10 Tahun Zenius Education, Apa saja yang sudah dicapai?

Apa yang sudah dicapai oleh Zenius Education? Sejauh mana jangkauan Zenius di Indonesia? Seberapa besar pengaruh Zenius kepada para muridnya?

Catatan: Artikel ini adalah hasil update dari artikel sebelumnya yang berjudul “9 Tahun Zenius Education, Apa saja yang sudah dicapai?”. Kami memperbaharui berbagai informasi per tanggal 7 Juli 2017.

Halo zenius fellow. Nah mungkin lo udah bisa nebak dari judul artikelnya, pada kesempatan kali ini gua mau share beberapa hal tentang apa yang udah zenius capai selama ini. Mungkin lo agak heran kenapa tiba-tiba gua mau nulis tentang topik ini. Alesannya simpel, karena terus terang selama ini banyak banget yang suka nanyain ke gua tentang topik ini, baik dari murid online zenius yang penasaran, mahasiswa yang menjadikan zenius bahan tugas kuliah, maupun dari kalangan wartawan dan juga penggiat pendidikan pada umumnya.

Pada kesempatan kali ini, gua akan berusaha menjawab semua pertanyaan itu dengan basis data internal zenius. Gua pikir moment-nya pas banget di penghujung tahun ajaran, sekaligus juga untuk bahan refleksi & evaluasi di hari ulang tahun zenius yang ke-10 hari ini. Jadi, bagi para murid zenius yang mungkin penasaran dengan sejarah terbentuknya zenius, maupun penggiat pendidikan dan wartawan yang juga ingin tau sudah sejauh mana lembaga pendidikan ini berperan dalam dunia pendidikan Indonesia, bisa terus membaca artikel ini.

Secara umum, artikel ini akan gua bedah menjadi 3 bagian sebagai berikut:

  • A. Sejarah singkat terbentuknya PT Zenius Education
  • B. Sejauh mana jangkauan Zenius di Indonesia
  • C. Seberapa besar pengaruh Zenius kepada para penggunanya

A. Sejarah Singkat (banget) Terbentuknya PT Zenius Education

Khusus untuk bagian ini, banyak banget murid-murid zenius yang sering nanya ke gua dari tahun ke tahun. Salah satu contohnya request kayak gini nih:

Request

Terus terang aja nih, untuk bagian ini gua ngerasa bukan orang yang pantes untuk bahas secara detail karena gua baru gabung sekitar 5 tahun yang lalu, sementara secara bisnis zenius bahkan udah beroperasi dari tahun 2004. Jadi mohon maklum kalo gua ga akan bahas ini terlalu mendetail, mungkin pada kesempatan lain Sabda atau Wisnu yang lebih cocok dan pantes untuk bahas ini. Berikut adalah sejarah (singkat banget) zenius dari sejauh yang gua tau:

Secara de facto, Zenius telah mulai beroperasi sejak tahun 2004. Pada saat itu, Sabda & Pak Medy sebagai 2 founder Zenius memulai bisnis ini tanpa bantuan modal dari pihak eksternal sama sekali. Para pendiri zenius memulai impian mereka di tahun 2004 agar suatu saat nanti, kita bisa mendokumentasikan materi pendidikan dalam format digital. Tapi tentu impian itu gak mudah, walaupun domain zenius.net telah dibeli sejak tahun 2004, namun penetrasi internet waktu itu belum segencar sekarang.

Oleh karena itulah, zenius membangun model bisnis awalnya, hanya berupa bimbel konvensional dan mencoba testing rekaman video untuk dijual dalam bentuk CD satuan. Itupun operasional kantornya masih nebeng di rumah bimbel Sony Sugema College Tebet, yang didapat karena atas dasar hubungan baik Pak Medy dengan alm.Pak Sony Sugema.

Dalam proses bisnis awal, zenius menjadikan bisnis bimbel konvesional dan penjualan rekaman ngajar dalam format CD satuan untuk menjadi batu loncatan sekaligus sarana belajar membangun modal mandiri, dan juga bereksperimen untuk meracik metode mengajar yang paling efektif. Sampai pada akhirnya, para tutor zenius awal seperti Sabda, Wisnu, Pak Kosim, Kak Yoki, termasuk Pak Medy, mulai semakin serius mencoba rekaman video mengajar dan menjualnya dalam bentuk CD satuan pada tahun 2004-2005.

Singkat cerita, CD satuan zenius rupanya mendapat respond dari pasar cukup positif hingga akhirnya zenius resmi berbentuk perusahaan PT Zenius Education pada 7 Juli 2007 (07/07/2007). Sejak saat itu, zenius mulai mengembangkan bisnisnya dengan berbagai macam konsep produk baru seperti yang kita kenal sekarang dengan website belajar online (zenius.net) dan juga paket Xpedia 2.0 yang merupakan produk gabungan berisi set DVD, forum belajar, dan akses belajar online.

Website zenius.net sendiri yang konsepnya telah lama dirumuskan sejak tahun 2004, baru mulai beroperasi pada 22 April tahun 2010 & baru benar-benar efektif digunakan pada tahun ajaran 2011-2012. Nah, pada bagian berikutnya gua akan bahas lebih detail lagi tentang seberapa besar jangkauan zenius di Indonesia, berdasarkan data yang diambil dari server zenius.net.

B. Sejauh mana jangkauan Zenius di Indonesia?

Kalo ditanya sejauh mana jangkauan zenius, terus terang jawabannya bisa ditarik dari berbagai sisi. Tapi secara garis besar, gua akan bahas dari 5 pendekatan, yaitu:

  1. Jumlah kunjungan ke website zenius.net setiap tahun ajaran.
  2. Jumlah video zenius yang sudah ditonton.
  3. Jangkauan sosial media zenius.
  4. Persebaran jaringan reseller, distributor, dan outlet resmi zenius.
  5. Persebaran geografis pengguna zenius di seluruh Indonesia.

1. TRAFFIC KUNJUNGAN ZENIUS.NET

Berapa banyak sih website zenius.net dikunjungi setiap tahun? Berikut adalah data yang gua kelompokan berdasarkan tahun ajaran sekolah (Juli-Juni):

 Ajaran (Juli-Juni)  Kunjungan zenius.net
2011-12  268,000
2012-13  2,129,000
2013-14  4,902,000
2014-15  9,975,000
2015-16  11,592,690
2016-17  17,247,634

 

Sampai dengan Juni 2017, kunjungan / visits ke website zenius.net sejak pertama kali launching adalah 44.289.309 kunjungan, dengan grafik persebaran setiap tahun ajaran sebagai berikut: 

zenius.net visits dari 2011-12 s.d. 2016-17

2. JUMLAH VIDEO ZENIUS.NET YANG DITONTON

Sampai dengan Juni 2017, total video materi maupun pembahasan soal yang berhasil didokumentasikan Zenius Education tidak kurang dari 66.000 video & 3.000 paket latihan soal. Dari 66.000 video tersebut, sebagian terdistribusi pada para pengguna online, sebagian lainnya terdistribusi secara offline dalam bentuk CD/DVD. Sayangnya, zenius hanya bisa mendapatkan jumlah video yang tertonton dari website zenius.net yang terdata secara online, sementara kita tidak bisa mengetahui berapa banyak jumlah video yang ditonton secara offline. Untuk data video yang ditonton secara online, berikut adalah datanya:

 Ajaran (Juli-Juni) Video played
2011-12  1,295,000
2012-13  6,212,000
2013-14  12,086,000
2014-15  24,902,000
2015-16  37,843,833
2016-17  38,364,738


zenius video played 2011-12 s.d. 2016-17

Total jumlah video zenius yang ditonton & tercatat di server online (tidak termasuk video Xpedia 2.0 & CD satuan) hingga Juni 2017 adalah sebanyak 120.703.571 (120 juta) kali ditonton. Sementara paket latihan soal zenius telah di-download pengguna sebanyak 9.113.367 kali.

 

3. SOCIAL MEDIA REACH

Sampai dengan 7 Juli 2017, berikut adalah jangkauan social media Zenius Education sejauh ini:

4. PERSEBARAN RESELLER, DISTRIBUTOR, & OUTLET RESMI

Untuk menjangkau lebih banyak pengguna, zenius tidak hanya mengandalkan proses transaksi online maupun pembayaran via minimarket seperti Indomaret, tapi juga dengan bantuan pihak distributor, reseller, dan outlet resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.

jaringan zenius

Nah, cuma mungkin suka ada yang penasaran sejauh mana sih persebaran reseller, distributor, maupun outlet resmi Zenius di seluruh Indonesia sampai dengan saat ini?

Oke deh, sampai dengan Juli 2017, Zenius Education tercatat pernah memiliki 5 distributor utama dan 424 reseller di seluruh Indonesia, di antaranya 312 reseller masih aktif sampai sekarang. Selain itu, Zenius Education juga memiliki 15 jaringan outlet resmi di Gramedia seluruh Indonesia. Berikut di bawah ini adalah peta persebaran jaringan whole zenius di berbagai provinsi di Indonesia.

 

Persebaran Reseller

5. PERSEBARAN GEOGRAFIS PENGGUNA ZENIUS.NET

Nah, untuk persebaran lokasi pengguna zenius, lagi-lagi gua ga bisa lihat data keseluruhan. Karena emang susah banget untuk memproyeksi mereka yang belajar dengan produk offline seperti CD satuan atau Xpedia 2.0, jadi mau-gak-mau gua cuma bisa menghadirkan data persebaran lokasi pengguna berdasarkan data pengguna online yang belajar di zenius.net. Oke, singkatnya sih sampai dengan Juli 2017, pengguna zenius.net telah tersebar ke lebih dari 104 Kota dan telah menjangkau seluruh 34 Provinsi di Indonesia. Kalo gua bikin list daftar tabel 104 kota bakal panjang banget, jadi gampangnya gua kasih lihat proyeksi frekuensi akses website zenius.net dari seluruh titik koordinat di wilayah Indonesia aja deh!

Geografi Pengguna

FYI: Selain di Indonesia, sebetulnya zenius.net juga sering dipakai oleh para pelajar Indonesia yang berada di luar negeri lho, tercatat negara selain Indonesia yang paling sering akses ke zenius.net adalah negara: Amerika Serikat, India, Belanda, dan Singapura.

C. Seberapa besar pengaruh Zenius kepada para muridnya

Oke, sekarang kalo ditanya seberapa besar impact zenius terhadap dunia pendidikan Indonesia, atau senggaknya pengaruh zenius kepada para muridnya? Hal itu harus ditinjau dari berbagai segi, karena masing-masing orang punya pandangannya sendiri bagaimana cara mengukur ‘pengaruh’ atau ‘impact’. Nah dalam hal ini, gua mau menggunakan 3 pendekatan dalam mengukur seberapa besar sih pengaruh zenius bagi pendidikan secara umum, khususnya bagi para muridnya?

  1. Tingkat kepuasan pengguna produk zenius
  2. Tingkat penerimaan SBMPTN
  3. Karakter belajar user-zenius vs non-user zenius

1. TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA PRODUK ZENIUS

Dalam 2 tahun terakhir, zenius secara pro-aktif selalu mengadakan survei untuk mengukur tingkat kepuasan para pengguna produk zenius. Yah, walaupun gak seluruh pengguna produk ditanya satu per satu, tapi menggunakan sampel yang dinilai cukup banyak tersebar dan mewakili populasi pengguna zenius secara keseluruhan.

Biasanya sih, survey untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna ini zenius lakukan 2x selama 1 tahun ajaran, yang pertama dilakukan sebelum pengumuman SBMPTN, yang kedua setelah pengumuman kelulusan SBMPTN. Kenapa dilakukan 2 kali? Supaya hasil yang diperoleh nggak bias. Kalo misalnya zenius cuma nyebarin survey setelah pengumuman SBMPTN, bisa aja anak yang keterima jadi milih “puas banget” karena lagi seneng-senengnya keterima SBMPTN. Sebaliknya, bisa jadi mereka yang ga keterima jadi galau dan milih “Sangat tidak puas” hanya karena ga keterima SBMPTN. Berikut ini data kepuasan pengguna zenius baik sebelum maupun sesudah pengumuman SBMPTN 2016.

Pra 2016-EDIT

Nah, data di atas ini adalah tingkat kepuasan pengguna produk zenius yang diperoleh sehari sebelum pengumuman SBMPTN 2016 yang lalu dengan total responden 712 orang.

Pasca 2016-EDIT

Di atas adalah hasil rating kepuasan yang didapat setelah pengumuman SBMPTN 2016 dengan total jumlah responden 865 orang responden. Kalo dilihat secara kasar, overall rating kepuasan pengguna produk zenius relatif stabil di angka 4.3 dari skala 5.

Untuk tahun 2017 ini, kita melakukan pengukuran dengan cara yang sedikit berbeda. Alih-alih mengukur sebelum dan sesudah SBMPTN, kita coba memilah-milah tingkat kepuasan pengguna zenius untuk 4 kategori: yang diterima pilihan 1, yang diterima pilihan 2, yang diterima pilihan 3, dan yang tidak diterima.

Sementara kalau kita lihat secara keseluruhan, hasilnya seperti ini:

Di sisi lain, kita juga bisa melihat dari rating Facebook page Zenius Education yang terdiri dari 804 reviewer pada Juli 2017:

2. KARAKTER BELAJAR ZENIUS USER VS NON-USER ZENIUS

Nah, data terakhir yang menurut gua paling menarik dan bisa jadi indikator yang seru untuk mengukur seberapa jauh pengaruh zenius terhadap para penggunanya adalah survey karakteristik belajar pengguna zenius vs non-user zenius.

Data di bawah ini diambil pada akhir tahun 2014, dengan total 1340 responden baik user zenius maupun non user zenius. Data demografi para responden dan periode survey bisa dilihat dengan jelas di bawah ini, termasuk dengan hasil infografik dari survey karakteristik belajar tersebut:Zenius Uer vs Non User

Dari kumpulan data dan inforgrafik antara user zenius vs non user zenius, secara garis besar gua bisa menyimpulkan bahwa:

  1. User zenius cenderung lebih rajin mengerjakan tugas/pr secara mandiri tanpa menyontek atau bantuan orang lain.
  2. User zenius tidak memiliki mata pelajaran khusus yang dibenci.
  3. User zenius cenderung berpikir bahwa ‘belajar itu menyenangkan’ dibandingkan non-user zenius.
  4. User zenius cenderung lebih disiplin dan konsisten mengalokasikan waktunya untuk belajar setiap hari dibandingkan non-user zenius.
  5. User zenius cenderung merasakan manfaat dari belajar secara mandiri dibandingkan non-user zenius.
  6. User zenius cenderung tidak menjadikan nilai akademis sekolah sebagai motivasi untuk belajar.

Yak, itulah 6 karakteristik khusus dari para user-zenius yang menurut gua menarik banget sekaligus cukup membanggakan, hehe… Kenapa membanggakan? karena hasil survey di atas secara tidak langsung memberikan proyeksi bahwa filosofi belajar yang selalu dikampanyekan zenius (belajar mandiri, motivasi intrinsik, disiplin, konsisten) ternyata lumayan kena juga ke para pengguna zenius.

Terlepas dari itu, gua ga menutup kemungkinan hasil penelitian ini 100% valid & reliable. Tapi sejauh ini, gua & tim marketing udah berusaha sebisa mungkin untuk menjaga kualitas survey dan penelitian ini agar tidak bias, diambil dari random sampling yang mewakili populasi, serta betul-betul mencerminkan karakteristik dari para pengguna zenius secara umum.

Oke deh, demikianlah sedikit persembahan dari gua untuk ultah Zenius yang ke-10, dan juga persembahan 10 tahun dari Zenius Education bagi dunia pendidikan di Indonesia. Moga-moga Zenius Education bisa terus memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Happy Anniversary Zenius!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.