Informasi Lengkap Biaya dan Beasiswa Kuliah PTN

Merasa tidak bisa kuliah karena biaya? Sebetulnya, biaya PTN bisa dijangkau siapapun. Sistem biaya kuliah PTN dan beasiswa yang tersedia dibahas lengkap.

Apakah lo termasuk salah satu pelajar Indonesia yang mempunyai mimpi tinggi tapi merasa "kurang beruntung" dikarenakan faktor ekonomi? Apakah lo merupakan salah satu pelajar Indonesia yang mengubur semua mimpi karena tertampar dengan kata-kata orang tua, "Maaf ya nak, kita ga bisa sekolahin kamu"? Atau lo punya teman yang rasanya sayang banget (mungkin dia pintar dan berbakat) harus putus sekolah setelah SMA karena masalah biaya?

Yep, setiap tahun menjelang pendaftaran mahasiswa baru, gue selalu geregetan kalo ada anak yang putus asa ga melanjutkan kuliah karena alasan biaya. Ga sedikit kita temuin di lapangan, anak yang punya potensi bagus dan mimpi setinggi langit, harus mengubur dalam-dalam segala mimpi dan semangatnya begitu tau besaran biaya kuliah PTN impiannya. Mereka langsung ciut dan minder.

Nih gue kasih tau ya, kalo kalian mau ngulik dikit aja, sebenernya biaya kuliah di semua PTN di Indonesia bisa kok dijangkau oleh semua strata ekonomi, dari anak pemulung, anak tukang becak, anak buruh tani, anak pedagang asongan, anak jalanan (bukan sinetron loh ya :p ) semuanya bisa mengenyam pendidikan yang setara dengan anak konglomerat.

"WEW, masa sih zen? Bukannya biaya kuliah di PTN TOP itu nyampe berjuta-juta ya?"

Beneran! Udah ada ribuan atau bahkan mungkin puluhan ribu anak-anak dari keluarga menengah ke bawah yang udah diwisuda dari PTN maupun PTS dengan biaya minim bahkan tanpa mengeluarkan duit sepeserpun! Oleh karena itu, sebaiknya lo pahami betul sistem biaya kuliah PTN di Indonesia serta peluang mendapatkan beasiswanya sebelum mengubur dalam-dalam semua mimpi lo. 

Nah, pada artikel kali ini, gue akan coba bahas tentang mekanisme biaya kuliah di PTN secara umum dan penerapannya di beberapa PTN serta beberapa beasiswa yang bisa lo dapetkan sebagai calon mahasiswa baru. Gue berharap, setelah lo baca informasi di bawah ini, lo bisa semangat lagi untuk mengejar cita-cita lo, meyakinkan orang tua lo, dan gerak cepat mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan yang lo butuhkan. Informasi di bawah juga berguna buat lo yang sekedar ingin ngecek biaya kuliah di PTN tujuan dan keringanan biaya (bukan beasiswa) buat kalangan menengah. Oke deh langsung aja ya.

 

11zd9v

MEKANISME BIAYA KULIAH PTN

Sebelumnya mari kita bahas dahulu tentang mekanisme biaya kuliah PTN secara umum. Biaya Kuliah di semua PTN di Indonesia menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).

UKT merupakan sistem pembiayaan kuliah, di mana semua komponen pembiayaan seperti uang gedung, SPP, uang almamater, uang praktikum, dan biaya-biaya pokok atau penunjang lain dilebur menjadi satu dan dibagi rata dalam 8 semester.

Jadi, misalnya lo mendapat UKT sebesar Rp3juta/semester, maka biaya yang lo tanggung tiap semester (1 semester = 6 bulan) adalah sebesar Rp3juta tersebut tanpa biaya lain-lain.

Nah dari sini kebijakan dari PTN secara umum dibagi menjadi 2 jenis UKT:

1. UKT sama untuk semua mahasiswa di suatu jurusan

Sistem UKT ini dipakai oleh ITB dan UI. Di ITB, UKT ditetapkan flat untuk semua mahasiswa sebesar Rp10 juta/semester (non SBM) dan Rp20 juta/semester (SBM). Entah berapapun penghasilan orang tua, semua mahasiswa mendapat UKT yang sama. Nah apabila dirasa terlalu berat, mahasiswa bisa mengajukan keringanan.

2. UKT sama untuk semua mahasiswa di suatu jurusan sesuai dengan tingkatan kemampuan finansial orang tua/wali

Sistem UKT ini dipakai oleh mayoritas PTN di Indonesia. Pada umumnya UKT dikelompokkan menjadi 5 kelompok / layer, yaitu UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT 4, UKT 5. Dengan sistem UKT ini, biaya kuliah akan disesuaikan dengan kemampuan orang tua. Misal, mahasiswa yang orang tuanya penghasilannya relatif rendah akan mendapat tanggungan biaya sesuai UKT 1 dan seterusnya sampai yang orang tuanya penghasilannya relatif tinggi akan mendapat tanggungan biaya sesuai UKT paling maksimal.

UKT-UNPAD-2014
Contoh besaran UKT UNPAD tahun 2014

 

Jadi misal lo diterima di UNPAD dan orangtua lo tergolong kurang mampu, maka kemungkinan lo akan dapet UKT I (0-500ribu / semester) atau UKT II (1 juta / semester), dst tergantung kadar ketidakmampuannya.

 

BIAYA KULIAH DI BERBAGAI PTN

Nah udah cukup jelas kan tentang sistem UKT secara umum? Sekarang mari kita bahas penerapannya di masing-masing PTN, terutama bagi mahasiswa yang diterima melalui Jalur Mandiri. Tiap-tiap PTN mempunyai peraturan masing-masing sehingga dimungkinkan berbeda penerapaannya. Jadi, harap lo pantengin satu per satu ya sistem biaya kuliah di PTN tujuan lo.

1. UKT / Biaya Kuliah di UI

Seperti yang telah gue jelasin di atas, di UI menganut sistem UKT sama untuk semua mahasiswa. Semua mahasiswa di masing-masing jurusan akan mendapat biaya yang sama. Besaran UKT (di UI disebut BOP) tahun 2015 adalah sebesar

  • Rp 5 juta/semester untuk jurusan rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum)
  • Rp 7,5 juta/semester untuk jurusan rumpun Sains dan Teknologi (Saintek)

Bagi yang ga mampu dengan besaran biaya tersebut, bisa mengajukan keringanan (BOP Berkeadilan). Perlu diperhatikan bahwa biaya UKT tersebut hanya ditujukan bagi mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI reguler. Lihat: Daftar UKT UI 2015

2. UKT / Biaya Kuliah di UGM

UKT di UGM dibagi menjadi 6 kelompok UKT, yaitu UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT 4, UKT 5, UKT 6. Penentuan UKT mahasiswa didasarkan pada kemampuan orang tua/wali sebagai berikut (data tahun 2014):

Kelompok Kriteria penghasilan/bulan
(penghasilan kotor+penghasilan tambahan)
UKT 1 Penghasilan ≤ 500.000
UKT 2 500.000 < Penghasilan ≤ 2.000.000
UKT 3 2.000.000 < Penghasilan ≤ 3.500.000
UKT 4 3.500.000 < Penghasilan ≤ 5.000.000
UKT 5 5.000.000 < Penghasilan ≤ 10.000.000
UKT 6 Penghasilan > 10.000.000

UKT ini perlakuannya sama untuk yang diterima melalui SNMPTN, SBMPTN, maupun UM UGM. Oke, tabel di atas baru menjelaskan dasar pengelompokan UKT berdasarkan penghasilan ortu per bulan. Nah, besarnya UKT untuk tiap jurusan di UGM beda-beda, misal UKT 6 jurusan Arsitektur UGM Rp10,5juta, sedangkan UKT 6 jurusan Farmasi UGM Rp12,5jt. Rada kepanjangan kalo gue rinciin di sini. Hehe.. Jadi, silakan lo cek sendiri di link ini ya: Daftar UKT UGM 2017

3. UKT / Biaya Kuliah di ITB

Seperti yang telah gue singgung di atas, di ITB, UKT ditetapkan flat untuk semua mahasiswa sebesar:

  • Rp10 juta/semester (semua jurusan non SBM)
  • Rp20 juta/semester (SBM)

Sama seperti di UI apabila dirasa terlalu berat, mahasiswa bisa mengajukan keringanan sampai Rp 0 / semester.

4. UKT / Biaya Kuliah di UNPAD

Biaya kuliah di UNPAD dibagi menjadi 5 kelompok. Pada tahun 2014, besaran

  • UKT 1 di UNPAD yaitu 0-Rp500.000/semester, termasuk di dalamnya mahasiswa yang mengajukan beasiswa Bidikmisi,
  • UKT 2 sebesar Rp1.000.000/semester,
  • UKT 3 sebesar Rp2.500.000/semester.

Besaran UKT 1 sampai dengan UKT 3 sama untuk semua jurusan. Di sisi lain, UKT 4 dan UKT 5 besarannya bervariasi tiap jurusan.

  • UKT 4 berada pada kisaran Rp3.500.000/semester s.d. Rp9.000.000/semester,
  • UKT 5 berada pada kisaran Rp5.000.000/semester s.d. Rp13.000.000/semester.

Buat lebih jelasnya, lo bisa langsung lihat di sini ya: Daftar UKT UNPAD 2014

5. UKT / Biaya Kuliah di UNAIR

UNAIR membedakan biaya kuliah untuk siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN, UKT terdiri dari 5 level, tanpa biaya lain-lain. Sedangkan untuk jalur mandiri, ada biaya tambahan yaitu UKA (semacam uang pangkal), yang dibayarkan sekali ketika daftar ulang, dan UKS yang dibayar tiap semester. UKS ini nominalnya flat sekitar jumlah nominak UKT 4.

Kunjungi: Biaya Kuliah di UNAIR

6. UKT / Biaya Kuliah di ITS

UKT di ITS dibedakan untuk yang diterima dari jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan yang diterima melalui jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). UKT untuk yang diterima melalui SNMPTN dan SBMPTN dibagi menjadi 7 tingkatan dengan didasarkan pada kemampuan orang tua/wali.

Kategori Indeks Kemampuan Ekonomi Orang Tua(penghasilan per bulan) Tarif UKT
1 0 – 1,59jt Rp500.000
2 1,60jt – 2,00jt Rp1.000.000
3 2,01jt – 3,00jt Rp2.500.000
4 3,01jt – 4,00jt Rp4.000.000
5 4,01jt – 5,00jt Rp5.000.000
6 5,01jt – 6,00jt Rp6.000.000
7 6,01jt – 7,00jt Rp7.500.000

Di sisi lain, untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur PKM, akan dikenakan UKT flat sebesar Rp. 7.500.000,- per semester untuk semua program studi, kecuali untuk biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp 19.700.000 pada semester pertama dan Rp 17.500.000 pada semester berikutnya. Ditambah dengan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), atau semacam uang pangkal, apabila lo diterima melalui jalur mandiri yang besarnya bervariasi masing-masing jurusan.

7. UKT / Biaya Kuliah di UB

Biaya kuliah di Universitas Brawijaya (UB) dibedakan antara mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN dan SBMPTN, dengan yang diterima melalui jalur mandiri (Seleksi Penerimaan Minat dan Kemampuan/SPMK). UKT bagi mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN dan SBMPTN dibagi menjadi 6 tingkatan, yaitu UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT 4, UKT 5, UKT 6.

Di sisi lain, biaya bagi mahasiswa yang diterima melalui mandiri UB terdiri dari 3 kategori baik yang dibayarkan per semester, maupun yg dibayarkan di awal (uang pangkal).

Download: Daftar UKT UB 2016/17 diterima SNMPTN SBMPTN & Biaya UB melalui jalur mandiri

8. UKT / Biaya Kuliah di IPB

UKT untuk mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN, SBMPTN dan UTM mempunyai mempunyai nominal yang sama yaitu terdiri dari 6 tingkatan. NAMUN untuk mahasiswa yang diterima melalui UTM, ada biaya tambahan berupa:

  1. BPIF (semacam uang pangkal yang dibayarkan sekali)
  2. Biaya Asrama
  3. Iuran BPJS

9. UKT / Biaya Kuliah di Undip

Biaya kuliah di UNDIP menerapkan sistem UKT yang dibagi menjadi 7 tingkatan, yaitu UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT 4, UKT 5, UKT 6, UKT 7 dengan memperhatikan kemampuan orang tua/wali. Namun, apabila lo diterima melalui jalur Ujian Mandiri Undip, maka lo mesti membayar SPI (uang pangkal) sekali ketika daftar ulang. Daftar UKT Undip 2014

****

Oke, sampe di sini, gue harap lo udah mulai ngeh ya kalo biaya kuliah di PTN itu ada pengelompokannya berdasarkan kemampuan orang tua. Jadi, jangan ciut duluan. Kalo lo merasa info biaya PTN yang lo tuju belum kita jelasin di atas, lo bisa coba langsung cek ke website PTN masing-masing ya.

Kisah Pelajar Kurang Mampu Mengenyam Pendidikan Tinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, baik pemerintah maupun pihak swasta secara gencar-gencaran memberikan kemudahan, baik itu dalam bentuk keringanan biaya kuliah hingga beasiswa bagi siswa-siswi yang kurang mampu. Ada banyak banget kisah anak buruh tani, anak tukang becak, anak pemulung yang berhasil menggapai cita-cita lulus di perguruan tinggi.

tidak-mampu

Foto-foto di atas merupakan beberapa contoh dari sekian banyak lulusan sarjana yang sukses karena, di samping kerja keras, juga bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa.

  • Kiri Atas: Raeni saat diantar ayahnya menghadiri acara wisuda Unnes tahun 2014 lalu. Raeni merupakan salah satu wisudawan terbaik Unnes dengan IPK 3,96. Raeni mendapat bantuan beasiswa Bidik Misi di Unnes. Sekarang Raeni melanjutkan pendidikan S2 di Inggris.
  • Kanan Atas: Setyaningsih, anak penjual kue apem asal Salatiga, menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Setyaningsih mendapat bantuan beasiswa melalui jalur seleksi PBUTM UGM.
  • Kiri Bawah: Agung Bakhtiyar, anak tukang becak setelah diwisuda menjadi dokter dari Fakultas Kedokteran UGM.
  • Kiri Bawah: Zumrotul Choiriyah saat menjadi wisudawati terbaik di kampus IAIN Walisongo Semarang. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya sebagai buruh tani serabutan. Dia mendapat beasiswa penuh pemerintah dari program Bidik Misi

Gimana, keren kan mereka?! Jadi ga ada excuse lagi buat lo yang ga ngelanjutin kuliah karena alasan biaya ya! Oke, sekarang kita langsung masuk aja membahas Keringanan Biaya Kuliah dan Beasiswa yang bisa lo kejar pada saat masuk kuliah.

Beasiswa Bagi Calon Mahasiswa yang Kurang Mampu

Harap perhatikan ya, beasiswa yang akan gue jabarkan di bawah adalah beasiswa pada saat awal masuk kuliah. Beasiswa pada saat awal masuk kuliah pada dasarnya memprioritaskan untuk calon mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun, setelah menjadi mahasiswa, beasiswa-beasiswa lainnya akan lebih bertebaran, ga cuma terbatas beasiswa ga mampu aja, tergantung keaktifan lo mencari informasinya, misalnya beasiswa PPA, BBM, Supersemar, dst.

Nah di Indonesia, ada beberapa beasiswa bagi calon mahasiswa baru PTN yang bisa lo coba:

1. Beasiswa Bidik Misi

Bidikmisi adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa baru yang kurang mampu untuk melanjutkan studinya di jenjang perguruan tinggi. Setiap tahun ada lebih dari 50ribu mahasiswa yang dialokasikan dapet beasiswa ini. Total penerimaan mahasiswa semua PTN itu ada sekitar 500ribu. Dengan kata lain, 10% dari total tersebut dapet beasiwa Bidik Misi. Gile ga tuh? Itu belum lagi mahasiswa yang dapat beasiswa Bidik Misi masih bisa mengajukan keringanan ke kampus untuk dapet UKT 1 ataupun dari beasiswa lain.

Beasiswa Bidik misi men-cover biaya kuliah 100% serta biaya hidup.

Walaupun demikian, syarat prestasi pada Bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima Bidikmisi terseleksi dari yang benar-benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Persyaratan Beasiswa Bidik Misi 2016:

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2016;
  2. Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    1. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM);
    2. Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya ;
    3. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnyaRp3.000.000,00 per bulan. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata-rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir; dan atau
    4. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
  5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  6. Berpotensi akademik baik berdasarkan rekomendasi kepala sekolah.
  7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS denganketentuan:
    1. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
      1. Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
      2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
      3. Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN
    2. PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.

 

  • Kuota nasional: sekitar 60.000
  • Cakupan Perguruan Tinggi: Semua PTN dan sebagian besar PTS
  • Fasilitas: Biaya kuliah + biaya hidup
  • Website: www.bidikmisi.dikti.go.id

2. Beasiswa ETOS

Beasiswa Etos adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh Yayasan Dompet Dhuafa kepada mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi dengan tujuan membentuk SDM berkarakter pemimpin, mandiri, unggul, disiplin, berakhlak islami dan kontributif. Berikut adalah Persyaratan Beasiswa ETOS:

Persyaratan umum:

  1. Lulus SMA/Sederajat dan akan masuk Perguruan Tinggi melalui Jalur SNMPTN, SBMPTN dan UM jalur reguler
  2. Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos (Daftar PTN yang direkomendasikan dapat dilihat di www.beastudiindonesia.net

Persyaratan khusus:

  1. Formulir Biodata
  2. Slip Gaji/Surat keterangan penghasilan orang tua
  3. Kartu Keluarga
  4. KTP/kartu identitas lain
  5. Ijazah SMA (bagi yang sudah lulus SMA/sederajat) yang dilegalisir
  6. Pas Foto terbaru berwarna
  7. Foto Rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur)
  8. Rekening listrik bulan terakhir
  9. Tulisan tentang perjalan hidup minimal 2 halaman A4
  10. Raport Semester (1-5) (Aspek Kognitif)

Cakupan Perguruan Tinggi:

  1. Universitas Syiah Kuala,
  2. Universitas Sumatera Utara,
  3. Universitas Andalas,
  4. Universitas Indonesia,
  5. Institut Pertanian Bogor,
  6. Institut Teknologi Bandung,
  7. Universitas Padjajaran,
  8. Universitas Diponegoro,
  9. Universitas Gadjah Mada,
  10. Universitas Brawijaya,
  11. Universitas Airlangga,
  12. Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
  13. Universitas Mulawarman,
  14. Universitas Hassanudin,
  15. Universitas Pattimura

Informasi Umum Beasiswa ETOS:

  • Kuota Nasional: ratusan penerima
  • Fasilitas: Biaya kuliah + uang saku + asrama + biaya pengembangan SDM
  • Website: www.beastudiindonesia.net

3. Beasiswa Santri Berprestasi

Beasiswa Santri Berprestasi adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh Kementerian Agama bagi siswa/i atau santri yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren. Persyaratan Beasiswa Santri Berprestasi

  1. Lulusan Madrasah Aliyah (MA) 2015 (baik IPA, IPS, bahasa, dan agama) binaan pondok pesantren, serta
  2. Lulusan pondok pesantren muadalah (PPM) dan salafiyah (PPS) yang menyelenggarakan ujian paket

Cakupan Perguruan Tinggi:

  1. IPB Bogor,
  2. ITS Surabaya,
  3. UPI Bandung,
  4. UGM Jogjakarta,
  5. UIN Jakarta,
  6. UIN Sunan Ampel Surabaya,
  7. UIN Walisongo Semarang,
  8. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta,
  9. UIN Sunan Gunungjati Bandung,
  10. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Informasi Umum Beasiswa Santri Berprestasi:

****

Selain beasiswa di atas, ada beasiswa lain yang diberikan secara khusus dari pihak universitas kepada calon mahasiswa yang kurang mampu atau berprestasi, misal di UGM apabila lo masuk melalui PBUTM (Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu), Universitas Paramadina, Universitas Bakrie, Universitas Telkom dll.

Nah kalo lo lihat dari daftar beasiswa di atas, kuota beasiswa Bidik Misi jumlahnya jauh lebih banyak dari pada beasiswa lainnya, karena memang dana yang dialokasikan oleh pemerintah untuk beasiswa ini besar sekali. Oleh karena itu, apabila lo ga mampu secara ekonomi, sebaiknya minimal mendaftar beasiswa Bidik Misi aja dulu. Namun boleh juga lo daftar beberapa beasiswa sekaligus, tetapi tentunya lo ga bisa diterima lebih dari satu beasiswa pada saat awal masuk kuliah.

Satu hal yang mau gue ingetin lagi, setelah lo masuk kampus dan jadi mahasiswa, masih banyak lagi beasiswa yang bisa lo kejar dengan berbagai kriterianya. Ada beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu (lagi), beasiswa yang benar-benar mencari mahasiswa berprestasi, sampe beasiswa dari perusahaan2 yang sekaligus menawarkan kontrak kerja. Walaupun misalnya, pada awal masuk kuliah lo udah dapet beasiswa Bidik Misi, ntar pas kuliah lo masih bisa kejar beasiswa lain, seperti beasiswa PPA, BBM, Supersemar, Tanoto, dll. Ya, itung-itung buat nambah duit jajan, menambah pengalaman, hingga koneksi.

Pengajuan Keringanan UKT

Apabila lo berasal dari keluarga menengah atau merasa ga terlalu memenuhi persyaratan beasiswa pada saat awal masuk kuliah di atas atau lo udah kelewatan deadline pendaftaran beasiswa, dan lo dapet UKT yang lo rasa memberatkan, lo bisa mengajukan banding biaya UKT. Tata caranya beda-beda tiap PTN. Biasanya pengajuan banding UKT difasilitasi oleh BEM Kemahasiswaan masing-masing kampus.

Akan tetapi, harap diinget lagi nih, pengajuan banding UKT ini juga belum tentu disetujui. Seandainya ga disetujui, coba lo jalanin aja dulu semester pertama sambil mengusahakan IP setinggi tingginya karena seperti yang gue bilang di atas, di semester 2 biasanya banyak beasiswa yang dikhususkan untuk mahasiswa aktif. Dengan IP yang tinggi, peluang lo mendapatkan beasiswa mahasiswa aktif juga semakin besar.

***

Okay demikian informasi cukup singkat mengenai biaya dan beasiswa kuliah. Pesen gue sih, jangan sampai ketidakmampuan ekonomi menghalangi cita-cita untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sudah terlalu banyak contoh mahasiswa yang berhasil mengubah hidupnya dan menaikkan taraf hidup keluarganya berkat beasiswa. Kuncinya lo punya ambisi dan kemauan untuk bekerja ekstra dibanding temen-temen lo yang lebih mampu secara ekonomi. Semoga bermanfaat!

Catatan:
Artikel ini ditulis ulang dari artikel Halo Kampus berikut:

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol sama Ari tentang biaya kuliah, beasiswa, dan keringanan UKT, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya. Selain berusaha untuk mendapatkan beasiswa, tentunya lo juga harus tetap fokus belajar untuk persiapan SBMPTN, Zenius sangat merekomendasikan untuk baca beberapa tips berikut :

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Nadia El-Kamila

    makasih kak ari... infonya sangat membantu, tapi kok nggakada link buat yang itb ya kak? soalnya itb kampus impian saya dan kayaknya ukt 10 juta itu nggak mungkin bgt buat ortu saya. tolong kasih tahu link untuk administrasi keringanan ukt itb ya kak, trims..

    • Ari Candra Arista

      Untuk ITB ga ada link UKT soalnya emang flat 10juta untuk semua jurusan non SBM dan 20juta untuk SBM. Kalo penerima bidik misi, di PTN mana pun pasti Rp 0 alias ga bayar. Nah kalo ga menerima bidik misi, bisa mengajukan keringanan UKT, biasanya dikoordinir oleh BEM Kemahasiswaan.

  • Chandra Hamdani

    kak tolong bahas prodi teknik informatika unpad dong, dari persaingan sampai kualitas nya 🙂

  • Proud of My Name

    yang kisah Kak Raeni itu haduh :"

  • cidakada

    tolong bahas universitas luar negeri dong...biar gak terpaku sama perguruan tinggi dalam negeri...coba bahas Harvard,Aachen,Stanford,Princeton,MIT ...siapa tahu pikiran lebih terbuka dan bisa kketerima tentunya 🙂

    • Laila Khairina

      Info untuk universitas luar negeri ada di hotcourses kok, coba dicek di google.

  • Magicwithme

    kak sori OOT tapi memangnya bnar untuk yang mendapat nilai UN nya ada yg dibawah 55 (meskipun 1 pelajaran) gak bisa mengikuti SBMPTN? tlg dijawab ya kak trims

    • Ari Candra Arista

      Bisa kok

  • Nasrul Khoiri

    Kak jujur, saya masih belum ngerti mekanisme SBMPTN tuh kayak gimana.Dari yang pemilihan jumlah univ. Yang dipilih di daerah sendiri (dalam hal ini, asal provinsi kalo nggak salah), dan jumlah univ. Yang dipilih Diluar daerah.Itu gimana sih?, masih agak bingung saya.
    Ada lagi nih pertanyaan saya, antara bidik misi dan sbmptn dan sejenisnya itu gimana hubungannya?.

    • Indra Ari

      bantu jawab yaa hehehe 😀 klo SBMPTN itu, klo seandainya kamu milih dua univ, brarti salah satunya harus ada di asal provinsi kamu tinggal. klo kamu cuman milih 1 univ, kamu bisa pilih dimana pun kamu mau. jadi kesimpulannya klo kamu pilih 2 univ, salah satunya harus ada di provinsi kamu. klo milih 1 univ, kamu boleh milih dimana pun. Bidik misi itu beasiswa dari univ untuk mahasiswa yng kurang mampu, tapi banyak juga sih mahasiswa yng mampu namun mengajukan beasiswa Bidik misi. klo sbmptn itu jalur tes untuk bisa masuk univ.

      #just share pengalaman ikut sbmptn

      • Razif

        bukannya SBMPTN boleh bebas ya milih ketiga univnya? Kalo SNMPTN nah bener kalo milih 2 univ, 1 univnya harus 1 provinsi sama SMA kamu -- bukan tempat tinggal, tapi SMA-nya.

      • Laila Khairina

        Kayaknya itu SNMPTN deh. Kalau SBMPTN, kalau milih lebih dari satu univ, maka salah satu univ itu harus berada di panlok tempat dia mengerjakan tes. Misalnya kamu ngerjain soal di Jakarta (Jakarta ada di Panlok I) dan kamu pengen milih dua univ, maka salah satu univ itu harus ada di daftar univ yang berada di Panlok I.
        Contoh, kalau kamu udah milih UGM di pilihan pertama, di pilihan kedua kamu pengen milih universitas lain, maka kamu cuma bisa milih univ yang ada di panlok I aja. Informasi soal panlok bisa dilihat di sbmptn.ac.id.
        Feel free to correct me. Udah agak lupa juga.

  • Numpang join diskusi,
    Gue awalnya optimis banget buat ngegapai ITB tahun ini, dan gue udah percaya sama omongan guru gue yang bilang

    "Jangan takut masalah biaya, ada Bidikmisi"

    Awalnya gue percaya, tapi sekarang semangat gue udah menurun, kenapa? Karena menurut gue biaya yang diberi sama pemerintah itu gacukup buat hidup sehari-hari dikampus nanti, secara , Cuma' 600.000/bulan.

    Ambil contoh, misal gue keterima di ITB (AMIIN!!), terus gue daftar ulang blablablabla dan gue udah resmi jadi mahasiswa ITB, hal pertama yang harus gue harus urus adalah kos-kosan, ambil aja misalnya gue dapet kos-kosan paling murah 400.000,
    Itu berarti uang bidikmisi gue sisa 200.000, nah 200.000 ini yang bikin pusing. Gangerti cara ngelolanya gimana.

    Kita rangkum aja nih,
    -Kos-kosan 400.000
    -Uang tugas 50.000

    Itu artinya 600.000-450.000=150.000
    Sisa 150.000 buat gue survive dibulan itu, artinya apa? Gue perhari harus nyisihin uang sebesar 5.000 buat makan, emangnya dapet yak makan 5.000 doang perhari? ._. Belom nanti ada masalah apa-apa, masalah ini itu, bayar ini, bayar itu. Nabung buat beli laptop (karena pasti dibutuhin), dan terlebih lagi gue gamau minta sama orang tua gue perbulan karena gue rasa gue udah banyak memberatkan mereka selama ini.

    Itu juga kalo gue dapet bidikmisi, kalo engga? :p

    Ada solusi?._.

    • Kucing Hutan

      Kalo temen-temen gue yang dapet bidikmisi di ITB biasanya tinggal di asrama, yang gue lupa bener-bener gratis apa bayar 250rb per bulan. Terus kalau makan siang juga biasanya ada nasi bungkus gratis buat bidikmisi.

      • Kalo di ITB asramanya bisa 4 tahun? Kalo kakak gue sih di bogor nggak boleh 4 tahun setau gue.. Apa gue yang salah info ya? Hehehe.
        Wah asik juga tuh nasi bungkus buat mahasiswa Bidikmisi. Berarti masih bisa nabung juga tuh.. Heheh. Tapi gue masih bingung sih biaya-biaya tak terduga gitu nantinya,kaya bayar ini-itunya. Belom laptopnya juga.. Karena menurut gue itu penting banget.

        Mungkin terlalu dini banget kali yah ngomongin beginian? Gue jadi malu sendidi nih... Hehehe.. Tapi gapapa deh, lebih memikirkan dini, heheh. Fokus utama gue sekarang masuk ITB dulu aja deh.. :p
        Semoga tahun ini gue bisa jadi Mahasiswa ITB hehehe :p

        • Kucing Hutan

          Asrama 1 tahun pertama aja sih, haha. Tahun kedua-ketiga biasanya ngekost atau ngontrak bareng temen-temen (p.s. ngontrak tuh biasanya jatohnya murah banget, bisa lebih murah dari asrama malah). Bisa juga daftar jadi tutor asrama semacam pendamping gitu.

          Oh ya, kalau uang bidikmisi masih dirasa kurang, banyak kok yang kerja sambilan, contohnya jualan kaos/merchandise dll, magang di kantor berita, dan sebagainya.
          Btw di ITB biaya bidikmisinya 950.000 per bulan loh huahaha

          • Nah bener kan kak tahun pertama doang.. :/
            Pengennya sih gitu kak ngontrak bareng-bareng temen gitu.. Hehehe asik juga kayanya 😀 ambil aja misalnya ngontrak 800.000 perbulan, yang tinggal 5 orang, jadinya sekitar 160.000an seorang. Hahah bener tuh kak 😀
            Eh yang bener tuh 950.000? Gue kira sama aja kaya univ-univ yang gue tau kak, yaitu cuman 600.000 sebulan. Gila sih kalo beneran 950.000 sebulan.

            Sekali lagi, makasih kak info-infonya! Kakak anak ITB ya sepertinya? Huahahaha :p Doain saya yak kak tahun ini keterima ITB.. Heheh *minta doain mulu*

          • Agung Hercules ok

            Btw. saya mau nanya nih kak, kalo proses seleksi sbmptn ada pengaruhnya gak sama peserta bidikmisi ??
            misalnya karna kita peserta bidikmisi maka kita harus mendapat skor yg lebih tinggi dari yg bukan bidikmisi ?
            mogon di jawab kak.x

    • Ari Candra Arista

      1. Sebagian besar anak pasti ga pengen nyusahin ortunya, even anak orang kaya pun. Tapi lo mesti kalkulasi pendapatan-pengeluaran mereka juga, kalo emang ada uang lebih, menurut gue sih ga ada salahnya minta ke mereka.

      2. Coba bikin skala prioritas kebutuhan. Apakah laptop bener2 dibutuhin di tahun2 awal? atau netbook 1-2 juta aja cukup? gue dulu di STAN baru pake netbook di semester 5 buat ngerjain tugas akhir aja. Sebelumnya ngerjain tugas pinjem laptop temen atau di warnet.

      3. Lo mesti belajar memecahkan masalah lo, ga nerimo gitu aja dengan kalkulasi yang lo lakuin. Gue ga tau kultur kesibukan perkuliahan di ITB, tapi temen gue ada yg kuliah di sana, dia jualan donat dan pop mie (kalo ga salah), selain itu dia juga bekerja sampingan sebagai penjaga perpus.

      Gue akan cerita dikit pengalaman yg gue alamin. Karena tingkat 3 butuh netbook, gue juga ga mau nyusahin ortu, akhirnya gue nyari kosan murah banget dan dapet 880ribu setahun! Ya lo ga salah baca. Itu kamar aja bahkan lebih pas disebut gudang. Ukurannya sekitar 1,5 x 2 meter aja. Gue tinggal selama setahun disitu. Selain itu gue juga ngajar anak SD waktu sore, jualan buku, dan beberapa barang lain. Intinya sih gue ga mau nyerah ama keadaan.

      Sebenernya ada banyak cara bertahan hidup di kampus selain bekerja sampingan atau "menyiksa diri", yang penting lo banyak2 nyari info, konsultasi dengan BEM Kemahasiswaan mengenai masalah lo, jangan minder dan putus asa duluan, yang penting diterima dulu. Masalah lain-lain nanti, kalo udah kepepet, akan terpikir solusinya kok 🙂

      • Hai kak Ari! Makasih banyak ya udah nyempetin bales comment gue 😀

        1.) Kayanya buat yang ini gue akan usahakan sebisa mungkin untuk gaminta ke mereka deh.. Karena suatu hal..
        2.) Wah gue sih belum bener-bener tau kak, laptop bakalan dibutuhin di tahun awal apa engga._. Tapi yang gue liat sekarang sih kayanya emang bener-bener dibutuhin(?) Eh apa ngga dibutuhin banget ya (?)
        3.) Iya sih kak, gue juga ada niatan buat ngajarin anak orang alias nanti ngajar private gitu nantinya.. Hehehe..

        Hah yang bener tuh kos-kosan 880ribu setahun? Gila-gila, bukannya bintaro kawasannya lumayan elite gt ya kak? Soalnya gue tiap pulang sekolah lewat sana sih.. Keren-keren bisa dapet kos-kosan harga segitu.
        Iya sih kak, sebetulnya gue salah sih malah mikirin ginian duluan, harusnya mah belajar aja dulu ya, biar keterima dulu .. 😀

        By the way, makasih banyak kak Ari! Gue tercerahkan banget nih... Hehe. Doain gue kak, semoga tahun ini gue dapet ITB! heheh, atau Univ swasta yang beasiswa 100% heheh. Sekali lagi makasih banyak kak Ari 😀

    • ree trr

      bisa juga cari kerja sambilan. pernah ada kakak kelas gue yang kuliah dari bidikmisi tapi akhirnya bisa hidup juga di kota orang. kalau lo yakin dan lo bisa pasti ada jalan kok ^^)9

  • Razif

    Gue galau banget nih min, pendapat orang tua gue kalo gue masuk UGM, gue dapet UKT5, tapi keburu orang tua gue dua-duanya baru operasi, utangnya jadi bejibun banget (sampe jual rumah), bapak gue kayak secara halus nyuruh gue buat daftar ikatan dinas, tapi kok ya jurusannya gaada yg cocok sama yg gue suka, yg paling mepet mendekati yg gue suka itu STMKG, gue pingin ga ngerepotin orang tua tapi kok hati gue tetep pingin banget ke FITB ITB ya. Gue takut kalo MISALKAN gue udah lolos masuk PTN, trs daftar beasiswa bakal ga dapet. :

    • Sama kaya gue, kalo sesuai pendapatan ortu, gue dapet UKT 0/1. Seandainya dpt bidikmisi pun, gue juga bisa gila ngelola uangnya..

    • Ari Candra Arista

      Pertama jangan bayangin beasiswa di PTN itu sama jumlahnya dengan SMA. Di PTN itu jumlahnya banyak banget, selain dari pemerintah, BUMN, swasta pun tiap tahun gencar ngasih beasiswa. Terlebih kalo IPmu bagus, kemungkinan dapetnya juga lebih gede.

      • Razif

        Oh gituu, ini kata kakak spupu gue 1 siswa bisa dapet beasiswa lebih dari 1 dari pihak yg beda. Beneran ga? Kalo iya, saingannya masih tetep gila gilaan dong 😡

        Oh iya sama mau tanya nih bang, kalo SNMPTN kan banyak yg bilang "PTN X jangan dijadiin pilihan kedua, si X gamau diduain, nanti galolos loh"
        Nah kayak gitu berlaku juga ga sih di SBMPTN? Apa SBMPTN semata-mata MURNI dari hasil tesnya aja? Ga peduli si PTN X dijadiin pilihan kedua ataupun ketiga asalkan hasil tesnya lolos prodi di PTN X bakal tetep lolos?

        • Ari Candra Arista

          1. Emang beneran bisa, saking banyaknya beasiswa. Yang penting pinter2 nyari informasinya aja
          2. Kalo di SBMPTN, setelah disurvei, jumlah siswa diterima di pilihan I, II dan III hampir sama persentasenya, jadi kesimpulannya ga ngaruh ditaruh pilihan mana aja

  • Yessica

    Kalau misalkan aku udah daftar beasiswa bidik misi, terus keterima di ITB(amin) nanti otomatis jadi mahasiswa bidik misi atau gimana?

    • Ari Candra Arista

      Nanti akan ada verifikasi, bisa dari data-data yang kamu berikan, atau datang langsung ke rumah. Jadi ga mesti dapet.

  • Isya R

    Saya masih bingung min, sebenarnya saya hidup di lingkungan orang mampu. Rumah saya juga cukup bagus. Tapi, ayah saya sudah wafat. Penghasilan orang tua pun kini hanya didapat dari kontrakan ibu saya kurang lebih 4 pintu dengan perbulan 200k. Jadi, kalau dihitung2 penghasilan ortu saya kurang lebih 1 juta. Bisa dikatakan kehidupan saya kaya diluar miskin didalam. Kehidupan sehari2 saya biasanya dibiayai kakak saya yg sudah berumah tangga. Apakah saya bisa ikut program bidik misi? Kalau tidak bisa, apakah saat kuliah (misal UI,ITB) ada keringanan untuk biaya kuliah?

    Saya kan gk ikut bidikmisi diSNMPTN, apakah masih bisa daftar bidikmisi untuk SBMPTN?
    Terima kasih

    • Ari Candra Arista

      kalo penghasilan ortu memenuhi persyaratan beasiswa, boleh aja sih ngajuin meskipun masih ada kakak. urusan diterima atau enggak, tergantung kampusnya, yg penting data mu ga ada yg dimanipulasi. masih bisa daftar bidik misi sbmptn.

  • alunawasi

    mas ari mau nanya dong

    "Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di wilayah manapun"

    dk ugm gak ada teknik informatika
    kalau saya minat stei itb, ilmu komputer ugm, teknik informatika its itu gmna boleh gak? tolong jelasin lagi?
    misal saya mau fmipa itb , trus fisika ugm sama fisaka unpad gitu bsa gak?

    • Ari Candra Arista

      maksudnya 1 prodi itu misalnya fisika UGM aja. kalo kamu milih fisika UGM dan fisika ITB, berarti dihitung 2 prodi.

      • alunawasi

        kenpa di hitung 2 prodi?
        kan itu 1 prodi?

  • Nafisa

    kak mau nanya dong, sorry kalau pertanyaan kurang bermutu~
    kak, kalau kita ikut sbmptn lewat jalur bidik misi, kita bakal di uji kelayakan dapat biik misi nggak sih? apakah kalau kita ikut bidik misi akan mempengaruhi hasil ujian sbmptn kita?

    • ayu siti hartinah

      bantu jawab ya, biasanya kalo misalnya kamu udah lulus snm/sbm ada pemeriksaan/verifikasi dari bidikmisi nya seperti kata bang ari bilang di komen di atas. entah datang ke rumah/cuma dilihat data2 nya aja. disitu dinilai lagi apa kamu memang pantas/tidak.
      Ga ada perbedaan antara yang ikut bidikmisi sama enggak. beda nya cuma yang bidikmisi daftar sbm nya gratis. gitu

  • Nasib anak seni. gk akan ada beasiswa buat mereka... T_T

  • Alan

    min saya calon penerima bidikmisi 2014 dan 2015. tapi 2 tahun itu ga lolos sbmptn. sekarang tahun terakhir ikut sbmptn tapi udah gabisa ikut bidikmisi. kalau tahun ini keterima sbmptn (amin) apa bisa daftar bidikmisi setelah masuk di univ min? apa tetep gabisa juga?

    • Ari Candra Arista

      Tetep ga bisa. Tapi lo bisa daftar beasiswa lain setelah jadi mahasiswa (biasanya mulai bisa pas semester 2, setelah keluar IP)

  • Rifka Azalia Elvina

    Kak ari, kalo kita masuk PTN itu awalnya langsung bayar sesuai UKT atau ada uang pendaftaran lagi?

    • Ari Candra Arista

      bayar UKT aja

  • imah

    kak, kalo misal ikutan sbmptn trus daftar bidikmisi itu ngaruh ga sama keterima atau nggaknya? maksudku kalo misal nilai sudah memenuhi tapi kuota bidikmisi sudah terlalu banyak masih bisa ketrima ngga?
    terimakasih 🙂

    • Ari Candra Arista

      ini gue ga bisa mastiin sih, jadi ga tau

  • M Fahrur Roji

    keren kak artikelnya,saya mau minta link untuk jalur BOP agar bisa lebih mudah mengurusnya,terima kasih,

  • M Fahrur Roji

    saya mau minta skema BOP di UI kak,

  • Rahma

    Ka, kalo PNS yang gajinya pas-pasan termasuk ngga mampu ngga sih?

    • Ari Candra Arista

      Kalo penghasilannya memenuhi persyaratan beasiswa, boleh aja kok mengajukan beasiswa bidik misi.

  • Hesty Anggreta

    ka mau tanya bagaimana jika kita keterima tetapi kita tidak daftar ulang dikarenakan faktor ekonomi sedangkan kita tidak mendapat bidik misi dari sekolah?

    • Ari Candra Arista

      Coba konsultasikan dengan PTN tempatmu diterima, karena bisa beda2. Kalo di UI masih bisa diusahakan dengan BOP berkeadilan. Yg penting jangan diem aja. Coba datangi PTNnya dan jelaskan langsung masalahmu.

  • Nofika Dianna Wati

    Kak mau tanya kalau beastudi etos DD itu ada survey ke rumah apa nggk? kan saya sudah ketrima snmptn di Unair. rumah saya nganjuk, apakah ada survei langsung ke rumah? terimakasih kak

    • Ari Candra Arista

      Seharusnya sih ada survei ke rumah

  • Desrina Anandatama

    Pengen nanya nih Bg, kalo untuk jurusan kesehatan gimana? Apa masih harus bayar biaya praktek+biaya lainnya? Saya udh kehabisan akal ngeyakinin orang tua saya Bg.

    • Ari Candra Arista

      Kalo di PTN, semua komponen biaya udah masuk ke dalam UKT

  • Liyana Fishy

    wah itu ugm beneran uktnya sama semua untuk mahasiswa yang keterima lewat jalur UM UGM?

  • danadidik

    Waa informasi bagus, thanks ya. Kalau yang masih mencari dana pendidikan ekstra, juga bisa hubungi kami di http://danadidik.com - student loan khusus Indonesia tx

  • Elisa Natalia Sentoso

    Halo kakak kakak admin, kak saya mau tanya..
    Jadi ceritanya gini, saya ini pengen banget masuk ke FTTM ITB(dan saya cewek, tapi minat bgt sama perminyakan), unfortunatelly, saya termasuk siswa yang kurang beruntung kalau masalah financial, tapi Tuhan amat baik, saya sekolah di SMA SPP/SKS dimana saya juga sekolah di jalur akselerasi, dan sekolahannya itu cuma 100meter dari rumah(otomatis biaya hidup ringan). Saya pengen daftar bidikmisi, tapi rumah saya dipinggir jalan, takutnya langsung di sisihkan grgr lokasi tadi, tapi kalau segi penghasilan ortu (papa saya sdh tidak bekerja karena suatu musibah pada 2thn yg lalu) itu bener bener masuk kriteria BM, rumah saya juga gak gede dan gak bagus lagi.. Nah masalahnya dimana? masalahnya itu apabila suatu nanti saya resmi diterima di ITB namun saya tidak diterima bidikmisi, kalau mundur kan sayang banget nih, tapi kalau diterusin juga gimana UKT sampai 10jt begitu, lalu apa yang dapat saya lakukan dengan BEM kemahasiswaan yg dibahas diatas? biasanya dapat dipangkas sampai berapa sih? dan belum lagi biaya hidup juga kan..
    Sampai saat ini ITB kelihatan unreachable
    mohon saran/solusi nya kak, saya juga belum paham bagaimana dan berapa yang harus saya keluarkan untuk modal tugas tugas kuliah

    • Dena Djayusman

      up up up , masalahnya sama percis sama saya (tujuan kuliah ,kondisi keluarga ,dll) Mohon solusi nya kak Zenius

      • Ari Candra Arista

        Udah dijawab ya

    • Ari Candra Arista

      Pertama, kalo lo memenuhi persyaratan BM, go ahead, daftar aja. Nanti biarkan surveyor yang menilai. Ceritakan keadaan lo dan keluarga lo apa adanya. Yang penting ga ada yang dimanipulasi.

      Kalo akhirnya ga dapet, lo bisa mengajukan keringanan UKT sesuai dengan keadaan keluarga lo melalui BEM. Kalo di kampus lain bisa dipangkas sampe gratis.

  • Dena Djayusman

    kak jelasin yang tentang pengajuan keringanan ukt di itb dong , masih bingung ..

  • Faruk Uzzumakky

    Pada saat melihat pengumuman hasil seleksi, alhamdulillah saya diterima di Universitas, beberapa hari setelah itu saya diwajibkan harus datang bersama dengan orang tua/wali untuk keperluan registrasi, tapi saya sudah tidak punya orang tua/wali, keluarga saya juga tergolong keluarga kurang mampu, itu saya harus bagaimana? apa saya harus datangsendiri? apa datang ke Universitas sendiri akan berakibat saya dicabut kembali dari Universitas itu? kalau begitu bagaimana solusinya?? mohon bantuannya. .

    • Ari Candra Arista

      Kalo ga ada ortu, bisa keluarga yang lain seperti kakak atau paman.

  • Vitko Fregadovic

    Assalamu'alaikum. Kak maaf, untuk uang pangkal biasanya ada beasiswa2 gitu nggak? Karen di upi uang pangkalnya 29jt jurusan pend.kimia. mohon bantuannya kak. orgtua sy shock pas tau ada uang pangkal yg begitu besarnya. terimakasih sebelumnya kak.

    • Ari Candra Arista

      Kalo masuknya melalui jalur mandiri, biasanya ga ada beasiswa

  • achmad rizki fauzi

    ada beasiswa untuk siswa tanpa syarat SKTM?

  • Yunita A

    Kak saya pengen bgt kuliah di luar kota, di UGM. Tapi orang tua saya ga ngizinin, katanya gak sanggup biayain. Tapi saya tetep mau kuliah disana, karena ada jurusan yg selama ini saya incer ada di UGM

    Saya takutnya kalau nantinya seandainya mudah2an saya dapet beasiswa bidikmisi atau kjmu itu ternyata gak sepenuhnya bisa biayayain diri sendiri di kota orang

    Baiknya gimana kak? Apa saya salah kalau tetep ngotot ngejar cita cita ini tanpa restu orang tua dan biaya kedepannya yg jelas._.

    • Ari Candra Arista

      Sebelumnya lo mesti jelasin dulu ke ortu lo kalo sekarang ada beasiswa bidik misi yang udah mencover 100% biaya kuliah dan uang saku. Trus tunjukin tekad atau semangat belajar biar ortu lo yakin. Kalo lo bener2 berhasil pasti mereka bakal bangga.

  • Magel Heronanda

    Halo kak Ari,mau tanya itu soal UKT SBM dan Non SBM maksudnya gimana yah? dan itu kalo diITB pertama masuk langsung bayar segitu? *sekitar 8Jt kalo gasalah

    • Ari Candra Arista

      SBM = sekolah bisnis manajemen. Iya kalo ga ngajuin keringanan, mesti bayar segitu.

  • M A Nur Ishbiru S

    kak, bisa ga sih bayar kuliah di universitas negeri dengan biaya sendiri ? misal aku ketrima di ptn (aamiin), untuk data gaji orangtua. aku isi apa ? kan pakai biaya sendiri. orang tua aku uda ga kerja lagi soalnya kak, setahun ini aku kerja meski gaji nya ya pas pas an. mohon di balas ya kak

    • Ari Candra Arista

      Kalo udah ga kerja isi aja nol. Kalo ortu udah ga kerja, sebaiknya ngajuin beasiswa.

  • ramond george

    Apakah Anda berpikir untuk mendapatkan pinjaman? Anda serius membutuhkan pinjaman mendesak untuk memulai bisnis Anda sendiri? Apakah Anda dalam utang? Ini adalah kesempatan Anda untuk mencapai keinginan Anda, kami memberikan pinjaman pribadi, pinjaman usaha dan kredit korporasi dan segala jenis pinjaman dengan bunga 2% untuk informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email (ramondgeorgeloanfirm@gmail.com)

  • Rani Aprilia Putri

    kak di ITB bisa langsung ngajuin keringanan biaya gak pas awal semester I ? jdi awal masuk bayar UKT nggak ngikutin sistem flat

    • Ari Candra Arista

      Bisa kok, kalo nanti diterima langsung hubungi BEM buat detail langkah2nya

  • Zet

    kak mau nanya tahun inikan saya lulus mau ikut sbmptn tahun depan bisa gk kak?

  • Endang Setiawati

    Kak boleh nanya enggak,,??klo misalkan sy pengen daftr di bidikmisi thn 2017 tpii..sy udah lulus smanya thn 2014...mmm kira" masih bisa ikut enggak.sblmnya trimis:)

  • Ryann

    kak mau tanya, untuk pendaftaran bidikmisi tahun 2017 masih dibuka apa enggak ya?

  • Ardi Mahesta

    3. UKT / Biaya Kuliah di ITB
    Seperti yang telah gue singgung di atas, di ITB, UKT ditetapkan flat untuk semua mahasiswa sebesar:

    Rp10 juta/semester (semua jurusan non SBM)
    Rp20 juta/semester (SBM)

    SBM itu apa ya kak?

  • Yusuf

    Kalau di ugm lewat jalur UTUL ada uang pangkal nya ga? Katanya ukt juga ukt yg paling mahal

  • kartikasari

    Berkat Bpk AIDU TAUHID.SE. M.Si.

    Pengangkatan Guru Honorer Melalui Jalur Khusus di BKN Pusat

    "Bismillahirahmanirahim...
    Berkat Bpk AIDU TAUHID.SE. M.Si. yang banyak
    membantu saya, saya sekarang lulus CPNS dan SK saya akhirnya bisa
    keluar,itu adalah kisah hidup dari saya, jika anda ingin seperti saya
    anda bisa,Hubungi Bpk AIDU TAUHID.SE. M.Si. No HP Beliau: 0852-5552-2745
    siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda
    menjadi PNS.
    Saya berharap untuk ke depannya semakin banyak lagi
    yang bisa lulus dengan bantuan Bpk AIDU TAUHID.SE. M.Si. . atau bisa
    lihat profil beliau di http://www.bkn.go.id/unit_kerja/aidu-tauhid ,Selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,Terima kasih

  • Dini yuniar

    Ka saya mau nanya nih, saya alumni tahun 2015 apakah masih bisa ikut bidikmisi atau ada beasiswa lain yang bisa saya dapat jika saya ikut sbmptn
    Makasih

  • Anastasia Anjelita

    min, yg jalur USMI ipb itu gimana uktnya?nentuin golongan ukt ortunya cemana yg utk usmi ntuh?trus klo usmi sama gak dgn mandiri???

  • Ardhya Farah Dina

    kak,syarat2 buat ngajuin keringanan ukt di UI tuh kaya gimana ya kak?

  • Shafa Nadira

    Kak, kalau unsoed lewat jalur mandiri dikenakan uang pangkal ngga? Aku cari cari infonya di google ga ketemu ketemu. Makasih ka

  • achmad rizki fauzi

    siapa aja yang jadi tanggungan keluarga?

  • Achmad Harun

    Terima kasih kepada penulis sangat membantu kami atas info-info kampus yang ingin kesana melanjutkan pendidikan. Saya mau bertanya kak, apakah beasiswa di setiap kampus berbeda-beda? Dan berikan contoh beasiswa yg paling di recommended buat kami yg masih semester awal. Terima kasih sebelumnya semoga tulisannya lebih bermanfaat lagi

  • Arin A

    Bagaimana jika usia sudah 28th baru mau kuliah mas,
    Saya nanya di unair kok katanya sudah ga bisa kuliah dan tidak dijelaskan lebih lanjut ,
    Apa benar sudah tdk bs kuliah usia 28th mas ??

  • Yustika Rini

    Permisi mau nanya, emang bisa udah dapet bidikmisi trus daftar beasiswa yang lain? Soalnya ada surat yang menyatakan tidak menerima beasiswa dari instasi lain

  • agung firlanando

    Kak tahun ini aku lagi berjuang untuk belajr sbmptn di saat" belajr kadang patah semangat krna kpikiran gini" emang bisa aku mbyar kuliah sedangkan kondisi orang tua kyak bgini " kpikiran itu2 truss mau ikut beasiswa kurang memenuhi persyaratn tolong beri solusi dan motivasinya...?

  • エンジェリン

    kak, saya mau tanya.. misal kalo saya ingin kuliah kedokteran, dan saya lulus SNMPTN (amin.) saya hanya membayar UKT tersebut kan? Nah, kalo misalnya ingin lanjut ke S2, apakah ada program semacam SNMPTN agar bisa kuliah dengan membayar UKT tersebut. Terimakasih..

  • Meol Nurohmawati

    Kak kalau kuliah jurusan akuntansi itu nanti materinya banyak tentang apa ?tentang perpajakan kah atau tentang permodalan atau dsb?