Panduan Belajar SBMPTN Fisika

Pada artikel ini, Zenius akan mengupas tuntas segala hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi soal-soal SBMPTN Fisika.

Halo guys! Sesuai dengan judul artikelnya, pada artikel kali ini gua mau bahas segala hal yang berhubungan dengan persiapan SBMPTN Fisika. Nah, tapi sebelum gua masuk ke tips-tips, maupun rekomendasi link video zenius yang tepat untuk ditonton, gua mau kita sama-sama ngerjain 2 contoh soal SBMPTN Fisika berikut di bawah ini. Nanti setelah kita sama-sama menelusuri 2 contoh soal ini, gua yakin banget pasti lo lebih kebayang konteks masalah dalam belajar SBMPTN Fisika; dan jadi lebih paham cara belajar yang lebih tepat. Yuk kita langsung aja lihat contoh kasus soal nomor 1:

CONTOH KASUS 1: Tentang Gaya pada Bola Basket

Berikut ini ada gambar orang lagi melempar bola basket.

basket

Sekarang gue punya pertanyaan:

Setelah bola dilepaskan (ketika bolanya masih gerak ke atas), bagimana gaya yang terjadi pada bola?

  • A. Gaya pada bola arahnya ke atas dan besarnya konstan.
  • B. Gaya pada bola arahnya ke atas dan besarnya berubah makin kecil.
  • C. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya konstan.
  • D. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya berubah makin kecil.
  • E. Semua jawaban di atas salah.

Coba sebelum gua kasih tau jawaban mana yang bener, lo coba pikir dulu baik-baik terus tentukan jawabannya dalam hati. Beberapa hari yang lalu, gue iseng-iseng nanya pertanyaan ini dalam format survey di Twitter @zeniuseducation, dari 420 responden, berikut adalah jawaban mereka:

FISIKA BASKET

Ternyata jawaban yang paling banyak dipilih itu adalah jawaban B, gaya ke atas dan mengecil. Apakah jawaban lo juga B seperti kebanyakan penjawab Twitter di atas? Kalau dipikir-pikir, jawaban ini sebenernya masuk akal banget. Pemikir hebat di jaman dulu juga mikirnya gitu.

Pernah denger nama Aristoteles? Aristoteles ini adalah salah satu pemikir hebat yang hidup di jaman Yunani kuno, dia lahir sekitar 384 SM. Aristoteles pasti setuju dengan jawaban B di atas, karena dia juga pernah bilang bahwa suatu benda hanya akan bergerak jika diberikan suatu gaya. Kalau benda itu bergerak ke depan, berarti gayanya ke depan. Kalau benda itu bergerak ke kiri, berarti gayanya ke kiri. Kalau benda itu bergerak ke atas, berarti gayanya ke atas. Dan seterusnya.

Aristoteles menjabarkan gagasan tersebut pada bukunya yang berjudul Physics. Setelah Aristoteles meninggal, gagasannya ini masih terus diajarkan di sekolah-sekolah di Eropa. Selama lebih dari seribu tahun, cendekiawan di Eropa merujuk pada gagasan Aristoteles ini ketika mereka mempelajari tentang gerak benda. Jika kita berusaha menggunakan model matematika modern untuk memperjelas gagasan Aristoteles, mungkin modelnya adalah seperti ini:

F = m . v

gaya = massa x kecepatan

Nah, begitulah kira-kira pengertian Aristoteles tentang gerak.

thinking 01

Eh, tunggu! Kok gitu sih? Bukannya konsep fisika yang bener begini ya:

ΣF = m . a

Total gaya = massa x percepatan

Hehe… Emang iya, yang bener itu ΣF = m.a. Nah, sekarang lu sadar kan di mana letak kesalahan Aristoteles? Lu juga mungkin mulai sadar bahwa jawaban dari soal di atas itu bukan B. Karena menurut Fisika yang kita ketahui sekarang ini, arah gaya nggak selalu sama dengan arah kecepatan benda. Jadi meskipun benda tersebut geraknya ke atas, belum tentu gayanya juga ke atas. Pada kasus bola basket di atas, gaya yang bekerja pada bola hanya gaya gravitasi. Kita tahu bahwa gaya gravitasi itu arahnya ke bawah dan besarnya konstan. Berarti kalau gitu jawaban yang bener adalah yang C. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya konstan! Untuk lebih jelasnya, lo bisa tonton video berikut ini:

Okay, udah jelas ya kenapa jawaban yang bener itu adalah C, bukan B. Nah, dari cerita di atas, gue mau menekankan satu hal penting nih, yaitu:

TIPS#1: Dalam belajar Fisika, jangan cuma ngandelin common sense!

Maksudnya common sense itu seperti contoh di atas itu tadi. Lo ngerasa kayaknya suatu benda itu baru bisa bergerak ketika ada gaya. Kalau nggak ada gaya, benda itu nggak bergerak dong. Well, itu kan kayaknya. Tapi itu salah, men. Belajar Fisika itu nggak boleh pakai “kayaknya”. Ketika lo menemukan suatu persoalan Fisika, minimal lo cari tahu ini dulu:

“Apa Hukum Fisika yang mendasari kasus di atas?”

Ketika udah tau apa Hukum Fisika yang berlaku, baru kita bisa mengambil kesimpulan. Sebelum lo yakin Hukum Fisika apa yang harus lo terapkan dalam menganalisis kasus tersebut, lo nggak bisa mengambil kesimpulan apa-apa.

Pada contoh soal di atas misalnya, banyak yang memilih jawaban A atau B. Kenapa? Mungkin karena berpikir bahwa arah gerak itu harus sama dengan arah gaya. Tapi kalau lo coba pertanyakan lagi, “dari mana dasarnya gue bisa berpikir bahwa arah gerak itu harus sama dengan arah gaya?”, lo akan sadar bahwa itu nggak ada dasarnya, karena Hukum Newton nggak pernah menyebutkan hal itu. Untuk lebih jelasnya tentang hukum Newton, lo bisa tonton pembahasannya di zenius.net.

 

CONTOH KASUS 2: Tentang Gaya Gesek

Berikutnya, ada satu soal lagi yang lumayan menarik. Kali ini tentang Gaya Gesek. Soalnya begini:

“Sebuah benda bermasa 5 kg terletak diam di atas sebuah bidang kasar dengan koefisien gesek 0,3. Jika percepatan gravitasi adalah 10m/s2, berapakah gaya geseknya?”

soal-fisika

  • A. 50 Newton
  • B. 15 Newton
  • C. 10 Newton
  • D. 6 Newton
  • E. 0 Newton

Beberapa anak yang gue kasih soal ini langsung inget rumus gaya gesek, yaitu $$f = \mu N$$. Yaudah, tinggal masukin aja:

$$\begin{array}{l | l} f &= \mu N \\ &= \mu m g \\ &= 0,3 \cdot 5 \cdot 10 \\ &= 15 N \end{array}$$

Ketika gue broadcast pertanyaan ini di Twitter, ternyata memang banyak anak-anak yang jawab 15N. Ini hasil jawaban mereka:

FISIKA GESEK

Okay, sekarang gue mau nanya lagi: Arah gayanya ke mana? Ke kiri? Ke kanan? Atau ke arah lain?

THINKING-02

Kalau misalnya gaya geseknya ke kiri, berarti ΣF=15 N ke kiri. Itu artinya benda gerak ke kiri dong! Tapi kan kita tahu kalau bendanya diam! Masa nggak diapa-apain bendanya bisa gerak ke kiri sendiri? Nah, makanya balik lagi ke tips gue tadi. Kalau ngerjain soal Fisika, kita harus pikirin bener-bener, “Apa konsep Fisika yang mendasari kasus di atas?” Berhubung di soal disebutkan bahwa benda tersebut diam, berarti berlaku Hukum Newton yang pertama, yaitu:

ΣF = 0

Kalau gitu, berhubung pada arah horizontal (sumbu x) nggak ada gaya yang bekerja pada benda, berarti kita bisa ambil kesimpulan bahwa gaya geseknya, f = 0. Jadi, jawabannya adalah yang E. 0 Newton. Dari cerita pada kasus ke dua ini, gue mau menekankan satu tips yang juga penting:

TIPS#2: Dalam Fisika, jangan cuma lihat rumus matematikanya!

Banyak banget orang yang kalau ketemu soal Fisika, yang ditanya adalah “Ini pakai rumus apa ya?”. Sekali lagi gue tekankan bahwa pendekatan semacam itu adalah pendekatan yang salah kalau lo belajar Fisika. Fisika itu adalah bagian dari sains; fisika itu ilmu alam, berarti lo harus lihat realitanya! Cari tau apa hukum alam yang berlaku pada kondisi tersebut? Dengan menjawab itu dulu, lo bisa tau kapan suatu rumus pada Fisika bisa dipakai, dan kapan itu nggak bisa dipakai.

Tentu matematika itu penting untuk lo kuasain dalam Fisika. Lo akan banyak menggunakan matematika untuk mengerjakan soal-soal Fisika. Tapi inget, bisa Matematika-nya aja belum cukup. Untuk bisa mengerjakan soal-soal Fisika, lo harus bisa dua hal ini:

  • Ngerti konsep Fisikanya.
  • Punya skill matematika yang memadai untuk mengerjakan soal tersebut.

Kasus gaya gesek di atas adalah salah satu contoh bagaimana lo bisa kejebak kalau lo udah punya skill matematika yang dibutuhkan (dan kebetulan hafal rumusnya), tapi lupa sama konsep Fisikanya.

Oke deh, demikianlah 2 contoh kasus yang mau gua bahas. Moga-moga dari 2 contoh di atas, perspektif lo tentang belajar Fisika jadi lebih tepat. Nah, sekarang baru deh kita masuk ke panduan belajar yang akan gua kupas di bawah ini.

 

PANDUAN BELAJAR SBMPTN FISIKA

Oke, berdasarkan 2 contoh kasus di atas, gua harap lo punya 2 perspektif baru terutama dalam menganalisis soal Fisika, yaitu:

  1. Jangan cuma mengandalkan common sense doang!
  2. Jangan cuma lihat rumus matematikanya doang!

Nah, berdasarkan 2 tips di atas, mungkin ada sebagian di antara lo yang jadi bertanya-tanya: “Okay, kalau gitu kalau gue mau belajar Fisika SBMPTN, gue harus mulai dari mana nih?” Nah, gue akan jawab pertanyaan itu di artikel ini. Tapi sebelumnya, gue mau kasih tau salah satu KESALAHAN UMUM yang fatal banget dalam belajar Fisika adalah belajar dengan berpatokan pada Rangkuman Rumus.

 

Belajar Fisika dengan menggunakan rangkuman rumus adalah salah satu KESALAHAN PALING FATAL yang menyebabkan lo sering kali salah dalam mengerjakan soal-soal Fisika seperti 2 contoh di atas. Kenapa? Karena dengan menggunakan rangkuman rumus, lo akan lebih fokus sama rumusnya dibanding sama konsep Fisikanya. Ketika ketemu persoalan, bukannya nanya, “Konsep Fisika apa yang berlaku di sini?” lo cuma nanya, “Pakai rumus apa untuk ngerjain soal ini?”. Pada contoh di atas, lo bisa lihat bahwa kalau lo cuma nanya rumus doang, lo akan menjawab 15 Newton (B) di soal di atas. Padahal jawaban yang bener adalah nol (E). Inget bahwa SBMPTN ini adalah tes seleksi. Pembuat soal pasti mau menyaring anak-anak yang cerdas untuk diterima di PTN. Jadi kita nggak perlu heran kalau di soal SBMPTN, ada banyak soal-soal jebakan seperti di atas itu.

 “Terus belajarnya gimana dong? Gue bingung belajar Fisika harus mulai dari mana. Kalau belajar per bab, kadang gue suka lupa sama bab sebelumnya pas gue lanjut ke bab berikutnya.”

Okay, pada dasarnya di zenius.net kita memiliki 3 section untuk belajar SBMPTN Fisika, (1) materi ringkas, (2) materi lengkap, (3) latihan soal SBMPTN. Gua coba kupas satu per satu ya:

1. Pembahasan materi SBMPTN Fisika Ringkas

Buat lo yang suka gampang lupa konsep Fisika yang baru lo pelajari, Sabda udah bikin solusinya buat lo dengan membuat materi Fisika Ringkas di zenius.net. Pada Fisika ringkas ini, materi yang disajikan memang nggak sedalam kalau lo belajar Fisika Lengkap di zenius.net, tapi lumayan banget sebagai pengantar awal lo belajar Fisika. Tujuannya belajar pakai Fisika Ringkas ini adalah untuk mengerti konsep-konsep dasar pada Fisika. Dengan memahami konsep dasarnya, lo bisa melihat hubungan antar konsep di Fisika, termasuk hubungan antar bab. Dengan mengetahui hubungan antar konsep ini, lo juga bisa melihat hubungan antara rumus Fisika yang satu dengan yang lainnya. Efeknya, lo bisa inget rumus-rumus karena lo ngerti hubungan antar konsep itu, bukan dengan dihafalin rumus doang.

So, kalau mau tau gimana belajar pakai Fisika Ringkas, langsung aja buka tautannya di sini: Fisika Ringkas untuk Persiapan SBMPTN

Kelemahan Fisika Ringkas di zenius.net

Perlu gue tekankan juga bahwa belajar pakai Fisika Ringkas ini tentu ada kelemahannya. Namanya juga Fisika Ringkas, jadi jangan harap bahwa 100% materi SBMPTN ada di situ. Tujuan dari Fisika Ringkas ini adalah untuk mempermudah lo memulai belajar Fisika; supaya lebih mudah untuk bisa mengerti konsep-konsep dasar yang mungkin selama ini lo belum bener-bener mengerti meskipun udah mempelajari itu di sekolah. Tapi buat lo yang cuma mau fokus untuk mendalami konsep di Fisika Ringkas ini, sebetulnya gak jelek-jelek amat juga. Karena berdasarkan pengamatan gue dari soal-soal SBMPTN selama beberapa tahun terakhir, bisa dibilang dari total 83 soal Fisika, ada 72 soal yang teorinya udah tercakup di materi Fisika Ringkas, itu berarti sekitar 87%.

Tapi perhitungan gua di atas belum mempertimbangkan kedalaman pembahasan teori yah. Kalau itu diperhitungkan juga, Fisika Ringkas mencakup sekitar 70% materi SBMPTN kali (ini estimasi yang kasar banget yah). Buat lo yang penasaran dengan frekuensi topik yang sering keluar di SBMPTN Fisika, bisa lihat gambar di bawah ini:

 

Nah, berdasarkan persebaran topik di atas, materi yang muncul di SBMPTN tapi gak ada di pembahasan Fisika ringkas itu cuma:

  1. Elastisitas
  2. Fluida
  3. Optika Fisis
  4. Optika Geometris

Di luar keempat topik itu, sekitar 70% materi yang keluar di SBMPTN udah ter-cover di Fisika Ringkas. Menurut gua sih itu lumayan banget untuk ukuran SBMPTN. Coba aja hitung, seandainya lo bisa bener-bener mengerjakan 70% dari soal SBMPTN Fisika yang jumlahnya ada 15, itu kan berarti lo bisa ngerjain 15 x 0,7 = 10,5 soal! Bisa ngerjain 10-11 soal Fisika SBMPTN mah lumayan banget.

2. Pembahasan Materi SBMPTN Fisika Lengkap

Kalau lo lebih nyaman belajar Fisika bab per bab, dan nggak mau ada satu bab pun yang kelewat, lo bisa belajar pakai Fisika Lengkap di sini: Pembahasan Materi Fisika SBMPTN Lengkap. Banyak juga anak-anak yang belajar Fisika dengan mengulang lagi materi per bab dari kelas 10, 11, dan 12. Selama lo enjoy melakukan itu, boleh-boleh aja sih.

3. Latihan Soal Campuran SBMPTN Fisika

Nah, apapun cara yang lo pakai untuk mempelajari Teori Fisika, (entah itu materi ringkas maupun lengkap) tapi yang perlu lo lakukan berikutnya tetep sama, yaitu sering-sering ngerjain soal-soal campuran. Latihan soal campuran itu penting untuk bisa melihat bagaimana berbagai variasi soal yang bisa muncul. Di Fisika, konsep yang diujikan itu biasanya itu-itu aja. Di Mekanika misalnya, ujungnya lagi-lagi pakai Hukum Newton. Meskipun begitu, soal yang diujikan itu variasinya bisa berbagai macam. Lo harus bisa membiasakan diri dengan berbagai variasi soal ini untuk bisa ngerjain soal-soal SBMPTN. Untuk latihan soal, ini linknya: Latihan Soal Campuran Fisika Persiapan SBMPTN.

 

Tips Mengerjakan soal dalam Ujian

Terakhir, gua ada tips tambahan tentang bedanya ngerjain soal pada saat belajar dengan pada saat ujian. Kalau lagi belajar, ketika lo dihadapi sama soal susah, lo nggak boleh gampang menyerah. Kalaupun lo butuh waktu 3 hari penuh untuk bisa ngerjain soal itu, go ahead. Sama sekali nggak apa-apa belajar dengan cara begitu. Karena intinya belajar adalah lo harus dapet tantangan. Ketika tantangannya kecil dan lo cuma ngerjain soal-soal yang gampang aja, maka skill lo nggak akan bisa meningkat. Sebaliknya, kalau lo terus-terusan nge-push diri lo untuk ngerjain soal-soal yang lebih susah dari kemampuan lo sekarang, maka ketika lo berhasil, skill lo akan naik.

Tapi ketika nanti mengerjakan soal pas ujian, lo harus rada cerdik. Jangan menghabiskan waktu di satu soal terlalu lama. Kerjain soal yang lo bisa dulu aja. Soal yang susah boleh lo skip dulu, terus balik lagi ke soal itu ketika masih ada waktu. Tips mengerjakan soal dalam ujian ini sebetulnya udah pernah dibahas secara lebih rinci di artikel zenius blog tentang tips menjawab soal ujian dengan efektif.

Nah, supaya cara menjawab soal lo jadi jauh lebih efektif dan efisien dari segi waktu, lo perlu banyak latihan dengan Try Out. Sebelumnya, zenius juga udah pernah bahas artikel tentang pentingnya Try Out dalam persiapan SBMPTN. Nggak harus ikut TO bimbel, event TO nasional, dan sebagainya. Bikin TO sendiri di rumah juga bisa kok. Kalau mau tau detilnya, baca sendiri tulisan Glenn tentang pentingnya Try Out di link ini.

***

Okay, kira-kira gitu aja deh garis besar belajar Fisika untuk persiapan SBMPTN. Moga-moga tips dan sharing gua di sini bisa bermanfaat buat lo. Untuk menegaskan kembali, berikut di bawah ini adalah beberapa link video pembahasan materi Fisika SBMPTN dan latihan soal dari zenius.net

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Wisnu tentang persiapan SBMPTN Fisika, langsung aja tinggalin komentar di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.