... saya cantumin sumbernya ko ...

  • buble

    kak... klo masuk kuliah cuma ada snm,sbm,sama mandiri kah ?
    gimana klo dengan kita menang lomba di event universitas ? atau ada cara lain gitu ?

  • ahmad sabil

    Kak bisa minta gmailnya?
    Ingin nanyak2 sesuatu

  • Vy Drever

    Pengen lulus FK di UGM☺️
    Solusi bljar? Plajaran aph yg harus difokuskan?

  • Amber J. Liu

    Kak, saya denger dr pengalaman orang, waktu sbm ,pilihan 1 ugm dan pilihan 2 ipb. Nah kata guru bimbelnya kalo pilihannya ada ugm sama ipb bikin peluang dia diterima kecil, karena sama sama grade A. Alhasil di 3 pilihan, dia memilih ugm semua dengan jurusan 1 teknik pangan, statistik, tenologi industri pertanian. Dan dia pun diterima di pilihan satunya.

    Nah, maksud guru bimbelnya apa ya? Bisa tolong jelaskan? Terimakasih..

  • Elyn Rusmiyati

    Kak kalau jurusan ipa mau masuk manajemen sulit tidak?