Persiapan Belajar UN SMA Bahasa Indonesia

Persiapan Belajar UN SMA Bahasa Indonesia

Halo, kawan-kawan calon mahasiswa! Jadi, sudah siap untuk diospek, berganti dari pakai seragam menjadi baju bebas, menjadi mahasiswa, dan merasakan segenap atribut-atribut yang belum pernah elo sandang sebelumnya? Siap tidak siap, momen itu pasti akan datang. Tapi sebelum masa-masa transisi itu datang, elo semua masih harus menyelesaikan berbagai kewajiban dulu nih di SMA, salah satunya Ujian Nasional!

Nah, kali ini gue datang lagi untuk menghibur dengan petuah (sok) bijak tentang bagaimana sih agar elo bisa mengerjakan soal Bahasa Indonesia di Ujian Nasional nanti. Sebelum gue mulai bagiin tips belajar, gue penasaran nih, apa sih pandangan pelajar sekarang terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya UN Bahasa Indonesia? Gue iseng cari di Twiter & nemu curhatan salah satu pelajar nih:

curhat

Benarkah UN Bahasa Indonesia sesusah itu bagi pelajar Indonesia? Karena penasaran, gue tertarik untuk mencari data rata-rata nilai UN Bahasa Indonesia untuk membuktikan anggapan tersebut. Gue menemukan bahwa pada 2010, nilai UN Bahasa Indonesia di Sumatera Utara dan Bandung (Jawa Barat) paling rendah dibandingkan mata pelajaran lain; pada 2011 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, M. Nuh juga melaporkan tentang posisi terendah nilai Bahasa Indonesia; pada 2012, hal serupa juga terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sepertinya nilai UN Bahasa Indonesia 5 tahun kemarin lumayan mendapat sorotan negatif ya. Namun ternyata keadaan ini berubah dalam 2 tahun terakhir. Pada UN 2014 dan UN 2015, nilai rata-rata UN Bahasa Indonesia menduduki nilai tertinggi, dibandingkan nilai rata-rata mata pelajaran lain yang diujikan di UN. Wah, jujur, gue menjadi semangat setelah melihat data ini.

Kira-kira apa yang memungkinkan hal ini terjadi? Gue menengarai bahwa kenaikan rata-rata nilai UN Bahasa Indonesia terjadi karena sejak penerapan Kurikulum 2013, alokasi jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah ditingkatkan menjadi enam jam dan lebih banyak daripada jumlah jam kelas Bahasa Inggris.

Selain itu, menurut pengamatan gue lagi, sepertinya siswa sudah mulai belajar dari kesalahan-kesalahan lalu yang membuat nilai UN Bahasa Indonesia cenderung rendah. Apa itu kesalahannya?

Kesalahan fatal yang membuat nilai UN Bahasa Indonesia cenderung rendah adalah menganggap remeh.

Ya, karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa pertama-kedua bagi masyarakat Indonesia, tidak sedikit siswa yang menganggap remeh. Pengamat pendidikan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Marsel Robot, menilai ini karena sikap mengandalkan spekulasi semata alih-alih mempertajam kemampuan membaca dan menganalisisnya. Padahal, ini ujian akhir bukannya tes atawa uji coba semata.

Oke, karena sekarang kita sudah mengetahui kesalahan umum yang bisa dihindari agar nilai UN Bahsa Indonesia bisa ciamik, kita bisa mulai mempersiapkan diri. Ibarat kalau mau menembak si cantik untuk dijadikan pacar yang bisa diajak malam mingguan, elo pasti akan menyiapkan segudang skenario agar ritual penembakan berjalan lancar dan sukses jadian. Biasanya elo sudah menyiapkan kata-kata yang pas, tempat yang enak, properti pendukung macam bunga, barangkali gitar dan secarik lirik nan puitis, lingkungan yang mendukung (mungkin pramuniaga yang kompakan dengan elo saat mengasih bunga), dan lain-lain. Nah, begitu juga dengan UN. Elo juga perlu melihat, memetakan, menyiapkan rencana cadangan. Yuk siap-siap!

 

Strategi #1: Intip Kisi-kisi

Pertama, elo mesti lihat dulu kisi-kisi ujian yang telah dibuat pemerintah. Ini penting, lho. Bayangkan, kalau elo sudah lihat tema dan contoh-contoh soal yang akan muncul, maka itu akan mengurangi stres. Di bawah, ini kisi-kisi UN Bahasa Indonesia 2017 yang dikeluarkan oleh Kemendiknas:

 

 

Kisi-kisi UN Bahasa Indonesia ini relatif tidak berubah dibandingkan UN tahun-tahun sebelumnya. Jadi, elo bisa berlatih dengan soal UN tahun sebelumnya.

 

Strategi #2: Tentukan Prioritas Belajar

Kedua, menengok kembali apa saja contoh soal dan level kesulitan dari masing-masing kategori kisi-kisi. Nah, dari kisi-kisi di atas, gue mencoba membuat pemetaan persebaran soal-soal yang UN Bahasa Indonesia 2014/2015 lalu. Dari 50 soal, gue mencocokkan dengan lima kategori kisi-kisi: membaca nonsastra; membaca sastra; menulis terbatas; menyunting kata, kalimat, dan tanda baca; menyunting ejaan dan tanda baca.

sebaran soal UN - zen logo

1. Membaca Sastra

Dari diagram pie di atas, diperlihatkan bahwa porsi Membaca Sastra berjumlah paling banyak: 32 persen (atau setara dengan 16 soal). Kalau elo berpijak dari tips menjawab soal dari kak Glenn dengan mendahulukan soal-soal mudah, gue menyarankan elo bisa menyikat habis soal Membaca Sastra. Kenapa? Karena tipe soal ini relatif mudah dan berisi soal-soal macam: watak tokoh dalam, latar atau keadaan lokasi, nilai moral, amanat, maksud dari novel/puisi. Contoh soal lain dari kategori membaca sastra juga memunculkan pertanyaan seperti jenis majas, ungkapan atau idiom, dan peribahasa. Untuk majas, berdasarkan pengalaman gue, majas-majas yang sering dibahas itu majas personifikasi, majas metafora, dan majas hiperbola. Enggak susah, kan?

Elo bisa uji pemahaman elo dengan mencoba soal berikut:

2. Menyunting Kata, Kalimat dan Paragraf

Lalu untuk kategori Menyunting Kata, Kalimat dan Paragraf juga tidak terlalu sulit. Soal-soal yang umum muncul seperti: bagaimana bentuk kalimat tanya berdasarkan pernyataan yang ada, paham akan arti-arti seperti paradigma, domestik dsb., melengkapi paragraf dengan kata atau kalimat agar padu, kata sifat (ajektifa), kata hubung (konjungsi), kata serapan yang tepat (biasanya kata-kata yang rawan ditulis salah: aktivitas, efesien, standardisasi, efektif, efektivitas, praktik, apotek, dll), imbuhan (misalnya: merubah atau mengubah?; peran pelesapan pada kata-kata berawalan k, p,t, dan s), dan kata ulang (misalnya: kata ulang sejati, kata ulang berimbuhan, kata ulang semu, dan kata ulang perubahan konsonan seperti lauk-pauk atau sayur-mayur).

Untuk latihan soalnya, elo bisa lihat video zenius.net berikut:

3. Membaca Nonsastra

Selanjutnya kategori Membaca Nonsastra. Pada kategori ini, soal-soal yang muncul seperti isi paragraf yang berkaitan dengan ide pokok/gagasan utama/ide utama, menentukan fakta, bagaimana elo beropini terhadap sesuatu pemicu atau isu yang diberikan, membaca tabel/grafik/diagram (ini mudah tetapi mesti hati-hati), kalimat silogisme (memberikan etimen atas premis yang diberikan), penyimpulan, menentukan teks manakah yang merupakan resensi, dan menyimpukan esai. Nah, untuk kategori ini memang agak sedikit sukar. Namun, bukannya enggak bisa dipecahkan, kan?. Bisa dibilang ini termasuk soal bertingkat dan membutuhkan lebih dari satu kali analisis. Kemampuan nalar betul-betul dibutuhkan.

Berikut latihan soal yang bisa elo jajal:

4. Menulis Terbatas & Ejaan dan Tanda Baca

Selanjutnya kategori apa? Oke, selanjutnya adalah dua kategori yang bisa dibilang mudah (kurang-lebih hahaha): Menulis Terbatas & Ejaan dan Tanda Baca. Apa contoh-contoh dari kategori Menulis Terbatas? Misalnya, bentuk surat lamaran pekerjaan yang baik, surat penolakan lamaran pekerjaan yang sopan, bagaimana melengkapi isi pidato yang tepat, langkah-langkah membuat karya tulis (mulai dari latar belakang, rumusan masalah, hingga kesimpulan), dan bagaimana memberikan kritik dengan sopan namun tetap mengena ke sasaran. Terakhir, tentang Ejaan dan Tanda Baca. Ini murni tentang Ejaan yang Disempurnakan (EyD). Meskipun ini remeh, tetapi ini terkategori sangat mudah. Jadi, sayang banget kalau elo salah waktu menjawab soal kategori ini. Biar ada solusinya, elo bisa mulai baca-baca pemutakhiran EyD 2015 oleh Badan Bahasa kita: https://www.academia.edu/22875834/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_2015

Beberapa contoh soalnya adalah sebagai berikut:

 

Strategi #3: Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Ketiga, singkatnya, agar bisa dengan pede mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia:

1. Biasakan membaca berita daring/di koran atau majalah, kemudian simpulkan apa gagasan utama dan topik dari tulisan.

Topik paragraf, baik yang berhubungan dengan gagasan pokok (gagasan utama atawa ide pokok), pernyataan yang sesuai dari paragraf merupakan bentuk yang sekilas mudah tetapi sebenarnya butuh keahlian. Coba mulai dari membaca berita-berita di Twitter atau portal berita daring (online), deh.

Misalnya, sewaktu ribut-ribut kasus kopi Mirna, sebuah portal berita akan tidak henti-hentinya membahas hal tersebut. Nah, elo bisa pilih satu berita dan baca baik-baik. Apa ide pokok dari berita tersebut. Dari empat hingga lima paragraf cuap-cuap sang jurnalis, ternyata ide pokoknya adalah si Jessica ditangkap polisi karena terbukti meracuni kopi milik Mirna. Hanya itu, titik. Terus kalimat-kalimat yang lain untuk apa? Ya, namanya juga kalimat penjelas, agar ide pokok itu semakin kokoh disertai penjelasan-penjelasan pendukung.

Atau kalau kurang suka berita politik dan isu sosial terkini, elo bisa mencoba dari topik-topik yang disukai macam sepak bola, artis Korea, atau JKT48. Terus ada yang bertanya: kan soal-soal di UN enggak bahas hal-hal itu, kak. Tenang saja, kemampuan yang diminta oleh pembuat soal adalah menangkap ide pokok dari paragraf. Isu dalam paragraf hanyalah bumbu biar sedap.

Ohya, selain itu elo juga perlu ingat ada pertanyaan-pertanyaan umum selain ide pokok atau gagasan utama paragraf: fakta dalam paragraf, makna istilah dan kata ganti orang (pronomina), atau kesimpulan tulisan. Intinya, saat elo dihadapkan dengan soal paragraf, baca soalnya terlebih dahulu.

tips un bahasa

2. Berlatih, berlatih, dan berlatih terus!

Gue yakin nasihat ini telah terpatri di benak kalian semua. Masalahnya, apakah sudah dihayati lantas diamalkan? Kalau tips yang selalu gue pakai: lebih baik terus berlatih dan berlatih via soal-soal UN yang lalu. Meskipun hasilnya belum sesuai daripada enggak berlatih dan ternyata hasilnya juga belum sesuai. Pasti menyesal, broh! Menyesal kemudian? Ya enggak bergunalah.

Berikut ini adalah pembahasan soal UN SMA Bahsa Indonesia dari tahun 2011-2015. Coba kerjain dulu soalnya (bisa download gratis dengan format PDF), lalu elo bisa lihat video pembahasan soalnya:

****

Oke, sip, berarti saatnya berlatih dan mencicil mumpung ujian masih dua bulan lagi. Ingat, tidak ada kata terlambat, semua bergantung di kemauan kalian. Apakah ingin lulus dengan nilai memuaskan, sekadar lolos, atauu, yaa gitu-gitu deh. Enggak ada yang instan, bahkan untuk membuat mie seduh instan sekalipun. Selamat belajar & berlatih.

Acuan

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada yang pengen ngobrol sama Fajar terkait persiapan UN Bahasa Indonesia, silakan bertanya pada kolom komentar di bawah ini. Zenius juga merekomendasikan beberapa bacaan di bawah ini untuk mempertajam kemampuan kalian dalam menghadapi UN Bahasa Indonesia nanti:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Fajar Erikha adalah pengisi konten TPA-Verbal di zenius.net. Fajar mengambil gelar sarjana di Fakultas Psikologi UI dan melanjutkan studi pascasarjananya di Departemen Linguistik FIB UI. Selain itu, Fajar juga aktif sebagai periset di PRIK UI dan Komunitas Toponimi Indonesia.
 
Follow Twitter Fajar at @fajarerikha

  • Alfinsa EP

    gue masih bingung sama definisi frasa, nomina, kalimat nominal, dsb

    • Fajar Erikha

      @alfinsa:disqus: tenang, bingung awal dari belajar kok hehe. Jadi, frasa (ada yg nyebut frase) mksdnya gabungan dua kata atau lebih yg sifatnya enggak predikatif. Misalnya: 'gunung tinggi'. Knp ini gak predikatif? Krn dia hnya menerangkan sifat/keadaan gunung itu. Nah, kalau predikatif macam mana pula itu? Predikatif itu berkaitan dgn predikat (berkaitan dgn verba/kata kerja). Kalau predikatif contohnya 'gunung itu tinggi', berarti subjeknya 'gunung' dan predikatnya: 'itu tinggi'. Untuk lbh dalamnya, elo bisa baca artikel ini: https://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Frasa

    • Fajar Erikha

      @alfinsa:disqus Kalau nomina, itu kelas kata yg enggak bisa diingkarkan pakai kata 'tidak'. Nomina itu bisa berwujud kyk orang (subjek), benda (objek), atau konsep2 abstrak macam 'demokrasi' atau 'feminisme'. Coba aja lo pakai kata 'tidak demokrasi', terasa aneh, kan? Mestinya memang 'bukan demokrasi' biar lebih tepat

  • Magicwithme

    kalimat/kata tidak efektif tuh yang suka bingung..

    • Fajar Erikha

      Ini pertanyaan bagus. Jadi, mengutip kata Ivan Lanin (bahasawan), "kalimat efektif adalah kalimat yang dapat memunculkan gagasan sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengarnya. Kalimat efektif memiliki ciri antara lain (1) kesepadanan struktur, (2) kesejajaran bentuk, (3) ketegasan makna, dan (4) kehematan kata." Misalnya kalimat: Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke pesta perpisahan tersebut. Mnrt lo ini kalimat efektif atau enggak? Kalau enggak, apa solusinya?

  • stefina

    Yang verba verba itu yang susah, materi baru soalnya, definisinya masi gajelas juga. Belom ada banyak orang yang ngeshare materi kaya gitu di internet, dan bahkan guru gue aja ga tau pasti definisinya. Kapan kapan share ya tentang verba verba, hehehe :v

    • Fajar Erikha

      Hai @disqus_dgwlTVrI6D:disqus, verba itu ya berkaitan dgn proses, perbuatan atau keadaan. Identik juga dengan kata kerja. Gue kutip dari KBBI daring nih hehe http://kbbi.web.id/verba Kira2 sesuai dgn perkiraan lo?

      • stefina

        keren ._. baru tau gue kalo verba ada sebanyak itu.. makasi banyak ya

        • Fajar Erikha

          Sama2, @disqus_dgwlTVrI6D:disqus :p

  • dha

    kak mau kritik dkit nih, ttg pmbahasan soal un 2015 no.43

    Soalny itu bhas ttg klimat prsuasif, di slah satu opsi ny itu ada kta "Diimbau" yg sbnarnya sdah benar tp kakak slahkan trus gnti dgn kta "Dihimbau" yg sbnarnya itu yg slah , heheh

    • Fajar Erikha

      Wah, trm kasih kritiknya @disqus_VOIWdXrbyw:disqus . Btw itu soal UN SMK atau apa?
      Btw km betul, yg baku itu diimbau. Dihimbau bentuk nonbaku yg biasanya dipakai dlm ragam informal. Maaf baru buka blog dan balas

  • Nabilla savhira

    ditunggu yang 2017 nyaa

  • Walidz

    OOT ka, mau tanya kalau misalkan tahun ini saya lolos di SBMPTN tapi di pilihan ke dua/ tiga, trus tahun depannya saya mau ikutan lagi sbmptn bisa gak tuh?

    • Faridatul Hidayah

      Ikutan jawab ya, bisa aja kok

  • Sunny Lake

    screenshotnya bikin ngakak wkwk rp :v